Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 48 Serasa Hidup Bersamamu


__ADS_3

Rahman tersentak dan baru menyadari bahwa semalam Yanti menyiapkan acara spesial untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang kedua.


"Yanti...Atika....!!" teriak Rahman keseluruh penjuru rumah, namun hanya keheningan malam yang terasa dan masih tersisa.


Rahman berlari masuk kedalam kamar mereka melewati piring dan mangkok kaca yang pecah porak poranda.


"Yanti??" teriak Rahman.


Kamar mereka sudah berantakan. Rahman membuka lemari dan mendapati baju Yanti dan Atika sudah tidak ada.


Di atas tempat tidur dia melihat sesuatu yang membuat hatinya bergetar.


Nota pembelian cincin berlian dan gaun malam atas nama Emiana. Dan semuanya sudah dilihat oleh Yanti istrinya.


"Yanti...kamu pergi kemana bersama Atika sudah malam begini??" gumam Rahman risau.


Rahman terduduk lemas di atas sofa ruang tamu mereka. Dua kali dia mengalami kejadian serupa, pertama saat bersama Shanum dahulu dan kedua saat bersama dengan Yanti sekarang.


**********


"Kamu sudah pulang honey?? mau kubuatkan sesuatu??" tawar Pingkan saat menyambut suaminya di depan pintu rumah.


Indra memang sengaja membeli rumah yang pernah ditempati oleh Shanum kemudian akan merenovasinya.


Dia tak ingin kehilangan semua momen yang pernah dia lewati bersama Shanum hingga saat akad nikah mereka juga terlaksana di rumah sangat sederhana itu.


***Flashback on***


"Pak rt, berapa rumah ini dijual oleh Shanum pada pak rt??" tanya Indra saat dia tau bahwa istri keduanya beserta seluruh keluarganya sudah tidak tinggal di sana lagi.


"Lima puluh juta rupiah, mas!!" kata pak rt.


"Pak, bisakah saya membeli kembali rumah itu?? saya sudah kehilangan istri saya, dan saya tak ingin kehilangan semua kenangan tentang dia!!" ucap Indra.


Pak rt yang kebetulan saat itu menjadi saksi pernikahan mereka menjadi iba.


Sebenarnya saya tidak ingin menjualnya kembali mas, karena tempat ini mau saya bongkar dan mau saya bangun kos-kosan!!" kata pak rt.


"Saya mohon jangan pak, terlalu banyak kenangan tentang rumah ini yang begitu berarti buat saya, saya akan membelinya dengan harga empat kali lipat pak, saya hanya akan merenovasinya dan bukan membongkar semuanya." kata Indra.


"Baiklah mas, kapan kita bisa mulai transaksi jual belinya??" tanya pak rt pada Indra.


"Kalau bisa sekarang pak!!" jawab Indra mantap.


***Flashback off***


Awalnya Pingkan sangat keberatan melihat Indra membeli rumah yang sudah reot itu dengan harga dua ratus juta rupiah.

__ADS_1


"Kamu gila ya honey, untuk gubuk reot itu kamu mengeluarkan banyak uang??" katanya tak terima.


"Aku tidak meminta pendapatmu dan persetujuanmu, Pingkan...aku membelinya dengan uangku sendiri dan kamu tak punya hak untuk mengatur hidupku...kalau kamu masih mau tinggal bersamaku jika tidak, ya silakan kamu pulang!!"


Lalu Indra berlalu dari hadapan Pingkan dan menyisakan kejengkelan yang tak terkira di hati wanita itu.


Tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena dia butuh Indra dengan segala aset yang Indra miliki, dia tidak tau bahwa kedua orang tua Indra telah menyerahkan semua keputusan pada Indra.


Dengan berat hati pula Pingkan yang seorang dengan gaya sosialita yang tinggi, tidur di kasur tipis, banyak nyamuk dan hanya bermodalkan obat nyamuk bakar vape dan kipas angin butut peninggalan Shanum dahulu.


Tetapi bagi Indra, kasur tipis itu tak bisa dinilai dengan apapun, semua barang peninggalan Shanum baginya sangat berharga.


"Kok kamu balik kemari lagi?? bukannya kamu bilang alergi tinggal di kandang babi seperti ini??" tanya Indra setengah menyindir Pingkan.


"Aku harus kembali kemari, karena suamiku tinggal di rumah ini!!" kata Pingkan.


"Kan kamu tau, rumah ini kamar mandinya hanya berlantai semen, tak ada air pdam, air harus ditimba dari sumur belakang!!" kata Indra.


"Dan jangan kamu harap aku akan menimbakan air untukmu, kalau kamu mau mandi, timbalah sendiri dan mengisi ember di kamar mandi!!" kata Indra lagi.


Pingkan cemberut mendengar perkataan Indra yang ketus padanya.


"Terus apa gunanya kamu membeli gubuk reot ini jika keadaannya masih begini??" tanya Pingkan kesal.


"Lho, terserah aku dong?? kapan aku akan merenovasinya itu urusanku, tapi aku ingin menikmati semua momen indah ini terlebih dahulu!!" ucap Indra.


"Makanya sebaiknya kamu pulang ke apartemen, di sana semua fasilitas lengkap, orang sepertimu tak akan sanggup untuk hidup menderita seperti sekarang ini!!" ucap Indra.


Indra memang berniat merenovasinya satu persatu, agar dia bisa menikmati suasana seperti saat berada di dekat Shanum dulu lebih lama lagi.


Indra masak nasi menggunakan magic com yang dia belikan untuk Shanum dulu.


Lalu dia menggoreng telur ceplok dan membuat mie rebus.


"Honey, kamu tidak membuatkannya untukku??" tanya Pingkan.


"Aneh kamu ini Pingkan, kamu seorang wanita tetapi tidak bisa masak sama sekali!!" kata Indra.


"Belajarlah sana memasak, yang penting aku sudah memasak nasi, itu ada telur dan tempe, untuk sambal aku hanya membeli sambal terasi rentengan saja!!" Kata Indra lalu menyantap makan malam buatannya.


"Ihhh untuk apa aku harus bersusah payah?? kan aku bisa memesan saja, bereskan!!" kata Pingkan dengan bangganya.


"Ya kalau begitu kamu pulang aja sekalian, di sini aku berusaha hidup dari nol yang segala sesuatunya harus dengan susah payah dulu aku dapatkan bukan dengan sesuatu yang instan!!" gerutu Indra.


Lalu tanpa mempedulikan keberadaan Pingkan, Indra makan sendiri lalu mencuci piringnya sendiri dan bersiap untuk sholat maghrib.


Pingkan tampak menghentak-hentakan kakinya karena kesal dengan sikap Indra padanya.

__ADS_1


"Iisshhh, rupanya ajaran wanita sampah itu sudah mendarah daging di kehidupan Indra." Omel Pingkan.


"Tapi kok bisa ya seorang Indra yang selalu dilengkapi oleh semua fasilitas dan kemewahan sejak kecil tapi mampu hidup dan mandiri di dalam gubuk reot ini??" gerutu Pingkan.


"Kita lihat saja nanti, berapa lama kamu mampu bertahan hidup seperti ini Indra!!" kata Pingkan.


*************


Bangun di pagi ini membuat mood Indra semakin buruk dengan berserakannya piring kotor dan peralatan masak Pingkan semalam, juga baju kotor yang berhambur.


"Ppiiinnggkkaannn....!!" Indra berteriak kesal apalagi dia sama sekali tak melihat keberadaan si pembuat onar dan biang kerusuhan itu.


Setelah sukses menghambur, dengan bahagia Pingkan pulang dan tidur di apartemen.


Dia melakukannya setelah Indra masuk ke kamar dan tidur pulas.


Dengan kesal Indra membereskan kekacauan yang telah dibuat oleh Pingkan semalam. Untung di hari sabtu dan minggu dia libur kerja sehingga dia bisa berberes rumah.


Dia sudah merencanakan di hari sabtu dan minggu ini dia akan merenovasi dapur dahulu.


Dia tidak akan merenovasi semuanya hanya sedikit demi sedikit selama dia ada di rumah saja.


Tak lama tukang yang akan merenovasi rumah datang.


"Sedapatnya saja pak, dalam waktu dua hari ini, nanti baru minggu depan lagi dikerjakan!!" kata Indra.


"Kok kamu pulang?? katanya akan bersama dengan Indra??" kata mami Prianka.


"Nanti sore mi, hari ini Pingkan mau tidur nyenyak dulu di rumah lalu sebentar siang mau shoping ke mall." Katanya.


***********


"Kamu mau pergi kemana Sheilla??" tanya Elang saat melihat Sheilla sudah berdandan wah...sore ini.


"Aku mau jalan bareng dengan teman-temanku, bolehkan yank??" tanya Sheilla.


"Terserah kamu saja Sheilla!!" kata Elang tak peduli.


Sheilla hanya tersenyum senang karena sesungguhnya dia ingin bersenang-senang dengan Hansen malam ini.


Dia tidak menyadari bahwa Elang suaminya sudah memberi instruksi pada Sandi untuk mengikuti kegiatan Sheilla karena Elang sudah mengantongi beberapa bukti keterlibatan Sheilla, Hansen dan komplotannya.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Apakah yang akan terjadi dengan kisah mereka selanjutnya??


Jangan lewatkan kisah mereka selanjutnya dan jangan lupa dukungannya!!🙏🙏


__ADS_2