Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 141 Cerita Sedih


__ADS_3

"Lalu dengan siapa selama ini umi tinggal??" Kata Rafli.


"Umi tinggal dengan sepasang suami istri yang rumah mereka tak jauh letaknya dari jurang sebelah timur!!" Kata Bandiah.


"Syukurlah, kapan-kapan ajak abi kesana untuk menemui mereka sekaligus untuk mengucapkan terima kasih karena telah menolongmu dan Radhian!!" Kata Rafli lagi.


**************


"Tampaknya kapten bahagia sekali hari ini, ada apa??" Tanya sersan Surya.


"Istriku sudah kembali sersan, bahkan kini dia pulang bersama bayi kami!! Kata Rafli tampak sumringah.


"Luar biasa...bagaimana ceritanya istri kapten bisa selamat dari mobil yang terbakar itu?? Luar biasa sekali, benar-benar perempuan yang tangguh!!" Kata sersan Surya tersenyum.


"Istri saya melompat keluar mobil sebelum mobil itu masuk lebih jauh kedalam jurang dan meledak di sana." Kata Rafli.


"Luar biasa, dalam keadaan hamil besar bukan hanya bertaruh nyawa untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk bayinya!!" Kata sersan Surya.


"Itulah makanya saya bangga sekaligus bersyukur mempunyai istri seperti dia, sersan!!" Kata Rafli.


"Di mana istri kapten tinggal selama ini??" Tanya sersan Surya.


"Katanya di jurang sebelah timur!!" Jawab Rafli


Sersan Surya tampak termenung sesaat.


"Kamu kenapa??" Tanya Rafli pada anak buahnya itu yang mendadak terdiam.


"Bisakah sepulang dinas sore ini kita datang ke jurang itu kapten?? Sepertinya melewati sisi jalan sebelah timur!!" Kata sersan Surya pelan seolah sedang memikirkan sesuatu.


"Okelah...sepertinya kamu penasaran sekali sersan!!" Kata Rafli.


Rafli dan Surya mengendarai motor masing-masing dari tempat mereka bertugas hingga tiba di tempat yang di katakan oleh Bandiah itu.


"Tempat itukah yang di maksud kapten??" Tanya Surya.


"Sepertinya seperti itu sersan!!!" Kata Rafli.


Sesaat tampak Surya termenung lalu dia turun dari motornya dan berjalan sedikit ke pinggir jurang.


"Kapten lihat, tak ada jalan barang setapak pun di jurang sebelah timur ini, jadi tak mungkin ada yang tinggal di sekitar sini!!" Kata sersan Surya.


"Maksudmu gimana sih sersan?? Tapi tak mungkin juga lah istri saya itu berbohong??" Tegas Rafli lagi.

__ADS_1


"Saya juga tak mengatakan bahwa istri kapten berbohong, bolehkah saya bertemu dengan istri kapten untuk bertanya lebih lanjut??" Tanya sersan Surya lagi.


Rafli terdiam sesaat sambil mempertimbangkan permintaan Surya.


"Baiklah ayo kita mampir ke kontrakan saya!!" Kata Rafli akhirnya.


"Assalamualaikum...mi!!" Kata Rafli memberi salam dari depan pintu.


"Waalaikum Salam!!" Sahut Bandiah dari dalam. Rupanya wanita bertubuh mungil itu sedang memasak.


"Oh ada tamu, masuk bi...silakan masuk mas!!" Kata Bandiah.


Bandiah masuk sambil menyiapkan minuman dan gorengan pisang untuk suami dan tamu nya.


Tak lama dia masuk dan keluar lagi sambil menggendong Radhian yang sudah bangun dari tidurnya.


"Perkenalkan mi, ini sersan Surya anak buah abi di kantor!!" Kata Rafli.


Setelah cukup perkenalannya akhirnya Surya bertany pada intinya.


"Mbak Di...selama ini mbak dan dedek bayi tinggal di mana??" Tanya Surya pada Bandiah.


Akhirnya Bandiah menceritakan semua yang menimpanya selama ini.


"Iya mas, namanya ibu Maria dan pak Josef!!" Kata Bandiah jujur.


"Apa??" Kata Surya membelalakan matanya.


"Bagaimana ciri-ciri mereka berdua mbak??" Tanya Surya dengan wajah yang sudah pucat pasi.


"Ibu Maria itu sosok wanita yang cantik dan keibuan begitu pula dengan pak Josef!! Rasanya wajah pak Josef itu...iya wajah pak Josef mirip sekali dengan mas Surya!!" Kata Bandiah.


Rafli juga terhenyak mendengar perkataan istrinya lalu menatap Surya yang sudah menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Lalu Surya mengambil selembar foto lama dari dalam dompetnya dan memperlihatkannya pada Rafli dan Bandiah.


"Seperti inikah sepasang suami istri yang mbak lihat itu??" Tanya Surya.


Bandiah mengambil foto dari tangan Surya dan memperhatikan dengan baik.


"Iya benar, ini memang mereka!! Bagaimana mas bisa mendapatkan foto mereka??" Tanya Bandiah.


"Karena keduanya adalah ayah dan ibuku, sepuluh tahun lalu waktu saya masih berumur lima belas tahun, kami bertiga berniat mengunjungi paman dan bibi di kota sebelah tetapi karena saat itu saya sedang melaksanakan ujian sekolah hari terakhir maka ayah dan ibu memutuskan untuk pergi terlebih dahulu di acara paman dan bibi."

__ADS_1


"Saya dan kakak saya akan menyusulnya setelah ujian selesai sampai tiba saatnya kami mendengar kabar sebuah mobil toyota kijang dengan plat mobil XXXX terjun bebas masuk kedalam jurang karena cuaca buruk menyebabkan mobil oleng dan terpeleset masuk jurang!!" Kata Surya pelan.


Sampai di situ air matanya sudah deras membanjiri pipinya. Sedangkan Rafli dan Bandiah sudah mulai merasakan tak enak hati.


Kedua orang tua saya tewas dalam kecelakaan itu dan karena jurang itu cukup terjal dan cuaca buruk maka baru dua hari kemudian jenazah keduanya baru bisa ditemukan!!" Kata Surya.


"Mereka naik sepeda ontel model dulu!!" Kata Bandiah lirih.


"Oh sepeda itu, sepeda ontel itu akan diberikan ayah untuk paman dan bibi!!" Kata Surya.


"Bi, jika benar apa yang dikatakan oleh Surya itu, berarti????" Bandiah tak dapat melanjutkan perkataannya.


"Pantas setiap malam menjelang subuh Radhian selalu menangis, bi!! Ternyata Umi bukan tinggal bersama manusia, tapi mereka berdua telah menolong umi melahirkan bi...jika tidak ada mereka berdua mungkin umi sudah tidak ada lagi di dunia saat ini!!" Kata Bandiah.


"Mereka berdua juga yang membantu merawat Radhian, memberikan tempat tinggal dan perlindungan bahkan mengantarkan kami berdua sampai ke pick up yang membawa kami ke kota." Kata Bandiah lagi.


"Mi apa sepanjang perjalanan puck up yang umi tumpangi umi ada berselisihan dengan kendaraan lainnya??" Tanya Rafli akhirnya angkat bicara.


Bandiah tampak berpikir sesaat.


"Sepertinya nggak ada bi, lagian umi nggak terlalu memperhatikan tau-tau pick up yang umi tumpangi sudah keluar dan tiba di jalan besar dan kami berpisah karena berbeda arah tujuan." Kata Bandiah lagi.


"Mereka semua bukan manusia mi, makanya Radhian selalu menangis karena bayi itu lebih peka dari kita orang dewasa." Kata Rafli.


"Tapi alhamdulillah mereka semua tak ada yang berniat jahat padamu dan bayi kita, bahkan sudah berbaik hati mengantarkan kalian berdua." Kata Rafli.


Mereka semua terdiam.


"Mbak, apakah mereka berdua baik-baik saja sekarang??" Tanya Surya dengan suara lirih seperti menahan kesedihannya.


"Saya kangen banget sama mereka berdua mbak!!" Kata Surya lagi.


"Terakhir saya bertemu ayah dan ibu saat saya hendak pergi sekolah tanpa pesan dan kesan apa pun tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal sekalipun!!" Isak Surya.


Rafli hanya bisa merangkul pundak anak buahnya itu untuk memberikannya kekuatan sementara Bandiah juga terpaku dan tak habis pikir pada kejadian yang telah dialaminya bersama Radhian selama semingguan ini.


*


*


***Bersambung...


Lanjut ke episode berikutnya ya reader🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2