
Pingkan terdiam. Ada sedih, marah, kecewa bercampur aduk di hatinya mendengar suaminya ingin bertemu dengan wanita lain tetapi dia harua ikhlas ini semua adalah kesalahan yang telah dia buat sendiri.
"Berapa lama kamu akan pergi??" tanya Pingkan.
"Mungkin sebulan selama kuliahku libur dan kuharap kamu baik-baik di sini, para maid akan mengurus semua keperluanmu dan bayimu!!" jawab Indra datar.
***Flashback off***
"Jadi pak Indra sebulan di Indonesia??" tanya Shanum.
"Num, aku inikan bukan lagi orang kantoran seperti dulu, bisa nggak panggil pacar itu yang mesra sedikit?? mas kek...beb kek....ini kok manggil bapak!!" protes Indra.
Wajah Shanum memerah mendengar perkataan Indra padanya barusan.
"Mas aja ya!!" kata Shanum lagi.
"Mas bolehkah main-main kerumahmu lagi seperti dulu, Num??" tanya Indra.
"Ada hal penting yang ingin mas bicarakan, tapi tidak di sini!!" kata Indra lagi.
"Baiklah, terserah mas kalau mau kerumah tapi sorean ya...kan mas Indra tau Shanum kerja!!" terang Shanum.
"Iya sayang...mas tau kok!! nanti kalau sudah jadi istri mas Indra, kamu nggak usah kerja lagi, ngurus anak dan suami aja di rumah!!" kata Indra.
"Nggak usah melambungkan anganku setinggi langit sedalam lautan jika pada akhirnya akan mas Indra hempaskan juga!!" jawab Shanum memcibir pada Indra.
"Jangan mencibir gitu nanti aku kecup tuh bibir baru tau rasa!!" kata Indra gemas.
"Ya sudah mas...aku mau ajak anak-anak pulang dulu sudah malam!!" kata Shanum.
Shanum, Chika dan Chiro baru akan beranjak dari alun-alun saat terdengar suara setengah mengejek menyapa.
"Wah, kupikir setelah bercerai denganku kamu langsung menikah lagi, nyatanya sudah hampir setahun belum laku juga kamu, Num??" ejek Rahman yang sedang bersama dengan Yanti sambil menggendong putri mereka yang baru berumur 7 bulan.
Indra yang belum begitu jauh dari situ juga ikut berhenti dan melihat siapa yang tengah melontarkan ejekan pada Shanum.
"Mana lelaki yang menyematkan cincin di jarimu itu yang kamu bilang bakal menikahimu??" tanya Rahman mengejek.
__ADS_1
"Wah...tampaknya telinga kamu ini ada gangguan ketulian ya...kapan saya pernah mengatakan itu padamu?? sok akrab banget untuk bercerita panjang lebar padamu!!" kata Shanum balas mencibir.
"Ada apa Num??' tanya Indra kembali menghampiri Shanum.
"Saya orang yang menyematkan cincin itu di jari manis Shanum, kami memang akan menikah...ada gerangan apa ya bertanya demikian, mas??? dan anda ini siapa??" tanya Indra lagi.
"Saya mantan suaminya!!" jawab Rahman dengan mata mendelik tidak suka saat melihat laki-laki di depannya memperkenalkan diri.
"Ooh mantan...kirain suaminya Shanum karena Shanum seperti yang saya dengar sudah bercerai dari suaminya, jadi anda orangnya? Indra balik bertanya.
Rahman memindai penampilan Indra dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Pinter juga Shanum mencari pasangan orang setampan anda, kok bisa mau sih?? Shanum itu janda anak dua, orang susah pula!!" seperti biasa Rahman mengeluarkan racun berbisanya.
"Apakah saya harus berteriak sana sini untuk mengatakan jika saya suka sama seseorang??' balik bertanya Indra.
"Yang jelas Shanum hanya tinggal mantan, yah...anda tau diri dikitlah untuk mencampuri urusan Shanum lagi, saya yang sebentar lagi akan mengurusi Shanum dan anak-anaknya." Kata Indra dan merupakan pukulan telak untuk Rahman.
"Ayo kita pulang Num, ayo anak-anak!!" kata Indra menggandeng tangan Chika dan Chiro serta Shanum yang mengiringi di belakangnya.
"Sial...!!!" kata Rahman sambil menendang kaki bangku besi di sebelahnya.
Rahman terdiam. Perkataan Yanti memang ada benarnya. Setiap dia melihat ada lelaki yang mendekati mantannya pasti dia bawaannya mau marah melulu.
Apalagi tadi dia melihat Indra dengan mesranya mengajak Shanum dan anak-anaknya pergi begitu saja dari hadapannya.
Chika dan Chiro pun kini berbuat seolah tak mengenali lagi dirinya, itu sebenarnya yang menambah faktor sakitnya pada Shanum.
"Mantan kamu itu kenapa sih yank?? apa dia masih cinta sama kamu??" tanya Indra.
Indra memesan taxi online untuk mengantarkan mereka.
"Masih cinta??? jangan membuat aku tertawa, mas!!" desis Shanum.
"Jika dia cinta padaku dan anak-anaknya, tak mungkin dia diam-diam menikah lagi dengan mantannya." Ujar Shanum.
"Maafkan aku yank...sudah lupakan saja laki-laki tak berguna itu!!" kata Indra menggandeng tangan Shanum.
__ADS_1
Sementara jauh di mansion kediaman keluarga Indra di Inggris sana, tampak seorang wanita cantik dengan rambut awut-awutan dan mata sembab seperti habis menangis.
"Sedang apa dan sedang bersama siapa malam ini kamu, honey??" tanya Pingkan.
"Aku berulang kali menelponmu, tapi ponselmu tak pernah aktif selama kamu meninggalkan kota ini!!" lirih Pingkan.
"Walaupun aku bukan mengandung benihmu, tetapi salahkah aku jika selalu berharap bisa ada di dekatmu??"
"Aku menyesal honey, apa yang aku dan James lakukan waktu itu memang tak termaafkan, aku ingin memulai kembali dari awal cerita kita seperti dulu...tapi mungkinkah??" isak Pingkan semakin keras di kamar itu.
"Wah...rumahmu tak ada yang berubah ya?? tetap seperti setahun yang lalu saat aku terakhir mampir kemari!!" ucap Indra memandang kesekitar ke tempat kenangannya itu.
"Ya ngga ada yang berubah mas, lagian bagaimana aku mau merenovasi rumah?? gajiku aja pas-pasan!!" ucap Shanum.
Indra terdiam sesaat. Terbersit diotaknya selama sebulan dia tinggal di Indonesia dia akan menyenangkan Shanum dan anak-anakya.
***********
"Gila kamu Ndra?? jika kamu menikahi Shanum, apakah kedua orang tuamu setuju?? lalu bagaimana dengan pernikahanmu sendiri dengan Pingkan??" tanya Elang saat Indra menemui Elang di apartemennya.
"Aku sudah tak bisa lagi memendam rasa ini, Lang...setahun aku dan Shanum berpisah, haruskah kini aku melepaskannya??" tanya Indra lagi.
"Tolonglah aku, Lang...aku ingin menikahi Shanum walaupun pernikahan kami masih pernikahan siri, tetapi setelah Pingkan melahirkan aku akan menceraikan Pingkan dan melegalkan pernikahanku dan Shanum!!" ucap Indra memohon pada sahabatnya itu.
"Baiklah Ndra, aku akan menolongmu...kita cari penghulu untuk menikahkan kalian dan kamu katakan pada Shanum niat baikmu untuk menikahinya!!" ucap Elang.
Tanpa mereka sadari percakapan mereka di dengar oleh Sheila yang saat itu hendak memberi kejutan kepada Elang tentang kepulangannya dari Bali dan tentang kehamilannya setelah lima bulan ini mereka menikah.
Sheila yang akan memberi kejutan pada Elang tentang kehamilannya malah mendapatkan kejutan yang tak kalah mengagetkan lagi, Indra akan menikahi wanita lain di belakang Pingkan sepupunya.
"Keterlaluan kamu Indra, sebesar apapun kesalahan Pingkan padamu, kamuntak boleh memperlakukan Pingkan seperti itu, aku harus mengabari hal ini pada Pingkan." Gumam Sheila.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Akankah berjalan mulus pernikahan Indra dan Shanum??
Mohon dukungannya selalu reader, like, komen, vote, favorit dan rate nya🙏🙏