
Dengan cepat wanita itu mengenakan pakaiannya dan bergegas keluar untuk melihat mengapa Elang berteriak histeris seperti itu.
Dan dia mendapati di ruang makan Elang tampak marah besar dan mengamuk hebat. Dia melempari semua perabotan yang ada di situ dan mengamuk sambil meneriakan nama Shanum.
"Mas Elang...mas Elang ada apa?? Apa yang terjadi??" Kata Santi seraya mencoba untuk menenangkan kemarahan Elang.
"Shanum sialan kurang ajar!!" Maki Elang murka.
"Entah sejak kapan tapi dia sudah tidak ada di rumah ini, dia sudah melarikan diri dari rumah ini." Sentak Elang dengan kedua tangannya yang mengepal penuh kemarahan.
"Apa mungkin dia mendengar suara pertempuran kita di kamar tadi mas??" Tanya Santi dengan hati-hati.
Di dalam hati Santi pun sebenarnya membenarkan tindakan Shanum yang kabur dari sana.
Gila aja kali, tinggal di satu rumah sementara si calon suami yang besok akan menikahinya malah sedang bergumul dengan wanita lain.
"Jangan-jangan nih orang sudah sakit jiwa!!" Batin Santi.
"Sebaiknya kita mencarinya saja mas, tak ada gunanya mas Elang mengamuk di sini!!" Kata Santi memberikan usulan.
Sementara Shanum sudah hampir sampai di terminal bus. Akhirnya bus yang ditumpanginya telah berhenti. Bergegas Shanum mencari tukang ojek untuk mengantarkannya ke mansion mertuanya.
"Berapa ongkos kesana pak??" Tanya Shanum.
"Tempat ini lumayan jauh mbak, yakin mbak nya mau naik ojek??" Tanya bapak tukang ojek itu.
"Jika saya menggunakan angkutan umum, perlu tiga kali turun naik angkot lagi pak!! Mau naik ojek online, ponsel sata kecopetan!!" Kata Shanum.
"Tapi lumayan mahal lho ongkosnya mbak, sekitar dua ratus ribuan!!" Kata tukang ojek itu.
"Nggak apa-apa pak, yang penting saya bisa pulang kesana!!" Kata Shanum tak ingin bertele-tele lagi.
Dia takut Elang akan mencarinya sepulang dia dari kota dan menyadari bahwa dirinya sudah tidak ada lagi di rumah kediaman Elang.
"Baik mbak, tunggu sebentar bapak isi bensin dulu ya!!" Kata bapak tukang ojek itu.
"Kalau bisa ngebutan sedikit ya pak, sebab saya sudah di tunggu oleh keluarga saya!! Kata Shanum lagi.
"Siap mbak, kata bapak tukang ojek tersebut.
"Sialan, punya akal juga wanita itu untuk melarikan diri!! Tapi dari mana dia mendapatkan uang ya??" Gumam Elang.
__ADS_1
Dia segera bergegas masuk ke kamarnya. Dia membuka sebuah kotak kecil dan mendapati ponsel Shanum masih ada padanya.
Kemudian dia membongkar lagi lipatan pakaiannya didalam lemari.
"Sial...sial...rupanya dia mengambil uangku untuk kabur!! Mengapa juga tidak terpikirkan olehku jika dia bisa menemukan celah untuk keluar dari rumah ini dan mengambil uangku?? Pasti untuk ongkos transport pulang.
"Aku harus cepat mencarinya, aku tidak ingin kehilangan dia lagi, besok adalah hari pernikahan kami!!" Gumam Elang.
"Mengapa sih kamu tidak sabar untuk menunggu sampai besok, Num? Padahal malam nanti aku ingin mengakhiri semua kebiasaanku tidur bersama perempuan lain!!" Gerutu Elang yang masih dapat didengar jelas oleh Santi.
"Dasar laki-laki gila!! Ya iyalah wanita itu tidak mau padamu, sekarang aja kamu sudah sering mengkhianatinya apa lagi nanti?? Aku yang wanita penghibur gini aja sebenarnya nggak sudi diperlakukan begitu oleh pria, apa lagi wanita baik-baik seperti Shanum itu!!" Batin Santi lagi.
"Ayo cepat Santi...lelet amat jalanmu, padahal tadi aku hanya memakaimu kurang lebih setengah jam saja jalanmu sudah loyo begitu!!" Bentak Elang membuat Santi kaget.
"Dasar gila!!" Batin Santi.
Dengan cepat Elang dan Santi naik mobil kembali dan melaju di jalan raya. Mereka dengan cepat tiba di terminal bus.
Pilihan Shanum untuk naik ojek itu tepat sekali karena Elang yang membawa mobil seperti kesetanan dengan cepat tiba di tempat tujuan. Mata Elang liar mencari wanita itu. Setiap sudut terminal tak luput dari pandangan matanya.
"Setan...!!" Lagi-lagi Elang memaki dengan penuh amarah.
"Dia tidak ada di sini ayo kita sambil jalan!!" Ajak Santi pada Elang.
"Ada mbak, mbak nya pegangan ya!!" kata bapak itu.
Tepat juga seperti dugaan Shanum yang memilih untuk mencari jalan alternatif lain, tak lama setelah dia dan bapak tukang ojek itu memilih jalan potong lain, mobil Elang dan Santi lewat.
"Cepat sekali Shanum menghilang, tidak...aku tidak boleh gagal lagi menikahinya!!!" Kata Elang sambil mengepalkan tangannya.
Sementara itu....
Kemana lagi kita akan mencarinya mas Wahid...mas Dodi!!" Kata Sandro.
"Ya Allah padahal besok adalah hari pernikahan kami akan dilaksanakan!!" Kata Sandro terlihat sangat lesu.
"Jangan putus asa mas kita tidak boleh menyerah tetap berusaha dan berdoa!!" Kata Wahid berusaha menyemangati Sandro.
"Aku takut mas Wahid, takut Shanum lebih memilih lelaki waras dan normal seperti Elang ketimbang laki-laki yang memiliki keterbelakangan mental seperti aku ini!!" Lirih Sandro.
"Mas Sandro jangan berkata seperti itu!! Saya tau persis bagaimana watak mbak Shanum itu, dia tak pernah membedakan siapapun, saya yakin mbak Shanum lebih memilih mas Sandro ketimbang mas Elang!!" Kata Wahid.
__ADS_1
"Semoga begitu Wahid, aku sangat menyayangi dia dan anak-anak apalagi Shanum adalah istri saudaraku sendiri tentu kasih sayangku lebih tulus dari Elang yang hanya sekedar sahabat saja." Kata Sandro.
"Nah itu mas Sandro tau, makanya tetap semangat mencari dan jangan putus asa!! Kata Wahid lagi.
Sekitar satu jam kemudian....
"Kita sudah sampai pak, itu gerbang mansion keluarga saya!!" Jawab Shanum bukan main gembiranya.
"Ini uangnya pak!!" Kata Shanum pada bapak tukang ojek itu.
"Kelebihan lima puluh ribu, mbak!!" Kata bapak tukang ojek.
"Nggak apa-apa pak anggap saja ucapan terima kasih saya!!" Ucap Shanum.
Mami Tiara, papi Jonas, bu Karti dan lainnya sangat senang melihat Shanum kembali.
"Alhamdulillah kamu sudah kembali!!" Kata mami Tiara seraya memeluk Shanum penuh haru.
"Kamu pergi kemana nak??" Kata ibu Karti.
"Shanum diculik oleh Elang bu, selama dua hari ini Shanum mengikuti keinginannya agar Shanum bisa pulang dengan selamat." Kata Shanum.
"Bagaimana caranya kamu kabur dari orang gila itu, Num??" Tanya Papi Jonas.
"Pakai taktik pi!!" Kata Shanum.
"Kasihan calon suami kamu itu Shanum, dia dan Wahid serta Dodi dari kemarin mencarimu!!" Kata mami Tiara.
"Iya mi, ponsel Shanum disita oleh Elang agar tidak bisa menghubungi siapapun." Kata Shanum lagi.
"Sial...kita benar-benar kehilangan jejaknya!!" Kata Elang sambil memukul setir mobilnya.
"Sudahlah, kita kembali saja kerumah besok saja lagi aku akan memikirkan bagaimana caranya mengambil Shanumku kembali!!" Ucap Elang.
"Lelaki yang aneh, kadang aku tak habis pikir dengan jalan pikiran orang ini!!" Batin Santi.
"Dia terkadang sangat menakutkan dan mengerikan!!" Batin Santi lagi sambil menatap Elang secara diam-diam.
*
*
__ADS_1
***Bersambung...
Ikuti terus kisah mereka di episode selanjutnya reader...