
"Ooo dalam keadaan tidak sadar aja sudah melakukan berkali-kali rencana pembunuhan....apalagi dalam keadaan sadar kemungkinan korban-korbannya sudah meninggal semua di tangannya lalu alih-alih dia membunuh karena mendapatkan bisikan setan di telinga kanan dan kirinya, begitu ya kiranya!!" cibirnya.
"Apa maksud anda dengan merencanakan berkali-kali pembunuhan??" tanya kuasa hukum keluarga Pingkan.
"Anda kan pengacara ibu Prianka...mestinya anda juga mencari tau dahulu bagaimana latar belakang klien yang akan anda tangani kasusnya!!" tegas Rafli Andarian.
Mami Prianka menyipitkan matanya untuk melihat Rafli lebih jelas.
"Kau??? bukankah kau perawat Pingkan di rumah sakit jiwa yang selalu mengawasi Pingkan itu kan?? siapa anda sebenarnya??" tanya mami Prianka.
"Maaf saya belum memperkenalkan nama kepada kalian semua!! nama saya Kapten Rafli Andarian saya bertugas di kepolisian sebagai seorang intelijen dan saya juga yang waktu itu membongkar kasus penggelapan dana oleh nyonya Sheilla beserta komplotannya di rumah sakit xxx milik keluarga saya." Kata Rafli Andarian memperkenalkan dirinya.
Mereka semua terpana mendengar penuturan Rafli.
"Apakah anda mempunyai bukti bahwa nyonya Pingkan pernah melakukan percobaan pembunuhan lain terhadap ibu Shanum Susena??" tanya pengacara keluarga Prianka.
"Tentu saya memegang semua bukti yang memberatkan ibu Pingkan, termasuk saat ibu Pingkan berpura-pura menjadi orang gila untuk mengelabui hukum dan semua orang...bahkan saat ibu Pingkan kabur dari rumah sakit dan mencoba masuk ke dalam mansion kediaman keluarga Jonas Fahreza bahkan menembak salah seorang satpam di sana...bukan hanya itu bahkan di sekolah di mana putra dan putri nyonya Shanum bersekolah nyonya Pingkan dan mungkin juga ada campur tangan dari nyonya Prianka, orang bayaran mereka juga menembak salah seorang pengawal keluarga Jonas." Papar Rafli sejelas mungkin.
"Bohong...!!" teriak nyonya Prianka.
"Saya berbohong??" oke baiklah apakah perlu kita memutar hasil rekaman tim kami selama memata-matai kalian??" tanya Rafli Andarian.
"Apa maksudnya ini mi?? papi sama sekali tidak mengerti tentang masalah ini, mami selalu menutup rapat dari papi." Kata papinya Pingkan.
Mendengar hal itu tiba-tiba Pingkan menjerit histeris lalu mencoba merebut pistol salah seorang polisi yang berdiri di dekatnya tanpa bisa dicegah lagi.
DOR...DOR
"Pingkan....!!" teriak mami dan papinya saat melihat Pingkan roboh bersimbah darah karena dia telah menembak dirinya sendiri.
Kejadian itu begitu cepat sampai semua orangpun tidak menyadarinya.
Mami Prianka merosot pingsan melihat tubuh putrinya telah bersimbah darahnya sendiri.
Akhirnya Pingkan segera dilarikan kerumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu di rumah sakit keadaan Shanum mulai stabil.
Luka robek di perutnya sudah dijahit dan berkat donor darah yang disumbangkan beberapa kantong oleh Rahman, membuat keadaan Shanum mulai membaik.
"Terima kasih mas Rahman telah menolong istri saya...!!" kata Indra.
"Sama-sama mas...apa yang telah saya perbuat untuk Shanum sekarang tidak sebanding dengan banyaknya dosa dan kesalahan yang pernah saya lakukan dulu padanya dan pada anak-anak kami!!" kata Rahman tersenyum sambil masih dalam posisi berbaring untuk menstabilkan kondisinya.
__ADS_1
Ibu, bapak dan kakak Rahman pun mengucap syukur karena setidaknya ada perbuatan baik yang dilakukan oleh Rahman untuk mantan istri yang selalu dia sakiti perasaannya itu dulu.
Mami Tiara dan papi Jonas juga merasa bersyukur tetapi tiba-tiba mami mendapat telepon dari Rafli Andarian.
Rafli berulangkali menghubungi ponsel Indra tapi tidak diangkat maka dari itu dia menghubungi mami Tiara dan mengatakan tentang apa yang barusan terjadi tadi di kantor polisi.
"Pi...Rafli menelpon tadi mengatakan bahwa Pingkan telah menembak dirinya sendiri tadi di kantor polisi pada saat proses interogasi." Kata istrinya.
"Bodoknya wanita itu?? kalau tidak pura-pura gila kok ya pura-pura mau mati, hidupnya kok selalu penuh drama dan kepura-puraan saja." Kata papi Jonas yang juga jadi geram dengan kelakuan Pingkan.
"Pi...!!" kata istrinya memperingatkan sang suami.
"Habis papi jadi greget melihat kelakuan mantan menantu kesayangan mami itu." Kata papi Jonas.
"Apaan sih pi...ayo kita tengok sebentar kan juga berada di rumah sakit ini tho...kita tidak usah mengatakan pada Indra...biar dia fokus merawat istrinya dulu." Kata mami Tiara.
"Pi...ada telepon tadi dari Prianka, dia mengatakan bahwa Pingkan sedang kritis di rumah sakit karena berusaha menembak dirinya sendiri." Kata mami Prita ibunya Sheilla.
"Apa lagi yang dilakukan cah gemblung banyak drama itu?? kelakuan Sheilla dan Pingkan nyaris membuatku mau gila!!" kata suaminya.
"Ayo kita kerumah sakit pi...kita harus melihat keadaannya!!" kata mami Prita.
***********
Hansen tidak mengantarnya dengan alasan supaya tidak menarik perhatian orang banyak!! begitu katanya.
Anna berangkat subuh menuju pangkalan angkot ikut sama para ibu-ibu yang berjualan di pasar.
Jarak pasar dengan tempat mereka tinggal memang rada jauh.
Sepeninggal Anna pergi kepasar, Hansen cepat-cepat meraih ponselnya untuk menelpon seseorang.
Tetapi karena panggilannya ditolak maka dia mengirimkan chatnya saja.
Hansen
"Kenapa panggilanku ditolak Sri??"
Sri
"Suamiku belum berangkat kerja mas Hansen, sepuluh menitan lagi, memang ada apa??"
Hansen
__ADS_1
"Anu Sri aku kedinginan, istriku sedang pergi kepasar, aku mau nganu-nganu sebentar denganmu bisakah??"
Sri
"Gila mas Hansen ini kalau tiba-tiba istrimu pulang melihat kita lagi jungkat jungkit gimana??"
Hansen
"Jarak pasar kan lumayan jauh Sri...sempat dapat satu jam kamu aku celupin baru istriku datang!! jangan khawatir...aku beri kamu uang...aku selalu terbayang terus dengan bo*kong indahmu dan dada besarmu, Sri...sepertinya enak kalau kuremas!!"
Sri
"Iihhh dasar mesum...itu aja yang diingat!!"
Hansen
"Nggak juga...aku malah selalu kepikiran bagaimana jika aku masuk kedalam lorong waktu itu!!"
Sri
"Ya sudah...ntar aku kesana, tapi jangan lama ya!! dan benar Sri dikasih uang lho...jangan cuma di modusin doang!!"
Hansen
"Ya elah Sri...iya...iya!! kapan sih mas Hansen bohong sama wanita secantik Sri!!"
Sri
"Halah gombal!!" ya sudah tunggu aja dulu!!"
Lalu chatingan di antara mereka terputus.
"Asyik...Anna lagi datang bulan dan aku nggak bisa minta jatah, tapi aku dapat jatah dari Sri yang lebih muuaahh...!!" kata Hansen tersenyum senang.
"Aku mau mandi dulu ah biar wangi biar seger...jadi Sri selalu terkesan jika berhubungan dengan aku, percuma punya wajah ganteng, nuklir besar dan panjang kalau bau!!" kata Hansen tersenyum-senyum lagi.
*
*
***Bersambung...
Ada pepatah yang mengatakan jika sudah berselingkuh sekali, maka akan ada perselingkuhan-perselingkuhan selanjutnya!!
__ADS_1
Dukungannya dong reader...biar othor semangat untuk menulisnya😊😊