Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 146 Niat Tersembunyi


__ADS_3

"Seandainya dulu kamu menikah dengan Rafli walaupun usia kalian terpaut jauh tetapi dia pemuda yang sangat bertanggung jawab, kamu malah memilih Andrew pemuda bule yang katanya pengusaha tapi ternyata hanya memanfaatkan kekayaan dan ketenaran kamu saja!! Kamu tinggalkan yang baik untuk mencari yang terbaik tetapi malah apa yang kamu dapatkan??" Kata mami Tania.


"Yang kamu dapatkan hanya kesusahan dan penderitaan saja, jika sekarang Rafli belum menikah apa dia masih mau ya kembali pada Tania lagi??" Tanya mami Tania pada suaminya.


Mereka berdua memang tidak tau tentang pernikahan Rafli dan Bandiah karena setahu mereka bahwa Rafli masih single belum menikah dengan siapapun.


"Iya mi, mengapa nanti setibanya di Jakarta kita tidak temui saja kakek Andarian, siapa tau beliau menyetujui jika Rafli kembali menjalin hubungan dengan Tania, bukan kah mereka dulu sangat dekat dan yang papi tau bahwa Rafli sangat mencintai Tania!! Hanya Rafli saja yang mampu meluluhkan hati Tania!!" Kata papinya.


"Benar pi, nggak ada salahnya kita mencobanya sekalian kita bersilaturahmi." Kata suaminya.


**************


"Maaf mas Sandro, apa tidak berbahaya jika saya meninggalkan mas di taman sendirian??" Tanya Wahid sore itu.


"Mas saya tadi sudah menghapal jalan kemari kok, jika mas Wahid masih mau menjemput papi Jonas, jemput saja dulu biar saya bersantai sejenak di sini siapa tau bisa membantu untuk memulihkan ingatan saya!!" Ucap Sandro sambil tersenyum.


"Baiklah mas, tapi tetap di taman saja ya...supaya jika saua kembali saya nggak kelabakan mencari mas Sandro!!" Kata Wahid masih merasa was-was.


"Iya mas...saya kan hanya hilang ingatan bukan hilang penglihatan dan pendengaran!!" Kata Sandro tertawa.


"Baiklah mas, begitu selesai menjemput tuan Jonas, saya akan segera kemari lagi menjemput mas Sandro!!" Kata Wahid akhirnya lalu pergi dengan mobilnya.


Sandro memilih berjalan-jalan di sekitaran taman itu.


Tiba-tiba matanya tertumbuk pada sesuatu!!


"Bukankah itu mas Kirun dan itu? Itu kan Mina, pelayan baru mami Tiara, ada keperluan apa mereka bertemu diam-diam di taman ini??" Gumam Sandro.


Perlahan Sandro melangkah mendekati mereka berdua. Dia sengaja duduk di bangku tak jauh dari kedua orang itu bercakap-cakap. Sandro bisa dengan jelas melihat mereka dan mendengarkan percakapan mereka tetapi mereka berdua tidak bisa melihat Sandro karena terhalang rimbunnya semak belukar.


"Lho kalau tadi tidak salah dengar kata Kirun dia mau pulang cepat karena anaknya di rumah sedang sakit!! Makanya mas Wahid yang ganti menjemput papi Jonas di perusahaannya tetapi kok malah melipir kemari? Bersama dengan Mina lagi!! Ada hubungan apa antara mereka berdua ya??" Gumam Sandro pelan.


"Mas Kirun, bagaimana hasil perkembangannya??" Tanya Mina.

__ADS_1


"Masih sulit, beb...dia selalu dikawal terus hingga membuatku kesulitan tapi pasti aku akan mencoba terus, apa sih yang nggak untukmu Mina sayangku??" Kata Kirun tersenyum mesum.


"Iisshhh mas Kirun, ingat sama anak istri di rumah!!" Gerutu Mina cemberut.


"Halah gaya kamu Min, seminggu lalu kuajak sekali katanya masih kurang!!" Kata Kirun sambil menoel hidung Mina.


"Papa harus merasakan kehilangan orang yang dia sayang, dasar ayah durhaka...sepertinya sudah lupa sama darah dagingnya sendiri!!" Sumpah Mina sambil mengepal kuat jari-jari tangannya.


"Sabar Mina sayang, mas Kirun pasti akan selalu membantu Mina!!" Kata Kirun lagi.


"Min, sekali celup dong...di mansion nggak mungkin bisa, apalagi mas Kirun kan pulang ke rumah nggak tinggal di mansion!!" Ajak Kirun.


"Mas Kirun gila ya...ini taman tempat umum, bisa-bisanya mau ngajakin Mina untuk mantap-mantap di sini??" Gerutu Mina.


"Sebentar aja Min, mas Kirun sudah kebelet nih, sudah seminggu nggak menerobos masuk ke sarang Mina, mas Kirun kan kangen!!" Bujuk Kirun lagi.


"Tapi nanti kalau ada yang lihat, gimana mas??" Tanya Mina akhirnya terpengaruh juga pada ajakan si Kirun.


"Nanti punya mas Kirun kejepit lagi, secara punya mas Kirun kan page!!" Kata Mina tapi matanya melirik juga melihat kearah celana Kirun yang mulai menonjol


"Page?? Apa itu page, beb??" Tanya Kirun.


"Panjang gede mas!!" Kata Mina.


"Ayo Min cepatlah...mumpung di taman ini sepi nih!!" Lalu Kirun cepat menarik Mina ke bangku yang berseberangan dengan semak-semak pembatas antara mereka dan Sandro sedang duduk tak berani bergerak.


"Dasar dua manusia mesum, mas Kirun...tak kusangka orang yang nampaknya alim dan penyayang keluarga sepertimu ternyata tak lebih dari seorang laki-laki bang*sat dan bejat."


Seraya Sandro masih berpikir, terdengar erangan kedua manusia mesum itu di balik semak-semak tempat Sandro duduk.


"Aduh...rusak sudah telingaku ternoda oleh kedua manusia mesum ini, tetapi apa sebenarnya maksud pembicaraan mereka tadi ya? Siapa yang di maksud ayah durhaka oleh Mina tadi?? Ah sayang aku telat datang ke tempat ini, seandainya aku lebih cepat sedikit saja pasti aku akan bisa mendengarkan pembicaraan mereka, tetapi apakah pembicaraan mereka ada hubungannya dengan kejadian sebelum aku tertembak itu??" Gumam.Sandro.


Saat Sandro masih asyik berpikir dengan pertanyaan dan pikirannya, terdengar erangan panjang dari keduanya pertanda permainan mereka sudah selesai.

__ADS_1


"Gila kamu Min, mantap banget rasanya!!" Kata Kirun sambil terengah-engah tak karuan.


"Ya sudah mas Kirun, Mina pulang dulu ke mansion takut nanti kelamaan, mas juga balik ke rumah bukannya tadi beralasan pergi karena anak mas Kirun sedang sakit??" Kata Mina lalu merapikan rok yang dia pakai.


Tak lama tempat itu sepi dan membuat Sandro lega lalu hendak bangkit berdiri juga.


Area taman tempat Sandro duduk dan mereka berdua tadi berbuat mesum tergolong tempat yang sepi, paling-paling hanya digunakan oleh mereka yang ingin berbuat tidak senonoh saja.


Sandro hendak bangkit berdiri tiba-tiba telinganya yang tajam menangkap benda berdesing di belakangnya.


Tanpa menoleh dengan cepat Sandro merunduk menghindari belati yang tadi mengarah ke bahunya.


"Siapa kamu?? Beraninya hanya membokong dari belakang!!" Bentak Sandro.


Si topeng hitam tampak mendengus lalu kembali meneruskan serangannya yang mematikan.


"Siapa orang ini? Perawakannya setinggi Mina hanya badannya lebih berisi dan tak mungkin juga Mina karena jelas tadi aku melihat Mina dan Kirun pergi bersama." Gumam Sandro seraya menghindari serangan-serangan yang dilancarkan oleh orang misterius itu.


BRETTT...


Lengan jaket sandro terkena sabetan belati di tangan orang itu membuat Sandro melompat mundur.


"Sial...ini manusia bertopeng nampaknya tidak main-main!! Dia memang berniat untuk menghabisi aku!!" Geram Sandro sambil menahan perih karena kulit lengannya ikut tergores oleh belati si penyerang misterius.


*


*


***Bersambung...


Siapa orang itu sebenarnya dan ada dendam apa mereka pada keluarga Jonas?


Mohon dukungannya selalu ya reader dan jangan lupa selalu dukungannya.😊😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2