
"Eh tunggu, saya sepertinya mengenalmu!!" Kata maminya Elang menatap wajah Tania lekat.
Dahi wanita cantik itu mengerenyit mencoba mengingat sesuatu.
"Aaahhh iya, bukankah kamu wanita yang bersama Elang putraku di dalam foto itukan? Kamu yang menyebabkan kandasnya pernikahan Elang dan Shanum, sekarang apa lagi yang kamu inginkan wanita ular?" Tanya maminya Elang geram.
"Maaf bu, saya kesini bukan mau mencari ribut, tetapi saya mau meminta pertanggung jawaban pada Elang!!" Jawab Tania berusaha tenang menghadapi tajamnya tatap mata mami Elang yang sama persis setajam mata putranya.
"Kenapa dengan Elang?? Pertanggung jawaban apa yang kamu inginkan darinya?" Tanya wanita paruh baya itu.
"Di dalam rahim saya ada anak Elang cucu anda, saya ingin ingin Elang menikahi saya karena saya tidak ingin bayi yang ada di dalam kandungan saya lahir tak punya ayah!!" Jawab Tania penuh percaya diri.
Wanita bermata tajam itu menelisik tatapan matanya hingga menyapu perut Tania membuat Tania mau tidak mau jadi bergeming.
Tiba-tiba dia menyeringai sinis.
"Wanita seperti kamu?? Wanita baik-baik seperti Shanum saja bisa dia khianati, padahal Shanum hampir tak ada cacat apapun, apalagi tampang wanita pinggiran sepertimu?? Kamu memang cantik, tetapi tetap saja kamu wanita murahan yang mau saja diajak tidur oleh lelaki manapun!!" Kata mami Elang.
"Saya bisa saja meminta putra saya untuk menikahimu tetapi saya tak yakin pernikahan kalian akan bertahan lama." Jawab mami Elang datar.
"Hati-hati anda bicara bu!!" Kata Tania geram.
"Kamu marah?? Bukankah apa yang saya katakan sesuai dengan faktanya??? Elang mungkin memang menggodamu, tetapi jika kamu memang wanita baik-baik, kamu tidak akan tergoda!! Lagi pula melihat tampang kamu yang seperti ini saya tidak yakin bayi yang ada di rahim kamu itu hanya bayi Elang sendiri mungkin ada beberapa lelaki lagi yang menjadi bapak bayi itu dan karena Elang yang terakhir tidur denganmu maka Elanglah yang jadi tertuduhnya." Kata mami Elang.
"Lancang sekali mulut anda nyonya yang terhormat!!" Ujar Tania sambil menahan emosinya.
"Saya meminta sekali lagi secara baik-baik agar Elang menikahi saya jika tidak..."
"Jika tidak kenapa!! Kamu mau membuat perhitungan dengan kami?? Silakan saja jika kamu tidak sayang dengan nyawamu!!" Balik mengancam mami nya Elang.
"Kamu mau menghancurkan nama baik keluarga kami?? Saya bisa saja menghabisimu detik ini juga tetapi saya penasaran apa yang akan kamu lakukan pada kami!!" Tantang wanita itu.
"Kita lihat nanti apa yang akan saya lakukan nyonya!!" Ucap Tania tetap pada pendiriannya.
Tak lama kemudian Tania lalu bergegas pergi meninggalkan kediaman Elang dengan perasaan yang campur aduk.
"Selama aku hidup baru ini ada orang yang berani menghinaku!!" Geram Tania.
"Dasar wanita ja*lang, kamu pikir saya mau menerima cucu sembarangan?? Belum tentu juga anak itu adalah anak Elang!!" Rutuk maminya Elang.
***************
"Mi, sepertinya bulan depan abi sudah bisa minta ditugaskan kembali ke Jakarta, kita bisa meresmikan pernikahan kita di sana mi!!" Kata Rafli begitu antusias.
"Syukurlah bi, kandungan umi sudah memasuki usia 7 bulan." Kata Bandiah.
__ADS_1
"Kita bisa sekalian syukuran kumpul keluarga di sana mi!!" Kat Rafli seraya mendekap istrinya.
"Abi sudah tidak sabar untuk menggendong anak kita mi!! Umi kenapa sih setiap abi mau mengajak USG umi selalu tidak mau??" Tanya Rafli lagi.
"Biar menjadi kejutan untuk kita sebagai calon orang tua, bi!!" Kata istrinya sambil tersenyum.
"Oh iya bi, boleh ya nanti umi menginap di tempat Shanum, lama nggak ngobrol bareng lagi!!" Kata Bandiah.
"Abi jadi bujangan dong selama dua hari umi pergi??" Kata Rafli memasang tampang memelas.
"Ya ela, cuma dua hari bi!! Nanti selesai acara pernikahan umi kan bisa pulang lagi!!" Kata Bandiah lagi.
"Iya...iya!! Gitu aja sudah protes!!" Kata Rafli sambil mencubit pipi istrinya.
"Ingat ditinggal di rumah dua hari jangan selingkuh ya!!" Pesan istrinya sambil tersenyum.
"Nanti abi selingkuh sama nyamuk!!" Kata Rafli tertawa.
***************
"Dua hari lagi ya...masih ada hal yang bisa terjadi di dalam dua hari itu!!" Senyum di bibirnya terukir jahat.
Sementara itu Tania betul-betul dilanda keresahan yang luar biasa.
Dia sudah menelpon kedua orang tuanya menceritakan apa yang telah dia alami tetapi bukannya rasa iba, makian mereka untuk Tania yang dianggap tak punya harga diri pun terlontar.
"Jika aku tak bisa menghancurkanmu Rafli, istri kamu lah yang akan jadi sasarannya terlebih dahulu!! Karena dia lah yang jadi penyebab kamu melupakan dan meninggalkan aku!!" Gumam Tania.
"Sepertinya aku harus membayar orang untuk memata-matai kegiatan mereka!!" Kata Tania tersenyum.
"Mi, tadi sudah abi pesankan taxi online, umi siap-siap dulu ya!! Sudah telepon Shanum kah kalau umi mau menginap di sana!! Juga jangan lupa telepon kasih kabar ke abi jika sudah sampai di sana, kalau abi pas nggak lagi sibuk, abi sendiri yang akan mengantar umi pergi kesana!!" Kata Rafli.
"Sudah bi, ini umi lagi siap-siap sambil menunggu taxi online pesanan abi datang!!" Kata Bandiah.
"Sepertinya taxi onlinenya sudah datang, umi berkemas dulu ya...
Bandiah menutup chatingan mereka tanpa dia melihat pesan terakhir suaminya bahwa taxi online yang akan menjemputnya berwarna putih tetapi ternyata yang datang berwarna biru metalik.
Dengan tergesa-gesa Bandiah naik kedalam taxi tanpa melihat kanan dan kiri lagi karena dia sedang terburu-buru.
"Mas tadi suami saya sudah memberi tahukan alamat tujuannya??" Kata Bandiah kepada sang supir.
Si supir tidak menyahut hanya sekedar mengacungkan jempolnya saja.
Tanpa curiga Bandiah duduk dengan tenang di dalam mobil.
__ADS_1
Setelah lima belas menit berlalu...
"Perasaan jalan menuju ke mansion keluarga Fahreza tidak melewati jalanan ini deh, aku sama sekali tidak mengenali jalanan ini!!" Gumam Bandiah.
"Maaf mas, apa kita mengambil jalan memotong atau bagaimana? Saya tidak kenal daerah ini??" Tanya Bandiah.
"Iya mbak kita mengambil jalan memotong untuk menghindari kemacetan!!" Kata supir itu.
Sementara itu...
"Kok umi belum ada telepon mengabari abi sudah sampai atau belum sih??" Gumam Rafli mulai tak tenang.
"Coba aku hubungi Shanum dulu ah, kok perasaanku mendadak jadi nggak enak begini ya??" Gumam Rafli.
Belum sempat Rafli menelpon panggilan dari Shanum telah lebih dahulu menghubunginya.
📱"Assalamualaikum!! Rafli, Di sudah berangkat belum?? Kok lama sekali belum sampai juga??"
📱"Belum sampai?? Di, sudah pergi kurang lebih tiga jam lalu, masa belum sampai ke mansion??"
📱"Belum ada, aku lagi menunggu dia sejak dia menelpon tiga jam lalu!!"
📱"Masya Allah, kemana dulu mobil yang membawanya itu ya??"
Rafli dan Shanum sama-sama panik mendengar bahwa Bandiah belum sampai juga.
📱"Terakhir aku mengirimnya pesan jika taxi online yang menjemputnya itu warna putih dengan plat mobilnya XXXX, tetapi sampai sekarang masih contreng hitam!!"
📱"Jangan-jangan Di naik mobil yang salah, Raf??"
📱"Entahlah GPS nya juga nggak berfungsi!!"
📱"Ya sudah aku akan mencarinya dulu, jika ada kita sebaiknya saling menghubungi ya?? Assalamualaikum!!"
📱"Waalaikum Salam, Raf!!"
Bergegas Rafli keluar dari kantor menuju motornya, dia ingin pulang dulu memeriksa keadaan rumah. Mungkin istrinya belum berangkat menuju tempat tinggal Shanum atau ada hal lain yang terjadi dan membuat Bandiah lupa untuk menelponnya.
*
*
***Bersambung...
Apa yang terjadi sebenarnya??
__ADS_1
Ikuti terus kisah mereka selanjutnya di next episode dan jangan lupa dukungannya. Terima kasih🙏🙏😊😊