Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 22 Jauh Di mata Dekat Di Hati


__ADS_3

Dia duduk di janitor mengingat kembali awal perkenalannya dengan seorang Indra Fahreza.


Saat kembali bertugas di sini dia harus siap untuk membuka kembali kenangannya bersama Indra. Di setiap saat Shanum seperti mendengar suara Indra dan seperti melihat senyuman dan bayangan Indra di setiap sudut di lantai 3 itu.


"Pak Indra, sudah bahagiakah bapak sekarang??" gumam Shanum.


Karena terlalu banyak memendam rindu dan kesedihan akhirnya Shanum jatuh tertidur dengan menumpukan kepalanya di meja dengan menggunakan lengannya.


************


"Num....Shanum....bangun sayang!!"


Shanum yang tengah tertidur membuka matanya perlahan.


"Pak Indra?? ada apa??" tanya Shanum sambil mengucek matanya.


"Katanya mau menemaniku memandang bulan purnama dari balkon apartemenku ini!!" kata Indra menoel ujung hidung Shanum.


"Sudah malamkah?? rupanya saya tadi tertidur, pak!!" kata Shanum bangkit.


Indra mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Shanum. Mereka berdua bergandengan tangan menuju balkon berdiri di sana menikmati indahnya bulan purnama dan semilir angin malam yang dingin.


"Kamu lihat aliran sungai Tyne itu??? indah ya seperti wajahmu jika tertimpa sinar bulan??" kata Indra memandang mesra wajah Shanum.


"Pak lihat itu?? ada bunga yang tumbuh di dekat ujung balkon!!" ucap Shanum menunjuk pada sekuntum bunga yang tumbuh di ujung balkon apartemen Indra.


"Kamu mau aku mengambilnya untukmu??" tanya Indra.


"Nggak usah pak, nanti pak Indra jatuh!!" kata Shanum menggelengkan kepalanya.


"Akan aku lakukan apapun asal kamu senang, Num!!" kata Indra lalu beranjak dari tempat dia berdiri.


Percobaan sekali gagal...tapi Indra terus berusaha.


"Pak Indra, lebih baik nggak usah nanti bapak jatuh!!" teriak Shanum cemas.


Percobaan kedua....


"Hore....!!! berhasil, Num!!!" teriak Indra girang hingga sangking girangnya dia tidak lagi melihat arah pijakan kakinya.


"Shanum, aaahhh....!!" teriak Indra sambil berusaha berpegangan pada tiang.


"Pak Indra...!!" teriak Shanum tak kalah histeris karena dia tau apartemen pak Indra ada di lantai 20.


Shanum tak bisa membayangkan jika kekasihnya itu jatuh dari lantai 20 kebawah.


"Pak, pegang tangan saya, pak!!" kata Shanum berusaha menjulurkan tangannya pada Indra.

__ADS_1


Indra meraih tangan Shanum, seujung kuku lagi pegangan tangan Indra akan sampai pada jari Shanum...


SREETTT...


Kaki Indra terpeleset dan tak ayal Indra jatuh melayang kebawah diiringi dengan teriakannya memanggil Shanum.


TIDAAKKKK...


PAK INDRAAA...


"Jangan pergi, jangannn...!!"


Tubuh Shanum bergetar hebat, keringat sebesar biji jagung bercucuran di dahinya, tubuhnya yang bergetar dingin seperti es sementara air mata terus mengalir dari bibirnya tak berhenti menceracau.


"Num...Shanum...bangun!! kamu mimpi apa??" sebuah tangan besar dan kekar mengguncang lembut bahunya.


Shanum bermimpi waktu tertidur tadi. Dia melihat Indra jatuh dari apartemen dan dia tak bisa menolongnya.


Shanum kaget saat seseorang membangunkannya.


"Pak Elang...pak Indra jatuh dan saya tak bisa menolongnya!!" isaknya.


Elang yang kebetulan tadi lewat di samping janitor mendengar ada suara tangisan segera bergegas masuk dan mendapati Shanum sedang menangis dalam tidurnya.


"Pak Indra, pak!!" kata Shanum masih terbawa suasana dalam mimpinya.


"Ssttt...itu hanya mimpi, Num!!" kata Elang meraih tubuh itu dan memeluknya.


"Pak Indra jatuh dan hilang!!" isak Shanum dalam dekapan Elang.


"Sudahlah itu hanya mimpi...berhentilah menangisi Indra karena dia sudah bahagia sekarang!!" ujar Elang.


Elang melepaskan pelukannya dan mengusap keringat yang bercucuran bercampur dengan air mata Shanum dengan sapu tangan yang dia ambil dari kantong celananya.


"Kamu sudah makan??" tanya Elang.


"Nanti saja pak, saya mau sholat dulu terus lanjut kerja lagi." Kata Shanum.


"Ya sudah, saya mau makan siang dulu...jangan lupa ambil sampah di ruangan saya ya!!" kata Elang lalu pergi meninggalkan Shanum.


"Benar kata pak Elang...pak Indra sekarang sudah bahagia, mestinya aku harus bersyukur dia sudah bahagia kini berhenti merindukannya karena pak Indra sudah menjadi milik mbak Pingkan seutuhnya." Lirih Shanum.


************


"Syukurlah kesehatan anda semakin hari semakin membaik, tuan Indra!!" kata dokter Lukas.


"Terima kasih dokter, berkat dokter juga berkat saran dan motivasi dari dokter!!" jawab Indra.

__ADS_1


Rambut Indra yang rontok dan botak pun berangsur tumbuh kembali.


"Sebenarnya semua itu berkat semangat dari tuan Indra untuk sembuh, itu adalah obat paling mujarab yang bisa membantu mempercepat kesembuhan tuan Indra." Jawab dokter Lukas.


"Apakah ada seseorang yang sangat berarti untuk hidup tuan sehingga semangat tuan termotivasi untuk melawan penyakit yang tuan Indra derita?" tanya dokter tua itu.


"Seseorang yang berada jauh di Indonesia sana dok, yang menjadi motivasi saya juga keluarga saya!!" jawab Indra.


"Saya keluar dulu tuan, semoga teraphi hari ini tidak akan menguras tenaga tuan terlalu banyak!!" lalu dokter Lukas pamit undur diri dari kamar Indra.


Selama beberapa bulan terakhir ini Indra menjalani teraphi di apartemennya dan selama beberapa bulan itu juga hubungannya dan Pingkan sudah semakin jauh.


Saat tau Indra sedang sakit, Pingkan malah menjauh dan asyik dengan dunianya sendiri bersama James kekasih gelapnya sementara keluarga di Indonesia hanya tau hubungan mereka baik-baik saja, pernikahan sementara ditunda menunggu kesembuhan Indra.


Dan selama ini juga Indra meminta kepada Elang untuk merahasiakan tentang keadaannya pada Shanum.


Indra meminta Elang mengatakan pada Shanum bahwa dirinya kini sudah bahagia, agar Shanum berhenti memikirkan dirinya walaupun pada kenyataannya mereka berdua tak pernah berhenti untuk saling memikirkan satu dengan yang lain.


****Flashback on****


Elang datang sendiri ke Inggris untuk mengunjungi sahabatnya itu beberapa bulan yang lalu.


"Apa kabarmu, Ndra??" tanya Elang.


Jujur dia sangat sedih melihat kondisi sahabatnya sekarang. Tubuhnya yang dulu kekar atletis kini kurus. Rambutnya yang lebat dan ikal rontok sedikit demi sedikit dan akhirnya botak.


"Lang, bagaimana kabarnya Shanum sekarang??" tanya Indra pada Elang.


"Sejauh yang kulihat dia sih baik-baik saja tetapi aku tak tau dengan kabar hatinya."


"Hanya yang perlu kamu tau dia sedang menjalani proses sidang perceraian dengan suaminya." Kata Elang membuat mata Indra berbinar bahagia.


"Lalu bagaimana dengan rencana pernikahanmu sendiri??" tanya Elang lagi.


"Seperti yang kamu lihat, Pingkan jarang ada di sini menemani aku, alasannya dia sibuk dengan kuliahnya sekarang ini dan pada dasarnya aku juga tak peduli."


"Bukankah dulu saat di Indonesia sifatnya pun sama?? datang jika ada maunya dan pergi setelah semua keinginannya terpenuhi!!' jawab Indra.


"Dia kan calon menantu terbaik pilihan mami dan papi tapi bukan keinginanku untuk menikah dengan Pingkan!!" jawab Indra datar.


"Nyatanya sudah seminggu ini, kabarnya aja tak ada apalagi menyemangati aku untuk sembuh??" kata Indra berusaha tabah.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Cinta itu seperti simbiosis mutualisme, saling membutuhkan dan saling menguntungkan. Tetapi jika hanya sepihak saja yang merasa diuntungkan tapi tidak untuk pihak yang lain??


Kisah cinta Shanum dan Indra akan rumit, tetapi semoga mereka bisa melewati rintangan itu...


__ADS_2