Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 32 Kembali Pulang


__ADS_3

"Kamu tak usah khawatir, Pingkan...aku akan baik-baik saja selama enam belas jam kedepan perjalanan kita." Kata Indra.


Pingkan hanya mencibir saja sambil tersenyum kecut.


"Indra...Indra...kamu terlalu memaksakan diri kamu sendiri...jangan-jangan begitu sampai Jakarta kamu sudah masuk UGD." Kata Pingkan.


Memang benar kondisi Indra sedikit demi sedikit mulai ngedrop tetapi dia tetap memaksakan diri untuk perjalanan yang sama sekali belum di mulai itu.


***************


Dengan setengah terpaksa Sheilla mengikuti saran dari Elang suaminya untuk mengklarifikasi semua ucapannya pada Shanum tempo hari untuk membebaskan gadis itu dari fitnah dan tuduhan tak berdasar.


"Isshhh mas Elang keterlaluan...seandainya bukan demi dia saja ogah aku untuk melakukan hal yang memalukan yang bisa menjatuhkan harga diriku seperti sekarang ini!!" gumam Sheilla antara kesal dan malu.


"Ayo Sheilla...semua orang sudah berkumpul di sini, apalagi yang akan kamu tunggu??" kata Elang menyadarkan lamunan Sheilla.


Berpuluh pasang mata tengah menatap Sheilla menunggu apa yang akan diucapkan oleh istri bos mereka itu.


Tampak Sheilla memutar malas bola matanya sebelum memulai perkataannya.


"Assalamualaikum dan selamat siang teman-teman perawat, para staf dan teman-teman cleaning service semua."


"Saya ingin mengklarifikasi sekaligus meminta maaf!!" Sheilla menjeda perkataannya sejenak.


"Saya telah salah menuduh Shanum sebagai pencuri cincin mami saya!!" kata Sheilla.


Tiba-tiba dari belakang ada suara orang menyeletuk ucapan Shiella.


"Memang masih ada gunanya bu?? Shanum sudah terlanjur di cap jelek sebagai maling, dipecat dengan tidak hormat, lalu ibu meminta maaf?? seharusnya ibu minta maaf pada Shanum bukan kepada kami!!" ucap suara itu.


Semua mata menoleh pada sumber suara itu yang ternyata berasal dari barisan belakang , dari mulut seorang laku-laki muda yang menjadi partner beda shift Shanum di lantai 3.


Rafli...ya namanya Rafli. Orang yang berani menentang perkataan Sheilla tadi bahkan dengan tegas menyerukan suara hati yang hanya dipendam oleh karyawan outsourcing yang lain.


Sheilla memandang melotot pada Rafli.


"Apa ada yang salah dengan perkataan saya, bu?? hingga ibu melotot pada saya seperti itu??" tanya Rafli dengan beraninya.


Elang diam-diam tersenyum. Dia kagum pada keberanian lelaki yang ada di depannya. Dia tau bahwa Sheilla istri Elang tetapi dia seolah tak peduli pada semua itu.


"Bener nggak teman-teman semua??" katanya berteriak.


"Bukan kepada kita bu Sheilla harus meminta maaf karena bu Sheilla bukan bersalah kepada kita, tetapi kepada Shanum lah seharusnya ibu Sheilla meminta maaf, karena sudah menuduh Shanum tanpa bukti bahkan berujung pemecatan dirinya, Shanum harus menanggung suatu kesalahan yang tidak dia lakukan sama sekali." Kata Rafli.


Perkataan Rafli yang lantang sontak mengundang sorak sorai, bahkan bukan hanya dari kalangan bawahan seperti cleaning service tetapi para staf juga jajaran para perawat yang ada di gedung tersebut ikut bersorak memberi dukungan.


Wajah Sheilla tampak merah padam menahan marah juga malu. Dan paling dia kesalkan, Elang suaminya bahkan tak berniat untuk membelanya sama sekali.

__ADS_1


"Mbak Di???" panggil Elang yang tau bahwa Bandiah adalah teman baik Shanum.


"Bisakah mbak Di hubungin Shanum untuk datang kemari dan menerima permintaan maaf dari istri saya ini??" tanya Elang.


Bandiah yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara.


Shanum sudah pindah, mas...bahkan saya temannya saja nggak dia kasih tau kemana pindahnya!!" kata Bandiah.


"Ya itu berarti PR buat ibu Sheilla untuk menemukan Shanum dan meminta maaf kepadanya!!" celetuk mereka yang lain.


Semakin mengelamlah wajah Sheilla mendengar semua itu.


************


"Nak, mulai besok ibu akan bekerja di rumah ibu Sandra, kalian bertiga baik-baiklah selama ibu pergi, ya!!"


"Apa tidak sebaiknya Shanum aja yang bekerja bu??" tanya Shanum.


"Tidak mungkin ibu membiarkan kamu bekerja dslsm kondisi hamil begini, Num...nggak apa-apa lagian kerjaan di rumah bu Sandra nggak terlalu berat kok!!" kata bu Karti.


"Ya sudah ibu Shanum antar ya...kasihan kalau harus jalan kaki!!" kata Shanum lagi.


"Ya sudah terserah kamu tapi kalau kepalamu pusing nggak usah memaksakan diri, ya!!" kata Karti lagi.


Shanum baru mau bersiap mengantar ibunya ketika sebuah motor matik berhenti di depan rumah.


"Nggak apa-apa bi, kasihan juga mbak Shanum, lagian ini juga mau berangkat kok, tadi juga Ian disuruh ibu jemput bi Karti kemari!!" kata Ian.


Mata Adrian melirik pada Shanum yang berdiri di depan pintu rumah.


"Jadi ibu berangkat sama Ian aja nih bu??" ucap Shanum dari depan pintu.


"Terima kasih ya Ian...!!" kata Shanum lagi.


"Iya mbak...santai aja!!" kata Ian.


"Senengnya...akhirnya mbak Shanum mau bicara juga padaku!!" gumam Adrian


***********


"Aduh Yanti...kenapa Atika berisik banget pagi-pagi gini sih?? mas masih ngantuk tau, semalam nggak bisa tidur gegara Atika rewel semalaman." Teriak Rahman yang dari semalam pindah tidur di teras rumah.


"Mas harus berangkat ke kebun sawit pagi ini mengawasi pekerja yang baru dikirim oleh bos, tapi kepala mas rada pusing karena kurang tidur!!" gerutu Rahman.


Rahman memang dipercaya oleh bos nya yang ada di Malaysia untuk mengelola perkebunan sawit yang ada di Kalimantan.


"Iya mas maaf...!!" kata Yanti.

__ADS_1


"Waktu bersama Shanum dulu, nggak pernah sedikitpun dia merepotkan mas Rahman...dia selalu bisa mengatasi masalah anak-anak dengan baik!!" gerutu Rahman lagi sambil bangun membawa perlengkapan tidurnya ke kamar.


Tanpa melihat kearah Atika, dia langsung menuju ke kamar mandi.


Tanpa banyak kata dia mandi berpakaian lalu duduk di ruang makan menikmati secangkir yang dia buat sendiri.


"Dasar istri tidak berguna!!" katanya.


Lalu tanpa menunggu Yanti selesai mandi, Rahman langsung berangkat keperkebunan.


Moodnya hari ini benar-benar buruk, sudah nggak bisa tidur semalaman, tidur di teras digigitin nyamuk, sarapan pagi nggak ada, secangkir kopi pun dia buat sendiri tadi pagi.


Yanti keluar dari kamar hanya tinggal mendengar deru suara motor Rahman di kejauhan.


"Mas Rahman kenapa sih sekarang sikapnya berubah padaku??" lirih Yanti lalu dia masuk menengok anaknya yang baru menjelang subuh tadi tidak rewel lagi.


*************


Akhirnya kita tiba di Jakarta honey!!" kata Pingkan pada Indra yang nampak sangat kelelahan.


Indra hanya mampu mengangguk, di Jakarta dia akan singgah sebentar di apartemennya, Pakubuwono Residence yang terletak di sekitar bilangan Kebayoran Baru.


Saat masuk ke dalam apartemen tersebut Pingkan tak berhenti berdecak kagum.


Suaminya yang dikenalnya hanya sebagai orang yang sederhana sehingga tega dia selingkuhi ternyata mempunyai sebuah apartemen mewah di Jakarta.


Entah berapa lagi kekayaan seorang Indra Fahreza yang tidak dia ketahui, apalagi selama ini dia tau Indra tinggal satu lingkungan dengan orang tuanya, bukan seperti Elang yang memilih tinggal di apartemennya sendiri.


Indra terpaksa membawa Pingkan ke apartemennya karena dia harus mengistirahatkan dulu tubuhnya yang terasa sangat lelah setelah menempuh perjalanan panjang Inggris Jakarta yang baru tiba sore tadi.


Besok setelah kondisinya membaik, barulah dia akan melanjutkan perjalanan pulang ke Kalimantan.


"Honey...aku bosan, aku mau jalan-jalan dulu ya malam ini!!" kata Pingkan tanpa menunggu persetujuan dari suaminya itu.


Indra hanya mengangguk saja.


"Terserah kamu sajalah Pingkan, toh jika terjadi apa-apa dengan bayimu itu tanggung jawabmu sendiri, aku sudah lelah berdebat denganmu!!" gumam Indra lalu kembali berbaring mengistirahatkan tubuhnya.


*


*


***Bersambung...


Bagaimana tanggapan Indra seandainya dia tahu istrinya sudah tidak ada lagi di sana??


Jangan lupa dukungannya ya reader di hari senin ini, like, komen, favorit, vote dan rate nya🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2