Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 149 Menyelidiki


__ADS_3

Ternyata wanita yang bernama Mini itu tidak benar-benar pergi. Dari balik pilar yang lain dia menatap wajah Mina.


"Mina...Mina...!! Apa yang sebenarnya kamu cari?? Kepuasan?? Tetapi tidak harus berhubungan dengan suami wanita lain juga kali, Mina!!" Desisnya.


"Aku akan tetap mengawasi kamu Mina suka atau tidak suka karena hanya kamulah satu-satunya saudara yang masih aku punya!!" Kata wanita bertopeng itu lalu berkelebat pergi.


DDDRRRTTTT


📱"Assalamualaikum, apa?? Terluka lagi?? Bagaimana ceritanya?? Oke...saya akan langsung kesana!!"


KLIK...


Dokter Soedibyo baru saja meletakan bo*kongnya di sofa karena dia pun baru pulang dari rumah sakit tempat dia bekerja saat papi Jonas menelpon.


"Aduhhh, apa lagi yang dialami anak itu?? Lagian ngapain juga dia keliaran di luar rumah dalam keadaan yang masih kurang kondusif seperti sekarang ini?" Dengan cepat dokter Soedibyo bergegas keluar.


"Ma...Darma...jangan pulang dulu, antar saya ke mansion keluarga Jonas, Sandro terluka lagi di bekas jahitannya!!" Kata dokter Soedibyo saat melihat Darma supirnya sudah bersiap mau memasukan mobil ke garasi dan hendak bersiap untuk pulang ke rumah.


"Kok bisa bos? Apa yang terjadi dengan den Sandro??" Tanya Darma.


"Entahlah Darma, ayo cepat kita segera kesana...ngebut ya Darma, mansion keluarga Fahreza cukup jauh dari sini!!" Kata dokter Soedibyo.


Shanum hendak pergi meninggalkan Sandro setelah dia terpejam.


"Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak pergi bersama mas Wahid tadi sore tetapi kamu tetap bersikeras saja, begini kan akibatnya?" Desis Shanum sedih.


***Flashback on***


"Mas Sandro belum sembuh benar sudah mau pergi bersama dengan Wahid, aku khawatir lho mas, takut ada apa-apa!!" Kata Shanum sambil mengambilkan jaket Sandro.


Pria itu baru hendak menjawab pertanyaan istrinya saat matanya yang tajam melihat ada sekelebatan orang di dekat pintu kamar mereka yang sedikit terbuka.


"Apa urusanmu sih?? Ingat Shanum saya belum menganggap kamu istri saya sepenuhnya karena ingatan saya belum pulih, bisa jadi kan kamu hanya mau mengaku-ngaku saja sebagai istri saya??" Sentak Sandro pada Shanum yang tertunduk sedih mendengar perkataan Sandro padanya.

__ADS_1


"Maafkan mas Sandro ya Num, tapi sandiwara ini harus mas Sandro lanjutkan karena mas ingin tau apa dan siapa orang yang ingin membunuh kita dan apa motif sebenarnya!!" Batin Sandro.


Sungguh hatinya terasa sedih telah membentak istrinya sendiri tetapi semua demi meyakinkan si penyusup itu.


"Aku yakin dia tinggal di mansion ini juga dan tidak sendirian artinya dia dibantu oleh orang dalam yang kenal seluk beluk keluarga ini!!" Batin Sandro lagi.


Sandro merasa lega saat dia melirik orang itu sudah tidak ada lagi di sana.


"Dia seorang wanita berperawakan tubuh sama dengan Mina tapi dia bukan Mina, karena yang aku tau Mina memiliki tahi lalat kecil di dagu kirinya sedangkan wanita yang lewat tadi memiliki tahi lalat di pipinya." Batin Sandro lagi.


"Maafkan saya ya, tapi kamu tidak usah khawatir saya bisa menjaga diri kok!!" Kata Sandro lalu berdiri dan beranjak dari dalam kamar itu.


"Aku hanya nggak mau jika kamu dan anak-anak berada di dalam bahaya Num!!" Batin Sandro sambil beranjak pergi.


***Flashback off***


Shanum memandang Sandro sekali lagi lalu melangkah keluar pintu dan menutupnya.


Sepeninggal Shanum, Sandro tampak membuka kedua matanya perlahan.


Tak lama dokter Soedibyo masuk ke kamar Sandro dan menutup rapat pintunya.


"Bangunlah Sandro Soedibyo, papi tau kamu hanya berpura-pura tertidur!!" Kata dokter Soedibyo pada putranya itu.


Tampak Sandro membuka matanya perlahan.


"Ceritakan pada papi bocah nakal, kenapa kamu bisa sampai babak belur begini!!" Kata dokter Soedibyo sambil menoyor kepala Sandro.


Sandro lalu menceritakan semua pada papi nya sampai dengan penyerangan di dalam kamar dan penyerangnya adalah orang yang sama. Tak lupa juga Sandro menceritakan kejadian senja tadi yang menimpa mami Tiara dan putranya di kamar yang ada ular kobranya.


"Berarti nyawa keluarga ini dalam bahaya Sandro, ada seseorang atau bahkan mungkin lebih yang sedang mengincar nyawa keluarga ini!!" Kata dokter Soedibyo lagi.


"Tetaplah kamu lanjutkan aktingmu, papi juga akan ikut membantu menambah penjagaan di sekitar kalian agar tidak terjadi lagi seperti kejadian senja tadi...ya sudah kamu beristirahat, papi akan keluar dulu!!" Lalu setelah selesai mengobati luka-luka Sandro, dokter Soedibyo keluar dari kamar.

__ADS_1


"Jonas, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu tetapi tidak di tempat ini karena aku merasa Mansion kamu ini sudah kemasukan penyusup dan kita tidak tau siapa mereka berat dugaanku yang mereka incar itu adalah kamu atau istrimu, sedangkan Sandro dan Shanum serta yang lainnya hanyalah terkena imbasnya saja." Kata dokter Soedibyo menuliskan chatnya.


Dia sengaja tidak mau menyampaikan secara langsung pada Jonas karena dokter Soedibyo tidak pernah mempercayai siapa pun.


Saat menuju ke ruang keluarga mata dokter Soedibyo sempat melirik dan sempat bertatapan dengan Mina.


"Itu kan wanita yang selalu bersama Tiara?? Entahlah tapi mengapa kok aku seperti pernah melihat wajahnya tapi di mana?? Aduuuhhh dasar otak orang tua seperti aku ini sudah pada tumpul jadi susah jika diminta untuk mengingat sesuatu!!" Lirih Soedibyo lalu meneruskan langkahnya menuju ruang keluarga.


"Bagaimana keadaanmu Tiara??" Tanya Soedibyo pada besannya itu.


"Syukurlah aku sudah tidak apa-apa, yang masih menjadi tanda tanya besar siapa orang yang memasukan ular itu kedalam kamarku? Dan mengapa dia ingin mencelakaiku?" Tanya Tiara.


Yang jelas orang itu sepertinya memang menginginkan kamu celaka, dan yang pasti itu perbuatan orang yang tinggal di mansion ini juga sebab jika orang luar yang melakukannya tidak mungkin dia hapal jam-jam di rumah ini!! Dia memang sengaja menunggu keadaan sepi dan lengang berarti dia orang di dalam sini juga atau jika dia memang orang dari luar berarti ada orang di dalam yang sudah bersekutu dan memberikan akses pada musuh untuk memudahkan rencana mereka." Kata dokter Soedibyo.


Tak lama Mina muncul sambil membawa teko teh dan gelasnya beserta cemilan untuk mereka semua.


Dokter Soedibyo menatap Mina lekat-lekat. Lalu dia beralih menatap Jonas mau pun Tiara.


"Wanita ini ternyata wajahnya mirip sekali dengan Jonas, masa iya dia anak Jonas?" Batin Soedibyo.


Sebagai seorang dokter yang sudah berpengalaman Soedibyo melihat kearah gelas-gelas mereka.


"Apa itu?? Mengapa gelas Tiara walaupun samar aku seperti melihat cairan kehijauan?? Atau karena pengaruh teh hijau yang dituangkan oleh Mina kedalam gelas kami??" Batin dokter Soedibyo lalu dia melihat kearah gelasnya dan gelas lainnya.


"Tidak...warna itu bukan hanya penglihatan mataku tetapi memang gelas itu berwarna hijau samar." Batin dokter Soedibyo lagi.


*


*


***Bersambung...


Apa kah yang menjadi kecurigaan dokter Soedibyo itu menjadi kenyataan?

__ADS_1


Mohon dukungannya selalu ya reader dan ikuti terus kisah mereka di next episode😊😊


__ADS_2