Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 41 Kehilangan Bayinya


__ADS_3

"Ya sudah kita sarapan dulu yuk...nanti kita pikirkan bagaimana caranya mencari istri kamu itu." kata mami Tiara.


Indra tersenyum lega akhirnya dia bisa mengantongi restu dari orang tuanya pada pernikahan siri nya dengan Shanum, tinggal nanti mencari Shanum dan keluarganya untuk dia bawa pulang kembali.


Tidak sia-sia dalam sujudnya di setiap pertiga malam dia memohon kepada yang Kuasa untuk meluluhkan hati maminya agar bisa menerima Shanum dan kedua anaknya.


Akhirnya dengan kelembutan dan doa, Allah mengabulkan permohonannya tanpa dia harus menjadi anak durhaka dengan membangkang keinginan maminya


Walaupun berbulan-bulan dia harus bersabar dan terus bersabar, pada akhirnya hati wanita paruh baya itu luluh juga dan memberikan restunya.


Sementara itu di apartemen Indra pagi itu...


"Aduh...perutku mules sekali!! Keluh Pingkan.


"Padahal aku cuma minum sedikit semalam, apakah berpengaruh pada kandunganku??" lirih Pingkan.


Dia merasakan sakit di perutnya semakin menjadi-jadi.


Dia merasakan kontraksi yang hebat membuatnya berteriak kesakitan.


Mendengar majikannya berteriak nyaring, seorang pembantu setengah tua bergegas keluar dari dapur berlari menuju kearah kamar majikannya.


"Nyonya...nyonya kenapa?? apakah nyonya akan melahirkan?? Astagfirullah nyonya...!!" teriaknya saat melihat darah mengalir di sela-sela kaki Pingkan.


"Sepertinya bi!!" ucap Pingkan.


"Tolong teleponkan bapak ya bi, sekalian teleponkan ambulan!!" teriak Pingkan.


DDRRTT...DDDRRTTTT


Ponsel Indra bergetar membuat si empunya ponsel berhenti bercengkerama dengan kedua orang tuanya.


"Papi yang mendengar suara istri dan putranya di taman belakang sedang bergurau ikut bergabung dan sarapan bersama keduanya.


Deringan ponsel membuyarkan candaan mereka dan akhirnya Indra mengangkat nomor tak dikenal yang masuk ke ponselnya.


📱"Assalamualaikum...pak ini bibi!!" teriak bibi dari apartemen Indra.


📱"Oh ini bibi, ada apa bi??"


📱"Ibu sepertinya sudah akan melahirkan, pak...darah sudah merembes keluar dari sela pahanya."


📱"Sudah telepon ambulankah??"


📱"Sudah pak!!" kata bibi.


📱"Saya akan segera pulang, bi!!"


Lalu sambungan teleponpun terputus.

__ADS_1


"Ada apa Ndra??" tanya papinya.


"Sepertinya Pingkan akan melahirkan pi!!" ucap Indra.


"Ayo...mami dan papi antar kamu pulang!!" ujar mami.


*********


Semua mendampingi Pingkan di rumah sakit.


Kedua orang tuanya, Sheilla dan Elang juga Indra bersama mami dan papinya.


"Anda suaminya??" tanya seorang dokter pada Indra.


"Iya dokter, bagaimana dengan istri saya??" tanya Indra.


"Begini pak Indra, apakah ibu Pingkan ini sering mengkonsumsi minuman beralkohol??" tanya dokter tersebut.


"Saya tidak tau dokter, karena setiap keluar rumah, istri saya hanya bilang mau ketemu dengan teman-temannya!!" kata Indra.


"Kamu ini bagaimana Indra?? bagaimana caranya kamu mendidik istri kamu kok bisa seperti itu??" teriak mami Prianka ibunya Pingkan.


Tentu saja mami Tiara tak terima melihat putranya dibentak seperti itu!!


"Maaf ya Prianka...asal kamu tau kehidupan pernikahan mereka mulai dari Inggris dulu, Pingkan bahkan tega meninggalkan Indra yang dalam keadaan sakit hanya untuk bisa dugem bersama dengan teman-temannya!!"


"Indra tak pernah mengadukan hal itu kepada kami, dia cenderung menutupi kelakuan istrinya bahkan saya baru tau kelakuan putrimu seperti itu saat kemarin Indra sakit dan sampai malam dia tak mengetahui keberadaan siluaminya di mana, WA nggak apa lagi menelpon suaminya?? hingga Indra harus tidur di mansion tanpa istrinya tau dia di mana!!" jelas mami Tiara.


UHUK..


Sheilla mendadak tersedak air liurnya sendiri mendengar perkataan maminya Indra dan mendapatkan lirikan tajam dari suaminya.


"Sebenarnya Sheilla sudah sering melarang Pingkan untuk berhenti meminum minuman beralkohol mi, tapi Pingkan seolah menganggap ucapan Sheilla hanya angin lalu semata!!" ucap Sheilla.


"Maaf ibu..ibu dan bapak...bapak semua, ibu Pingkan harus segera di operasi agar bayinya selamat!!" ucap dokter itu.


Seolah baru tersadar mereka semua yang ada di situ terdiam.


"Silakan lakukan yang terbaik untuk putri saya, dokter!!" ucap papi dan mami Prianka.


Semua menunggu di luar dengan perasaan sangat was-was.


Tak ada seorangpun dari mereka yang bicara semuanya larut dalam pikiran masing-masing.


Tak lama lampu indikator menyala hijau.


"Alhamdulillah!!" ucap mereka semua yang ada di situ.


"Pak Indra, istri anda selamat tetapi..." dokter itu tidak melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


"Tetapi kenapa dokter??" kata Indra.


"Bayi anda tidak bisa kami selamatkan, dia meninggal sesaat setelah dilahirkan!!" kata dokter itu membuat mereka semua yang ada di situ menjadi sangat syok mendengarnya.


Indra jatuh terduduk mendengarnya. Mungkin dia tidak menyukai Pingkan, tetapi bayi yang ada di dalam kandungan Pingkan sama sekali tidak berdosa.


Mami Prianka juga menangis, saat cucu yang dia harapkan akan mempererat hubungan antara Pingkan dan Indra, kini sudah tiada.


"Kamu senangkan sekarang??" kata mami Prianka pada Indra yang masih terduduk di bangku.


"Maksudmu apa berkata begitu pada putraku, Prianka??" mata mama Tiara memandang tajam pada Prianka.


"Ya jelaskan, sedari awal Indra memang tidak menginginkan pernikahan ini, apalagi saat dia tau bahwa yang ada di dalam kandungan Pingkan adalah anak hasil perselingkuhannya dengan James!!" kata mami Prianka.


"Seandainya Pingkan tidak bersikap bodoh dan berhenti dari kebiasaan jeleknya mengkonsumsi alhokol, tentu keguguran itu tak akan mungkin terjadi." Kata mami Tiara.


"Apa?? kamu bilang putriku bodoh??" kata mami Prianka tak terima putrinya dikatakan bodoh oleh mertuanya.


"Memang bodoh...habis kalau lain bodoh apa namanya, goblok kah?? sudah tau hamil, masih mabuk-mabukan, berarti dia sendiri yang tidak sayang pada darah dagingnya sendiri!!" teriak mami Tiara tak mau kalah.


Para suami sibuk mendiamkan istri masing-masing agar pertengkaran mereka tidak terus berlarut-larut.


Sementara itu kondisi Pingkan masih belum sadarkan diri setelah dia melahirkan tadi.


Sebaiknya kamu pulang saja , Ndra!! kondisi kamu juga tidak begitu baik!!" kata Elang.


"Biar Elang dan Sheilla yang berjaga di sini dulu!!" tawar Elang disertai anggukan tidak setuju dari Sheilla.


kita tinggalkan dahulu perdebatan antara mereka, kita melihat keseruan Shanum, Rafli dan Bandiah.


Rafli menunda kepulangannya kekota. Dia ijin untuk bekerja hari ini agar bisa jalan bersama Shanum dan Bandiah keliling kampung.


"Bagaimana Rafli jalan menemani ibu hamil Rafli??" tanya Bandiah saat mereka jalan bertiga sementara Chika dan Chiro naik sepeda mendahului mereka.


"Serasa nemenin istri sendiri jalan-jalan!!" kata Rafli.


"Makanya cepat nikah sana!!" kata Shanum tertawa.


"Belum ada yang cocok, mbak!!" kata Rafli.


"Di kampung gini udaranya masih asri ya mbak!!" kata Rafli saat mereka melewati persawahan.


Bersama Bandiah dan Rafli, sesaat membuat Shanum merasa senang dam terhibur. Pikirannya yang melulu ke Indra bisa teralihkan.


*


*


***Bersambumg...

__ADS_1


Ikuti terus kisah mereka di next episode ya dan jangan lupa dukungannya.


__ADS_2