Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 57 Pingkan Kena Batunya


__ADS_3

Mereka berdua tidak tau jika semenjak tadi Indra berdiri di samping pintu mendengarkan semua perkataan Rafli dan Bandiah.


Awalnya dia hanya ingin lewat ke pantry tetapi saat mendengar nama istrinya disebutkan dia tertarik dan singgah untuk mendengarkan.


Sebagai seorang lelaki apalagi sebagai seorang suami, hati Indra terasa panas mendengar penuturan Rafli yang terang-terangan menyukai istrinya, tetapi dilihat dari sisi kekaguman Rafli pada Shanum, Indra jadi bangga pada kebaikan dan kelembutan istrinya bahkan seorang Rafli Andarian pun sampai jatuh hati pada seorang Shanum.


Sebelum Bandiah dan Rafli Andarian menyadari ada seseoramg yang menguping pembicaraan mereka, Indra telah lebih dahulu meninggalkan tempat itu.


*************


"Kampret....kampret....!!"


"Sumpah aku tak pernah memasak sebelumnya, tetapi jika aku tidak memasak maunya makan di luar terus, nanti aku takut tertangkap oleh polisi!! aduuuhhh...gimana ini??" rutuk Sheilla yang dalam penyamarannya sudah berubah menjadi Anni, dua wanita yang berbeda.


Tadi dia coba menggunakan roller bladenya untuk berkeliling, dan ternyata benar, polisi masih berkeliaran di sudut-sudut kota mencarinya bahkan gambar wajah cantiknya pun terpampang di mana-mana sebagai orang yang dicari, masuk daftar pencarian orang.


"Wiihhh keren aku sekarang...wajahku ada di mana-mana mengalahkan artis papan atas!!" gumam Sheilla menghibur dirinya sendiri agar tidak sedih dan tertekan.


"Menderitanya hidupku ini, sudah dicari polisi, sendirian di tempat asing seperti ini, mau kemana-mana takut kepergok orang yang bisa aja mengenali penyamaranku!!" ucap Sheilla.


"Tapi aku nikmati sajalah hidupku, nggak ketangkap syukur kalau ketangkap ya wasalam!!" ucap Sheilla terkekeh.


****************


"Ayo lah Ndra...mami sama papi pengen lihat Sharindra!!" rengek mami Tiara pada Indra.


"Bukan nggak boleh mi, tapi keadaan sedang genting begini!! Indra takut terjadi sesuatu pada Shanum dan keluarganya.


"Ya sudah kalau begitu Shanum dan keluarganya aja suruh tinggal di mansion, bereskan??" kata mami Tiara dengan santai.


"Iya Indra, papi juga ingin melihat cucu papi, boleh ya!!" rengek mereka berdua persis seperti dua orang bocah yang sedang meminta permen kepada ibunya.


"Ya...ya, ayolah....!!" Indra juga jadi tak sampai hati untuk menolak permintaan kedua orang tuanya.


Lagi pula mereka terutama maminya sudah mau menerima Shanum sebagai menantu mereka dan itu sangat membuat Indra bahagia.


"Kapan maunya mami dan papi pergi kesana??" tanya Indra.


"Kalau kami terserah kamu aja, kapan kamu bisanya, sekarang pun jadi!!" kata mami Tiara sambil cengengesan.


"Kalau sekarang jangan lah mi, perjalanan kesana itu jauh jam berapa kita akan tiba di sana nanti jika sore ini kita berangkat??" jawab Indra.


"Iya nih si mami, sabar nunggu besok kenapa!!" kata suaminya.


"Lucu nggak Sharindra itu Ndra??" tanya mami Tiara antusias.

__ADS_1


"Lucu lah mi, Indra aja lucu kok!!" seloroh Indra.


Mereka semua tertawa mendengar selorohan Indra. Tiba-tiba...


"Maaf bu...ada non Pingkan mau bertemu dengan ibu dan bapak, saya sudah melarangnya tetapi non Pingkan tetap nekad mau menerobos masuk." Kata bu Lastri kepala pelayan di mansion orang tua Indra.


"Ada apa lagi tuh anak, berulah aja kerjanya setiap hari!!" gerutu mami Tiara.


"Kan itu menantu pilihan dan kesayangan mami!!" sindir papi dan hanya di senyumin saja oleh Indra yang membuat mami Tiara semakin sewot saja.


"Mulai deh kalian berdua ini!!" kata mami Tiara lagi.


"Kadi gimana ini pi, Ndra...ada masalah apa lagi sih ini??" kata mami Tiara.


"Pasti itu nenyangkut masalah kemarin, mi!!'" kata Imdra.


"Memang ada masalah apa sih, Ndra??" tanya papinya.


"Sebaiknya mami dan papi temui saja jadi tau duduk persoalannya di mana, tapi berat dugaan Indra bahwa semua itu berkaitan dengan masalah yang Indra dan Pingkan bahas kemarin!!" jawab Indra.


"Suruh tunggu aja dulu di ruang tamu bi, sebentar mami dan papi juga turun...!!" kata Indra dan dibalas oleh anggukan kepala bi Lastri.


"Maaf non Pingkan, tunggu sebentar ya...ibu dan bapak segera turun!!" kata bi Lastri yang sama sekali tidak diacuhkan oleh Pingkan.


Sesaat Pingkan nampak terkejut melihat kehadiran Indra di sana, dia tidak menyangka Indra ada di mansion itu hari ini, padahal dia mau menangis bombay nenjual cerita sedih tentang pertengkaran dia dan Indra kemarin.


"Selamat sore mi, pi.... !!" kata Pingkan sok hormat.


"Iya sore juga Pingkan, bagaimana kabarmu nak??" tanya mami Tiara sementara papi dan Indra diam saja.


"Kabar Pingkan buruk, mi!!" jawab Pingkan.


"Buruk kenapa, Pingkan??" tanya papi Indra.


"Mi...pi...bisakah kita bicara bertiga saja tanpa melibatkan Indra?? karena Pingkan takut Indra akan bertambah marah pada Pingkan.


"Pingkan, pernahkah aku berkata kasar padamu selama ini?? walaupun kamu berselingkuh di belakangku, tapi aku tetap menghormatimu, atau kamu hanya mau menjual ceritamu pada mami dan papiku saja?? karena aku tau kamu tipe wanita yang banyak drama dan suka bersandiwara!!" kata Indra tegas.


"Kalau kamu mau bicara, kita bicara saja di sini, dihadapan kedua orang tuaku, bagaimana??" tantang Indra.


Bibir Pingkan mengerucut tapi dia tak mungkin mundur lagi, akhirnya dia menceritakan semua kepada orang tua Indra tentang surat perjanjian yang telah mereka buat sampai Indra yang akan menggugat cerai dirinya.


"Maaf Pingkan tapi mami dan papi tidak bisa ikut campur terlalu jauh kedalam rumah tangga kalian, kalian berdua sudah dewasa dan sudah bisa memilih mana yang terbaik dan keputusan apa yang harus kalian ambil karena ini menyangkut tentang kehidupan kalian." Kata mami Tiara.


Dan tiba-tiba papi Indra nyeletuk cepat...

__ADS_1


"Seandainya saya ada di posisi Indra, maka saya juga akan mengambil keputusan yang sama seperti yang diambil oleh Indra sekarang."


"Nggak usah menunggu sampai nanti, bahkan jika saya menjadi Indra, tak ada yang namanya surat perjanjian pernikahan...detik itu saat saya tau jika tunangan saya selingkuh maka detik itu juga hubungan kita berakhir tanpa harus ditutupi dengan pernikahan palsu yang akhirnya merugikan saya!!" kata papi Indra.


"Apalagi tunangan saya sampai hamil anak dari laki-laki lain dan saya yang tidak tau apapun yang harus jadi korbannya, maaf saja...saya tidak mau walau demi apapun itu seolah saya sudah tidak punya harga diri...seperti tidak ada perempuan lain aja di muka bumi ini, lebih baik menikahi janda anak dua seperti Shanum tapi memang jelas dia adalah seorang janda ketimbang menikahi wanita mengaku perawan tetapi bekas orang lain!!" sindir papi Indra dengan pedasnya.


Karena sejak awal dia memang tidak menyetujui pernikahan Indra dan Pingkan karena papi Indra tau bahwa Pingkan itu bukan wanita baik-baik hanya saja istrinya Tiara yang sudah terlanjur menyayangi Pingkan terus memaksa agar Indra menutupi kehamilan Pingkan dengan menikahi wanita itu.


Sebenarnya papi Indra kasihan pada putra angkatnya itu, Indra terlalu baik untuk menolak permintaan maminya walaupun bertolak belakang dengan hatinya tetapi demi wanita yang sudah merawat dan membesarkannya itu, Indra ikhlas menjalani takdirnya walaupun dia mencintai wanita lain.


Dan papi Indra juga bersyukur bahwa Indra mendapatkan istri seperti Shanum yang memiliki tingkat kesabaran yang luar biasa hingga orang tua itu selalu berdoa semoga istrinya akan dibukakan pintu dan mata hatinya agar bisa menerima kehadiran Shanum di samping Indra.


Ternyata Allah menjawab doa-doanya dengan kehamilan Shanum yang membuat istrinya itu akhirnya sadar akan kesalahannya selama ini telah memaksakan kehendaknya pada Indra untuk menikahi Pingkan yang jelas di dalam kandungan Pingkan itu bukan lah darah daging Indra.


Mulut Pingkan sampai ternganga mendengar ucapan papi Indra.


Lelaki tua yang selama ini selalu irit bicara itu kini mencurahkan isi hatinya dan membuat istri dan anaknya juga ikut tercengang.


Air mata Pingkan menganak sungai mendengar sindiran papi Indra yang begitu tajam menyayat hatinya.


Niat awalnya untul meminta dukungan dari kedua mertuanya itu malah berbalik menjadi bumerang yang menghantamnya.


"Papi...!!" kata mami Tiara.


Indra juga tidak bisa berkata apapun lagi, karena jujur selama ini dia mengenal sosok papinya itu adalah orang yang jarang bicara tetapi sore ini semuanya berbeda.


"Pingkan nggak akan tinggal diam menerima hinaan ini, Pingkan akan melaporkan pada mami dan papi Pingkan!!" kata Pingkan sambil menangis.


"Tidak ada yang menghinamu di sini, apa yang saya katakan memang sesuai dengan kenyataan yang terjadi kan??" kata papi Indra.


Tanpa permisi Pingkan berbalik meninggalkan kediaman mami Tiara dan berlari menuju keparkiran mobilnya.


"Lihatlah...betapa tak ada attitude nya wanita itu...datang tanpa mengucapkan salam, pergi pun demikian, persis seperti jaelangkung saja...padahal kuliah di universitas luar negeri tapi tak punya sopan santun sama sekali pada orang lain!!" kata papi Indra.


"Makanya sejak dulu papi itu tak setuju jika Indra berhubungan dengan wanita ular itu tetapi selalu saja mami membelanya." Ucap orang tua itu pendek.


*


*


***Bersambung...


Orang yang diam bukan berarti setuju dengan keinginan orang lain, bisa saja diam nya mereka akan menjadi bumerang yang suatu saat akan menghantam dengan telak!!


Jangan lewatkan dan ikuti selalu kelanjutan kisah nereka di next episode dan jangan lupa atas dukungannya ya reader tercinta๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2