
'Iya mas, Shanum selalu berdoa kok agar keluarga kita selalu dalam lindunganNya." Bisik Shanum.
Baginya tempat ternyaman untuk bersandar saat ini adalah bahu dan pundak suaminya.
Kesabaran dan kelembutan Indra membuatnya semakin lama semakin jatuh hati pada lelaki mantan atasannya di kantor dulu itu.
*********
"Man...kamu kenapa??? sudah beberapa hari ini ibu lihat kamu itu murung saja, ada apa nak??" kata ibunya.
Rahman yang semenjak pulang dari rumah sakit memutuskan untuk tinggal di rumah orang tuanya, dia sedikit trauma jika harus balik kerumahnya lebih lama.
Bayangan seekor ular yang menggigit di bawah perutnya dan mengakibatkannya menjadi impoten sangat menakutkan baginya.
"Nggak bu, Rahman cuma takut untuk kembali kerumah lagi!!" kata Rahman.
"Sebenarnya ada yang ingin Rahman katakan pada ibu!!" kata Rahman lagi.
"Apa itu??" kata ibunya.
"Ibu ingat dengan wanita yang membesuk Rahman dan juga sekarang ada di rutan karena telah melakukan penyerangan dan penganiayaan pada Shanum di kantin rumah sakit kan??" tanya Rahman.
"Iya ibu ingat, wanita cantik tapi seperti kena tekanan mental itu kan...teganya dia menganiaya wanita seperti Shanum!! setahu ibu selama menikah denganmu, jangankan punya musuh, berkata kasar saja hampir tak pernah ibu dengar!! dia tipe istri dan ibu yang baik bagi suami dan anak-anaknya, Man!! sayang kebaikan dan kesetiaannya telah kamu sia-siakan." Kata ibunya lagi.
"Iya bu, Rahman mengakui semua kesalahan dan kekhilafan Rahman!! Banyak wanita yang berhubungan dengan Rahman tapi tak ada yang seperti Shanum." Kata Rahman.
"Bukannya Rahman membanding-bandingkan tapi memang kenyataannya bahwa Shanumlah yang terbaik buat Rahman!!" kata Rahman sambil matanya menelaah isi ruang tamu ibunya.
"Bu, foto pernikahan Rahman dan Shanum itu mau Rahman bawa pulang kerumah ya!!" pinta Rahman.
"Oo jangan...hanya itu kenangan yang ibu punya tentang istrimu." Kata ibunya lagi.
"Ibu kan masih punya itu!!" tunjuk Rahman pada sebuah foto lain saat Shanum menggendong Chiro yang masih kecil dan Rahman menggandeng Chika dengan diapit oleh ibu, bapak dan kakaknya.
"Iya Man, kalau tidak salah kamu kan juga punya foto itu di rumahmu sana??" tanya ibunya.
"Kalau yang di rumah sekarang sudah nggak ada lagi bu, sudah dibuang oleh Yanti waktu itu karena dia cemburu pada Shanum!!" jawab Rahman.
__ADS_1
"Ya itu salahnya sendiri...dia toh sudah tau kalau kamu itu laki-laki yang masih terikat pernikahan dengan perempuan lain, mengapa dia masih mau melanjutkan hubungan kalian??? sampai rela menyerahkan keperawanannya padamu segala...akhirnya dia menyesal setelah melihat sendiri bahwa suaminya lelaki seperti apa?? jangankan dia yang hanya istri kedua, istri pertamanya saja mampu dia khianati, apa lagi hanya istri kedua saja??" cibir ibunya pada Rahman yang hanya diam menunduk tak menanggapi ucapan dan sindiran pedas dari ibunya.
"Tapi ibu fikir, kamu juga keterlaluan Rahman!! Bagaimanapun Yanti itu masih istrimu dan kamu punya anak dari pernikahan kalian, apakah kamu sudah mencoba menghubungi Yanti ataupun orang tuanya di Malaysia sana??" tanya ibunya Rahman.
"Sudah bu, tapi sepertinya mereka sengaja memutuskan hubungan dengan Rahman...berkali-kali Rahman telepon tapi sudah tidak bisa tersambung lagi!! mungkin mereka sudah ganti nomor telepon." Jawab Rahman.
"Ya sudahlah, sebaiknya kamu tinggal lagi bersama ibu dan bapak di sini, kakakmu kan susah mau sering-sering kemari, apalagi sekarang dia juga punya seorang bayi dan anak pertamanya juga sudah masuk sekolah!!" kata ibu lagi.
"Rumahmu di sana terserah mau kamu kontrakan atau mau kamu jual lagi, tapi saran ibu lebih baik kamu rawat saja, siapa tau suatu hari Shanum dan anak-anak bisa kembali bersama denganmu lagi, kita tidak tau keajaiban itu bisa saja terjadikan??" kata ibu dengan penuh pengharapan.
Rahman tau ibu, bapak dan kakaknya sangat menyayangi Shanum dan anak-anaknya...mereka sempat membenci Shanum karena fitnahan dari Rahman dan Yanti tapi kebenaran itu memang selalu ditunjukan oleh Allah bagi hambanya yang memang tak bersalah bahkan kini karmanya menghantam balik kepada Rahman dan Yanti sendiri.
***********
Bandiah sedang duduk santai di kamar kos-kosannya saat ponselnya berbunyi.
"Nomor baru?? nomor siapa ya?? gumam Bandiah.
"Angkat nggak ya?? takutnya malah telepon jahil untukku!!" gumamnya lagi.
📱"Assalamualaikum...ini siapa??"
📱"Mbak Di...lama amat mengangkat teleponnya sih?? sombong betul sekarang??
📱"Astaghfirullah...kamu thoh Rafli Andarian!! sombong apaan, kamu tuh yang nggak pernah lagi menelponku, ditelepon nomormu sudah tidak aktif lagi, ya kupikir kamu sengaja sudah memutuskan tidak mau diganggu oleh kita-kita temanmu!!"
📱"Nggak mau diganggu bagaimana, orang ponselku hilang saat aku bertugas mengejar seorang buronan waktu timku ada di Sumatra waktu itu, untungnya aku suka mencatat nomor telepon di buku kecil, bukan hanya tersimpan di ponsel saja, jadi kucarilah nomor kalian!!
📱"Nomornya mbak Shanum tuh yang tidak bisa dihubungi lagi, mentang-mentang sekarang sudah bahagia!!"
📱"Ketus amat pak, masih nyimpen rasa cinta ya!! kok gitu amat bicaranya!!"
📱"Apaan sih mbak Di?? tapi memang benar, ponselnya sudah tidak bisa dihubungi lagi!!"
📱"Iya dia ganti nomor sebab dia diteror terus sama mantan istri Indra!! ini aja Shanum baru keluar dari rumah sakit karena penganiayaan yang dilakukan oleh Pingkan di kantin rumah sakit tepat di depanku lagi!!"
📱"Masya Allah...terus bagaimana keadaan mbak Shanum sekarang?? apakah dia baik-baik aja??"
__ADS_1
Dari nada suaranya Rafli terdengar sangat panik mendengar Pingkan telah menganiaya Shanum.
📱"Syukurlah tidak apa-apa hanya kepalanya mendapat tujuh jahitan dan perutnya yang telah diinjak oleh Pingkan juga sudah tidak apa-apa!!"
📱"Masya Allah bu Pingkan itu seperti manusia jelmaan iblis saja, jahat banget sama orang lain...bukan hanya wajahnya yang jutek tapi hatinya juga jahat."
📱"Satu lagi Rafli yang harus kamu tau, bu Pingkan sekarang ada di rutan, tetapi entah benaran atau pura-pura nggak ada yang tau, dia terkena gangguan mental berat dan mengharuskannya dirawat di rumah sakit jiwa!! tapi entah mengapa kami semua merasa khawatir, kami merasa itu hanya siasat bu Pingkan agar terlepas dari jeratan hukum atas apa yang telah dia lakukan pada Shanum."
📱"Terus, bagaimana dengan bu Sheilla?? kudengar pelariannya belum juga tertangkap sudah hampir dua bulan ini, begitu juga dengan kekasih gelapnya bu Sheilla yang bernama Hansen itu, juga pacarnya Anna yang juga ikut menjadi buronan sekarang??"
📱"Nah itu dia, sampai sekarang keberadaannya belum juga diketahui karena bu Sheilla tidak pernah melakukan transaksi melalui atm dan bank manapun begitu juga dengan orang tuanya tak pernah tampak mengirimkan uang lewat transfer atau apapun pada bu Sheilla, itulah yang membuat polisi kesulitan melacak keberadaannya."
📱"Mungkin aku yang harus pergi kembali ke sana mbak Di...aku yang akan mengambil alih kasus bu Sheilla serta komplotannya, sekaligus mencari tau kebenaran kondisi keadaan bu Pingkan yang sebenarnya!! tunggu aku ya mbak Di, aku akan datang lagi ke kota kalian."
📱"Wah...bener begitu Rafli?? baiklah aku dan Shanum akan menunggu kedatanganmu kembali!!"
📱"Oke mbak Di, sampai ketemu lagi di kota kalian ya...aku pasti akan datang kembali...sampaikan salamku untuk mbak Shanum juga ya!! Assalamualaikum!!"
📱"Waalaikum salam!!"
Lalu sambungan telepin antara keduanya terputus.
"Aku akan menunggu kedatanganmu Rafli...andai saja kamu tau, aku sudah jatuh hati padamu sejak aku melihatmu untuk pertama kalinya dulu...tapi apa daya, aku hanyalah seorang janda yang ditinggal mati suami dan kini hanya hidup sebatang kara!! aku hanya punya Shanum sebagai kawan baikku, aku akan ikut menjaganya dari tangan jahat siapapun juga yang ingin menyakiti dirinya dan anak-anaknya yang sudah kuanggap sebagai keponakanku!!"
Bandiah menatap layar ponselnya. Banyak terdapat foto-foto Rafli dengan berbagai macam gaya ada di sana!!
Mencintai dalam diam. Itulah yang dilakukan oleh Bandiah sekarang ini.
*
*
***Bersambung...
Akankah Rafli mengetahui perasaan Bandiah yang sesungguhnya??
Jangan lewatkan kisah mereka dalam episode selanjutnya.
__ADS_1