
Bandiah menatap layar ponselnya. Banyak terdapat foto-foto Rafli dengan berbagai macam gaya ada di sana!!
Mencintai dalam diam. Itulah yang dilakukan oleh Bandiah sekarang ini.
"Aku tau kamu mencintai Shanum, aku akan tetap menyimpan rasa ini sampai suatu hari nanti kamu akan mengerti tentang hatiku tentang perasaanku.
Sementara itu jauh di suatu tempat...
"Akhirnya aku bisa lolos dari pengawasan penjaga itu. Bersyukurlah ada yang bisa kutumpangi untuk pergi dari sana, walaupun harus menyelinap diam-diam di dalam jemari ini.
Sheilla memakai roller bladenya dan mulai meluncur di jalan raya.
"Aku akan mencari sewaan rumah murah karena aku tak tau berapa lama aku akan berkeliaran begini." Ucap Sheilla.
"Mi...pi...Sheilla kangen sama kalian, apa Sheilla menelpon mami dan papi menggunakan nomor sekali pakai aja ya?? jadi begitu habis kupakai maka nomornya langsung aku buang saja.
Sheilla berusaha mencari penjual pulsa terdekat sekalian dia mau mengisi perutnya karena sejak kemarin perutnya tak terisi nasi sama sekali.
Dia singgah kesebuah warteg dan memesan makanan sederhana. Selama dua bulan berkeliaran, Sheilla sudah terbiasa dengan makanan apa adanya yang penting bisa mengganjal perutnya.
Sambil menunggu pesanannya datang, dia melihat sebuah koran di meja dekat pemilik warung makan, entah mengapa dia ingin sekali melihat dan membacanya.
"Pak bisa pinjam korannya sebentar??" katanya.
"Ooh silakan mbak, tapi koran seminggu lalu kayaknya!!" jawab bapak yang punya warung lalu membawakan pesanan makanan milik Sheilla.
Sebelum makan Sheilla membolak balikan koran itu halaman demi halaman.
Matanya tertuju pada sebuah gambar dan tulisan kurang lebih seminggu lalu.
"Apa?? seorang perempuan bernama Pingkan menganiaya seorang perempuan lain di kantin rumah sakit...apa??? Shanum??" gumam Sheilla.
"Dan sekarang wanita itu sedang di proses di kantor polisi??" gila nih Pingkan..." gumam Sheilla lagi.
Lalu dia berhenti membaca dan mulai menyantap makan siangnya dengan nikmat. Walaupun hanya dengan telur balado sayur oseng dan sambal goreng tempe tapi tetap nikmat rasanya.
"Pak, apakah di sekitar sini ada sewaan rumah murah yang terjangkau oleh kantong?? saya lagi cari rumah sewaan pak tapi tidak mahal karena saya lagi proses cari pekerjaan pak!!" jujur Sheilla.
"Ada mbak, kalau tidak salah di belakang warung bapak ini ada rumah petak yang disewakan, harganya juga terjangkau kantong!!" kata bapak pemilik warung itu.
"Saya mau pak!!" jawab Sheilla.
"Kalau begitu habis makan nanti bapak antarkan kebelakang sebentar, namanya mbak siapa??" tanya pemilik warung.
"Wiwi pak, lengkapnya Winarti!!" jawab Sheilla.
Lalu setelah selesai makan, bapak pemilik warung dan sheilla mendatangi ibu pemilik rumah sewaan dan Sheilla mendapatkan rumah petak paling pojok.
***************
__ADS_1
"Jadi sudah bulat tekadmu mau bertugas kembali ke kota B??" tanya kakeknya kepada Rafli.
"Iya kek, Rafli mau menuntaskan sebuah masalah yang belum selesai di sana!!" kata Rafli Andarian.
"Kakek ingat kan pada tiga buah nama yang ikut terlibat dalam penggelapan dana rumah sakit waktu itu?? ketiganya sekarang menjadi buronan polisi dan belum juga bisa ditemukan." Kata Rafli.
"Makanya Rafli mau menuntaskan kasus itu dan menangkap mereka dengan tangan Rafli sendiri." Jawab Rafli mantap.
"Berhati-hatilah di sana Rafli!! jika masalahmu sudah selesai di sana maka cepatlah kembali kemari lagi." Kata kakeknya.
"Jangan khawatirkan Rafli kek, Rafli akan menangkap para koruptor itu!!" kata Rafli.
Sore itu Rafli pergi kembali ke kota B dan memulai kembali kehidupannya di sana, bukan sebagai cleaning service tapi sebagai seorang intel dari kepolisian.
Kurang dari dua jam setengah pesawat yang membawa Rafli tiba di bandara.
Dia langsung mencari penginapan yang tak jauh dari bandara.
"Aku akan membuat kejutan untuk mbak Shanum dan mbak Di besok!!"
sambil tersenyum senang.
Tugas baru di sini menanti Rafli yaitu untuk mencari keberadaan Sheilla, Hansen dan Anna.
"Tunggulah kalian bertiga, kalian bertiga akan aku kejar sampai kelubang semut sekalipun!!" jawab Rafli berapi-api.
************
"Entahlah mas, semenjak mbak Pingkan dikabarkan hilang ingatan, aku mendadak jadi cemas, karena kulihat istri mas itu wanita nekad yang bisa melakukan apa saja!!" kata Shanum.
"Aku takut dia hanya berpura-pura gila untuk terlepas dari jerat hukum tetapi di luar sana dia tidak gila dan bebas melakukan apapun seperti yang dia inginkan." Kata Shanum lagi.
DDDRRTTTTT
"Sebentar yank ada telepon masuk!!" kata Indra.
📱"Assalamualaikum, ya ada apa Lang??"
📱"Ndra, mata-mata yang kutugaskan berjaga di sekitar rumah sakit jiwa jam sepuluh tadi malam melihat ada seseorang yang mirip sekali dengan perawakan Pingkan pergi meninggalkan rumah sakit!! tapi saat di cek di kamarnya Pingkan terlihat sedang tidur menghadap dinding!!"
📱"Orang-orangmu yakin kalau itu memang benaran Pingkan yang tengah lelap tertidur itu??"
📱"Makanya aku menelponmu untuk memberi pesan agar berhati-hati, bisa sajakan wanita ular itu sekarang menuju ke mansionmu?? sementara orang-orangku masih mencari tau dahulu!!"
📱"Oke terima kasih Lang, Assalamualaikum!!"
📱"Waalaikum Salam."
Wajah Shanum tampak pucat pasi mendengar perkataann Elang karena Indra mengaktifkan speakernya hingga suara Elang pun terdengar jelas.
__ADS_1
"Mas mau menelpon satpam yang menjaga gerbang depan dulu untuk tidak membukakan pintu bagi siapapun dengan alasan apapun!!" kata Indra lalu sekalian dia juga memantau seluruh cctv di sekeliling mansion yang terhubung dengan ponselnya.
Beruntunglah Elang cepat memberi peringatan pada Indra dan Indra segera menginstruksikan kepada satpam di gerbang depan untuk waspada. Karena tak lama satpam setengah tua yang telah banyak memakan asam garam itu melihat seseorang berdiri di luar gerbang.
"Sepertinya seorang wanita??" gumam satpam tua tersebut pada dua orang temannya yang malam itu berjaga.
"Iya, siapa ya perempuan berkeliaran sudah jam dua belas tengah malam begini??" kata teman satunya.
"Pintu gerbangnya sudah dikuncikan??" kata pak Sapto, satpam tua yang merupakan kepala satpam itu.
"Selamat malam....pak, tolong bukakan pintunya...saya mau masuk, saya karyawan pak Jonas ingin menemui beliau ada hal penting yang ingin saya bicarakan!!" kata orang itu.
Pak Sapto cepat berpikir, mengapa jika memang karyawan pak Jonas tapi dia terlihat berjalan kaki?? masa iya dia menempuh perjalanan kemari dengan naik mobil atau ojek online?? jika memang benar begitu mana ojek atau mobil onlinemya??" gumam pak Sapto.
"Wahid kamu cek siapa orang itu, tetapi tetap jangan membuka gembok pintu gerbang dan jangan terlalu dekat juga, kita tidak tau siapa tau dia menyimpan senjata api atau belati di balik jubahnya itu!! Karena di antara kita bertiga kamu dan Dodi yang mempunyai kemampuan bela diri yang tangguh." Kata pak Sapto.
"Oke pak, akan saya lihat dan tanyakan kata Wahid.
"Maaf ini sudah sangat larut, kami dilarang menerima siapapun dengan alasan apapun!!" kata Wahid dari balik gerbang.
Tampak oleh Indra dari ponselnya yang memantau cctv terlibat keributan kecil orang tersebut dengan Wahid, tiba-tiba...
DOR...DOR...
Dua kali letusan senjata api terdengar meletus di malam yang sunyi itu.
Untungnya Wahid memang sudah waspada semenjak tadi, begitu dia melihat orang tersebut memasukan tangannya kedalam saku jubahnya, Wahid mulai waspada.
Tampak Wahid berguling di tanah untuk menyelamatkan diri dari dua tembakan itu walaupun tembakan kedua, timah panas itu berhasil menyerempet lengannya.
Kejadian itu begitu cepat sehingga membuat kedua satpam yang ada bengong sesaat.
Tapi tak lama kesadaran pak Sapto muncul dan segera menyalakan alarm tanda bahaya di seluruh rumah dan orang tersebut sudah keburu kabur.
Mereka tak mungkin mengejar dalam situasi begini apalagi Wahid terluka di bagian lengannya.
Saat alarm tanda bahaya berbunyi, seluruh penghuni rumah terbangun.
"Tenangkan anak-anak...mas mau melihat kedepan dulu!!" kata Indra.
Indra yang memang seorang perawat dengan cepat mengambil peralatan medisnya dan membawa ke pos satpam.di depan.
*
*
***Bersambung...
Jangan lupa ya reader...dukungannya selalu, like, komen, vote, favorite dan rate nya ya!! terima kasih reader!!
__ADS_1