
Memang tipe lelaki seperti Hansen ini bukan tipe lelaki yang puas hanya dengan satu wanita, bodohlah Anna yang tak menyadarinya selama ini padahal Hansen dulu juga sudah menyelingkuhi dia dengan Sheilla, entah karena cinta atau karena bodoh atau karena dua-duanya tak ada yang tau isi hati seorang Anna.
"Maafkan aku Ndra, mami memintaku untuk tidak memberitahukan tentang meninggalnya Pingkan padamu, karena mami tidak ingin pikiranmu bercabang dan menghambat proses kesembuhan Shanum." Kata Elang saat mereka berdua makan siang di kantin rumah sakit.
"Tidak apa-apa bro...aku mengerti maksud kalian baik kok, sudah lupakan saja toh aku tau ataupun tidak, juga tsk akan membuat Pingkan hidup kembali kan??" kata Indra sambil tersenyum menenangkan sahabatnya.
"Oh iya Lang, tadi pagi aku tuh bertemu dengan Rafli, semalam dia baru pulang dari rumah kost-kostan mbak Di dan Rafli menceritakan sesuatu kepadaku!!" kata Indra.
"Mau apa Rafli kerumah kost-kostan mbak Di malam-malam?? mencurigakan saja!!" kata Elang sambil bercanda.
"Iisshhh tak taulah aku mereka lagi apa hanya menurut cerita Rafli, dia secara tak sengaja melihat mobil keluarga Pingkan di sebuah restoran.
"Isenglah Rafli ini masuk, kamukan tau polisi seperti Rafli apalagi dia seorang intel pastilah jiwa keponya menggelora jika melihat sesuatu yang menggelitik pemandangannya." Kata Indra.
"Lalu dia yang saat itu memakai topi pet dan berkaca mata duduk tak jauh dari keluarga Pingkan duduk!! nah yang Rafli tanyakan padaku, apa Pingkan itu punya saudara laki-laki...sepupu atau gimana?? Kata Indra.
"Kujawablah...seingatku sepanjang kami bertunangan sampai kami menikah, aku tak pernah tau jika Pingkan punya sepupu lain selain Sheilla mantan istri Elang!!" jawab Indra.
"Tapi yang bersama mereka itu seorang pria kurus tinggi, melihat secara body sih seperti wanita tetapi setelah kuteliti ternyata dia seorang laki-laki!!" begitu kata Rafli.
***Flashback on***
"Aku bener-bener gabud begini!! ah...rencananya mau kerumah mbak Di mau ngobrol santai ngilangin penat, secara dia orangnya asyik banget, tapi kulihat dia juga seperti menyimpan masalah!!" gumam Rafli sambil menyisiri jalan raya.
"Mobil itu sepertinya aku kenal??? iya itu kan mobil keluarga Pingkan, mau kemana mereka??? baru juga tiga hari almarhumah pergi sekarang keluarganya sudah mau hang out bareng keluar mansion." Gumam Rafli.
Tapi entah mengapa nalurinya menuntunnya untuk mengikuti mobil yang melambatkan lajunya dan berhenti tepat di sebuah restoran yang lumayan mewah.
"Benar dugaanku, itu orang tua Pingkan beserta dua orang body quardnya turun dari mobil tapi tunggu, siapa itu?? saudaranya Pingkankah?? postur tubuhnya sangat mirip dengan Pingkan tapi...oh!!! dia seorang laki-laki rupanya!! tapi kalau dia laki-laki kok kerempeng banget, hi...hi..hi!!" Rafli tertawa sendiri.
Lalu karena penasaran dia ikut masuk dan duduk tak jauh dari rombongan mereka.
Rombongan mami Prianka sama sekali tak menyadari laki-laki yang duduk tak jauh dari meja mereka, karena Rafli memakai kaca mata dan mengenakan topi pet.
Sesekali Rafli melirik kearah mereka. Dan berusaha memindai laki-laki bertubuh tinggi dan ramping yang duduk di samping mami Prianka.
"Sepertinya aku pernah melihat bentuk tubuh yang seperti itu, tapi di mana dan kapan??" pikir Rafli.
Rafli menyelesaikan makannya terlebih dahulu setelah sebelumnya dia sempat memotret laki-laki yang bersama keluarga Prianka itu setelah di luar barulah dia menelpon Indra untuk mencari tau. Tetapi karena ponsel Indra tak bisa dihubungi, dia memutuskan besok pagi untuk bertemu langsung dengan Indra saja.
***Flashback off***
__ADS_1
"Ndra, menurutmu apakah nggak ada kemungkinan pemuda itu adalah Sheilla yang menyamar menjadi seorang pria??" tanya Elang.
"Astaghfirullah...kamu benar, Lang!! bisa aja kan kemungkinan itu terjadi!!" kata Indra.
"Sebarkan mata-mata...awasi lebih ketat kedua keluarga itu!!" kata Indra.
*************
DDDRRRTTTT
Dengan malas Bandiah membuka ponselnya karena sejak semalam dia malas membuka ponsel.
📱"Ada apa sih Rafli ini pakai nelpon segala, sudah tau orang lagi sibuk begini!!" kata Bandiah tetapi tetap menerima panggilan telepon itu.
📱"Assalamualaikum, ya ada apa Rafli??"
📱"Ishhh juteknya, ntar cantiknya hilang lho!!"
📱"Nggak ngaruh juga, mau jutek mau kagak tetap aja jelek!!"
📱"Kok ngomongnya gitu sih?? lagi PMS ya!!"
📱"Nggak tadi habis keselek sandal, ada apa nelpon?? aku sibuk nih!!"
Sejenak Bandiah termenung. Dia ingin menghindari Rafli kok malah Rafli sendiri yang selalu mendatangi dia.
📱"Aku nggak bisa, aku lagi sibuk...lagian aku nggak punya uang untuk bayar makan di kafe, tadi aku sudah bawa mie sama telur."
📱"Nggak peduli pokoknya mbak Di turun, dan sejak kapan jika aku yang ngajak tapi mbak Di yang harus bayar?? sekarang turun aku tunggu di sini nggak pakai lama...Assalamualaikum.
📱"Waalaikum Salam!!"
"Memang dasar kok Rafli ini, jengkelin betul!!" kata Bandiah tapi akhirnya beranjak juga dari duduknya.
Dengan gontai Bandiah melangkah menuju kafe samping rumah sakit.
Dari kejauhan dia sudah melihat Rafli memakai kaos ketat yang memperlihatkan perut sixpacknya dan badan kekarnya yang dia tutupi dengan jaket.
Saat Bandiah mendekat Rafli seperti menyadari kedatangan seseorang lalu mengangkat kepalanya memandang Bandiah yang baru tiba.
"Kutunggu sampai lima menit nggak turun aku akan menjemput mbak Di di lantai dua!!" kata Rafli.
__ADS_1
"Lebai!!" kata Bandiah.
"Mau makan apa??" tanya Rafli.
"Aku minum saja!! kan tadi aku sudah bilang bahwa aku sudah makan!!!" kata Bandiah.
"Ya nggak bisa gitulah mbak...masa aku makan sendiri??" kata Rafli.
Padahal Bandiah belum memakan apapun sejak pagi, dia harus benar-benar berhemat untuk menekan pengeluarannya di bulan ini.
"Soto ayam dua dan es jeruk juga dua!!" Rafli memesan sendiri makanan kesukaannya dan Bandiah.
Sambil menunggu pesanannya datang Rafli menceritakan apa yang telah dia temui semalam pada Bandiah.
"Menurutmu apakah itu ibu Sheilla yang menyamar??" tanya Bandiah lalu menatap mata Rafli.
"Bisa jadi!!" kara Rafli balas menatap Bandiah.
"Kenapa kamu melihatku seperti itu?? di mataku ada belek kah??" tanya Badiah sambil membersihkan matanya dengan jari tangannya.
Rafli hanya tertawa melihat kelakuan Bandiah yang selalu nampak lucu di matanya walaupun dia berusaha bicara serius tapi Rafli selalu tertawa jika melihatnya bicara.
"Nggak ada mbak Di...memangnya jika aku melihat mbak Di lama itu karena aku melihat belek?? nggak kan??" kata Rafli.
"Habis kamu itu orangnya rada-rada sih!!" kata Bandiah.
"Rada-rada apa mbak Di??" tanya Rafli lagi.
"Rada-rada o...o....n !!" eja Bandiah santai.
Agak lama Rafli berpikir.
"Oon??" katanya lagi.
"Iya...!!" kata Bandiah sambil tertawa geli.
*
*
***Bersambung....
__ADS_1
Senyummu mengalihkan duniaku!!😊😊
Ikuti terus lanjutan cerita mereka di next episode ya!!