
Selama ini Shanum yang dia lihat selalu diam walaupun dia hina seperti apapun kini telah berubah menjadi Shanum yang berani menentangnya dan membalikan semua perkataannya dan sering membuatnya mati gaya!! Inikah karakter asli mantan istrinya itu yang sesungguhnya, dan selama ini rupanya dia hanya pura-pura mengalah??
"Selamat ya Num, semoga kedepannya kamu mendapatkan jodoh yang lebih baik dari si brengsek Rahman itu, semoga kamu berjodoh dengan mas Indra!!" kata Bandiah.
"Kok kayaknya mas Rahman nggak suka gitu sih pisah sama Shanum??' tanya Yanti saat mereka berdua berada di dalam mobil.
"Aku tuh kesel banget, Yan...ternyata Shanum happy aja pisah sama aku!!" geram Rahman.
"Maunya mas Rahman, bagaimana?? Shanum menangis??? terus memohon-mohon sama mas Rahman supaya jangan dicerai gitu??" tanya Yanti.
Rahman terdiam. Entahlah perasaan apa ini??? mengapa kini dia justru tak rela melihat Shanum berpisah dengannya??
Di tempat yang berbeda...
Indra sangat bahagia mendengar penuturan Elang jika Shanum kini telah resmi menjadi janda.
Elang juga menceritakan pernah suatu siang Shanum bermimpi sambil menangis menyebut namanya.
Ada rasa bahagia sekaligus sedih saat dia mendengar itu dari Elang.
Senang karena ternyata Shanum masih merindukannya dan mencintainya dan sedih mengapa dia tak ada di samping wanitanya di saat Shanum membutuhkan dukungannya??
***************
"James...aku positif hamil!!" kata Pingkan menemui kekasih gelapnya itu.
"Apa??? kamu yakin itu anak aku?? bukan anakmu dari Indra atau lelaki lain??" tanya James.
PLAKKK...
"Terlalu kamu James, aku hanya tidur denganmu!!" kata Pingkan.
"Indra tak pernah menyentuhku, apalagi lelaki yang lain??" kata Pingkan.
"Tapi aku tak mau terikat dengan pernikahan, Pingkan...gugurkan bayi yang ada di dalam kandunganmu." Kata James.
"Gila kamu, James!!! betul-betul nggak waras otak kamu!!" teriak Pingkan sangat marah.
Pertengkaran mereka tak terelakan lagi di dalam mobil itu.
James melajukan mobilnya di atas rata-rata membuat Pingkan menjerit-jerit ketakutan.
Tiba-tiba sebuah minibus dari arah depan juga melaju dengan kecepatan tinggi.
"James awas????" teriak Pingkan.
BRUAAKKKK....
James dengan panik membanting setirnya tetapi dia salah mengambil arah.
__ADS_1
Sebuah jurang dengan kedalaman 20 meter menanti di depan mereka.
Mobil yang ditumpangi James dan Pingkan melayang masuk kedalam jurang tanpa ampun.
***************
Saat itu di akhir tahun. Shanum mengajak kedua anaknya untuk menikmati kembang api menghadapi malam pergantian tahun di alun-alun.
Chika dan Chiro asyik dengan kegiatan mereka bersorak melihat aneka kembang api yang berwarna warni di langit.
Shanum yang lelah mengikuti kedua anaknya akhirnya memilih duduk dan memandangi saja pada keduanya.
"Boleh saya duduk di sini??" sapa seseorang yang memakai hodie dan menggunakan masker menutupi hidung dan mulutnya.
Shanum sedikit bergeser tanpa menoleh.
"Sepertinya asyik banget, sendirian aja neng??" tanya orang tak di kenal itu lagi.
Mau tak mau Shanum menoleh sedikit kesal pada orang tak dikenal yang entah lelaki atau perempuan itu.
"Saya bertiga dengan anak-anak saya!!" jawab Shanum singkat.
"Suaminya nggak ikut, neng??" tanya orang itu lagi.
"Nggak!!" jawab Shanum pendek.
"Dia masih memakainya, itu artinya dia masih mencintaiku!!" batinnya senang bercampur haru.
"Tahun baru di kota ini ramai juga ya??" katanya mencoba mengajak Shanum mengobrol.
"Iya begitulah!!" jawab Shanum pendek.
"Kamu tau penginapan terdekat di sekitar sini, neng??" tanyanya.
Shanum berpaling pada sosok itu karena sepertinya dia hapal dengan suara itu.
"Pak Indra??" katanya dengan suara bergetar.
Orang itupun tampak tercekat. Sebenarnya sejak tadi dia ingin sekali memeluk sosok wanita yang sangat dia rindukan itu.
"Pak Indrakah itu??" lirih Shanum.
"Iya Num...ini aku!!" lalu Indra membuka hodienya.
Tanpa bisa dicegah Shanum memeluk Indra begitu pula sebaliknya.
"Kenapa bapak pergi nggak ada kabar??" isak Shanum.
"Kamu merindukanku??" bisik Indra di telinga Shanum.
__ADS_1
"Sangat....!!" kata Shanum.
"Bagaimana kabar pak Indra dan mbak Pingkan?? sudah punya babykah sekarang??" tanya Shanum tulus.
"Num, aku dan Pingkan tak pernah menikah!! aku di Inggris berobat sekaligus menempuh program S2 ku sementara Pingkan sibuk dengan kekasihnya!!" kata Indra berusaha menutupi kenyataan yang sebenarnya dari Shanum.
***Flashback on***
"Kami tau kamu kecewa dengan kelakuan Pingkan, tetapi papi minta tolong padamu, Pingkan hamil sementara James yang merupakan ayah biologis anak itu telah meninggal dunia!!" kata papi dan mami Indra.
"Papi...kenapa lagi dan lagi Indra yang harus berkorban dan menjadi tumbalnya?? Indra sakit pi...mi dan Indra melewati hari-hari Indra yang begitu sepi di sini dan kemana Pingkan saat Indra sakit?? dia tidak tau entah berada di mana...lalu sekarang saat dia terkena musibah mengapa harus Indra yang dikorbankan??" selama ini Indra tak pernah berani menjawab perkataan kedua orang tuanya tapi sekarang dia harua membela dirinya sendiri.
"Indra...papi dan mami banyak berhutang budi pada mami Prianka, di saat kami dulu hampir bangkrut merekalah yang menolong kami!!" ucap mami Tiara.
"Nikahilah Pingkan...kami tak memaksamu untuk mengakui anak yang dia kandung sebagai anakmu, tetapi kami hanya ingin anak itu punya status saat terlahir kedunia nanti!!" mohon papi.
"Oke, akan Indra ikuti tapi mulai sekarang jangan atur lagi langkah Indra, Indra menikahi Pingkan hanya karena bayi yang dia kandung bukan untuk sekalian merawat Pingkan yang cacat karena Indra sudah mempunyai pilihan hati Indra sendiri." Kata Indra.
Setelah sebulan kemudian kondisi Pingkan membaik walaupun kedua kakinya cacat tetapi dia dan kandungannya selamat sementara James tidak bisa diselamatkan lagi.
Pernikahan Pingkan dan Indra digelar secara tertutup sekalian untuk menutup aib Pingkan yang telah hamil dari lelaki lain.
Indra sama sekali tak mau melihat kearah wanita yang ada di sampingnya yang kini telah resmi menjadi istrinya.
Saat orang tua mereka kembali ke Indonesia mereka masih menetap di Inggris untuk menyelesaikan kuliah Indra.
"Honey...terima kasih masih mau menikahi setelah apa yang aku lakukan di belakangmu!!" kata Pingkan sambil menatap Indra yang berdiri di balkon kamar.
"Aku akan pergi dalam beberapa hari ini, Pingkan!!" kata Indra tak menanggapi permintaan maaf Pingkan.
"Kamu mau pergi kemana??" tanya Pingkan lirih.
"Menemui orang yang semestinya aku temui, karena aku mencintainya!!" jawab Indra.
Pingkan terdiam. Ada sedih, marah, kecewa bercampur aduk di hatinya mendengar suaminya ingin bertemu dengan wanita lain tetapi dia harua ikhlas ini semua adalah kesalahan yang telah dia buat sendiri.
"Berapa lama kamu akan pergi??" tanya Pingkan.
"Mungkin sebulan selama kuliahku libur dan kuharap kamu baik-baik di sini, para maid akan mengurus semya keperluanmu dan bayimu!!" jawab Indra datar.
*
*
***Bersambung...
Indra dan Pingkan telah menikah akankah Shanum mau menerima Indra kembali seandainya dia tau apa yang terjadi??
Mohon dukungannya selalu ya reader🙏🙏
__ADS_1