
KROMPYANG....
Tiba-tiba ada suara benda jatuh dan pecah yang datang dari kamar ibu mereka.
"Apa itu Mina??" Tanya Mini lalu melompat dari kursi yang dia duduki lalu melesat masuk ke kamar ibu mereka.
IBUUUUU.....
Mina terperanjat mendengar teriakan Mini saudari nya yang telah berada lebih dulu di dalam kamar ibu mereka.
Di lantai tampak pecahan gelas yang terjatuh dari atas meja dan di lantai juga tampak ibu mereka terjatuh dari tempat dia tidur menelungkup dalam keadaan pingsan di lantai.
"Ya Allah, ibuuu!!" Teriak Mini lalu dibantu oleh Mina mengangkat tubuh ibu mereka kembali ke tempat tidur.
"Bu, ibu kenapa tidak berteriak memanggil kami jika ibu membutuhkan sesuatu??" Tanya Mina.
Mini tampak memperhatikan wajah ibu mereka dengan seksama, karena penasaran Mini meraba urat nadi di leher ibu mereka.
Tiba-tiba Mini berteriak membuat Mina terkejut kembali.
"Ibuuuu!!" Teriak Mini histeris membuat Mina juga jadi ikut-ikutan memeriksa keadaan ibu mereka.
Ibu mereka yang semenjak tadi terdiam membisu kini perlahan menjadi dingin.
"Ibu kita sudah tiada Mina, ibu meninggal saat beliau terjatuh hendak meraih gelas air minum dari atas meja tadi!!" Kata Mini.
Kedua saudari kembar itu saling berpelukan. Mina lah yang paling terpukul atas meninggalnya ibu mereka karena Mina yang selama ini merawat ibu mereka, sedangkan Mini yang memang merupakan perempuan yang tangguh hanya banyak terdiam tidak mau berkata apa pun.
Para pelayat sudah banyak yang meninggalkan area pemakaman ibu si kembar Amina dan Amini tetapi kedua wanita kembar itu masih betah duduk di samping makam ibu mereka.
"Bu, aku janji akan membuat dia kehilangan orang yang dia sayangi dalam hidupnya, aku sama sekali tidak rela melihat kebahagiaannya bersama keluarganya sementara ibu begitu menderita selama puluhan tahun ini!!" Gumam Mina sambil masih terisak.
"Aku akan meneror keluarga mereka bu, sehingga untuk bernapas pun mereka akan takut!!" Kata Mini lagi di sela gumamannya sambil memeluk saudari kembarnya.
__ADS_1
"Ayo kita pulang, kita susun rencana baru untuk membalas sakit hati ibu kita dan kita berdua!!"
"Semasa ibu hidup dulu, kita tidak bisa leluasa membalaskan sakit hati kita karena ibu dengan sejuta kesabaran dan kelembutannya pasti akan sangat melarang kita untuk membalas dendam."
"Tetapi kini ibu sudah tiada, tak ada lagi yang bisa menghalangi pembalasan kita!!" Gumam Mini.
Keduanya berdiri lalu sambil bergandengan tangan meninggalkan area pemakaman yang kini telah sunyi.
Semetara itu...
"Zoe...bagai mana kabarmu di Inggris sana?? Maafkan aku Zoe sampai detik ini aku belum berhasil melacak di mana keberadaan istrimu!!"
"Aku tidak tau apakah istrimu masih hidup atau kah sudah tiada sekarang ini?? Berpuluh tahun aku mencoba mencari keberadaan Anina tapi hingga kini tidak bisa aku temukan!! Rasanya aku sangat berdosa padamu Zoe!!" Gumam Jonas yang duduk di kursi kebesarannya sementara di tangannya memegang foto lama seorang pria muda yang tengah memeluk seorang gadis belia.
Jika diperhatikan dengan sungguh-sungguh wajah pria muda di foto itu sangat mirip dengannya tetapi itu bukan dia, itu adalah Zonas saudara kembarnya.
Tampak di foto itu seorang pemuda berparas sangat tampan yang mengenakan seragam SMA sedang memeluk seorang gadis belia yang masih memakai seragam putih biru.
Zonas yang sudah duduk di bangku kelas dua SMA kala itu jatuh cinta pada anak pembantu mereka yang masih duduk di bangku kelas tiga SMP.
Zonas dan Anina berpacaran sampai melebihi batas hingga Anina hamil kala itu di usia 15 tahun.
Tentu saja tuan Arnold dan nyonya Chintia tidak bisa menerima itu semua.
"Papi, tolonglah jangan pisahkan aku dan Anina karena kami saling mencintai, Zoe akan bertanggung jawab pada bayi yang dikandung Anina, papi...mami!!" Mohon Zoe dan Anina sampai duduk bersimpuh di kaki kedua orang tua mereka dan itu disaksikan oleh Jonas muda sebagai saudara kembar Zoe.
Chintia dan Arnold saling berpandangan seolah menyetujui permintaan putranya.
"Baik, Zoe...sekarang biarkan Anina dan bi Sumi pulang dulu ya!!" Kata keduanya mengalah tetapi Jonas malah menjadi curiga melihat kelakuan kedua orang tuanya.
Dia tau persis bagaimana papi dan mami nya yang tak mungkin menerima keputusan begitu saja.
Bukan main girangnya Zonas kala itu, dia memang masih sangat muda tetapi dia bukan pemuda yang mau melepaskan tanggung jawabnya begitu saja.
__ADS_1
Sementara itu....
"Sumi, saya memberimu dua pilihan...gugurkan bayi yang ada dikandungan Anina itu dan kamu serta anakmu masih boleh bekerja di sini!! Kamu tau kan derajat kita berbeda, masih untung saya tidak membunuh Anina karena telah berani berhubungan dengan putra saya!!"
"Pilihan kedua saya akan memberi kalian sejumlah uang tetapi silakan kalian pergi dari kota ini dari kehidupan Zonas selamanya, jangan pernah ganggu Zonas lagi karena kedua putra kembarku akan kami persiapkan untuk meneruskan perusahaan keluarga Arnold Fahreza." Sebuah ultimatum keras telah dikeluarkan oleh tuan Arnold.
Bi Sumi yang tampak sangat ketakutan, bukan hanya takut pada keselamatan putrinya dan janin yang dikandung oleh Anina tetapi juga takut jika mereka akan selalu di teror selamanya oleh keluarga kaya raya yang berkuasa itu.
Akhirnya bi Sumi membawa Anina pergi dari kampung itu berbekal uang gajinya yang tak seberapa dan uang yang diberikan oleh tuan Arnold yang akan digunakannya untuk biaya hidup Anina dan kedua cucunya kelak, bi Sumi membawa Anina pindah ke desa yang tak seorang pun mengenali mereka lagi serta memulai hidup baru di sana.
Bukan main gembiranya Zoe mendengar bahwa dia akan dinikahkan dengan Anina. Tetapi Zoe juga menjadi curiga mengapa beberapa hari ini dia tidak lagi melihat bi Sumi dan Anina hingga dia menyusul ke tempat kediaman bi Sumi yang ternyata sudah kosong.
"Bukan main marah dan kecewanya Zoe apalagi saat dia menemui kedua orang tuanya dengan entengnya mengatakan jika mereka telah mengusir bi Sumi dan Anina pergi entah kemana.
Sejak itu Zoe berubah. Dia jadi cowok berandalan yang suka ngebut-ngebutan, merokok dan menenggak minuman keras hingga peristiwa itu terjadi.
Sore itu Zoe pulang dalam keadaan mabuk berat hingga dia membawa motor secara ugal-ugalan dan akhirnya menabrak seorang pejalan kaki hingga tewas.
Zoe di penjara karena telah menghilangkan nyawa seseorang setelah bertahun-tahun berlalu saat Zoe telah bebas dia memutuskan untuk kembali ke Inggris dan memulai hidup baru di sana.
"Kamu yakin akan pindah ke Inggris Zoe??" Tanya Jonas kala itu.
"Iya, mungkin aku akan menetap di sana selamanya!! Aku akan pulang kembali ke Indonesia jika Anina dan anakku telah ditemukan, oleh sebab itu aku minta tolong padamu Jonas, cari mereka untukku!!" Itu pesan Zoe sebelum dia berangkat ke Inggris dan menetap di sana selamanya.
Zoe juga memutuskan kontak dengan kedua orang tuanya paling hanya sesekali dia menghubungi Jonas saudara kembarnya.
*
*
****Bersambung....
Lanjut ke next episode ya reader tercinta dan jangan lupa untuk dukungannya😊😊
__ADS_1