Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 100 Arti Kehilangan


__ADS_3

"Num, kamu ingat nggak tempat ini?? aku dan Indra sering makan di sini lalu kamu lewat bersama Chika dan Chiro sambil membawa karung berisi potongan triplek untuk kayu api!!" kata Elang sambil tersenyum mengingat masa bertahun-tahun yang lalu itu.


"Iya, kamu ingat nggak saat aku menabrak motor besarmu terus kamu marah-marah walaupun aku sudah meminta maaf padamu!!" kata Shanum.


"Iya aku ingat dan aku memang sengaja melakukan itu kepadamu karena dari pertama aku melihatmu aku itu sudah jatuh hati kepadamu, Num!!" kata Elang menatap dalam manik mata coklat milik Shanum.


Seketika Shanum terdiam mendengar perkataan Elang yang sangat tidak disangka olehnya.


"Seorang Elang yang galak dan suka memerintah seenak jidatnya menyukai aku??" batin Shanum merasa lucu dengan perkataan Elang.


HUFT...


HA...HA...HA


"Jangan melucu deh mas Elang, mas Elang ini tau aja aku sedang bersedih!!" kata Sena sambil tertawa.


Tapi Elang diam saja melihat Shanum tertawa, seolah dia berusaha meyakinkan Shanum dengan perkataannya tadi.


"Apakah aku lucu, Num?? kamu pikir aku sedang bercanda atau sedang menghiburmu??" tanya Elang dengan wajah serius.


"Ya, bagaimana aku tidak tertawa...rasanya tak masuk di akal saja seorang Elang yang kaya, tajir, tampan, seorang kepala perawat pula mau dan suka sama wanita nggak jelas kedudukannya, hanya seorang cleaning service dan pada saat itu berstatus janda anak dua pula!!" kata Shanum panjang kali lebar.


"Memang dengan perbedaan status, apakah kita dilarang jatuh cinta?? kita berdua cuma manusia biasa loh...hati dan perasaan kita bisa berubah dalam waktu hitungan detik sekalipun jika Allah ingin merubahnya!!" kata Elang.


Shanum jadi terdiam mendengar perkataan Elang dan berusaha mencerna setiap perkataan duda tampan itu.


"Dulu aku memang pernah jatuh hati padamu, Lang!! tapi kulihat kamu sepertinya sangat membenciku walaupun aku tidak tau sebesar apa sebenarnya salahku kepadamu, sorot matamu menatapku selalu sinis dan seperti memandang jijik padaku, karena itu rasa suka dan kagumku perlahan memudar dan hilang tak berbekas, sekarang kamu datang lagi dan mengucapkan hal yang sudah aku pendam dan aku kubur sekian tahun yang lalu??" batin Shanum.


Shanum menunduk dan mengaduk es jeruk dengan sendok yang ada di depannya.


"Itu semua sudah lewat mas, sekarang aku sudah menikah dan punya anak dari mas Indra, apalagi kondisi mas Indra sedang sakit seperti sekarang ini, tak pantas rasanya aku bicara seperti ini mengungkit semua kenangan masa lalu." Kata Shanum.


"Kamu benar Num, tak sepantasnya aku berkata seperti ini di saat sahabatku sedang berjuang melawan sakitnya seperti sekarang ini!!" kata Elang lagi.

__ADS_1


Mereka berdua terdiam sambil melanjutkan makannya dan terhanyut di dalam pikiran masing-masing.


"Aku sudah selesai mas, kita segera pulang yuk...mas Elang juga pasti sangat lelah kan??" kata Shanum berusaha mencairkan suasana yang tiba-tiba tidak nyaman.


Sepanjang perjalanan mereka diam. Terkadang saling melirik tapi tak ada yang berani memulai untuk membuka pembicaraan.


"Sudah sampai Num, pulang dan beristirahatlah agar tubuhmu segar kembali!!" kata Elang sambil tersenyum pada Shanum.


"Terima kasih ya mas Elang atas tumpangannya, mas Elang juga segera pulang dan beristirahatlah karena aku tau mas Elang juga menghadapi masalah yang tidak sedikit." Kata Shanum.


*************


Hansen dirawat dan ada di dalam pengawasan polisi sementara Sri kini masih berada di dalam tahanan di kantor polisi.


"Sri, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu!!" kata seorang polisi yang sedang dinas hari itu.


"Siapa pak?? bukannya ibu dan bapak saya tadi baru saja dari sini, masa kembali lagi??" tanya Sri.


"Bukan orang tuamu, dia mengaku bernama Darto!!" kata polisi tersebut.


Sri keluar dan melihat Darto duduk sedang menunggunya.


"Mas Darto!!" kata Sri dengan mata berkaca-kaca.


"Bagaimana keadaanmu, Sri??" tanya Darto walaupun dia sudah melihat keadaan Sri yang acak-acakan dan kacau balau begitu.


"Buruk mas, mungkin ini karma untuk Sri karena telah mengkhianati suami sebaik mas Darto!!" kata Sri tersenyum kecut.


"Mas Darto sendiri bagaimana keadaannya??" tanya Sri sambil memandang lelaki bertubuh mungil itu.


"Mas Darto kesini sekalian mau pamit kepadamu, mas Darto mau ikut teman untuk bekerja ke Sumatera, mas Darto mau memulai kehidupan baru di sana, lagi pula di sini mas tidak punya keluarga lagi!!" kata Darto.


"Soal biaya perceraian kita kamu nggak usah khawatir, mas sudah menanggung semua pembayarannya jadi kamu tidak perlu memikirkan soal biaya lagi."Kata Darto kembali yang membuat hati Sri semakin sedih.

__ADS_1


"Kamu baik-baik bertingkah laku ya, supaya kamu cepat bebas dari penjara dan memulai hidup baru lagi di luar sana." Kata Darto sambil menggenggam tangan Sri erat.


Sri tak kuasa menahan air matanya yang turun semakin deras.


Baru kini dia merasakan arti kehilangan yang sesungguhnya, mungkin benar apa yang dikatakan banyak orang, setelah dia tiada baru kita menyadari kalau kita mencintainya.


"Yo wesss...mas Darto pergi dulu ya Sri, mas sudah memaafkanmu jauh sebelum kamu meminta maaf pada mas hanya saja untuk bersama itu tak mungkin lagi karena terlalu dalam luka yang tertoreh di hati mas Darto!!" kata Darto lalu berdiri dari duduknya.


Saat Darto hendak pergi, Sri memanggilnya lagi.


"Selamat jalan mas Darto, semoga mas menemukan kebahagiaan di tempat yang baru nanti dan pastinya dengan wanita yang benar-benar tulus mencintai mas Darto dan bukan pengkhianat bang*sat seperti Sri!!" kata Sri mencoba tersenyum melepas kepergian Darto.


"Oh iya, lupa Sri...satu lagi!! rumah sudah mas Darto jual, mas hanya ambil sedikit untuk tambahan ongkos mas pergi ke Sumatera selebihnya mas titipkan si mbokmu agar saat kamu bebas dari penjara nanti, kamu bisa gunakan uang hasil penjualan rumah itu untuk modalmu melanjutkan hidup yang baru!!" kata Darto.


Lalu setelah itu dia berbalik melangkah pasti meninggalkan kantor polisi dengan hati yang terluka.


Manusia mana sih yang ingin melihat akhir pernikahannya seperti ini, semua orang ingin bahagia, tetapi Darto dan Sri tentu sudah punya takdirnya sendiri.


"Num, tidurlah...sudah larut malam!! kalau kamu begadang terus nanti malah kamu yang jatuh sakit!!" kata bu Karti.


"Iya bu sebentar, sedikit lagi setrikaan Shanum kelar!!" kata Shanum.


"Mertua kamu nginep di rumah sakit kah??"tanya bu Karti.


"Iya bu gantian sama Shanum dan mas Elang!!" kata Shanum.


"Yah semoga suamimu cepat sadar dan cepat sembuh agar kalian bisa berkumpul lagi seperti dulu." Kata bu Karti membelai rambut putrinya itu.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Mohon dukungannya ya reader, like, komen, vote, favorit dan rate nya🙏🙏


__ADS_2