
"Aku tidak mau membusuk di penjara sebelum mereka-mereka yang bertanggung jawab hingga membuat hidupku jadi susah seperti ini mendapatkan balasan dariku." Mata Sheilla menyorot penuh dendam dan kebencian.
"Kamu tunggu pembalasanku wanita sampah...aku akan kembali dan menghancurkanmu beserta Elang dan Indra semua." Lalu terdengar suara tawa Sheilla mengekeh.
Sheilla merebahkan tubuhnya di atas kasur tipis itu untuk memikirkan rencana dia nanti kedepannya mau apa.
*************
"Mas nggak bekerja hari ini??" tanya Shanum berjalan sedikit pelan membawakan minum dan sarapan untuk Indra.
Chika dan Chiro sudah pergi sekolah pagi-pagi tadi.
"Mas ijin dulu sayang, mas masih kangen sama kalian semua!!" jawab Indra.
"Memang mas mau ijin berapa hari?? apa mbak Pingkan nggak mencari mas Indra??" tanya Shanum.
"Mas masih pengen dekat sama kamu dan menggendong Sharindra, Num!!" kata Indra.
"Nggak apa-apa mas, pas liburkan mas Indra bisa datang kemari menjengukku, ibu dan anak-anak!!" jawab Shanum lagi.
"Kenapa nggak pindah ke mansion mami dan papi aja, Num...lebih aman dari pada di sini!! Kata Indra.
"Nggak usah mas, Shanum sudah terlanjur senang dengan suasana di sini!!" kata Shanum.
Indra makan nasi goreng buatan istrinya dengan lahap.
"Beginikah rasanya punya istri yang sesungguhnya??" kata Indra.
"Mas ini aneh...memangnya mbak Pingkan bukan istri mas Indra??" Shanum menjawab sambil tertawa.
"Kamu kan tau aku menikahi Pingkan saat dia hamil dari laki-laki lain!!" jawab Indra.
"Jadi sampai sekarang mas Indra belum menyentuh mbak Pingkan sama sekali??" tanya Shanum tak percaya.
"Tugas mas Indra hanya menikahi dia agar bayi yang dikandungnya mendapatkan status yang jelas, lagi pula kita tak boleh menggauli wanita yang hamil oleh orang lain sampai selesai masa nifasnya Shanum...lagian wanita pertama yang mas sentuh dan mas gauli itu adalah kamu istri mas sendiri."
Shanum sangat terharu mendengar ucapan Indra.
Alangkah beruntungnya dia sebagai seorang wanita yang sudah menyandang status janda anak dua bisa mendapatkan laki-laki sebaik dan sebertanggung jawab seperti Indra.
Dan alangkah bodohnya wanita seperti Pingkan pernah menyia-nyiakan lelaki sebaik itu dan berselingkuh dengan lelaki lain.
"Terima kasih ya mas!!" kata Shanum sambil memeluk Indra dari samping.
"Untuk apa??" tanya Indra heran.
"Karena sudah mau mencintai wanita yang jauh dari kata sempurna seperti aku!!" kata Shanum yang membuat Indra terharu dan balas memeluknya.
"Mas juga banyak berterima kasih untuk tetap setia dan selalu percaya sama mas Indra walaupun kita jauh dan tak pernah saling berkirim kabar berita selama ini!!" Indra mengecup pucuk kepala Shanum penuh kasih sayang.
DDDRRRTTTTT....
"Siapa mas??" tanya Shanum pada Indra saat mendengar ponsel suaminya berdering.
__ADS_1
Elang calling....
"Dari Elang...ada apa ya??" kata Indra.
π±"Assalamualaikum...ya ada apa, Lang??"
π±"Ada berita kurang baik Ndra...kamu sudah dengarkah berita pagi ini??"
Shanum dan Indra saling pandang lalu serentak menggelengkan kepala.
π±"Belum...memang ada kabar apa??"
π±"Sheilla jadi buronan polisi!!"
π±"Apa??"
Indra dan Shanum sama-sama terkejut mendengar kabar itu.
π±"Aku sudah membongkar tentang perselingkuhannya juga tentang penggelapan dana yang menyeret namanya."
π±"Tadi pagi kabar larinya Sheilla menjadi topik utama berita pagi ini di koran dan televisi!!"
π±"Sheilla...kok bisa jadi begitu sih???"
π±"Entahlah Ndra...stress aku jadinya pagi ini...belum gunjingan di kantor, tekanan dari kedua orang tuaku juga terutama dari orang tua Sheilla sendiri!!"
π±"Sebaiknya kamu cuti, Lang... untuk menenangkan dirimu setidaknya melepaskan rasa sesak di dadamu agar beban hidupmu sedikit lebih berkurang."
π±"Aku hanya berpesan hati-hatilah istri dan anak-anakmu di sana, kita tidak tau ada di mana sekarang Sheilla berada!! oh iya...kapan kamu masuk kerja, aku sangat kesepian nggak ada kamu di ruangan!!"
Setelah sambungan panggilan terputus, tampaklah raut wajah cemas Shanum.
"Mas...jadi di mana keberadaan Sheilla?? aku jadi takut sendiri membayangkannya!!" ucap Shanum.
"Sekembalinya mas Indra ke kota, mas akan tugaskan beberapa orang untuk mengawasi rumah ini beserta keselamatanmu, ibu dan anak-anak kita.
**********
"Apa mi?? Sheilla jadi buronan polisi??" tanya Pingkan seakan tak percaya pada apa yang dia dengar.
"Kok bisa sih, mi??" tanya Pingkan lagi.
"Mami dengar bahwa Sheilla ikut jadi otak penggelapan dana pembangunan rumah sakit dan beberapa orang yang ikut terlibat sudah tertangkap termasuk pacar gelap Sheilla.
"Ya elah...Sheilla!! kok bisa ketauan sih?? nggak main cantik banget!!" kata Pingkan.
"Terus, mami ada dihubungi sama Sheilla??" tanya Pingkan.
"Belum ada...tuh aunty kamu maminya Sheilla juga sudah berteriak-teriak kalau Sheilla telepon tolong hubungi dia!!" ucap mami Prianka.
"Berarti aunty Prita dan uncle Willy belum kembali ke Indonesia walau sudah mendengar kabar kalau Sheilla sudah jadi buronan ya, mi??" tanya Pingkan.
"Belum kayaknya, kalau mbak Prita sudah kembali ke Indonesia bisa gempa ini mansion dengar suara tangisannya!!" kata mami Prianka.
__ADS_1
"Kemana dia perginya ya?? aku harus membayar orang untuk mencari keberadaan sepupuku tercinta itu!!" kata Pingkan bergumam pelan.
Sementara itu Elang pun dicecar bahkan dicaci maki oleh orang tua Sheilla.
DDDRRRTTTT....
Dengan malas Elang melihat siapa orang yang menelponnya.
Mertua calling....
π±"Elaaanngggg....!!"
Belum apa-apa gendang telinga Elang sudah hampir pecah mendengar teriakan mami mertuanya.
π±"Bagaimana?? apa Sheilla sudah berhasil ditemukan??"
Elang sampai menjauhkan ponsel dari telinganya karena dia takut terkena serangan tuli dan budek akibat teriakan dari mertuanya.
π±"Mami...kalau Sheilla membuat siaran langsung untuk meliput perjalanannya itu namanya Sheilla sedang liburan dan bukan sedang melarikan diri menjadi seorang buronan!!"
Elang benar-benar kesal pada mertuanya itu.
π±"Pokoknya mami nggak mau tau, Sheilla harus ketemu!!"
π±" Ya mami kalau mau sheilla cepat ketemu, laporkan aja kepolisi atau di siarkan saja agar dia bisa dilihat oleh khalayak ramai." Gumam Elang sedikit kesal.
Lalu sambungan telepon terputus. Elang menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Dunianya terasa jungkir balik akibat perbuatan Sheilla.
Sheilla yang menikmati uangnya, berfoya-foya bersama Hansen tetapi dia yang tidak tau apa-apa yang kena hujatannya.
Sementara itu jauh di rumah kecil pinggir kota...
"Anjir....nyamuknya banyak banget semalam!!" umpat Ani.
"Sampai kapan aku harus hidup dalam penyamaran sepertii ini?? baru dua malam rasanya seperti dua abad!! apa yang harus aku lakukan di rumah yang hanya sebesar kandang burung ini selanjutnya...dasar orang-orang sialan!!" umpat Ani Sheilla.
Dia menyeret langkahnya dan menyalakan televisi kecil yang ada di sana untuk mendengarkan berita dan ternyata semua siaran stasiun televisi menayangkan tentang dirinya yang sekarang sudah jadi buronan.
Sheilla terkekeh geli melihat siaran itu.
"Dunia ini memang kadang terbalik ya?? Sheilla yang dulu adalah putri seorang konglomerat tak pernah kekurangan apapun, kini menjadi seorang konglomelarat." Katanya sambil tertawa.
"Ini semua gara-gara kamu Elang...jika mulut embermu tidak bocor kepolisi, tentu sekarang aku masih bebas berkeliaran bukan seperti sekarang ini bersembunyi seperti tikus got."
"Untung aku masih membawa perhiasan dan uang cash yang tidak sedikit, dalam setahun kedepan aku masih bisa menghandle keadaan!!" kata Sheilla lagi.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Akankah penyamaran dan pelarian Sheilla aman selalu??
Mohon dukungannya selalu ya readerππ