Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 40 Kesadaran


__ADS_3

"Yes...yes!!" sorak Pingkan kegirangan.


"Aku bisa bebas dari omelan Indra malam ini!!"


************


"Ya ampun Yanti...kamu kemana sih?? Atika menangis nih!!" teriak Rahman dari dalam kamar.


"Jagain sebentar mas, aku lagi mandi!!" teriak Yanti dari dalam kamar mandi.


Mau tidak mau Rahman menggendong bayinya itu terkadang sambil senyum-senyum. Bukan senyum-senyum melihat putrinya, tetapi senyum-senyum membayangkan chatingan panasnya semalam dengan Emiana.


Dia amat tersanjung saat Emiana memujinya sebagai lelaki perkasa. Dan dia berjanji akan membuat Emiana bertekuk lutut lagi nanti malam pada keperkasaannya.


"Kamu juga perempuan tangguh, Emi...nggak seperti Yanti, baru satu ronde sudah KO." Gumam Rahman.


"Wah, tampaknya Atika senang sama mas Rahman, itu dia anteng digendong ayahnya." Yanti keluar dengan wajah segar dari kamar mandi.


"Mas siang ini mau keluar, Yan...mumpung lagi libur nih mau kerumah teman!!" kata Rahman.


"Mas sekarang kalau libur jarang di rumah bersama Atika dan Yanti." Keluh Yanti.


"Mas bosan di rumah terus Yan...buntu otak mas!!" alasan Rahman.


"Mas mau olahraga dulu biar sehat dan segar!!" kata Rahman membuat Yanti diam.


"Mas mau olah raga renang dan berkuda, Yan!!" batin Rahman dengan otaknya yang menjadi panas saat memikirkan aktivitasnya bersama Emiana.


"Berenang di atas tubuh Emiana dan memacu kuda di belakang tubuh Emiana!!" kembali Rahman senyum-senyum.


Memikirkan sampai kesitu membuat Rahman seperti cacing kepanasan, dia segera ingin menemui Emiana di rumahnya tetapi dia tidak berani mengambil resiko itu sebab ada Yanti di sana.


"Gila...pesona seorang Emiana nyaris membuatku gila!!" batin Rahman.


Rahman segera masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka agar pikiran mesum hilang dari kepalanya.


Apa yang terjadi pada suaminya tak luput dari perhatian Yanti.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada mas Rahman?? benarkah firasatku kalau mas Rahman sudah berselingkuh di belakangku??" gumam Yanti.


"Tega kamu mas...aku sudah bersusah payah untuk bisa hidup bersamamu tapi apa balasanmu??" gumam Yanti lagi.


*************


Kondisi Indra sudah lebih baik pagi ini. Mami Tiara dan suaminya dengan telaten bergantian merawat putra mereka.


Walaupun ternyata Indra bukanlah anak kandung mereka, tetapi mereka begitu menyayangi Indra. Begitupun Indra begitu menyayangi kedua orang tua angkatnya, tak sedikitpun dia pernah membantah perkataan mami dan papinya.


Sampai dia sudah sedewasa itu, Indra tak berniat tinggal di apartemen seperti Elang, dia lebih memilih tinggal bersama kedua orang tua angkatnya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaanmu nak??" tanya mami Tiara sambil membantu Indra untuk duduk.


"Kepala Indra masih terasa pusing, mi!!" jawab Indra.


"Maafkan mami ya nak!!" ucap mami Tiara sambil mengusap lembut rambut putranya.


"Maaf untuk apa, mi??" tanya Indra bingung.


"Maaf karena telah memaksakan kehendak mami selama ini padamu!!" ucap mami Tiara sambil terisak.


"Sudahlah mi, Indra sudah memaafkan mami jauh sebelum mami memintanya, karena kebaikan mami dan papi yang sudah memungut Indra dari jalanan tak akan pernah bisa Indra balas dengan nyawa Indra sekalipun." Jawab Indra.


Mami Tiara sangat terharu mendengar jawaban putranya itu.


"Mulai sekarang mami tidak akan pernah menghalangi apapun keinginanmu lagi nak, cepatlah sembuh...cari dan kejarlah cintamu!!" ujar mami Tiara.


"Terima kasih ya mi!!" kata Indra tersenyum.


"Mami juga tidak akan menghalangi kamu untuk memceraikan Pingkan setelah dia melahirkan dan mendapatkan status untuk bayinya nanti!!" ucap mami Tiara.


"Terima kasih ya, mi!!" ucap Indra memeluk wanita yang selama ini sudah merawatnya itu.


"Kamu mau berjalan-jalan keluar atau mau sarapan dulu??" tanya mami Tiara.


"Boleh deh mi, Indra pengen sarapan di taman belakang sambil menghirup udara yang segar!!" kata Indra.


"Bi...bi...tolong bawakan sarapan Indra ketaman belakang, ya??" teriak mami Tiara.


Wajah Indra sudah sedikit kemerahan tidak terlalu pucat pasi lagi seperti kemarin.


"Tadi malam Pingkan telepon mami!!" kata mami Tiara membuka pembicaraan.


"Mau apa dia menelpon, mi??" tanya Indra ogah-ogahan.


"Menanyakan keadaanmu tapi sudah jam 11 malam, sepertinya dia baru menyadari kamu nggak ada di rumah." Kata mami Tiara.


"Huh...tumben peduli!!" cibir Indra keceplosan bicara.


"Kamu tadi bilang apa nak??" tanya mami Tiara mengerenyitkan dahinya.


Indra terdiam menyadari kesalahannya barusan.


"Indra...jawab mami!!" sentak maminya melihat Indra hanya diam membisu.


"Pingkan mengacuhkan kamu?? kok bisa??' tanya mami Tiara lagi.


"Lalu selama di Inggris, apa saja pekerjaannya jika bersama kamu sebagai suaminya!!" geram mami Tiara melihat kelakuan menantu yang dulu disanjungnya dan dipujanya kini rasa itu sedikit demi sedikit terkikis.


"Biasanya kumpul sama teman-teman kuliahnya, mi!!" jawab Indra.

__ADS_1


"Terus kamu tinggal di apartemen sama siapa??" tanya mami Tiara.


"Kalau sudah malam sendirian, mi!!" lirih Indra.


Mami Tiara seakan tak percaya dengan penuturan Indra. Tapi dia juga tau putranya itu tak pernah berbohong.


Semakin mirislah perasaannya melihat keadaan putranya yang telah dia paksakan menikah dengan wanita yang salah.


"Indra...apakah kamu mencintai wanita itu??" tanya mami Tiara lirih.


"Wanita yang mana maksud mami??" tanya Indra balik bertanya.


"Istri kedua kamu!!" jawab mami.


Indra terdiam mendapat jawaban dari maminya tentang Shanum.


"Sangat mi, jika Indra tidak mencintainya, mana mungkin Indra menggaulinya dan Shanum kini hamil anak Indra??" kata Indra.


"Apa Ndra?? Shanum hamil anakmu??" tanya maminya memastikan.


"Iya mi!!" lirih Indra.


"Tetapi Indra tidak tau kemana sekarang Shanum berada, dia menghilang saat tau kondisinya sedang mengandung, dia takut pada ancaman mami dan juga mungkin ancaman keluarga Pingkan." Jawab Indra.


"Ndra...mungkin mami memang salah telah memisahkan kalian, tetapi mami bukanlah orang jahat yang mau mengancam seseorang, kamu tau kan bagaimana mami dan papimu ini??" kata mami Tiara.


"Berarti kondisi kamu sekarang ini juga di karenakan kamu sedang mengalami morning sickness ya...!!" kata mami Tiara.


"Dasar bayi nakal, tega dia ya menyiksa ayahnya seperti ini!!" kata mami Tiara tertawa.


"Mami dan papi akan membantumu mencari istri kamu itu, Ndra...kamu nggak usah khawatir!!" ucap mami.


"Lalu kamu tau dari mana istrimu itu sedang mengandung??" tanya maminya lagi.


"Indra ini seorang perawat mi, tentu Indra tau dan juga mempelajari hal seperti itu!!" jawab Indra.


"Terus kamu tau bahwa istri kamu itu sudah pindah pastinya dari Elang kan??" tebak mami Tiara.


Indra hanya mengangguk saja.


"Ya sudah kita sarapan dulu yuk...nanti kita pikirkan bagaimana caranya mencari istri kamu itu." kata mami Tiara.


Indra tersenyum lega akhirnya dia bisa mengantongi restu dari orang tuanya pada pernikahan siri nya dengan Shanum, tinggal nanti mencari Shanum dan keluarganya untuk dia bawa pulang kembali.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Bagaimanakah reaksi Pingkan saat tau orang tua Indra sudah merestui pernikahannya denga Shanum??


Ikuti terus kisah mereka selanjutnya ya reader dan jangan lupa dukungannya.


__ADS_2