
BAG...BUG...BAG...BUG
Satu persatu para preman itu tumbang di tangan Amini.
"Pergilah kalian, hari ini moodku sedang baik, saya akan mengampuni kalian tetapi jika sampai kita bertemu lagi dan kalian masih tetap menjadi penjahat seperti sekarang ini, maka habis kalian!!" Ancam Mini pada berandalan yang sudah babak belur itu.
***********
"Kamu masih marah sama saya?? Mengapa kamu menyuruh Mina yang datang kemari untuk menyuapi saya dan mengganti perban di bahu saya??" Tanya Sandro pada Shanum saat sore itu Shanum masuk ke kamarnya untuk membawakan pakaian bersih.
"Untuk apa saya marah padamu?? Bukankah hubungan kita sebagai suami istri belum jelas karena kamu masih mengalami amnesia, bisa aja kan saya hanya mengaku-ngaku sebagai istri padahal bukan, bisa aja kan istrimu yang sebenarnya adalah Mina atau mungkin saja orang lain?" Jawab Shanum membalikan kata-kata yang pernah Sandro ucapkan padanya.
"Num!!" Panggil Sandro sambil memegang tangan Shanum.
"Apa lagi mas?? Apa masih ada yang mas butuhkan?? Saya akan membawakannya!!" Kata Shanum sambil hendak berlalu.
"Num!! Maafkan mas Sandro ya!!" Bisik Sandro lalu menarik Shanum kedalam pelukannya.
"Sandiwara apa lagi yang sedang mas Sandro buat ini??" Tanya Shanum sedikit kesal.
"Ini bukan sandiwara Num, ini ucapan tulus dari mas Sandro untuk istri tercinta!! I love you!!" Bisik Sandro ke telinga istrinya.
Shanum mendorong bahu Sandro menjauhi tubuhnya.
"Jangan berusaha untuk mengingat sesuatu yang belum bisa kamu ingat!!" Kata Shanum lalu keluar dari dalam kamar.
Sebenarnya dalam hati kecil Shanum sangat bahagia mendengar perkataan suaminya barusan, tetapi diingatnya lagi bahwa Sandro itu mengalami amnesia, bisa jadi Sandro hanya memaksa kan diri nya saja untuk mengingat tentang status mereka berdua.
Sementara dari balik tirai dekat ruang tamu, Mina menyeringai.
"Teruslah kamu melupakan istrimu wahai Sandro biarkan aku yang masuk dan menggantikan posisi Shanum di hatimu!!" Desisnya lalu berjalan menjauh.
************
"Alhamdulillah ya bi, akhirnya abi bisa menyelesaikan masa dinas abi di kota ini tapi sedih juga rasanya harus meninggalkan kota ini!!" Kata Bandiah sambil menggendong Radhian putra mereka.
"Di, Rafli...kalian akan pindah hari ini juga??" Tanya bapak dan ibu RT selaku yang punya kost-kostan.
"Iya bu, maaf ya jika selama kami di sini kami sudah merepotkan ibu dan bapak!!" Kata Rafli.
"Nggak apa-apa nak, kami juga minta maaf jika kami juga mempunyai kesalahan pada kalian, jam berapa kalian pergi ke bandara??" Tanya pak RT.
__ADS_1
"Sebentar lagi pak, kami tinggal menunggu taxi saja kok!! Sekali lagi terima kasih ya pak, bu atas semua kebaikan kalian pada kami berdua.
"Bi, apakah keluargamu akan menerima kehadiran ku??" Tanua Bandiah sedikit khawatir.
Rafli memeluk istri dan anaknya.
"Jangan khawatir, kakekku orangnya sangat baik dan bijaksana, kamu pasti suka jika sudah berkenalan dengannya!!" Sahut Rafli.
"Bi, umi sama sekali tidak menyangka hubungan kita bisa sampai sejauh ini, karena yang umi tau dulu abi sangat memuja Shanum!! Akhirnya menikahnya dengan umi!!" Kata Bandiah.
Nama nya juga jodoh!! Kita tidak bisa memprediksi siapa jodoh kita di masa depan kelak!! Termasuk dengan kisah cinta abi dan umi sekarang." Kata Rafli lagi.
Tadi pagi kakek telepon bahwa beliau sangat tidak sabar ingin bertemu denganmu dan Radhian!" Kata Rafli tersenyum bahagia.
"Selamat tinggal!! Semoga di tempat yang baru nanti semakin mengeratkan hubungan cinta kami berdua!!" Doa Bandiah tulus.
************
"Kamu nggak apa-apa nak? Apa kamu terluka??" Tanya pak Zoe pada Mini.
Mini tersenyum.
"Terus bapak ini mau pulang kemana??" Tanya Mini lagi.
Pak Zoe terdiam karena sesungguhnya dia tidak mempunyai tempat tinggal yang pasti.
"Sudah begini aja pak, tinggal saja di rumah almarhumah ibu saya, mungkin tidak bagus tetapi cukup nyaman untuk berteduh dari hujan dan panasnya terik matahari, jika malam bapak bisa tidur dengar tenang tidak was-was takut diganggu oleh para preman kampret itu!!" Kata Mini lagi lalu membawa pak Zoe pulang ke rumah almarhumah ibunya.
"Nah itu rumahnya pak!!" Kata Mini setelah kurang lebih lima belas menit berkendara.
"Masuklah pak Zoe!!" Kata Mini mempersilakan.
Saat mereka berdua ada di ruang tamu tiba-tiba mata Zoe terbuka lebar.
Dia menatap foto lawas seorang wanita cantik yang ada di dinding sambil menggendong dua orang bayi.
"Apakah itu ibumu??" Tanya Zoe dengan suara bergetar.
"Iya itu Anina ibu kami, saya dan saudara kembar saya!!" Jawab Mini.
"Apakah dia telah menikah lagi??" Tanya Zonas dengan suara semakin serak dan bergetar.
__ADS_1
"Menikah lagi?? Tidak!! Walaupun ibu mengatakan bahwa ayah kami telah meninggalkan kami bersama dengan wanita lain, nyatanya hingga detik terakhir hidupnya, ibu tak pernah membagi cintanya kepada siapa pun!!" Desis Mini juga menahan kesedihannya.
"Ibumu sudah salah paham!!" Isak Zonas tiba-tiba.
"Selama puluhan tahun kami hidup dalam praduga masing-masing dan ternyata tak ada satupun dari praduga kami berdua yang benar!! Karena kesalah pahaman maka kami menderita selama puluhan tahun dan aku telah kehilangan dia sejak usiaku tujuh belas tahun!!" Isak Zonas semakin keras.
Mini tertegun mendengar penuturan pak tua yang ada di depannya itu.
Di dalam hatinya mulai bertanya-tanya lagi apakah pak Zoe mempunyai hubungan dengan ibunya? Jika pak Zoe mempunyai hubungan dengan ibunya ada kemungkinan dia dan Mina juga mempunyai hubungan dengan lelaki tua itu, tetapi siapa lelaki tua itu?? Sedangkan sepanjang pengetahuannya, ibunya tak pernah mempunyai hubungan dengan lelaki manapun, sekarang lelaki yang ada di depannya menangis saat menatap photo lawas ibunya yang tergantung di dinding ruang tamu mereka.
"Apakah dia sekarang masih hidup!!" Zoe bertanya setelah dia mampu untuk menguasai hatinya.
"Ibu meninggal beberapa bulan yang lalu, ayah!! Dan hingga detik terakhir hidupnya, ibu tak pernah mengajarkan kami untuk membenci ayah, karena apa? Karena ibu sangat mencintai ayah!!" Kata Mini.
Mendengar Mini memanggilnya dengan sebutan ayah, tentu saja Zoe menjadi kaget.
"Ayah?? Kamu memanggilku ayah??" Tanya Zoe dengan mata berkaca-kaca.
"Sedari awal sebenarnya saya sudah curiga, bahwa bapak adalah ayah kami yang telah berpisah dari ibu sejak kami dalam kandungan."
"Pantas ibu tak pernah menyalahkan ayah, karena sebenarnya ayah memang tak pernah salah, orang tua yang terlalu egois lah yang salah!!" Kata Mini sambil memeluk Zonas.
Setelah mereka puas berpelukan lalu Mini bertanya pada Zonas.
"Jika ayah adalah Zonas, lalu siapa Jonas??" Tanya Mini pada ayahnya.
"Jonas adalah saudara kembar ayah!!" Kata Zonas.
"Apa?? Saudara kembar ayah?? Berarti om Jonas tidak salah, bukan tante Tiara yang telah mengambil ayah dari kami!!" Kata Mini.
"Celaka...jika begitu, mereka semua ada dalam bahaya!! Mina telah menyusup kesana dan meneror dengan dendamnya...berarti dendam ini salah sasaran." Kata Mini.
"Ayah, kita tidak punya banyak waktu lagi, ayo cepat kita mendatangi mansion om Jonas sebelum terjadi sesuatu pada mereka, karena saya sudah beberapa hari tidak mengunjungi Mina di mansion om Jonas dan mami Tiara, ayo cepat ayah...kita harus bergegas kesana!!" Kata Mini lalu menarik tangan Zoe untuk mengikuti dia.
*
*
***Bersambung...
Hayo reader jangan lupa dukungannya dong biar author semangat terus up nya😊😊
__ADS_1