Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 94 Mengintai


__ADS_3

"Kok susah banget sih masuknya, mi??" kata Rafli yang merasakan miliknya berkali-kali terpeleset dan tak tepat sasaran.


Sementara Rafli sama sekali tak menyadari istrinya yang mulai menangis menahan rasa sakit dan nyeri.


"Ah....masuk juga!!" dengan santainya Rafli berkata sambil tersenyum puas karena berhasil melaksanakan misinya.


Karena membelakangi lampu Rafli sama sekali tak menyadari kesakitan dan air mata istrinya.


Sepuluh menit berlalu saat Rafli telah melakukan pelepasan pertamanya.


AARRGGHH


Rafli mengerang panjang saat lahar panasnya berkali-kali menyembur di rahim istrinya. Lalu dia berguling ke kiri di saat itulah dia baru menyadari istrinya sedang menangis, pantas sejak tadi istrinya tak ada respon sama sekali.


"Umi kenapa menangis?? punya abi terlalu besar ya?? punya umi aja tuh yang kesempitan, tadi aja masukan kepalanya susah banget!!" celoteh Rafli seolah tanpa dosa.


"Sakit abi??? abi ini dodol atau jenang sih?? atau keduanya??' semprot istrinya dengan kesal.


Dengan susah payah Bandiah berusaha bangun dari tidurnya dan melangkah menyeret kakinya menuju kamar mandi.


Rafli yang melihat tingkah laku istrinya merasa heran.


Lalu matanya melirik kearah tempat tidur di mana terdapat banyak bercak darah dan masih baru.


"Darah umi kah ini??" lama Rafli terdiam dan berpikir.


"Astaghfirullah, jangan-jangan??? tapi masa iya?? umi kan sudah janda masa iya dia masih perawan??" gumam Rafli.


Lalu dengan cepat dia menuju kamar mandi dan didapatinya sang istri sedang jongkong dan menangis di sudut kamar mandi.


"Mi ngapain jongkok di pojokan?? lama-lama sudah seperti suster jongkok aja di situ!!" celotehnya.


"Abi jahat!!" teriak Bandiah lalu menangis lebih keras.


Dengan cepat Rafli merangkul istrinya.


"Maafkan abi ya, mi...abi nggak tau kalau umi itu janda tapi masih perawan!!" kata Rafli memeluk istrinya berusaha meredakan tangisnya akibat kekurang ajaran Rafli dan adik kembarnya.


"Habis umi juga nggak pernah cerita kalau umi itu masih perawan sih, jadi abi main nyosor aja habis adik abi sudah tidak bisa diajak kompromi lagi!!" kata Rafli setengah nyengir setengah bersalah.


"Ya sudah ayo abi bantu membersihkan!!" kata Rafli.


Setelah mengangkat tubuh istrinya kembali ke kamar dia pun juga segera mandi sementara Bandiah menyiapkan makan malam untuk mereka.

__ADS_1


************


DDRRRTTTTT


Indra melirik ponsel yang berdering untuk melihat siapa yang menelponnya.


"Rafli?? ada apa pengantin baru itu menelpon sudah malam begini??" gumam Indra.


Dia memang sedang ada di ruang kerjanya agar tidak mengganggu istirahat istrinya karena Shanum memang sedang dalam masa-masa pemulihan.


📱"Assalamualaikum?? ya, selamat malam pengantin baru...ada apa??"


📱"Besok kamu sepulang kerja berhati-hatilah karena menurut informanku mereka akan mencegat perjalanan pulangmu, tetap saja melewati jalan pintas seperti biasanya, jangan khawatir kami akan melindungimu!!"


📱"Mengapa nyawa keluargaku terus menerus dalam bahaya, Rafli!!! tak bisakah kamu tangkap saja keluarga Prita dsn Prianka itu??"


Indra tampak stres dan frustasi mendengar kabar yang telah disampaikan oleh Rafli kepadanya.


📱"Kami tak mempunyai cukup bukti untuk menangkap mereka, Indra...kamu tahu sendiri keluarga mereka merupakan dua dari antara keluarga terkaya di Indonesia, mereka tidak bergerak sendiri, jaringan mereka sangat rapi bukti itulah yang ingin kami kumpulkan guna menggulung kelompok mereka."


📱"Sudahlah, kamu tetap tenangkan diri...jangan panik dan berbuat seolah tidak tahu apapun, kami akan melakukan penyergapan pada mereka besok sore!!"


📱"Baiklah, Rafli...aku mengucapkan terima kasih padamu sudah mau membantuku!!"


"Ada apa bi??" tanya Bandiah yang baru keluar dari dapur membawakan teh hangat dan cemilan untuk suaminya.


"Bi, kasihan Shanum dan Indra...sudah meninggalpun mereka tetap hidup di bawah bayang-bayang keluarga Pingkan!!" desis Bandiah geram.


"Itulah mengapa abi akan berusaha untuk menggulung kelompok mereka, jika hanya para kroconya saja yang ditangkap sementara si pemegang kendali masih bebas berkeliaran di luar sana, maka percuma saja karena dengan uang dan kekuasaannya dia akan membentuk kelompok yang baru!!" jelas Rafli.


"Sudahlah...umi nggak usah ikut memikirkan masalah itu, nanti malam kita tempur lagi ya mi?? abi jadi kepengen lagi melihat umi pakai daster menerawang begitu!!" goda Rafli.


DEG...


Bandiah langsung terpaku berdiri di tempatnya lalu memandang kearah bawah milik suaminya yang hanya mengenakan sarung saja.


"Lagi?? sedang rasa sakit yang tadi aja belum hilang??" batin Bandiah.


Seperti tau apa yang tengah dipikirkan oleh istrinya, Rafli hanya tersenyum.


"Jangan khawatir mi, abi nggak akan grusah grusuh seperti tadi kok, abi akan pelan-pelan melakukannya!!" kata Rafli.


Bandiah hanya mencibir pada suami tengilnya itu.

__ADS_1


***************


"Sialan....berjam-jam kita menunggu di sini sampai badanku habis semua bentol digigit nyamuk, tapi lelaki cungkring itu belum kelihatan batang hidungnya, jangan kata batang hidungnya bayangannya aja belum ada!!" omel Tirta.


"Sabar Tirta, menjadi seorang police spy seperti kita ini dituntut kesabaran yang tinggi!!" kata Sandi.


"Ta...Tirta...!! apa yang sedang kamu pikirkan??" tanya Sandi pada anak buah setianya itu.


"Aku masih memikirkan salah seorang dari keempat penjahat itu bos, aku memang pernah melihatnya tapi susah sekali untuk mengingatnya!!" kata Tirta.


"Lelaki tinggi kekar yang berjerawat itukah??" tanya Sandi lagi.


"Iya bos, sumpah aku pernah melihat wajah itu tapi semakin aku mencoba mengingatnya aku kok malah semakin lupa!!" jawab Tirta lagi.


"Mungkin hanya mirip kali atau kamu pernah melihatnya dalam kesatuan kita!!" Kata Sandi.


CETEKK...


Tirta menjentikan jari tangan kanannya.


"Itu dia...aku melihatnya di kesatuan lain saat kita sama-sama sedang berkumpul, bos!!" kata Tirta.


"maksudmu dia mata-mata sama seperti kita juga??" tanya Sandi lagi.


"Tepat bos, dan kalau tidak salah orang memanggilnya Johan...ya, sersan Johan!!" kata Tirta kini yakin.


Sandi sesaat termangu mendengar perkataan Tirta.


"Berarti sersan Johan disusupkan langsung kedalam kelompok penjahat si codet yang terkenal sebagai pembunuh bayaran yang kejam dan licin seperti belut untuk dilumpuhkan!!" kata Sandi.


"Terus ini bagaimana bos, apakah kita akan berjaga sampai pagi di sini?? dari informasi orang kita yang sedang memata-matai mansion keluarg Prita pun tak ada tanda-tanda ada yang keluar ataupun masuk ke mansion itu." Kata Tirta.


"Jangan menyerah Tirta, ini adalah ujian kesabaran untuk kita, jika kita lengah sedikit saja maka target kita akan lolos." Kata Sandi.


Kelompok kecil itu sudah terkantuk-kantuk menunggu saat ada sesosok tubuh muncul dari jalan besar tapi bukan menggunakan motor melainkan memakai roller blade di kedua kakinya dan tampaknya dia adalah seorang perempuan.


"Tirta...bangun Tirta, kamu lihat siapa itu dari arah kejauhan??" kata Sandi membangunkan partnernya itu yang hampir hilang kesadaran karena rasa kantuk yang sangat menderanya.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Siapa sosok wanita yang di lihat oleh Sandi dan Tirta itu??


Kita ikuti kisahnya di episode selanjutnya!!🙏🙏


__ADS_2