
Dengan celana jeans warna hitam dipadu dengan sweater. Rambutnya yang ternyata halus dibiarkannya lepas tanpa minyak rambut. Tak ada lagi kaca mata bergagang tebal dan juga memakai sepatu kets warna putih.
"Sandro? Ini kamu?" Tanya Shanum hampir tak percaya.
"Iya ini aku Sandro, kenapa? Apakah penampilanku aneh sehingga kamu memandangku seperti itu?" Tanya Sandro sambil tersenyum.
"Tidak...tidak!! Kamu keren banget!!" Kata Shanum dengan tulus memujinya.
"Terima kasih, waktu itu aku sudah berpesan jangan datang kepemakaman seorang diri itu sangat berbahaya!!" Kata Sandro.
"Aku tidak sendiri, aku datang bersama Dodi!!" Jawab Shaum.
"Kamu mencintainya??' Tanya Sandro.
"Mencintai siapa yang kamu maksud??" Tanya Shanum lagi.
"Indra!!" Jawab Sandro singkat.
"Sangat!! Sampai kapan pun dia akan tetap ada di hatiku!!" Kata Shanum.
"Bagaimana dengan Elang sebelum kamu tau dia telah menduakan kamu??" Tanya Sandro lagi.
"Aku mau menikah dengan Elang karena mengingat kebaikan kedua mertuaku!!" Kata Shanum.
"Lha kok tumben kamu waras? Biasanya kamu kurang setetes!!" Kata Shanum mendadak dia sadar pada keadaan Sandro.
"Kamu pikir aku gila begitu?? Dasar nakal ya!!" Kata Sandro.
"Kan aku bicara fakta, bukan mengada-ngada!!" Kata Shanum membela diri.
"Iya...iya!!" Kata Sandro.
"Kamu kemari sendiri?? Kamu bisa pergi sendiri tanpa papi kamu??" Tanya Shanum lagi.
"Bisa lah!! Kamu pikir aku ini bego banget sampai nggak tau jalan sama sekali!!" Jawab Sandro.
"Sudahlah, hari sudah sore dan aku mau pulang!!" Kata Shanum seraya berdiri dari duduknya.
"Aku antar kamu pulang ya!" Kata Sandro menawarkan diri.
"Terus kalau aku ikut mobilmu, Dodi bagaimana??" Tanya Shanum.
__ADS_1
"Ya Dodi mengikuti mobil kita dari belakang!!" Jawab Sandro.
"Kamu bisa bawa mobil sendiri??" Tanya Sena meragukan.
"Isshhh, lagi-lagi kamu meragukan aku!!" Jawab Sandro.
"Jangan kata hanya membawa mobil, membawamu ke pelaminan pun aku bisa!!" Jawab Sandro.
"Kalau hanya membawa saja semua orang juga bisa, tapi setelah tiba di pelaminan itu dan seterusnya itulah yang berat!!" Jawab Shanum.
"Kamu mau mencobanya?? Aku akan menggantikan kedudukan Elang sialan itu untuk menikahimu dan menggantikan dia untuk duduk bersanding denganmu!!" Jawab Sandro sekali ini tak ada lagi mimik lucu di wajahnya, sepertinya dia bicara dengan sungguh-sungguh.
"Atau kamu meragukanku karena aku idiot? Secara kan orang idiot tak bisa mencari uang untuk menghidupi keluarganya, dia hanya akan merepotkan dan menjadi benalu bagi orang lain!!" Kata Sandro dengan wajah murung.
"Sandro!!" Kata Shanum tercekat.
Seketika dia teringat pada mimpi-mimpinya setelah dia shalat malam dan tertidur di atas sajadahnya, pasti dia bermimpi bertemu dengan almarhum suaminya datang bersama seseorang dan mengatakan bahwa itulah orang yang akan menggantikan Indra untuknya.
"Kamu serius mau melamarku??" Tanya Shanum perlahan.
"Tapi kamu belum sepenuhnya tau dan mengenalku dengan baik, bagaimana aku dengan hidupku!!" Kata Shanum lagi.
"Bagaimana kamu bisa tau semuanya??" Tanya Shanum bingung.
"Aku kan sudah bilang, aku akan mencari tau semua tentang latar belakang wanita yang akan aku nikahi, penampilanku memang seperti orang bodoh tetapi otak di kepalaku lebih cerdas dari pada orang normal lainnya!!" Kata Sandro.
"Mengapa kamu tidak membawa papi kamu untuk memintanya langsung pada kedua mertuaku dan ibuku??" Tanya Shanum.
Entah mengapa semenjak dia bertemu dengan Sandro dia merasakan seolah dia seperti melihat Indra untuk pertama kalinya tetapi dalam versi yang lain.
"Baik aku akan pulang menjemput papi dan meminta papi untuk melamarmu pada keluargamu, sebaiknya kamu pulang dulu dengan Dodi dan aku juga akan langsung pulang kerumah.
"Apakah kamu serius ingin melamarku Sandro??" Tanya Shanum hampir tak percaya dengan apa yang dia dengar.
:Di depan makam saudara kembarku aku bersumpah untuk melamarmu, menjagamu dan keluargamu selamanya!!" Kata Sandro yakin.
"A...apa kamu bilang? Saudara kembarmu??" Tanya Shanum sangat terkejut. Sebelumnya dia sudah menduga-duga tetapi hanya sebatas dugaan semata, kini dia mendengar langsung dari bibir Sandro sendiri bahwa dia dan Indra adalah dua orang saudara kembar.
Mereka berpisah di depan gerbang pemakaman.
Shanum menceritakan apa yang dia dengar dari Sandro pada Dodi.
__ADS_1
"Saya sudah menduganya mbak, tidak mungkin antara almarhum mas Indra dan mas Sandro sangat mirip seperti pinang dibelah dua jika mereka bukan saudara kembar hanya saja saya tidak tau jalan ceritanya bagaimana mereka bisa berpisah!!" Jawab Dodi.
"Selamat ya mbak, semoga mas Sandro adalah jodoh yang diberikan Allah untuk mbak Shanum dan anak-anak!!" Jawab Dodi lagi.
**************
PLAKKK...PLAKKKK
"Kamu jelaskan kepada mami dan papi tentang semua kebenaran video mesum itu, Elang!! Sebuah tamparan mendarat cantik di kedua piou Elang kiri dan kanan.
Bukan main geramnya kedua orang tua Elang saat mengetahui tentang video itu dan tentang batalnya pernikahan Elang yang tinggal menghitung hari saja.
Elang pun juga terkejut. Dari kecil hingga dia dewasa tak pernah sedikitpun kedua orang tuanya bicara kasar apalagi sampai memukulnya.
"Kami berdua benar-benar kecewa padamu!!" Kata papi Elang.
"Kamu membuang berlian seperti Shanum demi batu kerikil seperti perempuan yang ada di dalam video itu? Dia memang cantik tapi apa gunanya jija tidak mempunyai ahlak??" Tanya papi Elang dengan suara yang bergetar menahan kemarahannya, sementara mami nya hanya diam seribu bahasa.
"Maafkan Elang mi, pi, Elang mengaku salah!!" Jawab Elang sambil menundukan kepalanya. Dia benar-benar sudah tidak tau lagi akan melakukan apa, dia benar-benar syok beberapa hari ini, kehilangan tunangan sekaligus kehilangan pekerjaannya demi apa coba, demi memenuhi ambisi balas dendamnya terutama juga naf*sunya.
"Apa yang harus mami san papi katakan pada keluarga Shanum, Elang?? Papi tidak menyangka kamu jadi seperti ini!!" Kata papinya lalu terduduk di sofa.
"Kamu serius mau mengajak papi untuk menemui kuarga Shanum sore ini juga, Sandro??" Kata dokter Soedibyo.
"Bukannya kamu akan menunggu sampai terbongkarnya kasus pembunuhan saudara kamu dulu, Sandro??" Tanya papi nya lagi.
"Sandro tidak bisa menunggu sampai tiba di mana hari pernikahan Elang dan Shanum akan digelar pi, Sandro tidak mau membuat keluarga Shanum mendapar malu lagi di hari resepsi pernikahan mereka pi!!" Jawab Sandro.
"Pernikahan harus tetap dilaksanakan walaupun harus berganti mempelai pria nya, pi??" Kata Sandro.
Terserah kamu sajalah, papi akan mendukung semua keputusan yang akan kamu ambil!!" Jawab dikter Soedibyo.
*
*
***Bersambung...
Akan berjalan lancarkah pelaksanaan pernikahan Shanum dan Sandro??
Jangan lupa untuk mengikuti terus kisah mereka selanjutnya.🙏🙏
__ADS_1