Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 66 Takdir Rahman 1


__ADS_3

Diawal perceraian Rahman dan Shanum, akibat termakan hasutan Rahman, ibu dan bapak serta kakak perempuan Rahman sempat membenci Shanum.


Tetapi setelah melihat dan mendengar kenyataan bahwa Rahman lah yang bersalah telah menikah dengan diam-diam berdua dengan Yanti, maka pandangan mereka pada Shanum jadi berubah.


"Man...Man...wanita seperti apa lagi yang kamu cari?? Shanum mantan istrimu itu memiliki segalanya yang tidak dimiliki oleh wanita lain!!" kata ibunya Rahman.


"Kan memang anak lanangmu itu tidak pernah bisa merasa bersyukur atas anugerah yang diberikan oleh Allah makanya hidupnya diberikan cobaan yang nggak ada habis-habisnya!!" kata bapaknya Rahman menimpali.


Mereka bertiga menunggu di luar ruangan operasi. Bisa gigitan king kobra yang menggigit di bawah pusat Rahman harus segera di keluarkan.


Akhirnya dokter keluar dari ruangan operasi.


"Bagaimana keadaan anak saya dokter??" kata ibunya Rahman.


"Alhamdulillah racunnya berhasil di keluarkan, hanya saja akibat gigitan ular kobra itu ada syaraf yang tersumbat dan membuat fungsi kelelakiannya terganggu!!" kata dokter tadi.


"Maksudnya bagaimana ya dokter?? saya nggak paham...!!" kata ibu dan bapaknya Rahman.


"impoten ibu, bapak...kemungkinan bapak Rahman akan mengalami impotensi akibat gigitan ular di area sekitar perutnya!!" jelas dokter itu.


"Ya Allah, Rahman anakku....mengapa bisa jadi seperti ini nak??" kata ibunya sambil menangis.


Tak lama Rahman di pindahkan ke ruangan rawat inap tetapi keadaannya masih belum juga sadarkan diri.


"Bagaimana ini pak...seandainya benar apa yang dikatakan dokter tadi maka Rahman akan menjadi laki-laki cacat seumur hidupnya...cacat dalam arti tidak bisa berhubungan dengan wanita manapun lagi!!" kata ibunya.


Kedua orang tua Rahman dan kakak perempuannya hanya bisa memandang prihatin pada nasib Rahman selanjutnya.


Siang itu Pingkan pergi kerumah kediaman Rahman, karena sejak semalam kekasih barunya itu ditelepon nggak diangkat dan di chat tidak dibalas membuat Pingkan merasa khawartir.


"Kok mobil dan motornya ada di rumah tetapi pintu pagarnya tergembok ya??" gumam Pingkan.


Dia masih celingukan saat seorang ibu tetangga Rahman menyapanya.


"Mbaknya cari siapa??" tanya ibu tetangga sebelah rumah Rahman tersebut.


"Saya mencari yang punya rumah ini bu, kemana ya?? sebab mobil dan motornya ada di garasi." Kata Pingkan masih celingukan.


"Tadi malam ada insiden sekitar jam dua belas tengah malam mbak!!" kata si ibu.


"Insiden apa bu??" kata Pingkan mulai was-was.


"Pak Rahman yang punya Rumah ini tadi malam dijemput oleh ambulan, menurut keterangan yang saya dengar, ada ular masuk kedalam selimut pak Rahman dan menggigit bagian bawah perutnya.


"Sepertinya sekarang masih ada di rumah sakit deh!!" kata ibunya.


"Apa bu?? digigit ular?? kok bisa ular masuk kedalam selimutnya??" tanya Pingkan bergidik.


"Itulah yang membuat kami bertanya-tanya mbak...jangan-jangan ada seseorang yang sengaja memasukan ular berbisa tersebut melalui salah satu celah di rumah pak Rahman!!" kata ibu tersebut.


"Sengaja memasukan ular kedalam rumah??" gumam Pingkan.


Rahman mungkin mempunyai banyak musuh tetapi musuh terberatnya wanita yang bernama Emiana tersebut!!" gumam Pingkan lagi.


"Kemungkinan dia menyuruh dan membayar orang untuk melakukannya!!" kata Pingkan.


"Ibu tau di rumah sakit mana pak Rahman dirawat??" tanya Pingkan.


"Mungkin rumah sakit yang posisinya tak jauh dari sini!!" kata si ibu dengan yakin.


"Rumah sakit tempat mas Indra dan Elang sekarang!!" gumam Pingkan.


"Ya sudah...terima kasih banyak ya bu!!" lalu Pingkan bergegas meninggalkan tempat itu menuju rumah sakit yang di maksud.


"Semoga kamu baik-baik aja man??" gumam Pingkan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


*************

__ADS_1


Bandiah sedang membersihkan ruangan di salah satu lantai tiga tiba-tiba dia melihat pak Siswanto dan keluarganya sedang berada di koridor.


Bandiah mengenali kakak perempuan Rahman sewaktu dia ikut mengantar Shanum ke pengadilan agama waktu itu.


"Ada apa mereka berkumpul semua di sini ya?? apa si mulut racun tijus itu sedang sekarang karena terkena sianida??" gumam Bandiah.


Mereka yang tidak mengenali Bandiah tentu saja tak ambil pusing apalagi posisi bandiah memakai masker seperti sekarang ini!!


"Permisi bersihkan kamar...!!" kata Bandiah pada mereka.


"Oh silakan mbak!!" yang menjawab adalah pak Siswanto ayahnya Rahman.


Bandiah masuk ke kamar dan dilihatnya Rahman sedang terbaring dengan selang oksigen di hidungnya.


"Sakit apa manusia goa ini?? jangan bilang sakit alat vitalnya karena suka celup celup kesana kemari!!: gumam Bandiah dari balik maskernya.


Setelah selesai pekerjaannya Bandiah segera menghampiri meja perawat dan menanyakan tentang penyakit pasien yanh bernama Rahman itu.


"Mbak mau tanya, pasien yang ada di kamar 3000 itu sakit apa??" tanya Bandiah.


Awalnya perawat itu tidak memberi tau tetapi setelah diyakinkan oleh Bsndiah jika pasien itu mantan suami Shanum salah satu cleaning service yang pernah bekerja di sana, barulah perawat itu mau memberi tau.


"Dia digigit ular mbak Di...semalam!!" kata perawat itu.


"Digigit oleh ular?? kok bisa?? memangnya dia habis jalan di hutan mana??" tanya Bandiah.


"Bukan di hutan tapi di dalam kamarnya sendiri...tepatnya di balik selimutnya!!" jelas perawat tersebut.


Bandiah hanya manggit-manggut tanda mengerti.


"Jangan bilang karena efek gigitan ular itu dia jadi impoten??" kata Bandiah lagi.


"Dugaan senentara memang begitu mbak!!" kata perawat tersebut.


"Nasibmu, Man...Man...rasain kamu sekarang!!" kata Bandiah.


*********


"Iya mas!!" jawab Shanum.


"Mas berangkat kerja dulu, kamu dan anak-anak serta ibu baik-baik si mansion ya!!" kata Indra memeluk istrinya.


"Rindra...ayah pergi dulu ya, Rindra jangan rewel kalau ayah nggak ada ya!!" katanya sambil menciumi bayinya itu.


Tak lama....


DDDRRTTTTT


"Bandiah calling?? ada apa ya dia telepon aku masih pagi begini??" kataku lalu menggeser dial dan menerima panggilan dari Bandiah.


πŸ“±"Assalamualaikum, Num!!"


πŸ“±"Waalaikum Salam, iya Di...apa kabar, ada yang bisa kubantukah??"


πŸ“±"Kabarku sih baik tapi kabar mantan suami kamu yang brengsek itu yang nggak baik-baik saja!!"


πŸ“±'Nggak baik-baik saja gimana maksudnya, Di??"


πŸ“±"Aku mau bilang kemarin sama kamu tapi aku lupa baru pagi ini keingetan mumpung aku nggak lupa makanya aku nelpon kamu!!"


πŸ“±"Si Rahman kecelakaan!!"


πŸ“±"Hah??? kecelakaan di mana?? terus Yanti sama anak mereka nggak apa-apa kan??"


πŸ“±"Nah itu yang aku nggak tau, sebab yang terlihat oleh aku kemarin hanya ada orang tua dan kakaknya saja nggak kulihat ada mantan madu kamu itu dan anaknya!!"


πŸ“±"Kecelakaan di mana?? parahkah keadaannya??"

__ADS_1


πŸ“±"Pasti kamu berpikir dia kecelakaan di jalan raya kan?? kamu salah besar..."


πŸ“±"Terus kecelakaan apa??"


πŸ“±"Digigit ular di bagian bawah pusatnya, entah ular apa yang menggigit, kuharap dia digigit ular anaconda!!"


πŸ“±"Anaconda itu nggak gigit Di, dia membelit dan menelan!!"


Kami berdua tertawa setelahnya Bandiah dan aku berjanji untuk bertemu, karena Bandiah malu jika harus datang ke mansion keluarga Indra.


"Di gigit ular?? kok bisa?? apa anak dan istrinya tidak di rumah sehingga rumah mereka bisabdi masuki ular, tapi secara logika saja rumah mereka itu bukan rumah kayu dan dalam wilayah kompleks perumahan juga, dari mana ular itu datangnya??? atau mungkin ada yang sengaja memasukan ular itu kedalam rumah ya??" gumamku.


"Ada apa, Num??? kok bengong sendiri??" tanya ibu sambil membawa makanan dan menatanya di meja makan.


Kebiasaan keluarga Indra memang tidak seperti kebiasaan keluarga kaya lainnya, yang makan pagi, siang dan malam sudah di tentukan jam nya, keluarga Indra tipe keluarga yang masih berprinsip "Kalau lapar ya makan!!" walaupun itu bukan jam nya untuk makan. Jadi makanan memang selalu tersedia di meja makan, jika sudah dingin paling tinggal dipanaskan kembali.


"Bapaknya anak-anak bu!!" sahutku.


"Ada apa lagi dengan si Rahman?? apa dia membuat masalah lagi??" tanya ibu Karti.


"Nggak bu...sekarang malah dia yang ketimpa masalah!!" jawabku.


"Ketimpa masalah apa lagi??" tanya ibu Karti.


"Digigit ular dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit!!" jawabku.


"Masya Allah tuh orang...!! makin banyak aja musuhnya!!" kata ibu.


"Terus kamu berencana untuk menjenguknya??" tanya ibu lagi.


"Kalau mas Indra mengijinkan bu, kalau nggak Shanum nggak berani!!" kata Shanum.


"Siapa yang digigit ular Num??" tanya mami Tiara tiba-tiba sudah ada di belakang mereka.


"Mantan suami Shanum mi...katanya masuk rumah sakit karena di bawah pusatnya digigit ular!!" jelas Shanum.


"Biar aja, biar mampus sekalian salah sendiri suka mempermainkan wanita!!" kata mami Tiara gemas karena dia sudah dengar dari Indra tentang suaminya yang menikah lagi meninggalkan Shanum dan anak-anak mereka terpuruk sendirian.


"Mami...kok gitu ngomongnya...papi sebagai lelaki tersinggung lho!! papi lho selalu bertanggung jawab pada keluarga!!" ucap papi Jonas cemberut seolah tersinggung dengan ucapan istrinya.


"Itukan papi, keturunan kita kan memang selalu menghormati seorang wanita, sementara Rahman kan bukan keluarga kita." Ucap mami Tiara tidak mau kalah.


"Iya...iya mi...selalu saja papi kalah kalau berdebat dengan mami!!" ucap papi tambah cemberut membuat semua yang ada di situ tertawa.


"Suamimu dan anak-anak sudah berangkat, Num??" tanya mami Tiara.


"Sudah mi, tadi mereka bertiga sarapan pagi duluan!!" jawab Shanum.


"Ya sudah, kita berempat sarapan saja dulu...taruh saja dulu Rindra di dalam boks bayinya, jadi kamu bisa sarapan dulu!!" kata mami Tiara lagi.


"Iya mi!!" kata Shanum lalu meletakan Rindra yang tertidur lelap dengan hati-hati.


**************


"Permisi....bu saya temannya Rahman, apa Rahmannya sudah bisa dijenguk??" kata Pingkan saat bertemu dengan keluarga Rahman.


Ibu Rahman menatap Pingkan dari ujung kaki hingga ujung rambutnya.


"Siapa wanita ini??" batin ibu Rahman.


"Ini bukan Yanti istri keduanya Rahman, siapa dia?? benarkah hanya teman saja??" sambil terus menelisik, ibu Rahman terus membatin.


*


*


****Bersambung....

__ADS_1


Bagaimana nasib Rahman selanjutnya??


Ikuti terus kisah mereka di next episodeπŸ™πŸ™


__ADS_2