
"Dasar manusia sampah menjijikan!! Seandainya tidak demi Indra dan Shamum, aku tidak akan mau memata-matai Elang seperti sekarang ini, bikin sial hidupku aja!!" Umpat Sandro.
Mobil yang membawa Elang terus melaju menuju apartemen dan tanpa mereka sadari mobil Sandro juga mengikuti mobil mereka.
Elang dan wanita sewaannya segera masuk keapartemen sementara Darma memarkirkan mobil Elang sekalian pamit pulang supaya tidak mengganggu bos nya itu.
Tanpa Darma tahu bahwa seseorang telah menyelinap masuk untuk memata-matai perbuatan Elang dan wanita sewaannya.
Kedua insan yang berlainan jenis itu terus berpacu membelah malam tanpa sadar bahwa seseorang telah merekam perbuatan mereka berdua.
"Bagus, teruskan perbuatan bejat dan mesum kalian!!" Seringai di bibir Sandro.
Setelah mendapat cukup video bukti maka perlahan Sandro menyelinap keluar dari apartemen tersebut.
"Keterlaluan kamu Elang, seminggu lagi adalah hari pernikahan kamu dan Shanum tetapi masih saja kamu berbuat mesum, kasihan Shanum!! Tetapi akan aku pastikan sebelum pernikahan itu terjadi kebusukanmu sudah akan terbongkar sekaligus keterlibatanmu dalam pembunuhan saudara kembarku." Lalu Sandro pergi dengan membawa mobilnya serta kembali berpura-pura sebagai Sandro yang idiot dan bodoh.
**************
Bandiah sedang membersihkan halaman depan. Rafli sedang di kamar mandi saat datang seorang pengantar paket.
"Paket!!"
"Paket untuk siapa ya?? Perasaan aku atau pun abi tak memesan barang online apa pun." Gumam Bandiah.
"Ini benar tempat tinggal Rafli Andarian??" Tanya pengantar paket tersebut.
"Iya mas, apa ada paket untuk suami saya??" Tanya Bandiah.
"Iya mbak, ini barangnya!!" Setelah paket diterima sang pengantar segera pergi.
"Paket apa sih ini?? Tapi kok enteng banget sih isinya apaan sih??" Kata Bandiah penasaran.
"Siapa mi??" Tanya Rafli yang baru keluar dari kamar mandi.
"Paket siapa mi?? Perasaan abi nggak pernah pesan apapun??" Kata Rafli.
"Umi buka ya bi!!" Kata Bandiah.
"Iya buka aja mi!!" Kata Rafli.
Dengan semangat Bandiah membuka paket tersebut.
"Apa ini abi??" Kata Bandiah dengan suara bergetar.
Tampak foto Rafli sedang berpelukan dengan seorang wanita cantik dan caption di bawahnya, "Together till forever, Rafli 💗 Tania!!"
Melihat ekspresi istrinya yang tak biasa Rafli dengan cepat merebut paket tersebut dan melihatnya.
"Dia siapa abi?? Kenapa abi masih menyimpan fotonya??" Tanya Bandiah.
__ADS_1
"Dia mantan pacar abi, mi!! Tapi kami sudah berpisah lama sekali!!" Kata Rafli.
"Jika dia masih menyimpan foto itu berarti dia masih cinta pada abi!!" Kata Bandiah.
"Buktinya dia masih cinta yaitu dengan dikirimkannya paket ini pada abi!!" Kata Bandiah pelan.
"Tapi abi tidak punya perasaan apapun lagi padanya mi, karena dia masa lalu abi dan umi masa depan abi!!" Kata Rafli sambil mendekap Bandiah erat.
Bandiah diam, dia tidak bisa berkata apapun seolah lidahnya kelu.
"Maafkan abi ya umi karena tak jujur selama ini pada umi, karena abi pikir ini sudah lama sekali bahkan abi tak menyimpan fotonya lagi." Rafli tetap berusaha memberikan penjelasan pada istrinya.
Sementara Tania tertawa senang di hotel tempat dia menginap.
"Ini baru awal Rafli, belum ada apa-apanya, sebentar lagi istri lugu kamu itu akan mendapatkan kejutan yang lebih!!" Kata Tania.
Bandiah masuk kedapur untuk menyiapkan makan malam seperti biasanya tetapi dia lebih banyak diam sekarang.
Rafli sadar perubahan sikap istrinya karena adanya masalah tadi sore.
"Sialan kamu Tania, dasar wanita gila!!" Umpat Rafli.
Sore beranjak malam. Hujan yang awalnya hanya gerimis kini jadi turun semakin deras.
Rafli sedang mengerjakan tugas kantornya sementara Bandiah menonton televisi dengan berbaring di ambal.
TOK...TOK
Rafli yang juga tengah fokus mengerjakan tugasnya pun berhenti sebentar juga ikut memasang telinga.
"Siapa yang mengetuk rumah kita hujan-hujan begini?? Masa ibu kost?? Tapi untuk apa??" Tanya Rafli lagi.
"Bisa jadi ibu kost bi!!" Kata Bandiah lalu dengan cepat membuka pintu depan.
"Permisi?? Apakah di sini tempat kediaman Rafli Andarian!!" Seorang wanita berdiri membawa koper dengan tubuh basah kuyup di depan pintu rumah kontrakan Bandiah dan Rafli.
"Iya!! Mbak mencari siapa ya??" Tanya Bandiah dengan hati yang sudah tidak enak.
"Saya Tania, saya datang dari jauh ingin bertemu dengan Rafli, kamu siapanya Rafli?? Pembantunya kah??" Tanya wanita itu enteng.
DEG...
Sakitnya hati Bandiah mendengar perkataan wanita yang berdiri tepat di depannya itu.
"Siapa mi??" Tanya Rafli dari tempat dia duduk lalu menutup laptopnya.
"Kau!!" Kata Rafli kaget bukan main melihat Tania berdiri tepat di depannya.
"Rafli!!! Tega banget sih kamu kembali ke kota ini tanpa pesan apapun padaku?? Minggir!!" Kata Tania menggeser tubuh Bandiah.
__ADS_1
Dia lari mendekati Rafli lalu memeluk Rafli dengan erat.
"Apa-apaan sih Tania?? Lepas!!" Kata Rafli menepis kedua tangan Tania.
"Mbak, jangan diam aja dong!! Buatkan aku teh hangat dong, aku kedinginan nih!!" Kata Tania pada Bandiah.
"Berani sekali kamu memerintah istriku!! Kami berdua tak pernah mengundangmu untuk datang kemari!!" Kata Rafli kesal.
"Nggak apa-apa bi, bukannya tamu harus kita hormati?? Terlepas dia diundang ataupun tidak untuk datang kemari!!" Kata Bandiah.
"Bukankah mbak ini pengirim paket tadi sore ya...hebat ya?? Paketnya baru datang sore tadi ternyata malam orangnya sudah datang kemari!!" Kata Bandiah lalu pergi ke dapur membuatkan teh.
"Katakan apa mau kamu menyusulku kemari??" Tanya Rafli datar.
"Aku sudah bilang, aku ingin balik sama kamu tidak peduli kamu sudah punya istri atau belum!!" Kata Tania.
"Gila kamu ya??" Kata Rafli emosi.
Bersamaan dengan Bandiah datang membawa secangkir teh untuk Tania.
"Oh iya mbak, malam ini mbak boleh tinggal di kontrakan kami tapi hanya untuk malam ini, besok mbak silakan pergi mencari tempat tinggal yang lain!!" Kata Bandiah.
"Rafli, kamu tega membiarkan aku hidup terlunta-lunta di kota yang sama sekali aku tidak tau dan tidak punya sanak saudara di sini!!" Kata Tania dengan wajah memelas.
"Bukannya kamu sendiri yang mau datang kemari?? Aku sama sekali tak pernah memintamu untuk datang kesini? Kenapa sekarang kamu berbuat seolah kamu adalah korban di sini??" Tanya Rafli.
"Kalaupun aku belum punya istri, aku juga belum tentu mau balik padamu lagi, cukup sekali kamu mengkhianati aku, rasa cintaku sudah hilang berganti dengan rasa muak padamu apalagi dengan sikapmu yang mengejar-ngejar aku seperti perempuan yang tak punya harga diri sama sekali, Tania!!" Kata Rafli lagi.
Tania dan Bandiah sampai ternganga mendengar perkataan Rafli yang pedas.
"Bi!!" Tegur Bandiah.
"Biar, biarkan saja mi!! Supaya dia membuka pikirannya bahwa abi sudah berhenti mengejarnya dan tidak mengharapkan kamu kembali!!" Kata Rafli.
"Tega kamu Rafli!!" Kata Tania lalu berdiri mengambil tas nya dan lari menembus hujan.
"Bi!!" Kata Bandiah yang menjadi tak tega melihat Tania di perlakukan seperti itu.
"Biarkan saja mi, jangan dikejar!! Dia sudah tau bahwa abi sudah menikah masih saja mengejar-ngejar abi!!" Kata Rafli.
Bandiah hanya geleng kepala melihat kelakuan suaminya tetapi dia juga bangga pada Rafli yang tetap membelanya seperti janjinya waktu itu.
"Abi tidak akan pernah membiarkan orang ketiga hadir dan merusak rumah tangga kita, mi!!" Kata Rafli dengan tegas.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Tania auto kena mental mendapatkan perlakuan Rafli😊😊 ikuti terus kisah mereka dalam episode berikutnya🙏🙏