Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 30 Takdir Cinta


__ADS_3

Sheilla sangat terkejut mendengarnya tapi dia berpura-pura saja tidak tau.


"Apa-apaan sih kamu mas?? bikin aku kaget saja??" tanya Sheilla menatap Elang yang juga tengah menatap kearahnya dengan sorot mata yang seakan hendak membunuhnya.


"Apa maksud kamu Sheilla?? aku tak menyangka kamu berbuat seperti itu??" teriak Elang emosi.


"Berbuat apa sih mas?? aku nggak ngerti??" ucap Sheilla.


PRANGGG...


AARRGGHHH....


Elang yang sedari tadi menahan emosi akhirnya tak tertahankan lagi. Dengan sekali sapu seluruh peralatan make up Sheilla kini benar-benar hancur diiringi dengan teriakan istrinya itu.


"Kamu sudah terlalu banyak ikut campur dalam urusan pekerjaanku, Sheilla...sampai-sampai urusan karyawan yang bukan jadi urusanmu kamu ikut sibuk mengurusnya!!" bentak Elang.


"Jika sampai Indra tau apa yang telah kamu lakukan pada istrinya, habis kamu!!" geram Elang.


"Istri Indra itu Pingkan, bukan perempuan kampungan itu!!" teriak Sheilla tak kalah emosi melihat suaminya malah membela cleaning servicenya itu.


"Betul istri Indra itu Pingkan, tetapi seorang istri yang telah hamil benih dari laki-laki lain dan Indra yang tidak tau apa-apa yang harus menanggung kepahitan akibat kemanisan sesat yang telah diperbuat Pingkan dan James!!" bentak Elang.


"Sekali lagi aku melihatmu berbuat seperti ini maka jangan salahkan aku jika aku akan menjatuhkan talak padamu!! mengertikah kamu Sheilla??" lalu Elang keluar dengan membanting pintu dengan keras.


BRUAK...


"Keterlaluan kamu mas, aku jadi curiga jangan-jangan kamu juga suka dengan janda pirang itu!!" geram Sheilla.


Elang menyalakan sebatang rokok untuk menghilangkan kegundahan dan rasa bersalahnya pada Shanum...


***Flashback on***


Pagi itu Elang masuk keruangannya seperti biasa.


"Lho...kok ruanganku masih berantakan gini sih?? apa Shanum belum masuk membersihkannya??" gumam Elang.


Setelah sekian lama menunggu akhirnya Bandiah yang datang dengan perlengkapan kebersihannya.


"Maaf mas Elang, saya baru mau bersihkan sebab beberapa hari ini saya bekerja merangkap lantai 1 dan lantai 2!!" kata Bandiah lalu dengan cepat membersihkan ruangan Elang.


"Lho memangnya Shanum kemana mbak Di??" tanya Elang heran. Maklum sebulan lebih dia ada seminar di Jakarta.


Bandiah terdiam sesaat sebelum akhirnya menjawab.

__ADS_1


"Shanum resign mas...tepatnya di resign paksa!!" kata Bandiah pelan.


"Lho kok bisa begitu?? siapa yang meresignkan Shanum tanpa sepengetahuan saya??? kalian yang bekerja di lantai 1 sampai 3 adalah menjadi tanggung jawab saya!!" Elang mulai mencium ada sesuatu yang tak beres sudah terjadi apalagi dia melihat raut wajah Bandiah agak ketakutan.


"Ada apa sebenarnya mbak Di?? apa yang terjadi selama saya sebulan berada di Jakarta??" tanya Elang penasaran.


"Shanum dituduh mencuri mas!!" ucap Bandiah pelan.


"Mbak Di percaya??" tanya Elang.


Bandiah menggelengkan kepalanya tanda dia pun tak percaya dengan kabar itu.


"Saya berteman dengan Shanum itu sudah lama mas, tak pernah saya mendengar masalah buruk tentang dia makanya saya berani mengajaknya bekerja di sini!!" ucap Bandiah.


"Sepertinya ada yang tak beres sudah terjadi!!" gumam Elang.


"Siapa yang sudah menuduh Shanum mencuri dan barang apa yang dituduhkan telah dicuri oleh Shanum??" tanya Elang lagi.


Kembali Elang melihat Bandiah meragu untuk mengatakannya.


"Yang menuduh itu istri mas Elang sendiri, mbak Sheilla!!" ujar Bandiah.


"Kok bisa Sheilla menuduh Shanum mencuri?? bagaimana ceritanya??" tanya Elang semakin penasaran.


"Waktu pak Elang seminggu di Jakarta, mbak Sheilla sakit dan dirawat di ruangan lantai 3 dan ibunya juga ikut menemani.


Walaupun cincin itu tak pernah ditemui dan tak ada bukti yang kuat jika Shanum pelakunya, tetapi tetap saja mbak Sheilla dan ibunya menuduh Shanum yang mengambilnya walaupun supervisor kami membela, mereka mengatakan akan melaporkan masalah ini pada mas Elang dan sama direktur rumah sakit ini!!" jelas Bandiah.


"Dari pada Shanum mendapat masalah lebih berat lagi terpaksa supervisor kami memberikan surat pengunduran diri Shanum!!" ucap Bandiah.


***Flashback off***


Elang menyesap rokoknya dan menghembuskan asap rokok tersebut dari hidung dan mulutnya.


"Apa benar semua yang dikatakan Bandiah itu ya?? tetapi nggak ada untungnya juga bagi Bandiah untuk mengarang cerita!!" gumam Elang.


"Tapi tega banget Sheilla dan maminya berbuat begitu, pakai acara membawa-bawa namaku lagi??" gumam Elang lagi.


"Kasihan Shanum, aku harus meluruskan masalah ini agar namanya tidak jelek!!" ucap Elang.


"Apa yang harus kukatakan pada Indra tentang apa yang dialami oleh Shanum terlebih lagi itu semua karena ulah istri dan mertuaku.


Sementara di dalam kamar utama...

__ADS_1


"Sialan siapa yang telah membocorkan masalah ini pada Elang??" gumam Sheilla.


Sheilla bergeming juga dengan ancaman suaminya itu karena dia tau Elang tak pernah main-main dengan ancamannya.


"Sebaiknya aku hari ini kerumah mami dan membicarakan masalah ini, aku tak mau masalah Shanum berdampak juga pada rumah tanggaku." Kata Sheilla.


****************


Oek...oek...oek


"Yaannttiiii....!!!!"


"Bisa nggak sih Atika itu kamu diamkan?? besok aku harus kerja dan masuk pagi-pagi sekali!!" teriak Rahman dari ruang tamu.


"Atika itu badannya hangat mas karena habis diimunisasi tadi pagi!!" jawab Yanti dari dalam kamar.


"Isshhhh...aku tidur di teras aja ahh...pusing aku!!" ucap Rahman kesal.


"Dasar nggak jelas!!" umpat Yanti kesal pada suaminya.


Sebenarnya Rahman kesal karena dia tak bisa bertemu dengan Shanum dan kedua anaknya lagi.


"Shanum...anak-anak!! kalian di mana?? apakah kalian baik-baik saja saat ini??" keluh Rahman sambil berbaring di teras rumah memandang langit malam yang gelap.


"Mas Rahman itu kenapa sih?? sejak tadi sore bawaannya uring-uringan terus??" keluh Yanti sedikit kesal pada suaminya itu.


"Benar-benar deh mas Rahman...biasanya mau bergantian denganku menjaga Atika apalagi saat Atika rewel begini. Lah ini jangankan ikut menjaga, sejak tadi kulihat bawaannya dia jutek melulu!!" keluh Yanti.


Rahman tidur di teras seolah tak peduli pada Atika yang rewel. Dia sepertinya memang ingin sendiri.


Tak kalah dari Rahman, Indra pun juga tengah gusar memikirkan nasib istri keduanya itu.


Sebentar-sebentar Indra mengunyah permen jeruk karena rasa mualnya sungguh mengganggu terutama serangan itu datang di pagi hari begini.


"Bagaimana dengan Shanum?? apakah dia baik-baik saja dengan keadaannya sekarang ini??" gumam Indra mencoba mengunyah sarapannya agar perutnya tidak kosong karena besok mereka berdua akan meninggalkan Inggris menuju pulang kembali ke Indonesia.


"Aku tidak mau sakit, aku harus sehat agar aku bisa pulang menemui istriku." Kata Indra tampak antusias.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Akankah mereka berdua bertemu dan bersama kembali?? atau takdir akan berkata lain??


Jangan lupa minta selalu dukungannya ya reader🙏🙏


__ADS_2