Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 65 Kena Batunya


__ADS_3

"Nggak ada nampak pergerakan apapun dari dalam bos?? yakin di dalam ada orang yang kita cari??" tanya orang yang memakai jaket hitam.


"Saya yakin sekali Tian!!" kata lelaki muda di sebelahnya.


"Saya sudah mendapat informasi dari teman bos besar, katanya mantan istrinya itu ada di kampung ini sedang menyamar dan bersembunyi di sini!!"


"Tapi bos lihat sendiri, tak ada apapun di dalam sana yang menampakan adanya penghuni rumah tersebut."


"Kita sudah jam mengintai rumah itu tapi tak ada yang masuk atau keluar sama sekali!!" ucap Tian.


Mereka lebih maju mendekati rumah kos-kosan Sheilla itu.


"Coba kita beranjak ke belakang rumah tersebut, Tian??" kata Sandi.


Mata jeli Sandi memindai cepat ke seluruh rumah dan sekitarnya.


"Tian, kamu lihat ram kawat di atas dapur itu??" tanya Sandi pada Tian.


"Tampaknya ram itu terlepas karena ada seseorang yang melepaskannya dari dalam, sepertinya dia sudah melarikan diri lagi Tian!! benar-benar ibu Sheilla ini licin seperti belut sawah!!" kata Sandi merasa geram.


Sementara itu Sheilla sudah melaju cepat di jalan raya yang sunyi itu menuju ke tempat lain yang lebih aman baginya.


***********


Sesosok tubuh tampak menyelinap di samping jendela rumah Rahman.


Rumah Rahman tampak lengang karena semenjak Yanti dan Atika tidak ada di sana, Rahman jadi jarang pulang kerumah itu.


Orang yang mengenakan hodie hitam itu mengendap kejendela rumah.


Jendela kamar itu kacanya terbuka karena jendela tersebut memakai ram besi.


Sosok misterius itu tampak mengeluarkan sesuatu dari kantong yang dia bawa.


Zzzzzzzzzz


Terdengar sesuatu yang mendesis keluar dari kantong tersebut dan meluncur masuk melalui ram jendela yang terbuka.


sebelum masuk merayap kedalam kamar, orang tersebut membelai kepala mahluk itu dan berbisik.


"Lusi...kamu tak perlu membunuhnya, cukup buat dia impoten seumur hidupnya!!" lalu mahluk yang ternyata adalah seekor king cobra betina itu seolah mengerti ucapan tuannya lalu meluncur turun kedalam kamar lalu naik keatas tempat tidur dan bergelung di bawah selimut.

__ADS_1


"Mampus kamu Rahman, jika kamu impoten maka kamu tak bisa mengumbar nafsumu kesaba kemari lagi!!" kekeh orang itu yang ternyata adalah seorang wanita.


Emiana...ya, dia adalah Emiana yang karena rasa cintanya pada Rahman telah dikhianati oleh laki-laki itu, datang bersama king cobra peliharaannya untuk mematok Rahman.


Tak ada lagi rasa iba di hatinya untuk sang pujaan itu. Yang ada adalah rasa dendam yang membara di hatinya.


Dia menunggu dengan sabar hingga larut malam tiba di tempat yang agak gelap.


Dia mendengar suara mobil masuk ke halaman rumah yang dia perkiraan pasti itu mobil Rahman.


"Selamat datang pada penderitaan kamu Rahman, pasti tadi kamu habis menebar benih di lahan wanita itu kan?? kita lihat saja nanti setelah Lusi mematok di sekitar area sensitifmu, masih bisakah burungmu berdiri dan berjaya??" senyum jahat penuh dendam Emiana.


Rahman masuk ke dalam rumah tanpa curiga sama sekali.


Dia duduk sebentar di sofa ruang tamu sambil senyum-senyum membayangkan pergulatan panasnya tadi dengan Pingkan.


"Kamu benar-benar luar biasa, Pingkan!!" baru bersama denganmu aku merasakan kepuasan yang luar biasa." geram Rahman menegang kembali.


Dia melangkah masuk ke kamarnya untuk mandi dan bersiap tidur. Hari ini dia merasa tenaganya seperti terkuras habis setelah pertarungannya dengan Pingkan yang memakan waktu berjam-jam tadi.


Tanpa rasa curiga pada apa yang menunggu di balik bed cover tebal itu, setelah mandi maka Rahman masuk kedalam selimut niatnya untuk langsung tidur.


Tiba-tiba dia merasakan ada sesuatu yang menggigit di bawah perut yang mendekati senjata pusakanya.


Rahman berteriak kesakitan. Dengan cepat dia menyibak bed cover untuk melihat apa yang telah menggigit di bawah perutnya.


Betapa kagetnya Rahman melihat seekor ular kobra betina bergelung di lantai sambil menegakkan lehernya.


"Ular kobra?? da...dari mana masuknya u..ular itu??" desis Rahman sesaat sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya.


Lusi si ular kobra itu merayap naik kembali ke jendela lalu kembali pada tuannya yang setia menunggunya di balik semak belukar.


"Aku tidak menginginkan kematianmu, Rahman...yang kuinginkan adalah penderitaanmu...jadi aku akan menelpon ambulan untuk menjemputmu...selamat menikmati penderitaan kamu Rahman!!" kekeh Emiana mengambil ponselnya dan menelpon ambulan untuk membawa Rahman ke rumah sakit.


************


"Dari mana kamu Pingkan??" kata mami Prianka menegur putrinya yang sering pulang larut malam.


"Dari hang out bersama teman-teman, mi!!" kata Pingkan menjawab santai.


"Apakah kamu tidak ingin tau kabar berita hari ini, Pingkan??" tanya mami Prianka lagi.

__ADS_1


Sebelum Pingkan menjawab, mami Prianka sudah menjelaskannya.


"Suami kamu telah mengirimkan berkas perceraian kalian...dan kabar terbaru yang mami dengar adalah dia beserta kedua orang tuanya telah membawa istri dan keluarga istrinya pulang ke mansion Tiara dan Jonas." Kata mami Prianka.


"Apa mi?? Indra tetap nekad ingin menceraikan Pingkan??" kata wanita itu seolah tak terima.


"Itukan juga semua salahmu sendiri, bukannya berjuang untuk mendapatkan cinta suamimu kembali, malah pergi bersenang-senang dengan laki-laki lain di luar sana!!" ucap mami Prianka geram.


Pingkan mengambil berkas-berkas itu dan kemudian merobeknya katena sangat kesal.


"Pingkan tak akan pernah mau bercerai dari Indra, Mi!!" Pingkan mendengus.


"Terus kamu maunya apa?? bukti perselingkuhan semua mengarah padamu sampai rekaman dan foto vulgarmu bersama suami pertama istri Indra itupun dikirim oleh orang suruhan Indra." Kata mami Prianka


"Apa maksud mami??? Mantan suami Shanum?? Rahman itu mantan suami Shanum??" geleng Pingkan seolah tak percaya.


"Dunia sempitkan ternyata!!" kata mami Prianka tertawa hambar.


"Kini apa lagi yang bisa kamu pertahankan??" tanya Prianka.


"Akibat kamu sering mengumbar nafsu kamu, akhirnya kamu kehilangan Indra!!" kata mami Prianka.


"Awas kamu Shanum, sejak dulu kamu selalu merecoki rumah tanggaku dengan Indra, tunggu saja pembalasan dariku!!" kata Pingkan dengan memendam semua kebenciannya.


***********


Ambulan yang di telepon oleh Emiana datang dan segera mengangkat Rahman yang pingsan dengan luka gigitan Lusi si kobra betina yang merupakan ular peliharaan Emiana di sekitar area bawah pusatnya.


Kedua orang tua Rahman tampak menjenguk anaknya di rumah sakit.


"Nak...nak...kenapa hidup kamu jadi hancur hancuran begini semenjak berpisah dari Shanum dan kedua anakmu?? tampaknya inilah karma untukmu karena telah menyia-nyiakan istri sebaik dan sepenurut Shanum." Kata ibunya.


Diawal perceraian Rahman dan Shanum, akibat termakan hasutan Rahman, ibu dan bapak serta kakak perempuan Rahman sempat membenci Shanum.


Tetapi setelah melihat dan mendengar kenyataan bahwa Rahman lah yang bersalah telah menikah dengan diam-diam berdua dengan Yanti, maka pandangan mereka pada Shanum jadi berubah.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Nah...nah...kena batunya juga kan babang Rahman, apa yang akan terjadi selanjutnya dengan kisah si petualang cinta itu??


Mohon dukungannya reader, like, vote, komen, favorit dan rate nya🙏🙏


__ADS_2