Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 76 Keinginan Rahman


__ADS_3

"Kitakan temannya sewaktu bekerja dulu Rafli, lagian aku itu tau persis mas Indra itu orangnya bagaimana, jadi kamu nggak usah khawatir jika dia cemburu padamu, toh kamu menemui Shanum juga berdua denganku kan??? tidak sendirian!!" kata Bandiah meyakinkan Rafli.


"Okelah kalau begitu, aku nurut aja mbak sama ajakannya mbak Di!!" jawab Rafli.


"Oohh jadi maksudmu, aku nyebur ke kali kamu juga ikut nyebur, begitukah??" tanya Bandiah sambil senyum-senyum.


"Ya nggak gitu juga kali konsepnya mbak Di!!" kata Rafli lagi.


"Sehabis ini kita keruangannya mas Indra sama mas Elang dulu yuk, sebaiknya kamu ceritakan saja tentang penemuan kamu itu semalam!!" kata Bandiah.


"Okelah mbak!!" kata Rafli.


Belum sempat Rafli dan Bandiah melangkah jauh....


"Rafliiii my honey, bunny, sweety!!" teriak seseorang.


"Aduh...mak comel, lihat saja dia kamu datang kemari!!" kata Bandiah pada seorang wanita janda separuh baya yang comel dan genitnya tak ketulungan makanya anak-anak memberinya nama mak comel.


Melihat Rafli meringis Bandiah jadi tak sampai hati.


"Mbak Eli, temu kangennya sama Rafli entar dulu ya...sebab Rafli mau keruangannya mas Indra dan mas Elang dulu siapa tau nanti Rafli keterima bekerja di sini lagi, kan mbak Eli bisa setiap hari ketemu!!" kata Bandiah mencoba mengalihkan perhatian Eli.


"Oh, begitu...oke deh kalau begitu tapi nanti setelah itu temui mbak Eli ya Rafli sayang!!" katanya tersenyum genit.


"Beres mbak!!" kata Rafli sambil mengacungkan jempolnya.


"Aduh selamet...selamet!!" kata Rafli sambil menarik tangan Bandiah untuk pergi dari sana.


DEG...


Bandiah yang tangannya ditarik dan digandeng oleh Rafli merasa berbunga-bunga hatinya.


**********


"Num, bagaimana luka jahitan di kepalamu sudah tidak sakit lagi kan??" tanya mami Tiara.


"Alhamdulillah sudah baikan mi, sudah nggak sakit lagi bekas lukasnya!!" kata Shanum.


"Mami ingin mengajakmu jalan keluar tapi mami takut terjadi sesuatu lagi nanti denganmu, sebaiknya tunggu Indra saja!!" kata mami Tiara yang masih khawatir dengan keselamatan Shanum.


"Iya mi, kita bisa minta dokternya datang kemari dan memeriksa Shanum!!" kata Shanum lagi.

__ADS_1


"Kamu yang sabar ya Num, mami dulu juga menyesal merestui bahkan terkesan memaksakan pernikahan Indra dan Pingkan padahal mami tau cintanya Indra ke kamu bukan ke Pingkan." Kata mami Tiara.


"Dalam waktu dekat ini sidang perceraian Indra dan Pingkan digelar lagi, jika tak ada aral melintang, Indra akan resmi bercerai dari Pingkan dan akan segera meresmikan pernikahannya denganmu!!" kata mami mertuanya itu dan Shanum hanya mengangguk saja mengiuakam.


Chika sama Chiro sudah pergi sekolah??" tanya mami Tiara.


"Sudah mi, tadi ibu yang ikut mengantar mereka sama supir, dodi tadi juga ikut mengantar kesekolah kok, sekedar berjaga-jaga saja." Kata Shanum.


"Sekali lagi maafkan mami, Shanum...gegara mami kamu dan keluargamu jadi ikut terseret seperti ini tapi jika tidak begini mami nggak akan tau kelakuan Pingkan yang sebenarnya." Kata mami Tiara.


"Walaupun terlambat tapi mami bersyukur Indra bisa terlepas dari wanita ular itu!!" mami Tiara memeluk Shanum dengan erat.


"Shanum juga bahagia bisa diterima oleh keluarga mas Indra...tidak sia-sia mas Indra selalu menyelipkan pesan pada Shanum untuk selalu berdoa memohon pada yang Kuasa agar mami dibukakan pintu hatinya agar bisa menerima Shanum dan keluarga Shanum, menerima segala kelebihan dan kekurangan Shanum!!" batin Shanum sambil menitikan air mata.


Papi Jonas yang baru akan berangkat ke kantor juga ikut terharu akhirnya istrinya sadar juga siapa wanita terbaik yang akan mendampingi Indra sekaligus mengajarkan kepada istrinya agar tidak memandang orang lain hanya dari fisik dan luarnya saja karena penampilan terkadang bisa menipu pandangan seseorang.


Belum tentu yang tampak bagus di luar juga bagus sampai kedalam hatinya, dan begitupun sebaliknya...yang nampak sederhana dan terkesan biasa saja dari luar mungkin dia lebih memiliki akhlak yang mulia seperti menantunya yang sekarang ini!!


"Terima kasih ya Allah Engkau telah mengabulkan doa hambamu ini!! " batin papi Jonas.


***************


"Assalamualaikum, selamat pagi bu!!" sapa Rahman.


"Waalaikum Salam...!!" bu Karti mengangkat wajahnya dan melihat siapa yang menyapanya.


Begitu dia tau siapa orang yang telah menyapanya, wajah bu Karti berubah drastis.


"Kamu Rahman, tumben kamu menyapa saya dengan sopan??" tanya bu Karti.


Dari nada suaranya terdengar bu Karti kurang suka bahkan mungkin tidak suka sama sekali dengan Rahman.


"Maafkan saya jika selama ini saya selalu kurang bersikap sopan sama ibu!!" kata Rahman dengan raut wajah menyesal.


"Ada apa kamu menghampiri saya kemari??' kata ibu Karti.


Nada bicaranya sudah tidak seketus tadi tapi masih terdengar jutek.


"Ibu menunggu Chika dan Chirokah??" tanya Rahman.


"Iya!!" kata bu Karti singkat.

__ADS_1


Dia berharap Rahman segera pergi dari sini dia sungguh merasa tidak nyaman.


"Bu, bolehkah jika suatu hari nanti saya bertemu dengan Chika dan Chiro anak saya??" tanya Rahman pada mantan ibu mertuanya.


"Untuk apa atau punya niat apa kamu mau menemui mereka??" tanya Ibu Karti jadi tak enak hati.


"Saya bapak mereka bu, saya juga berhak untuk menemui mereka." Jawab Rahman memelas.


"Pertanyaannya, apakah mereka juga mau bertemu denganmu??"tanya bu Karti.


Rahman jadi terdiam. Dia menyadari bahwa dia bukanlah seorang bapak yang baik, terlalu banyak kesakitan yang telah dia berikan pada keluarganya.


Maka dari itu dia ingin merubah semua perbuatannya pada keluarganya, diterima ataupun tidak oleh Chika dan Chiro serta Shanum.


itu nanti jadi urusan dirinya.


"Saya akan mencobanya bu, nggak ada salahnya saya mencoba membangun hubungan yang baik lagi dengan keluarga saya!!" kata Rahman.


"Maafkan atas semua kesalahan yang pernah saya lakukan bu, sekali lagi saya ucapkan permohonan maaf saya ke ibu!!" kata Rahman lalu dia beranjak pergi meninggalkan bu Karti dengan perasaan sedih.


"Aku tau bu, kalian tak akan mudah untuk memaafkan, tapi aku akan terus berusaha untuk memperoleh maaf dari kalian." Gumam Rahman.


TOK...TOK..TOK


"Iya, masuk!!" kata Indra dari dalam ruangan kerjanya.


Sesaat Rafli ragu untuk ikut masuk tetapi Bandiah terus menarik tangannya agar tak bisa lari lagi dari hadapan Indra.


"Aduh...aku kok jadi gugup gini sih??" gumam Rafli.


Aku jadi nggak enak hati pada pak Indra, mbak Di!!" jawab Rafli ragu-ragu.


"Ayo katanya tadi mau menceritakan penemuanmu semalam pada mas Indra dan mas Elang, justru mereka harus tau agar mereka bisa senantiasa waspada!!" kata Bandiah.


*


*


***Bersambung...


Jangan lupa dukungannya, like, komen, vote, favorit dan rate nya yo reader tercinta!!🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2