
"Muka jangan ditekuk gitu, mentang-mentang nggak ada ayang masuk kerja hari ini!!" goda Bandiah saat kami bertemu di lantai satu.
Bandiah berhenti di lantai 2 dan aku terus naik ke lantai 3.
"Semoga hari ini aku mendapatkan rejeki lebih yang bisa kubawa pulang untuk kedua anakku di rumah, amiin!!" doaku hari ini.
"Di ramai banget kayaknya di gedung sebelah ya, ada acara apa??" tanyaku pada Bandiah temanku.
"Sepertinya peresmian poli-poli yang baru dibangun di gedung sebelah deh!!" kata Bandiah.
"Num...Shanum!!" Bandiah mengguncang lengan sahabatnya yang nampak terdiam sambil mengarahkan pandangannya ke satu titik.
Dari jendela gedung lantai 3 memang semua yang ada di bawah parkiran tampak jelas terlihat.
Bandiah mengarahkan pandangannya pada sesuatu yang tampak fokus dipandang oleh Shanum.
"Itukan kedua orang tuanya mas Indra dan mas Elang." Kata Bandiah.
Lalu tampak menyusul dari mobil yang lain keluar dengan elegan pasangan Elang dan Sheila serta pasangan yang membuat hatiku teriris perih, Indra dan Pingkan.
"Memang dilihat dari segi mana pun aku tak bisa menandingi kecantikan dan keeleganan mbak Pingkan!!" mendadak aku merasa diriku sangat rendah dan hina.
Jangankan bersanding dengan pak Indra yang penuh dengan segalanya, dengan Rahman yang mulutnya seperti sampah rongsokan aja pernikahanku tidak bertahan.
"Num....!!" kata Bandiah memberiku kekuatan.
"Resiko kita mencintai seseorang yang sudah tak sendiri lagi!!" kata Bandiah menepuk bahuku pelan.
Tak lama leader datang meminta kami untuk nembantu di gedung sebelah.
"Kamu nggak apa-apakan?? kamu pura-pura tidak lihat saja!!" kata Bandiah.
Akhirnya yang dari gedung B di perbantukan kegedung C.
Shanum tak mau melihat kearah Indra meskipun mata Indra tak pernah lepas menatapnya.
Tangan Pingkan tak pernah lepas selalu menggandeng lengan Indra.
Aku melakukan tugasku membersihkan area-area yang sudah ditunjuk, yang nyata aku melakukannya di area yang jauh dari jangkauan mata Indra.
Acara demi acara berlangsung dan Indra mulai gerah karena tangan Pingkan selalu bergelanyut manja di lengannya, Sheila pun tak mau kalah bergelanyut manja di lengan Elang seolah menunjukan pada semua orang bahwa mereka adalah pasangan serasi padahal Indra dan Elang sudah risih dan gerah setengah mati karena mereka berdua.
Shanum meninggalkan gedung C lebih dahulu karena ada kamar pasien pulang yang harus segera dibersihkan.
__ADS_1
"Kamu cari apa sih Honey?? tampaknya gelisah banget??" tanya Pingkan.
"Aku merasa gerah saja!!" kata Indra pelan.
"Gerah?? hebat ya suhu tubuhmu, luar biass meningkatnya apa mungkin karena akibat kupegangi seperti ini?? padahal semua AC lho menyala!!" kata Pingkan tersenyum.
Apa yang dialami oleh Indra juga dialami oleh Elang. Sejak tadipun mata Elang mengawasi Shanum. Tapi yang tengah mereka awasi tampak tenang dan tetap bekerja walaupun hanya sebentar setelah itu Shanum langsung tak nampak lagi membuat mereka berdua sedikit kecewa.
***POV SHANUM***
Hatiku sedih sekali melihat kemesraan pak Indra dan tunangannya mbak Pingkan. Tapi aku mengapa harus bersedih?? toh pak Indra perhatian padaku dan anak-anakku karena kasihan?? tak lebih dari pada itu.
Sepertinya aku saja yang kege-eran mendapat perlakuan istimewa dari pak Indra beberapa hari ini.
Lagian aku ini siapanya pak Indra?? mereka lho bertunangan jauh sebelum aku bekerja di rumah sakit ini.
Oh hatiku berdamailah...pak Indra seperti pangeran berkuda putih dalam dongeng dan kamu upik abunya.
***POV INDRA***
Shanum, kok kamu berubah?? sama sekali tak mau nemandang kearahku seolah aku tak ada di hadapanmu??
Ini juga Pingkan, erat banget lagi memegang lenganku apa mungkin Shanum risih melihat Pingkan menggandengku ya??
Please Shanum, liat kearahku!! Aku kangen sama kamu, tolehkan lah kepalamu menghadapku, Shanum...aku ingin melihat wajah cantikmu yang selalu membuat aku kangen sama kamu, Num.!!
Tapi matanya berbinar saat mendekati meja pasien.
Sekaleng biskuit utuh dan beberapa kue lain yan belum tersentuh sudah ditinggalkan pemiliknya, di bawah kaleng itu ada selembar uang berwarna merah dan biru dan di bawahnya ada pesan, "untuk cleaning service yang membersihkan ruangan!!"
"Alhamdulillah...akhirnya doaku terkabul!!" kata Shanum mengucap syukur.
Tubuhku terasa lelah saat waktunya pulang tiba.
Kulirik ruangan pak Indra dan pak Elang yang lampunya gelap karena sabtu minggu mereka libur.
Aku berdiri di depan lift menunggu pintu lift terbuka. Alangkah kagetnya aku saat pintulah terbuka tampaklah empat pasangan serasi yang aku lihat di gedung C tadi entah mau apa mereka ke gedung B ini mungkin ada keperluan.
Elang melirik jam tangannya.
"Kok jam segini baru pulang??" tanyanya penuh wibawa seperti biasa.
Sementara Indra tak mengucapkan sepatah katapun hanya wajahnya yang tampak iba melihat Shanum yang nampak sangat lelah hari ini.
__ADS_1
Shanum menundukan sedikit kepalanya memberi hirmat pada keempatnya tanpa mau melihat.
"Ada pasien pulang dan ruangannya harus cepat dibersihkan pak!!" jawab Shanum sopan.
"Mari pak!!" katanya sambil masuk ke dalam lift.
Kedua wanita yang ada di sisi tunangan masing-masing itu tak begitu merespon kepada Shanum, bisa dikatakan mereka memang sering memandang orang lain dengan sebelah mata.
Ada kekecewaan di mata Elang dan Indra saat melihat Shanum sama sekali tak mau melihat kearah mereka berdua.
"Kamu cemburukah, Num??" batin Indra merasa tak enak hati.
"Jangan lama-lama di sini ya, honey??? kami bosan!!" rengek Pingkan pada Indra.
"Lho mestinya tadi kalian berdua pulang saja ikut dengan papi dan mami!!" kata Indra.
"Nggak mau...kami mau ikut kalian!!" suara manja Sheila membuat Elang merasa jengah.
************
"Assalamualaikum...anak-anak!!" seru Shanum pada dua anaknya yang sedang bermain kartu di teras depan rumah mereka.
"Waalaikum Salam, ibu...sudah pulang!!" kata Chiro tampak senang apalagi melihat bungkusan kresek yang dibawa oleh Shanum.
"Ibu bawa apa??" kata Chika putri sulungnya.
"Kalian berdua sudah makan??" tanya Shanum pada kedua anaknya.
"Sudah bu tapi nasinya sudah habis dan ibu belum makan!!" jawab Chika.
"Sudah nggak usah mikirin ibu, kita masuk aja yuk!!" ajak Shanum.
"Asyik ibu bawa kue!!" seru Chika dan Chiro kegirangan.
"Kalian makanlah kuenya dulu, ibu mau masak nasi ya!!" jawab Shanum yang langsung diiyakan oleh kedua anaknya.
Nasi masih dimasak kembali di dalam dandang oleh Shanum sementara dia mencari daun singkong yang merambat di sekitar pagar rumah tetangganya.
"Masih saja badanmu ini bau asap dan bau tungku perapian, kapan sih kamu ini bisa terlihat lebih cantik dan wangi??" sebuah suara ketus dan menjengkelkan menyapanya.
*
*
__ADS_1
***Bersambung....
Ikuti terus kelanjutan kisah cinta bersegi-segi mereka ya reader!!🙏🙏