Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 27 Hamil


__ADS_3

"Oke, mami ijinkan kamu malam ini bersama istri murahan kamu itu tetapi besok kamu sudah harus meninggalkannya!!" titah mami Tiara tak terbantah.


Hancur sudah hati Indra. Harapan untuk bisa hidup bersama dengan orang yang dia cintai juga ikut musnah.


Dengan langkah gontai dia menuju parkiran dan sudah disambut oleh Elang.


"Bagaimana keadaan nyokapmu, Ndra??" tanya Elang.


"Nyokap sudah baik-baik saja...aku yang bakalan nggak baik-baik, Lang!!" kata Indra sedih.


"Mami memaksaku untuk kembali bersama Pingkan ke Inggris untuk melanjutkan hidup kami di sana dan meninggalkan Shanumku selamanya." Indra duduk di trotoar sambil menutup wajahnya, keadaannya sangat kacau.


Elang juga ikutan gusar mendengarnya.


"Lalu bagaimana dengan aku, Lang??? jika aku membantah aku takut penyakit jantung mami kambuh lagi!!" kata Indra tercekat.


"Aku mengerti posisi kamu, Ndra...untuk sementara kamu ikuti dulu aturan nyokapmu nanti kita pikirkan lagi bagaimana langkah selanjutnya." Kata Elang sambil memeluk sahabatnya untuk menenangkannya.


"Sebaiknya malam ini kamu pulang, temui Shanum berikan pengertian padanya pelan-pelan...Shanum itu wanita yang baik, Insya Allah dia pasti akan mencoba mengerti!!" kata Elang.


"Ayo aku antar kamu menemui Shanum istrimu!!" ajak Elang bangkit berdiri.


"Sudah Lang sampai sini saja, biar aku menyelesaikan masalah rumah tanggaku sendiri!!" kata Indra pada Elang.


Indra menuju rumah Shanum, sejenak dia berdiri diteras rumah yang penuh kenangan baginya itu.


"Assalamualaikum...."


Lama baru terdengar sahutan seorang wanita dengan suara serak dari dalam rumah.


"Waalaikum Salam!!"


CEKLEK...


"Mas Indra!!" suara Shanum tercekat melihat lelaki yang sore tadi baru sah berstatus sebagai suaminya dan kini kemungkinan pernikahan mereka berada diujung tanduk.


"Shanum....!!"


Indra memeluk tubuh yang nampak lelah dengan segala beban masalah yang dialaminya.


Shanum menangis terisak dalam pelukan suaminya.


"Yang sabar ya Num, kita berjanji untuk menghadapi masalah ini bersama-sama!! mas akan tetap mencintai kamu walau apapun yang terjadi!!" ucap Indra membelai kepala Shanum dan menciumi kepala istrinya.


Indra menutup pintu depan.


"Anak-anak kemana Num??" tanya Indra.


"Di rumah ibu sama bapak!!" jawab Shanum.


Entah karena kerinduan yang mereka tahan selama ini sesaat mereka melupakan masalah yang menimpa mereka tadi.

__ADS_1


Indra mengangkat dan menggendong istrinya masuk ke kamar.


"Mas sangat mencintaimu, Num...ijinkan malam ini mas menyatukan raga kita...semoga jika sesuatu terjadi padamu malam ini maka mami dan papi akan terbuka hatinya saat melihat cucu dari darah daging putranya sendiri!!" ucap Indra perlahan di telinga Shanum.


(Nggak usah didetilkan saat mereka melewati malam ya reader, lagi puasa😁😁).


************


"Sayang...mas pergi dulu, kamu nggak usah khawatir mas tinggal bersama Pingkan hanya sebatas pertanggung jawaban padanya tidak lebih!!"


"Ingat, hubungi mas Indra jika terjadi sesuatu padamu!!" kata Indra berpesan kepada istrinya.


"Mas buka rekening untukmu bisa kamu gunakan sebagai keperluanmu selama mas belum kembali, mas pergi bukan tidak untuk kembali Shanum, jadi bersabarlah...kita sudah berjanji untuk melewati masalah ini bersama." Kata Indra sebelum pergi.


Tetapi impian tak seindah kenyataannya, seminggu setelah kepergian Indra dan Pingkan kembali ke Inggris, Shanum dipecat dari pekerjaannya karena Sheilla tanpa sepengetahuan Elang memfitnah Shanum.


Tak sampai seminggu rumah sederhana yang ditempati ayah dan ibunya dilalap si jago merah. Karena syok melihat rumah kediamannya habis dilalap api, ayah Shanum meninggal dunia.


Suasana di rumah Shanum masih berkabung dengan meninggalnya ayah Shanum.


Sore itu Shanum merasakan kepalanya teramat pusing dan isi perutnya seperti terasa diaduk.


Huek...huek...


Shanum memuntahkan semua makanan di dalam perutnya hingga tak ada lagi tersisa.


"Ibu sakit??" kata Chiro.


Saat Chika dan Chiro bermain di teras, ibu menemui Shanum di dapur yang sedang memasak sambil memakai masker.


"Num...ibu lihat dari keadaanmu ini, apakah kamu sedang hamil??" tanya ibunya.


Klontang...


Sendok sayur yang dipegang oleh Shanum jatuh kelantai.


Shanum mulai mengingat saat dia dan Indra berhubungan di malam Indra akan pergi itu, Shanum sedang dalam keadaan subur.


"Bu, tampaknya kita harus pindah dari sini, Shanum nggak mau kita jadi perbincangan tetangga bahwa Shanum hamil tak ada suami, sudah cukup keluarga kita dihujat bahwa Shanum adalah pelakor."


"Shanum harus menjaga bayi ini agar tidak diambil oleh keluarga Indra, bu!!" kata Shanum mulai cemas.


"Lalu jika kita pindah dari sini, kita mau kemana nak?? lalu bagaimana sekolah anak-anakmu?? dan uang dari mana kita harus memulai hidup di tempat yang baru??" tanya ibunya.


"Mengenai sekolah Chika dan Chiro ibu nggak usah khawatir, besok Shanum akan kesekolah mereka untuk memindahkan mereka." Kata Shanum.


"Soal biaya makan kita ibu nggak usah khawatir, Shanum masih punya sedikit uang tabungan, bu!!" ucap Shanum lagi.


"Nanti kita pikirkam lagi setelah kita pergi dari sini, bu!!" ucap Shanum.


Sementara di negara ratu Elizabeth itu Indra benar-benar belajar keras agar segera menyelesaikan kuliahnya agar dia bisa pulang ke Indonesia

__ADS_1


Dia menghabiskan waktunya untuk kuliah dan bekerja pertama untuk menghindari terlalu berinteraksi dengan Pingkan, kedua dia ingin menghasilkan uang sendiri agar bisa mengirim buat istrinya tercinta di Indonesia.


Huek...huek...


Indra pun mengalami apa yang dialami oleh Shanum. Dia ingin menghubungi Shanum tetapi sebuah ancaman yang tak berani di langgarnya adalah maminya akan meneror Shanum dan keluarganya jika Indra masih mencoba menghubunginya.


"Maafkan mas Indra ya Num!! apakah kamu kini sedang hamil? mual dan muntah yang mas derita ini bukan mual dan muntah biasa!!" kata Indra.


Sebagai seorang mantan perawat, Indra tentu paham sekali tentang keadaannya ini.


"Mas kangen sama kamu Num, ingin rasanya mas telepon kamu tapi mas takut akan membahayakan keluargamu!!" lirih Indra sedih.


***********


"Mas Rahman mau kemana sore gini sudah rapi?? wangi pula!!" kata Yanti sambil menggendong bayinya.


"Kamu ini aneh Yanti...melihat suami rapi dan wangi dikomentari, melihat suami bau apek dan kusut masai di bilang seperti orang kalah judi, gimana sih??" kata Rahman.


"Ya bukan gitu mas, akhir-akhir ini mas sepulang kerja hanya istirahat sebentar sudah itu mau pergi lagi, wajarkan Yanti curiga?" kata Yanti.


"Hanya kumpul bareng teman, Yan...bosen di rumah terus!!" kata Rahman yang memang tak sepenuhnya bohong, tetapi yang jadi tujuan utamanya adalah mau menggombal Shanum agar mau balikan lagi dengannya.


Semenjak dia mendengar Indra meninggalkan Shanum sehari setelah pernikahannya kembali ke Inggris, niatnya untuk merebut kembali hati sang mantan jadi menggebu-gebu kembali.


Dia tak mau beradu debat dengan Shanum agar bisa merebut perhatian mantan istrinya itu.


Sambil bersiul-siul dia menyemprotkan minyak wangi di seluruh tubuhnya sampai nyamuk pun mati mencium bau parfum Rahman.


"Mas tidak makan dahulu??" kata Yanti.


"Nanti aja pulangannya, Yan!!" kata Rahman sambil bersiap-siap lalu mengambil kunci mobil di atas kulkas.


Yanti termangu di ruang makan melihat makanan yang sengaja dia masak untuk Rahman dianggurin begitu aja.


"Shanum...Chika...Chiro...tunggu bapak datang ya!!" kata Rahman.


Sementara itu Shanum dan keluarga kecilnya sudah berada dalam perjalanan menuju ke kampung halaman ibunya.


Mereka membawa barang seperlunya saja.


"Bu, nanti di tempat yang baru kira-kira Chika sama Chiro bisa dapat teman lagi atau nggak ya??" tanya Chika sambil menatap gerimis di sepanjang perjalanan sementara Chiro sudah lelap tertidur karena perjalanan mereka masih memakan waktu sekitar 5 jam lagi.


*


*


***Bersambung...


Bagaimana nasib Shanum dan kehamilannya selanjutnya??


Ikuti terus lanjutan kisah cinta mereka yang terhalang restu!!

__ADS_1


__ADS_2