
Terlihat Mini berteriak bersimpuh di depan tubuh adiknya yang terkapar tak berdaya di lantai dan di tolong oleh Dodi juga Wahid.
"Mina...maaf kan kakakmu ini!! Aku tidak sengaja menyakitimu dengan menendang dadamu!! Kamu terus yang semenjak tadi berusaha sekuat tenaga untuk menghabisi aku!!" Jerit Mini.
Zoe yang datang juga bersimpuh di samping putrinya itu.
"Maaf kan ayah, Mina!! Ayah tau bahwa ayah adalah ayah yang paling tidak berguna di muka bumi ini, sekali lagi maaf kan ayah!!" Kata Zoe dengan suara bergetar.
"Aa...ayah...!!" Rintih Mina lirih.
"Ayah, kak Mini maafkan Mina, Mina telah terlalu jauh melangkah, Mina telah membuat banyak kejahatan dengan mengambing hitamkan Mini!! Merebut suami orang lain padahal Mina tau dia lelaki yang sudah berkeluarga dan punya anak yang masih kecil-kecil, Mina juga masih berani mau merebut Sandro dari tangan Shanum!!"
"Bagi Mina merebut sesuatu dari tangan orang lain dan berhasil itu membuat kebanggaan tersendiri bagi Mina!! Tetapi Mina melakukan semua ini semata-mata karena dendam pada masa lalu keluarga kita terutama ibu!!"
"Mungkin kamu tidak tau bagaimana penderitaan ibu yang sering sekali menangisi pria yang tidak bertanggung jawab itu, merindukan dia yang telah bahagia bersama wanita lain!!"
"Melihat senua penderitaan ibu kita membuat aku jadi dendam pada kebahagiaan orang lain."
"Pada keluarga mas Kirun yang selalu rukun awalnya pada istrinya!! Setelah tau istri Kirun mau melahirkan, maka aku menggodanya karena aku melihat Kirun sebagai laki-laki yang memiliki naf*su yang besar terlihat dari cara dia menatapku."
"Di situ lah aku mulai menggodanya dan mulai berani bercinta di belakang istrinya."
"Bukan hanya Kirun tetapi banyak pria berkeluarga yang lain yang Mina ganggu dan peloroti uangnya tapi dengan semua itu, membuat Mina sangat bahagia."
"Tetapi hanya ada satu pria yang berani menolak kecantikan dan kemolekan tubuh Mina, yaitu Sandro!!"
"Dia terlalu mencintai istrinya dan keluarganya, dia sangat sulit untuk ditaklukan maka nya Mina terkadang membencinya dan sering menyelinap masuk ingin menundukannya, tetapi dia seperti mempunyai seribu satu cara untuk menghindari godaan Mina!!" Jelas Mina menerangkan dengan suara terbata-bata.
"Mas tolong angkat saudari saya keatas pembaringan, napasnya seperti tersengal-sengal begitu!!" Kata Mini kepada Wahid dan Dodi.
Mini menyeka darah yang semakin banyak mengalir dari luka dalam yang diderita oleh Mina.
"Pi, rasanya umur Mina itu sepertinya nggak akan panjang lagi!!" Kata mami Tiara ikut menghapus air mata yang menetes di pipinya.
"Sssstttt....jangan berkata begitu mi, kasihan Zoe!! Dia belum sempat bertemu dan bicara baik-baik pada Mina." Kata papi Jonas.
"Ayah...om Jonas dan tante Tiara...kemarilah kalian juga mas Kirun dan istri lalu Sandro dan Shanum, sekali lagi aku minta maaf pada kalian semuanya, waktuku tidak lama lagi dan aku...uhuk...uhuk harus pergi!!" Suara Mina semakin melemah sehingga mereka membantunya mengucapkan dua kalimat syahadat.
Walau pun dengan susah payah dan terbata-bata akhirnya nyawa Mina lepas dari raganya.
Hening....
Hanya terdengar suara isakan Zoe dan Mini di sana.
Mini seakan tak percaya bahwa dia telah membunuh saudari kembarnya sendiri.
"Ini bukan kesalahan mbak Mini, saya dan Wahid menyaksikan sendiri bagaimana Mina menyerang mbak Mini dengan serangan yang bertubi-tubi dan sangat ganas!! Saya pun jika berada dalam situasi yang seperti itu maka hanya ada dua pilihan saja, dibunuh atau membunuh!!" Kata Dodi.
Suasana mansion kembali seperti biasa, jaringan listrik sudah pulih kembali, mansion yang tadi nya hanya diterangi oleh cahaya dari mesin genset kini terang kembali dari lampu listrik.
Dokter Arman pulang dengan diantar oleh Dodi dan Wahid karena kunci mobilnya dibuang oleh Mina.
Mini dan Zoe juga beristirahat malam itu di mansion sembari menunggu besok untuk memakamkan jenazah Mina.
Sementara Kirun dan istrinya Nisa sedang berbicara serius tentang kelanjutan hubungan mereka apakah putus atau terus.
__ADS_1
Malam ini suasana berbeda bagi Shanum dan Sandro.
"Kenapa mas Sandro ngeliati aku sampai segitunya??" Tanya Shanum juga gugup.
"Memang ada larangan ya untuk melihat istri sendiri??" Tanya Sandro.
"Ya nggak ada sih, cuma sorot mata mas Sandro itu mesum banget!!" Kata Shanum.
"Memang ada larangan ya mesum sama istri sendiri??" Tanya Sandro lagi.
"Tau ah...!!" Kata Shanum kesal pada suaminya itu.
"Eits mau kemana!!" Tanya Sandro sambil meraih pinggang istriya saat mau pergi ke kamar mandi.
"Mau membersihkan diri, rasanya badan terasa lengket apalagi setelah masa-masa berat yang keluarga kita alami hari ini!!" Kata Shanum.
"Mas Sandro ikut ke kamar mandi ya??" Kata Sandro.
"Mau ngapain??" Tanya Shanum heran.
"Ya mau ikut membersihkan badan lah, masa mau ngintip kamu mandi!!" Kata Sandro.
"Dasar mesum!!" Kata Shanum sambil melangkah ke toilet.
*************
"Alhamdulillah...sampai juga kita mi!!" Kata Rafli.
"Kita naik taxi online saja!! Hei jagoan abi pinter ya nggak rewel di pesawat, senang ya nak mau ketemu kakek buyut??" Kata Rafli pada Radhian.
"Jadi benar mereka nggak ada yang tau kalau abi mau pulang ke Jakarta??" Tanya Bandiah.
"Bi, tapi benarkan motor umi naik dikirim kemari?? Sebab umi sayang banget sama tuh motor, itu hasil umi menabung selama bertahun-tahun bekerja jadi cleaning service dulu!!" Jawab Bandiah.
"Iya umi...cerewetnya bah istri abi ini!!" Kata Rafli mengucak kepala istrinya.
"Mi!!" Kata Rafli sedikit meragu untuk memulai pembicaraanya.
"Apa bi??" Tanya Bandiah.
"Keluarga abi itu semua nya kalau bercanda suka kelewatan, abi harap umi jangan tersinggung ya!!" Kata Rafli.
Agak lama Bandiah terdiam mendengarkan perkataan suaminya.
Yang di maksud oleh Rafli itu bukanlah si kembar Zoya tetapi keluarga nya yang lain.
"Insya Allah umi nggak akan tersinggungan kok bi!!" Kata Bandiah lagi.
"Syukurlah kalau begitu mi!!" Kata Rafli.
"Sekarang umi istirahat saja dulu karena perjalanan kita masih lumayan jauh!! Tuh si ganteng malah sudah bobo duluan." Kata Rafli sambil mencubit pipi Radhian membuat bayi mungil itu menggerakan badannya.
"Mi, tadi abi sudah dapat kabar dari keluarga Shanum dan Sandro!! Alhamdulillah sekarang papi Jonas sudah bertemu dengan saudara kembar nya yang sudah terpisah selama puluhan tahun." Kata Rafli.
"Syukurlah bi, umi sangat senang mendengarnya kasihan keluarga mereka ya bi!!" Kata Bandiah merasa lega mendengar sahabat terbaiknya itu akhirnya bahagia.
__ADS_1
***********
"Ayah, ayo kita pulang!! Tidak baik menangis terus di sini!! Mina sudah tenang sekarang!!" Kata Mini lalu memegang lengan tua itu.
"Kalian mau pulang kemana?? Di mansion ini rumah kalian!!" Kata Jonas saat melihat saudara dan keponakannya akan pergi.
"Tinggal saja di sini Zoe, karena sebagian perusahaan adalah juga milikmu dan Mini." Kata Jonas lagi.
"Dan kamu Amini, mulai sekarang tinggalkan pekerjaan lama kamu!! Usia kamu sudah tiga puluhan tahun!! Kamu juga harus mulai memikirkan masa depan kamu sendiri!!" Kata mami Tiara.
"Dan satu lagi...jangan memanggil tante dan memanggil om lagi!! Kamu sudah kami anggap sebagai putri kami sendiri, panggil saja mami dan papi, oke??" Kata mami Tiara.
"Iya tante eh, mi!!" Kata Mini jadi serba salah.
Mereka senua yang ada di situ jadi tertawa melihat Mini yang jadi salah tingkah.
"Zoe hari ini aku akan membawa kamu dan Mini ke perusahaan!!" Kata Jonas pada saudara nya itu.
Tetapi aku dan Mini tidak bisa apa-apa lho Jonas...nanti yang ada malah hanya bikin malu kamu saja!!" Kata Zoe.
"Iya pi, Mini cuma tamatan SMA saja, Mini tidak seperti almarhumah Mina yang jadi sarjana, kalau soal berkelahi Mini jago, tetapi kalau soal yang lain Mini angkat tangan deh!!" Kata Mini mengangkat kedua tangan nya tanda menyerah.
"Bukan cuma kamu yang baru belajar di sini, Sandro juga akan papi ajari jadi kalian berdua punya teman!!" Kata papi Jonas.
*************
"Sudah sampai...bangun mi ini rumah abi!!" Kata Rafli membamgunkan istrinya.
Bandiah terlagum-kagum melihat rumah kakek Rafli. Memang tidak sebesar mansion keluarga Fahreza tetapi bagi Bandiah yang hanya orang dari kampung, rumah kakek Rafli ini sudah seperti istana kecil saja.
Ketiga turun dari taxi online.
Setelah berkali-kali memencet bel akhirnya seorang wanita setengah tua keluar dari dalam rumah menuju pintu pagar.
"Den Rafli?? Apa kabar?? Ini pasti istri dan anaknya den Rafli!!" Kata mbok Nah pembantu senior di rumah kakeknya itu.
"Iya lah bi, masa anak dan istrinya orang yang Rafli bawa, kan nggak mungkin!!" Canda Rafli pada mbok Nah yang sudah Rafli anggap sebagai neneknya sendiri.
"Masuklah, ayo mari neng!!" Ajak pembantu tua itu lalu menutup pagar kembali.
"Kok sepi sekali bi, kakek mama??" Tanya Rafli.
"Tuan Andarian lagi di perusahaan paling sebentar lagi akan pulang, apa den Rafli sudah menelpon kakek??" Tanya mbok Nah.
"Belum bi, biar jadi kejutan saja untuk kakek dan yang lain nya!!" Kata Rafli lagi.
Kalian beristirahat dulu nanti bibi buatkan makanan kesukaan den Rafli dan neng...siapa namanya??" Tanya mbok Nah pada Bandiah.
"Di...panggil Di saja bi karena nama saya itu Siti Bandariah di panggil Bandiah!!" Kata Bandiah menjelaskan sambil tersenyum.
"Ya sudah, kalian beristirahat dulu nanti bibi bangunkan jika hidangannya telah siap!!" Kata mbok Nah sambil berlalu.
Tanpa sepengetahuan Rafli dan Bandiah, ada seseorang yang sedang memata-matai rumah tuan Andarian, kakek dari Rafli.
"Tuan dan nyonya pasti senang jika mengetahui kabar bahwa Rafli sudah kembali ke Jakarta lagi!! Apa lagi nona cantik, pasti dia akan sangat senang mendengar berita kepulangan Rafli walaupun kini kepulangannya tidak sendiri tapi bersama istri dan anaknya, tapi tak apalah yang penting Rafli sudah kembali!!" Kata orang misterius yang sedang memata-matai itu.
__ADS_1
****TAMAT****
Reader tercinta....cerita tentang kisah cinta Shanum yang berlika liku telah usai, di episode berikutnya akan menceritakan tentang kehidupan Rafli dan keluarga kecilnya di ibu kota Jakarta.