Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 58 Penyamaran Sheilla Dikenali


__ADS_3

"Lihatlah...betapa tak ada attitude nya wanita itu...datang tanpa mengucapkan salam, pergi pun demikian, persis seperti jaelangkung saja...padahal kuliah di universitas luar negeri tapi tak punya sopan santun sama sekali pada orang lain!!" kata papi Indra.


"Makanya sejak dulu papi itu tak setuju jika Indra berhubungan dengan wanita ular itu tetapi selalu saja mami membelanya." Ucap orang tua itu pendek.


"Iya deh pi...mami minta maaf karena di depan mami tuh anak pinter banget ngambil hatinya mami!!" kata mami Tiara memegang lengan suaminya.


"Makanya mi, melihat sesuatu itu jangan hanya dari tampilan luarnya saja...liat sampai kedalamnya, kan kasihan anak dan menantu kita yang sesungguhnya."


"Shanum harus berjuang sendiri tanpa Indra, padahal dia mengandung anak Indra sedangkan Pingkan yang mengandung bayi dari lelaki lain harus mati-matian dijaga dan karena kebodohannya juga yang tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruknya di masa lalu akhirnya dia tidak dapat mempertahankan kandungannya sendiri, ibu macam apa Pingkan itu!!" kata papi Indra.


**************


Rafli Andarian menatap awan putih dan pemandangan yang ada di bawahnya.


Pesawat itu semakin tinggi dan terbang meninggalkan bandara menuju ke kota kelahiran dan tempat dia bertugas sekarang.


Rumah-rumah, gedung dan pepohonan semakin kecil. Hatinya pun semakin tertinggal jauh di kota ini.


"Apa yang sebenarnya telah terjadi padaku?? berat rasanya aku meninggalkan kota ini!!" desis Rafli.


"Shanum...apakah kita bisa bertemu lagi suatu hari nanti??" ucap Rafli lirih.


"Dia kira-kira lagi apa ya sekarang ini?? Kudengar dari mbak Di, dia sudah melahirkan."


"Alangkah bahagianya aku seandainya yang dia lahirkan itu adalah anakku??" kata Rafli sambil tersenyum.


Rafli mencoba memejamkan matanya sambil mengucapkan satu nama wanita yang dia sayangi!!


"Shanum....Shanum....Shanum!!"


Dan seperti maghnet, Shanum yang saat itu sedang minum tiba-tiba saja tersedak air minumnya.


"Rafli....kenapa tiba-tiba aku jadi teringat pada cah gemblung itu??" lirih Shanum.


"Rafli, maaf...aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu waktu itu!! kamu orang pandai, kaya, terpelajar banyak gadis di luaran sana menanti cintamu...sedangkan aku?? apa yang kamu lihat dan kamu harapkan pada wanita seperti aku??" lirih Shanum.


"Aku akan banti mendoakanmu agar kamu bisa mendapatkan jodoh yang baik....yang bisa mengerti kamu dan bisa menerima kamu apa adanya!!" kata Shanum lagi.


Tiba-tiba ponselnya berdering!!


Sayangku calling....


Shanum tersenyum menatap layar ponsel itu dan segera menggeser tanda hijau.


πŸ“±"Assalamualiaikum...mas Indra ada apa??"


πŸ“±" Waalaikum Salam....apa kabarmu sayang?? mas ka gen sa.a kamu dan ibu juga anak-ansk


πŸ“±"Mas Indra ini lebay lho..padahal beru kemarin kita ketemu kok sudah kangen aja!!"


πŸ“±"Mas Indra itu kangennya setiap menit sama kamu, Num!! Oh iya Num, ada kabar yang harus mas Indra sampaikan kepadamu!!


πŸ“±"Kabar apa mas Indra??? sepertinya penting banget??"


πŸ“±"Mami dan papi besok sama mas rencananya mau ikut kerumah mau liat Sharindra katanya!!"


πŸ“±"Oh ya?? tapi rumah di sini kan nggak sebagus rumah kalian di kota mas, apa mami san papi mas Indra akan tahan di sini??"


πŸ“±"Insya Allah tahanlah Num...coba video call dulu mas kangen pengen lihat wajah imut Sharindra!!"

__ADS_1


Shanum lalu menekan mode video call agar suaminya itu bisa melihat putra mereka.


πŸ“±"Wah...gantengnya jagoan ayah...sudah mandi kan?? nanti kayak ibu suka malas mandi jadi bau acem kan!!"


πŸ“±"Enak aja bilang Shanum bau acem, ayah tuh!!"


Wajah Shanum cemberut dan tertangkap di layar Indra membuat lelaki tampan itu tertawa melihat istrinya.


πŸ“±"Sayang...mau kamu bau acem kek...bau kecut kek...bagiku kamu tetaplah wanita yang paling cantik, buktinya aja walaupun kamu dulu hanya memakai seragam cleaning service aja sudah membuat aku jadi tergila-gila!!"


πŸ“±"Gombal!!"


Shanum memanyunkan bibirnya membuat Indra menjadi gemas pada istrinya itu.


πŸ“±"Num, ibu, Chika sama Chiro pada kemana?? kok nggak kelihatan??"


πŸ“±"Lagi nyari kangkung di kebun samping mas...mau dioseng-oseng terus goreng tempe pakai sambel terasi!!"


πŸ“±" Wihhh enaknya Num...mami dan papi pasti suka tuh tunis kangkung...besok masakin mas juga ya!! terus beli ikan di pasar minta tolong sama ibu nggak mungkinlah juga kamu yang pergi kepasar, jalan aja masih teler begitu!! uangnya sebentar mas transferkan."


πŸ“±"Ngga usah mas, uang yang mas Indra berikan dua hari lalu masih ada kok!! ya sudah mas, besok kalau bawa mobil kemari hati-hati ya!!"


πŸ“±"Iya sayang, Assalamualaikum!!"


πŸ“±"Waalaikum Salam!!"


Lalu sambungan telepon terputus.


***********


Rupanya Pingkan tidak tinggal diam. Dia mengadukan perlakuan apa yang dia dapatkan di mansion Indra kemarin kepada mami Prianka dan suaminya. Bahkan Pingkan terkesan melebih-lebihkan dan membesar-besarkan masalah.


"Sebaiknya kita tanyakan saja dulu mi, siapa tau nih anak salah dengar...kan mami tau tuh Pingkan kadang otaknya sering rada error."kata suaminya.


"Papi pikir putri kita ini gila??" teriak istrinya bertambah kesal.


"Papi nggak ada bilang Pingkan ini gila hanya aja papi itu hapal betul watak Pingkan yang sering membesar-besarkan masalah!!" ucap suaminya yang makin menyudutkan Pingkan.


"Baik, hari ini juga kita harus menemui keluarga Jonas dan Tiara di mansionnya, panas telinga mami putri dikatakan yang seperti itu.


Dalam hati Pingkan tertawa. Kamu pikir menyingkirkan aku itu gampang?? nggak semudah itu Ndra." Katanya tertawa mengekeh.


Tapi rupanya mobil yang membawa keluarga Pingkan berselisihan jalan dengan mobil yang membawa Indra beserta mami dan papinya menuju ke tempat kediaman Shanum dipinggiran kota.


"Maaf nyonya Prianka...ibu, bapak dan den Indra pergi sejak satu jam yang lalu!!" kata bi Lastri dengan sopan.


"Waduh...jadi kita terlambat dong??" kata mami Prianka.


"Kira-kira mereka pergi kemana ya bi??" tanya Pingkan kepo.


"Bibi kurang tau tapi yang jelas mereka pergi bertiga!!" jawab bibi.


"Kerumah Shanum...pasti pergi kerumah Shanum...gimana dong mi, pi...Pingkan tidak mau mereka bersatu kembali apalagi ada bayi mereka yang akan mempersatukan Indra dan Shanum!!" rengek Pingkan seperti anak kecil.


"Kita akan menyusulnya kesana, kamu tau rumah perempuan pelakor itu?? akan mami jambak-jambak rambutnya!! dia pikir siapa dia berani-beraninya bersaing dengan putriku??" kata mami Prianka berapi-api.


"Sabar dong mi...ingat penyakit jantung mami!! kamu juga Pingkan, kamu lupa ya kalau mami kamu ada riwayat penyakit jantung??" kata papinya sedikit kesal pada Pingkan.


Kita tinggalkan dulu keluarga Pingkan yang tak nenemukan sasaran kemarahan mereka yaitu keluarga Indra...

__ADS_1


"Ndra...berhenti dulu dong, perut mami mual nih...baru pertama kali ini mami melakukan perjalanan cukup jauh lewat darat dengan menggunakan mobil begini!!" kata mami Tiara.


Wajahnya tampak pucat pasi dan pandangannya seperti berkunang-kunang.


"Mami mabuk darat nih...tadi minum antimo nggak??" kata suaminya.


"Nggak pi...turun sebentar beli di warung pinggir jalan itu ya!!" kata mami Tiara.


Sementara Indra membeli obat untuk maminya, mata wanita setengah baya itu memandang keluar jendela mobil.


Tiba-tiba seorang gadis berambut bob lewat dengan memakai roller bladenya di samping mobil mereka.


"Wanita itu potongan tubuhnya seperti Sheilla, tapi wajahnya bukan...!!" gumam mami Tiara.


"Mami sedang melihat apa??" tanya Jonas suaminya.


"Wanita yang barusan lewat di samping mobil kita tadi yang memakai roller blade kok mirip banget potongan tubuhnya dengan Sheilla ya??" tanya mami Tiara.


"Mirip aja kali mi, jangankan potongan tubuh dan wajah, senyuman aja banyak yang mirip kok contoh nya mami tuh...senyuman mami itu mirip dengan Tanti Josefa!!" goda suaminya.


"Tanti Josefa siapa pi??" kata istrinya bingung.


"Itu lho mi, artis tempo dulu!!" kata papinya Indra lagi.


"Tapi sumpah pi, ingatan mami itu kuat lho...mami kan sering bertemu dengan Sheilla walaupun jarang bertegur sapa dengan wanita sombong itu!!" kata istrinya tidak mau kalah.


"Ada apa sih mi...pi...kok ribut aja sejak tadi Indra perhatikan!!" kata Indra datang dengan membawa antimo untuk maminya.


"ini lho mami kamu, sepertinya mabuk daratnya kali ini parah deh...masa ada perempuan lewat disangka mami kamu yang lewat itu Sheilla??" kata papinya Indra.


"Kan bukan tidak mungkin pi...secara kan Sheilla masuk dalam daftar pencarian orang?? dia kan sudah jadi buronan polisi hampir dua mingguan ini belum ketemu!!" jawab Indra lagi.


"Masya Allah...iya juga ya?? kenapa nggak kepikiran oleh papi, ya?" gumam papi Jonas.


"Bagaimana papi mau mikirin ucapan mami?? yang ada di otak papi itu hanyalah Tanti Josefa doang!!" kata istrinya sambil cemberut.


"Tanti Josefa siapa, pi??" tanya Indra.


"Kata papi kamu sih artis tempo dulu...tapi kok mami jadi curiga ya, sama papi kamu ini??" kata mami Tiara.


"Mami tadi melihat wanita yang mirip potongan tubuhnya dengan Sheilla itu perginya kearah mana??" tanya Indra cepat.


"Tuh...kearah sana!!" tunjuk mami Tiara kearah jalan mau menuju perkampungan tempat Shanum tinggal.


"Itu kan jalan mau menuju kerumah Shanum, mi...tapi tidak menutup kemungkinan juga Sheilla sembunyi di tempat yang cukup terpencil seperti ini, karena polisi jarang yang menjangkau sampai ketempat ini!!" kata Indra.


"Berarti istrimu dan keluarganya dalam bahaya, Ndra...Shanum itu wanita yang jahat dan licik, sama licik dan jahatnya dengan si Pingkan Mambo itu!!" gerutu mami Tiara.


"Ya Allah...Indra nggak berpikir sampai kesitu mi!!" kata Indra mulai panik.


"Ayo sebaiknya kita lanjutkan perjalanan siapa tau kita bisa mengejar si wanita licik itu, mata dan firasat mami tak bisa dibohongi, wanita tadi itu pasti Sheilla walaupun dia menyamar seapik apapun tapi gerakan matanya saat melihat mami tadi nggak bisa dibohongi!!" ucap mami Tiara.


*


*


***Bersambung...


Akankah perjalanan dari pelarian Sheilla akan terbongkar??

__ADS_1


Jangan ketinggalan kisah mereka di episode selanjutnya ya readerπŸ™πŸ™


__ADS_2