
Tetapi dia belum punya cukup bukti, oleh sebab itu dia mengutus Sandi orang kepercayaannya untuk menyelidiki kasus ini sekaligus mencari bukti perselingkuhan istrinya.
Setidaknya dia bisa membantu Rafli Andarian cucu si pemilik rumah sakit ini untuk menggulung komplotan Sheilla.
Sebenarnya Elang sudah cukup lama mencurigai istrinya itu. Awalnya perselingkuhan lalu penggelapan dana pembangunan rumah sakit.
***Flashback***
"Aduh...kok bisa ketinggalan sih?? Bagaimana coba aku ini, dasar orang tua!!" kata Elang kesal. Bagaimana dia tidak kesal baru aja sampai di ruangannya, dia baru menyadari laptopnya tertinggal di rumah, padahal jam 9 nanti ada rapat penting.
Elang cepat berpikir. Jika dia menggunakan mobil kembali pasti akan terjebak macet.
"Aku pakai ojek online aja ah...biar bisa cepat tiba di rumah dan bisa cepat balik kembali!! Jam segini pasti Sheilla sudah berangkat kerja!!" gumam Elang.
Dengan menggunakan jasa ojek online, Elang tiba di rumah hanya dalam waktu lima belas menitan.
Tiba di depan gerbang rumahnya Elang heran saat melihat mobil Sheilla istrinya masih terparkir cantik di depan halaman.
"Tumben, ini sudah mau jam 8 pagi kok belum berangkat?? biasanya tak lama aku pergi, dia pergi juga, apa Sheilla sakit ya??" gumam Elang lagi lalu masuk kedalam rumah yang tidak terkunci perlahan setelah sebelumnya meminta kang ojek untuk menunggu sebentar dari pada dia harus memesan lagi kan memakan waktu saja.
"Sheilla ini, tau gini aku tidak perlu pulang...minta tolong dia saja antarkan ke rumah sakit tuh laptop dengan menggunakan jasa ojek online." Gerutu Elang pelan.
Dia mau menuju keruangan kerjanya yang melewati kamar tidurnya dan Sheilla.
Elang mendengar suara-suara aneh dari dalam kamar mereka. Karena pintu kamar tertutup, Elang mencoba mengintip dari lubang kunci.
Dia pikir suara-suara aneh itu, Sheilla sedang menonton sesuatu tetapi apa yang dia lihat sungguh membuat matanya sepat.
Bagaimana tidak, di saat dia mulai mau membuka hati untuk wanita yang telah dijodohkan dengannya itu, rasa kepercayaannya harus dia kubur kembali.
Di dalam kamar mereka dia melihat dan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Sheilla dan seorang pria muda yang tidak dia kenal sedang bergumul panas di atas ranjang king size miliknya.
Hatinya mencelos!! dia dalam tahap baru belajar mencintai dan menerima pasangannya, tetapi dalam tahap itu juga perasaannya dibunuh oleh pengkhianatan sang istri.
Awalnya dia marah...dia benci...ingin sekali dia mendobrak pintu itu dan membantai kedua manusia kotor yang tidak tau malu tersebut dan mengirim mereka berdua ke akherat, tetapi akal sehatnya masih jalan dan dia masih bisa mengontrol emosinya.
Elang diam-diam mengambil laptopnya lalu perlahan meninggalkan rumah dengan hati membara.
***Flashback off***
__ADS_1
Sejak peristiwa dua bulan yang lalu itu, sikap Elang jadi semakin dingin dengan Sheilla.
Bicaranya juga seadanya. Tak ada lagi beramah tamah dalam rumah tangga, semua dijalaninya dengan penuh kepalsuan dihadapan orang tua mereka.
Sayangnya pada saat itu Elang sudah tidak kepikiran untuk memvideokan kelakuan bejat keduanya.
Hanya saja dia ingat betul wajah pria muda yang sedang menggarap tubuh Sheilla waktu itu yang belakangan dia ketahui adalah karyawan bagian keuangan bawahan Sheilla sendiri.
Dan ternyata entah kebetulan apa dia juga yang mengetahui bahw pria yang bernama Hansen itu memanfaatkan uang milik Sheilla dan menjalin hubungan lagi dengan wanita lain teman satu divisinya sendiri.
Kantor tempat Sheilla bekerja masih ada di dalam lingkungan rumah sakit dan memegang dana pembangunan rumah sakit yang dipercayakan oleh kakek Rafli Andarian.
Oleh sebab itu dia sengaja meminta bantuan Sandi, untuk membongkar semuanya.
Elang melewati Sheilla dan langsung menuju ke ruang rawat inap Pingkan.
Jangan ditanya lagi bagaimana beratnya perjuangan hati dan perasaan Elang yang berpura-pura baik selalu bersandiwara bahwa pernikahannya dan Sheilla baik-baik saja.
Sheilla bukan tidak merasa perubahan sikap Elang padanya selama dua bulan terakhir ini, tetapi kehadiran Hansen di hidupnya mampu membuatnya semakin lupa bahwa perubahan sikap Elang padanya karena suaminya itu telah tau kebusukannya tetapi masih tetap dirahasiakan oleh Elang.
**************
"Lha kamu enak sedang cuti, sementara aku??" kata Hansen tergesa-gesa memakai baju kerjanya.
Anna hanya nyengir tidak bisa berkata apapun lagi karena tubuhnya juga seperti luluh lantak tak bertenaga sama sekali.
Hansen berangkat dengan tergesa-gesa menuju kantor tempat dia bekerja.
"Bakalan kena omel lagi nih dari nyonya tua itu!!" gumam Hansen.
"Hansen...dari mana saja kamu kenapa jam segini baru datang???" tegur Sheilla.
"Maaf bu, tadi saya harus mengantar adik saya kepelabuhan!!" dusta Hansen.
"Setidaknya kamu kabari saya jika kamu telat, Hansen!!" ucap Sheilla.
"Iya bu maaf, tadi ponsel saya low bat dan mati jadi nggak bisa ngabari ibu!!" kata Hansen.
"Berarti sehabis kamu berolahraga tadi kamu langsung pergi untuk mengantar adikmu kepelabuhan??" tanya Sheilla.
__ADS_1
"Iya bu!!" jawab Hansen sedikit gugup.
"Ya sudah, mana laporan yang saya minta??" tanya Sheilla.
"Syukur...syukur dia tidak memperpanjang pertanyaannya!!" gumam Hansen sambil berlalu.
*************
"Mas Rahman ini keterlaluan banget ya...Atika itu mulai sore demam tinggi, ponsel mas Rahman kuhubungi selalu di luar jangkauan, untung ada ibu tetangga yang baik yang mau mengantar Yanti ke rumah sakit!!" sentak Yanti dari pintu rawat inap putri mereka.
"Iya Yan, mas minta maaf...tadi baterai mas lowbat jadi nggak bisa mas aktifkan!!" kata Rahman menyadari kesalahannya.
Yanti memandang tajam pada Rahman dengan penuh linangan air mata.
Dia diam tak lagi menanggapi perkataan Rahman seperti biasanya.
Masih teringat oleh Yanti saat tubuh Atika kejang-kejang karena panasnya sangat tinggi, untung masih ada orang yang berbaik hati padanya dan menolongnya.
Tanpa banyak bicara Yanti berbalik meninggalkan Rahman menuju bed tempat Atika berbaring.
Dia ikut berbaring di samping putrinya. Yanti benar-benar sangat kecewa pada Rahman dan juga sangat syok dengan kejadian yang hampir merenggut nyawa bayinya.
"Yan...kamu marah sama mas, ya!!! maafkan mas Rahman, ya!!" ucap Rahman sambil duduk di samping tempat tidur Atika.
"Sebaiknya mas Rahman pulang dan beristirahat di rumah, bukankah mas Rahman habis lembur malam ini?? tentu mas Rahman capek, lelah dan seluruh badan mas Rahman mau remuk semua, begitu kan?? jadi mending mas Rahman pulang biar aku yang menjaga putriku di sini!!" kata Yanti datar.
Tanpa menghiraukan Rahman lagi, Yanti memejamkan matanya yang memang nampak sangat lelah.
"Yan...mas mau pulang mandi dan ganti baju, setelah itu mas kemari lagi!!" kata Rahman tetapi tak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut Yanti.
*
*
***Bersambung....
Bagaimana nasib para rumah tangga mereka selanjutnya??
Ikuti terus kelanjutan kisah mereka di next episode!!🙏🙏
__ADS_1