
"Maaf dokter, obat apa itu??" Tanya Sandro saat melihat dokter itu memasukan cairan ke dalam suntikan dan siap akan di suntikannya pada mami Tiara.
"Maaf dokter, bisa saya lihat dulu obat itu...bagaimana pun saya juga ikut bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada mertua saya!!" Kata Sandro.
Dokter itu tampak hendak memberikan botol obat tersebut pada Sandro, tetapi tiba-tiba....
JLEB....
Suntikan di tangan wanita itu tiba-tiba berputar cepat lalu menancap di lengan Sandro tanpa Sandro sempat menghindarinya lagi.
"Mas???" Teriak Shanum panik.
Tubuh Sandro langsung melorot jatuh ke lantai tak sadarkan diri.
"Jangan coba-coba mendekati!!" Ancam dokter wanita itu pada Dodi yang bersiap melompat mendekati.
"Jika kalian tetap nekad mau mendekat, maka nyawa wanita tua ini akan menjadi taruhannya." Kata dokter itu.
Mereka semua tampak berdiri dengan tegangnya tak tau akan melakukan apa.
"Apa salah nyonya Tiara padamu? Dan siapa kamu sebenarnya?" Tanya Dodi masih dalam keadaan siaga.
"Kalian ingin tau siapa saya?? Dan apa kesalahan wanita tua sialan ini??" Kata wanita itu tersenyum menyeringai.
Dia menyibakan jas dokternya dan tampaklah seragam hitam seorang maid yang biasa di pakai di rumah itu lalu tanpa diduga dia menarik topeng tipis dari wajahnya dan kini tampaklah wajah asli dia yang sebenarnya.
"Mina!!!" Teriak mereka semua serentak.
"Aku sudah menduganya Mina!!" Kata Shanum geram.
Mina tampak tak peduli dengan Shanum.
__ADS_1
"Kalian semua pasti ingin tau mengapa aku sangat membenci wanita tua itu,,dan juga sangat membenci kamu, Shanum!!" Telunjuknya menunjuk tajam pada Shanum.
"Aku membenci wanita tua itu karena dia maka ayah meninggalkan ibu saat kami ada di dalam kandungan, ayah menelantarkan kami hidup bertiga bergelimang hinaan dan kemiskinan sementara dia hidup dengan segala kemewahannya!! Dan kamu...aku sangat membencimu!! Pertama aku datang dan masuk ke mansion ini aku telah bertemu dan telah jatuh cinta pada dia, tetapi aku baru tau jika dia telah menikah dan lucunya dia malah memilih janda anak tiga sepertimu dan bukan memilih wanita single seperti aku!!" Tunjuknya pada Shanum.
Jadi jangan kalian mendekat jika tidak ingin keduanya celaka di tanganku!!' Kata Mina.
"Mina, hentikan!!" sebuah teriakan menggema dari arah pintu kamar.
Lagi-lagi semua orang yang ada di situ tercengang melihat seorang wanita berambut cepat berdiri di belakangnya seorang lelaki tua yang perawakannya mirip dengan oapi Jonad lalu di sebelahnya berdiri seorang dokter muda.
Wanita yang berdiri di depan pintu itu mirip sekali dengan Mina hanya saja dia berdandan mirip laki-laki sementara Mina jauh lebih feminim.
"Hentikan Mina, kita selama ini membenci orang yang salah!! Jonas bukanlah ayah kita dan Tiara bukanlah wanita yang telah merebut ayah dari sisi ibu kita, ayah kita adalah Zonas bukan Jonas mereka kembar sama seperti kita berdua!! Aku minta maaf jika telah salah memberikan informasi kepadamu selama ini, dia lah ayah kita!!" Kata Mini menunjuk orang tua yang berdiri di samping dirinya.
Awalnya Mina terkejut lalu dia tertawa pelan tambah lama tertawa itu bertambah kencang.
"Gembel itu mengaku ayah kita dan kamu percaya begitu saja?? Sekarang aku sudah tidak peduli, gembel mengaku sebagai ayahku?? Tak usah ya...!!" Kata Mina tertawa menghina pada Zoe.
"Ingat Mini kita sudah puluhan tahun hidup menderita, dan kamu mau lebih menderita tinggal bersama gembel itu?? Lebih baik aku meneruskan saja rencanaku yang salah ini sudah kepalang basah, kaki sebelahku sudah tercebur di dalam lumpur, mending sekalian aku ceburkan saja keduanya."
Dengan kurang ajarnya, Mina mengecup bibir Sandro di depan Shanum istrinya.
Bukan main sakit hatinya Shanum menyaksikan suami tercinta dikecup di depan matanya, tetapi dia juga tidak bisa menyalahkan karena Sandro dalam kondisi tidak sadarkan diri seperti sekarang ini.
"Mina...jaga kelakuanmu dan jaga bicaramu!!" Bentak Mini geram dengan kelakuan adiknya.
"Wau...wau...wau!! Sudah tobat dan insyaf kamu sekarang Mini??" Ejek Mina.
"Apa maksud ucapan kamu Mina??" Tanya Mini geram.
"Halah....kamu sendiri berkecimpung membunuh, bahkan mungkin juga berapa batang sudah yang masuk menjebol gawangmu, aku mengaku aku liar dan aku binal tetapi aku tidak munafik seperti kamu Mini!!" Ejek Mina sementara yang lain masih terpaku saja menjadi penontonnya.
__ADS_1
"Jahat sekali mulut kamu Mina, aku mengaku pekerjaanku memang sebagai pembunuh bayaran tetapi yang kubunuh adalah para baji*ngan walaupun aku selalu bergelut dengan dunia hitam dan dunia malam, tetapi aku tidak pernah berhubungan dengan laki-laki manapun, aku bukan perempuan suci tetapi sebagai wanita aku selalu menjaga kehormatanku, karena aku teringat pesan dari ibu kita agar apa yang telah menimpanya jangan sampai menimpa kita dan seluruh keturunan kita lagi!! Cam kan itu!!" Tegas Mini dengan wajah merah padam tapi masih berusaha menahan amarah di hatinya.
"Oya?? Yang membuat ibu jadi seperti itu karena dosa-dosa laki-laki gembel yang ada di belakang kamu itu, juga tidak lepas dari peranan si Jonas dan Tiara yang ingin menguasai sendiri harta warisan kakek!!" Kata Mina.
"Mengapa semakin lama mulutmu semakin kurang ajar, Mina??" Teriak Mini.
"Sejak dulu aku tau kamu itu tipe wanita yang sangat cerdas tetapi juga sangat licik, hanya saja aku masih menyayangi kamu karena kamu adalah saudari kembarku sendiri."Geram Mini.
"Sekarang kamu lepaskan Tante Tiara dan laki-laki yang ada di dalam pelukanmu itu, atau aku tidak segan-segan menghajarmu, Mina??" Seru Mini mulai hilang kesabarannya menghadapi saudarinya itu.
"Mau menghajarku?? Silakan tetapi jangan kamu pikir aku wanita lemah dan bodoh, Mini!! Jangan kamu berpikir hanya kamu yang menguasai ilmu bela diri tingkat tinggi, bertahun-tahun aku mempelajari secara diam-diam semua kelemahan ilmu bela dirimu, ternyata kamu memang seorang wanita tangguh yang perfect tetapi aku juga mempelajari kelemahanmu dengan segala kelicikanku, kamu tidak bisa berbuat apa pun jika orang yang dekat denganmu tersakiti!! Begitu kan Mini??" Kekeh Mina.
"Kamu tau? Selama ini aku selalu menjadi dirimu untuk berbuat kejahatan sebagai topeng hitam!!" Mina sudah sungguh-sungguh di luar batas kesabaran Mini.
Tetapi sepintas dia melihat pergerakan tangan Sandro, sebenarnya tadi Sandro tidak pingsan. Dia termasuk orang yang memiliki daya tahan tubuh yang luar biasa, hanya saja tadi dia merasa seluruh sendi di tubuhnya terasa kaku tak bisa digerakan karena obat dari suntikan yang ditancapkan oleh Mina tadi.
Agar lebih mengamankan dirinya, Sandro pura-pura tergeletak tak berdaya di lantai sambil mengumpulkan seluruh kekuatannya.
Dia berhasil menguasai dirinya kembali dan pergerakan jari tangannya itu sekilas terlihat oleh Mini dan Dodi. Tetapi mereka juga diam saja supaya tidak menimbulkan kecurigaan Mina.
"Sadarlah Mina, ayo kita pulang?? Bukankah dulu impian kita adalah bisa bertemu dengan ayah dan berkumpul kembali? Sekarang ayah telah kembali, ayo kita pulang?" Kata Mini masih berusaha membujuk Mina.
"Kumpul dengan gembel yang miskin itu terus kita kembali hidup susah lagi?? Ogah, kalau kamu mau kamu saja kembali bersama si gembel, hahaha!!" Tawa Mina membahana di seantero kamar itu.
*
*
***Bersambung...
Ternyata selama ini yang berbuat kejahatan adalah Mina dan Mini sebagai tertuduhnya!!
__ADS_1
Bagaimana kisah perdebatan dua saudari kembar itu selanjutnya??
Jangan lewatkan kisah mereka di akhir-akhir episode ya!!