Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 7 Tidak Tahu Malu


__ADS_3

"Mentang-mentang sudah kerja, bicaramu ketus amat!!" sahutnya.


"Mestinya kamu senang saya bekerja jadi saya tak menadah tangan meminta belas kasihanmu lagi meminta uangmu!!" jawabku datar.


"Ingat Num, status saya masih suamimu kualat kamu berani sama suami!!" teriaknya lantang.


"Mas...yang ada kamu tuh yang kualat sama istri...istri baik-baik aja nggak pernah bantah nggak pernah melawan malah kamu selingkuhi, saya sumpahi pernikahanmu nggak akan diridhoi Allah selamanya!!" teriak Shanum pun tak kalah lantang.


Hingga beberapa tetangga datang untuk melerai pertengkaran kami.


"Ada apa ini Shanum...lho kamu sudah pulang dari Malaysia Rahman??" tanya pak RT.


Belum sempat Rahman menjawab, Shanum telah lebih dahulu menjawabnya.


"Sudah 5 bulan lalu pak RT, bahkan dia sudah menikah dan istri sirinya sudah hamil 4 bulan, saya tidak tau apa niatannya datang kemari marah-marah dengan saya, mungkin dia marah karena saya menuntut cerai darinya." Perkataanku barusan membuat semua orang di situ merutuki kelakuan Rahman dan membuat Rahman semakin terpojok.


"Saya hanya minta dia menceraikan saya pak RT karena saya tidak mau di madu seperti kurang laki-laki aja di muka bumi ini, saya bukan tipe perempuan yang suka bersaing hanya untuk memperebutkan lelaki tukang selingkuh!!" ucapku membuat Rahman semakin geram.


"Kamu dengar Rahnan??? kami di sini sebagai saksinya, ceraikan Shanum agar kelak suatu hari jika dia menemukan lelaki yang baik yang sayang padanya dan anak-anaknya, dia bisa menikah lagi...jangan kamu gantung dia, sudah tidak kamu beri nafkah, mau kamu gantung pula...dosa kamu!!" kata orang banyak di situ.


Rahman pulang dengan muka merah padam meninggalkan wanita yang sebentar lagi akan menjadi mantannya itu.


Padahal tadinya dia kerumah Shanum untuk meminta restu istri pertamanya itu agar dia bisa menikahi Yanti sekaligus meminta Shanum untuk menjaga Yanti karena dia harus kembali ke Malaysia, ada urusan pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Tetapi nyatanya hanya malu yang dia dapat kan bahkan sumpahan istri pertamanya itu yang mengatakan pernikahannya tidak diridhoi oleh Allah.


"Kurang ajar kamu Shanum...tetapi siapa ya yang memasukan dia bekerja, dan dia bekerja di mana?? supaya aku bisa menghasut bosnya dengan menjelek-jelekan Shanum agar dia dipecat dari pekerjaannya dengan begitu Shanum akan kembali mengharapkan uang bulanan dariku!!" kata Rahman tersenyum licik.


Sepeninggal Rahman dari tempat kediamannya banyak tetangga yang kasihan pada Shanum.


Karena mereka tau Shanum itu tipe istri penurut dan setia.


"Bu...!!" teriak Chiro dari halaman depan.


"Kata pakde Tarno, jadikah ibu mau minta potongan-potongan sisa kayu bangunan untuk kayu bakar??" tanya Chiro.


"Jadi Chiro...sebentar ya, ibu ganti baju dan ambil karung dulu...Chika sama Chiro bantu ibu, ya???" kata Shanum.


"Iya bu!!" kata Chika dan Chiro bersamaan.


Sore itu dengan berbekal karung dan tali, tiga anak beranak itu pergi mengambil sisa kayu bangunan untuk kayu bakar mereka.


Elang yang kebetulan melewati jalan itu naik mobilnya bersama Sheila, terpaku melihat Shanum dan kedua anaknya.

__ADS_1


Ketiganya yang tidak mengetahui ada Elang di sana terus tertawa dan bercanda tanpa beban.


Bagi Shanum lebih baik dia kehilangan Rahman dari pada kehilangan kedua anaknya.


"Sheila, kita makan sate di situ yuk...suasananya enak." Ajak Elang pada Sheila.


"Hah di tenda sate pojok itu lagi?? tempo hari aku dan punglan aja hampir mati karena jijik sekarang malah mau mampir kesitu lagi." Jawab Sheila.


"Ya ela itu hanya sate bukan sianida Sheila...kalau kamu tidak mau makan ya tunggu aja di mobil, biar aku yang makan sendiri." Jawab Elang dengan entengnya membuat Sheila mencebik kesal.


Melihat Elang benar-benar turun dari mobil, terpaksa Sheila juga turun walau dengan setengah hati.


"Paklek satenya!!" kata Elang.


"Kamu mau??" tawarnya pada Sheila.


Melihat Sheila mengangguk walaupun terpaksa akhirnya Elang tersenyum tipis.


"Dua porsi paklek!!" katanya.


"Siap den...tunggu sebentar ya!!" jawab paklek sate itu.


Tak lama Shanum dan anak-anaknya lewat.


Shanum menoleh kearah paklek sate dari lirikannya sekilas dia melihat Elang dan pacarnya duduk sambil menunggu pesanannya.


"Ambil kayu potongan di bangunan paklek!!" jawabnya sambil berlalu.


"Setelah pesanannya datang, Elang pura-pura bertanya.


"Kok ibu tadi mencari kayu bersama anaknya?? memang suaminya ngapain aja sampai istri dan anak mengangkat beban berat begitu??" tanya Elang.


"Paklek dengar kemarin suaminya datang ngajak ribut terus diancam tetangga sekitar sini!!" jawab paklek sate tersebut.


Elang termangu mendengar perkataan paklek sate itu.


"Suami macam apa yang dimiliki Shanum ini??" pikir Elang.


**************


Shanum sedang duduk sendiri di teras saat Chika datang menghampiri ibunya.


"Chika belum tidur??" tanya Shanum.

__ADS_1


"Belum ngantuk bu, Chika ingin duduk di sini ngobrol sama ibu!!" sahut Chika.


"Chika...jika suatu hari bapakmu meminta kamu dan adikmu untuk bersama keluarga barunya, kamu mau??" tanya Shanum pada putrinya.


"Nggak bu, sejak kecil kami ditinggal oleh bapak, jadi perasaan kami itu ada ataupun tidak ada bapak, ngga jadi masalah!!" kata Chika.


"Sebaliknya jika tidak ada ibu perasaan jadi aneh banget!!" sahutnya lagi.


"Bu, mau apa tadi sore bapak datang kemari?? kok Chika dengar bapak dan ibu bertengkar hebat??" tanya Chika lagi.


"Nggak tau tuh bapakmu tiba-tiba datang marah-marah nggak jelas pada ibu!!" sahut Shanum.


"Bu, jika bapak dan ibu berpisah...artinya bapak tidak akan pernah memberi kita uang lagi, ya??" tanya Chika.


"Tanggung jawab bapakmu ke ibu sudah berakhir, tapi tanggung jawab bapakmu pada kalian berdua tidak akan berakhir kecuali kalian berdua sudah bekerja nanti....itupun jika bapakmu masih ingat pada tanggung jawabnya sebagai orang bapak!!" jawab Shanum.


Sementara itu di tempat kediaman Rahman dan Yanti....


"Mas...jika mas Rahman pergi, adek nanti sama siapa??" tanya Yanti dengan manjanya.


"Kenapa mas nggak titipkan Yanti sama mbak Shanum aja sih mas??" tanya Yanti penuh percaya diri.


"Menitipkanmu dengannya?? kemarin mas datang kesana aja orang sekampung pun turun menyerbu mas dengan sejuta pertanyaan, apalagi mas membawamu kesana??" jawab Rahman.


"Kamu sudah siap di cap pelakor oleh orang sekampung??" tanya Rahman yang membuat Yanti terdiam.


"Shanum ingin bercerai dari mas Rahman!!" kata Rahman akhirnya.


"Lalu apakah mas mengabulkannya??" tanya Yanti.


"Yan...jika mas yang mengajukan gugatan cerai itu berarti mas yang harus membayar, tetapi jika Shanum yang mengajukannya terlebih dahulu, Shanum yang mengeluarkan uang dan mas tidak!!" jawab Rahman lagi.


"Lagi pula Shanum sekarang sudah bekerja kok, jadi dia tak memerlukan bantuan uang dari mas Rahman lagi!!" kata Rahman menyeringai.


"Mas benar...untuk apa mengeluarkan uang, dia yang harusnya mengajukan gugatan cerai itu!!" balas Yanti.


*


*


***Bersambung...


Jika manusia urat malunya sudah putus ya seperti Rahman dan Yanti itu😁😁

__ADS_1


Ikuti terus lanjutan cerita mereka ya reader di episode selanjutnya!!!


__ADS_2