Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 99 Sekilas Kenangan


__ADS_3

"Ayah belum sadar, nak...kalian berdoa saja semoga ayah cepat sadar dan cepat sembuh, ya!!" kata oma Tiara sambil mengelus rambut Chika dan Chiro.


"Sekarang kalian tidur ya...kasihan juga adik Rindra, temani nenek dahulu...oma dan opa akan kerumah sakit lagi bergantian dengan ibu kalian menjaga ayah Indra!!" kata oma Tiara lagi.


**********


"Aku tak mau dipermainkan oleh mas Hansen seperti ini, enak betul hidupnya setelah puas menikmati tubuh Sri, lalu di saat Sri ada masalah dengan mas Darto, mas Hansen mau lepas tangan begitu aja??" kata Sri saat dini hari menjelang.


Darto masih tidur berselimutkan sarung tuanya di ruang tamu.


Sejak kejadian semalam, dia memilih untuk tidur di ruang tamu saja.


Sri bertekad mau menyusul Hansen kerumahnya, dia sudah tidak peduli jika harus bertemu dengan Anna sekalipun.


Di dalam kantong jaketnya dia mengantongi pisau dapur entah untuk apa dia pun belum tau.


Bergegas dia meninggalkan rumah dan berjalan kaki menuju kediaman Hansen yang berjarak kurang lebih sepuluh menit berjalan kaki.


Darto bangun dan sadar Sri sudah tidak ada di rumah.


Setelah melaksanakan sholat subuh Darto yang sudah tau pasti Sri akan menyusul Hansen kerumahnya, langsung mengayuh sepeda tuanya menyusul Sri.


Tepat dugaan Darto saat melihat tampak Sri bertengkar hebat dengan Hansen di depan rumahnya.


Sebelum Darto menyusulnya, Sri telah lebih dulu datang ke tempat kediaman Hansen dan Anna.


Pagi itu Anna terbangun dalam keadaan kacau balau.


Kepalanya terasa pusing banget, dunia seakan mau runtuh di depan matanya.


Belum juga hilang rasa sakit hati dan kepalanya, di pintu depan dia mendengar suara ketukan lebih tepatnya suara gedoran di pintu.


"Mas Hansen...keluar dong temui aku!!" teriak Sri.


Anna bergegas keluar dan membukakan pintu depan.


"Maaf, mbaknya cari siapa??" tanya Anna.


"Aku ingin bertemu dengan mas Hansen, aku ingin meminta pertanggung jawaban mas Hansen, aku sudah dijatuhkan talak oleh suamiku gara-gara aku dan mas Hansen ketauan selingkuh, suamiku menangkap basah kami saat sedang bercinta di tempat tidur semalam." Kata Sri tanpa mempertimbangkan perasaan wanita yang berdiri di depannya.


Anna terdiam dan tercengang mendengar penuturan Sri.


"Sudah berapa kali kalian melakukannya??" tanya Anna dengan suara bergetar.


"Sudah sangat sering!!" jawab Sri tanpa merasa bersalah apalagi merasa berdosa.

__ADS_1


"Siapa sayang??" tanya Hansen menuju keluar rumah.


"Mas Hansen??" teriak Sri lalu berlari menerobos Anna yang masih tercengang mendengar penuturan Sri.


Tetapi apa reaksi Hansen selanjutnya sungguh di luar dugaan Sri maupun Anna.


"Kamu siapa?? aku sama sekali tidak mengenalmu??" kata Hansen dan membuat Sri jadi syok mendengarnya.


"Mas Hanseeennnn!!" Sri berteriak penuh amarah.


"Terlalu kamu mas, aku sudah akan bercerai dari suamiku gegara hubungan terlarangku denganmu, sekarang giliran aku sedang ada masalah karenamu, kamu malah lepas tangan begitu saja??" kata Sri berusaha menekan amarahnya yang sudah memuncak keubun-ubun.


"Kamu lihat wanita cantik di sebelahku ini?? kamu bandingkan saja antara dirimu dan dia, lalu jika kamu kurang puas, ambil kaca sana lalu berkacalah agar kamu tau diri!!" kata Hansen dengan nada mengejek.


Sri menjerit mendengar penuturan Hansen yang sudah sangat keterlaluan.


Tanpa dikomando dia berlari kearah Hansen tanpa bisa dicegah sambil merogoh kantong jaketnya.


Anna menjerit dan menjauh ketakutan melihat pisau dapur yang berkilat dan tajam yang ada dalam genggamam tangan Sri.


Hansen dan Sri saling berjibaku. Satu berusaha menusuk dan satu lagi berusaha bertahan.


JLEB...


Semua yang ada di situ terdiam mendengar suara yang menegangkan itu. Bertepatan dengan datangnya Darto dan beberapa orang warga.


Sri berdiri terpaku dengan tubuh bergetar hebat melihat tangannya penuh dengan darah Hansen.


Lebih bergetar lagi saat Hansen terhuyung jatuh tertelungkup ke tanah dengan perutnya sudah bersimbah darah.


"Ambulan...panggil ambulan!!" teriak Darto dan beberapa warga seolah menyadarkan mereka yang ada di situ.


Tubuh Sri masih bergetar sambil memegang pisau berlumuran darah di tangannya.


"Mas Haannsseeennn!!!" teriak Anna histeris saat melihat Hansen terkapar tak berkutik.


Tak lama polisi setempat datang.


Sri langsung ditangkap oleh polisi dengan tuduhan pembunuhan berencana. Sedangkan Hansen dibawa dengan ambulan ke rumah sakit.


Rupanya mereka belum ada yang menyadari bahwa Anna dan Hansen adalah buronan yang dicari selama ini.


Sepeninggal Hansen yang dibawa kerumah sakit dan Sri yang dibawa ke kantor polisi.


"Maafkan atas kelakuan istri saya, mbak...tepatnya akan menjadi mantan istri karena saya sudah menalak Sri!!" kata Darto.

__ADS_1


"Maaf karena kelakuan Sri akhirnya semua jadi begini!!" kata Darto.


"Nggak apa-apa mas, ini semua memang kesalahan suami saya dan Sri, karena perselingkuhan mereka kita semua menjadi korbannya!!" kata Anna.


*************


"Sayang, bangunlah lihat aku!!" isak Shanum.


"Cepatlah sadar sayang, kami semua menunggumu kembali!!" kata Shanum lagi.


"Num, kamu sebaiknya pulang dulu!! kasihan anak-anakmu dan bayi kamu di rumah!!" kata mami Tiara.


"Ayo biar aku mengantarmu pulang!!" kata Elang.


"Tapi Shanum masih ingin di sini dengan mas Indra mi!!" kata Shanum.


"Num, jangan membantah!!" kata mami Tiara.


Dengan berat hati Shanum akhirnya mau juga pulang diantar oleh Elang.


"Num, kamu baik-baik aja?? kamu mau makan?? sejak siang aku tidak melihat kamu makan apapun!!" kata Elang.


"Kamu jangan sampai sakit, Num!! jika kamu sakit, siapa yang akan merawat Indra dan anak-anak??" kata Elang berusaha memberikan semangat pada Shanum.


"Kamu sendiri juga harus makan dan semangat, Lang!! kamu baru saja ditinggal meninggal oleh istrimu setelah sekian lama dia pergi ternyata dia kembali hanya tinggal nama!!" kata Shanum menoleh pada Elang yang termenung sambil memegang setir mobil.


"Hubunganku dan Sheilla itu sudah lama berakhir sebelum kasus ini terjadi, Num!! Sheilla telah mengkhianatiku dan berselingkuh dengan asistennya sendiri lalu mereka menggelapkan dana rumah sakit bersama!!" Elang masih bicara sambil setengah termenung mengenang nasib pernikahannya.


"Maafkan aku Lang, bukan maksudku untuk mengungkit lukamu!!" kata Shanum.


"Tidak apa-apa Num, aku sudah terbiasa kok!!" kata Elang tersenyum.


"Ya sudah, kita mampir makan nasi goreng dulu ya!!" kata Shanum.


Elang mengangguk mengiyakan lalu melajukan mobilnya menuju warung tenda yang biasa mereka suka makan bersama dulu.


"Num, kamu ingat nggak tempat ini?? aku dan Indra sering makan di sini lalu kamu lewat bersama Chika dan Chiro sambil membawa karung berisi potongan triplek untuk kayu api!!" kata Elang sambil tersenyum mengingat masa bertahun-tahun yang lalu itu.


"Iya, kamu ingat nggak saat aku menabrak motor besarmu terus kamu marah-marah walaupun aku sudah meminta maaf padamu!!" kata Shanum.


*


*


****Bersambung....

__ADS_1


Sepandai-pandainya menyimpan sesuatu yang busuk akhirnya akan tercium juga, begitulah dengan nasib Anna, Hansen dan Sri.


Ikuti terus kisah mereka selanjutnya di next episode, reader🙏🙏


__ADS_2