SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Tidak Ada Kata Ampun


__ADS_3

Bagas mendengarkan penjelasan soal tugas yang harus dia kerjakan selama satu Minggu ke depan dengan mengetukkan ujung pena ke meja kerjanya yang dilapisi kaca. Sementara dia memusatkan pandangannya ke arah draft yang ada di tangan kirinya. Dia sengaja tidak ingin mengarahkan pandangan pada Elma, yang selama memberi penjelasan kepadanya tatapan wanita itu tidak pernah putus dari wajah Bagas.


" Selamat atas pertunanganmu, Bagas. Aku dengar jika kau bertunangan dengan seorang putri konglomerat yang tinggal di Amerika." Acara pertunangan Bagas yang Evelyn yang digelar megah di salah satu hotel milik Gavin tentu terdengar di telinga Elma karena Elma bekerja di hotel Gavin dan mempunyai posisi yang lumayan tinggi.


Bagas baru menolehkan pandangan ke arah Elma saat wanita itu menyinggung soal pertunangannya dengan Evelyn yang telah kandas. Bagas tidak tahu dari mana Elma tahu soal pertunangannya itu. Namun, dia seketika teringat jika Elma adalah karyawan Gavin juga.


" Aku pikir kamu akan menikahi sekingkuhnmu itu, Bagas." Elma tersenyum tipis dan hanya menimbulkan lekukan samar di sudut bibirnya. Selingkuhan yang dimaksud oleh Elma sudah pasti adalah Indhira. Karena ketika berpacaran dengannya, Bagas meninggalkan dirinya demi Indhira. Elma sendiri tidak mengerti mengapa Bagas meninggalkannya demi wanita biasa saja seperti Indhira. Karena itu, saat dia mendengar soal kasus video viral antara Bagas dan Indhira, dia merasa itu adalah karma bagi Bagas yang sudah mengkhianatinya dan bagi Indhira karena sudah merebut Bagas darinya.


" Ternyata seperti dugaanku sebelumnya. Kamu tidak pernah bisa bertahan lama menjalin hubungan dengan satu wanita," sindir Elma, yang menduga jika Bagas pun akhirnya mencampakkan Indhira.


Bagas terus menatap Elma, dia tidak berminat memberi penjelasan pada Elma tentang status pertunanganya dengan Evelyn yang sudah berakhir. Mungkin lebih baik Elma beranggapan jika dia masih bertunangan dengan Evelyn, agar Elma tidak melakukan hal yang ditakutkan olehnya. Setidaknya status sosial Evelyn sebagai anak pengusaha terkenal pasti akan membuat siapa pun akan berpikir panjang untuk bersaing dengan Evelyn. Berbeda jika dia berterus terang soal statusnya saat ini adalah suami dari Indhira, akan lebih mudah bagi Elma mengusik rumah tangganya, karena dia dapat melihat jika Elma masih dendam kepadanya.


" Aku rasa setiap orang berhak mencari yang terbaik." Bagas menyahuti apa yang diucapkan oleh Elma tadi. Dia sendiri tidak terlalu suka membahas masalah pribadinya dengan Elma.


" Iya, kamu benar Bagas. Tapi aku sedikit beruntung, bukan aku yang menjadi korbanmu di video viral itu." Sindiran Elma membuat Bagas terdiam beberapa saat.


" Aku rasa sebaiknya kamu segera kembali ke mejamu, Elma. Ini hari pertama aku bertugas. Aku tidak ingin mencontohkan hal yang buruk kepada anak buahku dengan membicarakan hal pribadi saat jam kerja." Bagas ingin segera mengakhiri obrolan seputar masa lalunya dengan Elma. Dia malas jika ada orang yang mengungkit soal kasus video viralnya bersama Indhira.


Elma tersenyum tipis karena merasa berhasil membuat Bagas mati kutu dengan sindirannya tadi. Ia pun lalu melenggang meninggalkan ruangan kerja Bagas.


" Si al! Bisa bahaya jika Elma selalu mengungkit soal video itu." Bagas,mengusap kasar wajahnya. Baru hari pertama bertugas dirinya sudah mendapat masalah dari Elma, Dan justru masalah yang dia dapat adalah masalah yang bersangkutan dengan kehidupan pribadinya. Apalagi di hotel itu ada sepupu Indhira yang juga mengetahui soal video a susila dirinya dengan wanita yang kini berstatus sebagai istrinya.

__ADS_1


" Aku harus berhati-hati di sini, terutama pada Elma. Aku rasa dia masih belum ikhlas aku tinggalkan dulu. Dan dia bisa saja akan menggunakan kasus video itu untuk menekanku." Bagas harus ektra waspada menghadapi Elma, yang bukan tidak mungkin akan menjadi pengganggu ketenangannya.


***


Adibrata menatap tajam Dahlan dan Taufan yang siang ini memenuhi panggilannya untuk bertemu di sebuah private room restoran ternama. Adibrata baru saja mendapatkan laporan dari Hamid jika kedua anak buahnya itu sudah membelot darinya. Mengkhianati dengan menutupi apa yang sudah dilakukan oleh Bagas tanpa sepengetahuannya.


" Saya tidak menyangka jika kalian berdua sudah mengkhianati saya selama ini, Dahlan, Taufan!" geram Adibrata penuh kemarahan karena tidak menyangka jika kedua orang yang selama ini dia tugasnya mengawasi Bagas justru lebih berpihak kepada Bagas. Meskipun dia menyadari kinerja kedua orang suruhannya itu mulai menurun akibat kurang gesit memberi info kepada dirinya soal penyelidikan terhadap Bagas, namun dia tidak sampai berpikir jika mereka berdua sudah mengelabuinya..


" Maafkan kami, Tuan. Saat itu Mas Bagas sangat marah saat tahu sedang saya selidiki. Mas Bagas mengancam saya untuk berhenti mengikuti Mas Bahas, Tuan." Dahlan mencetitakan bagaimana dia akhirnya dianggap Adibrata mendukung apa yang dilakukan oleh Bagas.


" Kau takut pada Bagas!? Memangnya siapa yang membayar kalian selama ini!? Kenapa kalian lebih menuruti dia dibandingin mengikuti apa yang saya perintahkan!?" Adibrata semakin murka dengan jawaban yang diberikan Dahlan.


" Dan kalian lihat sendiri apa yang terjadi pada anak saya sekarang ini, kan!? Dia kabur dari rumah dan lebih memilih bersama wanita miskin itu daripada keluarganya sendiri! Seandainya sejak awal saya tahu tentang wanita itu, saya akan bertindak lebih cepat agar Bagas tidak sampai menikah dengan wanita dengan status sosial tidak jelas sama sekali!" Adibrata seakan menyalahkan, apa yang terjadi pada Bagas adalah akibat pengkhianatan Dahlan dan Taufan.


Dahlan sontak menoleh ke arah rekannya itu. Walaupun dia kecewa dengan pengakuan Taufan, namun dia tidak dapat melarang Taufan yang ingin melakukan pembelaan dengan membuat pengakuan tersebut.


" Kalau kau tahu rekanmu salah, kenapa tidak segera melaporkannya kepada saya!? Kenapa kau justru ikut menutupi, Taufan!?" Pengakuan Taufan justru semakin membuat Adibrata meradang.


Berharap melakukan pembelaan akan mendapatkan pengampunan dari Adibrata, Papa dari Bagas itu justru menyalahkan Taufan yang tidak segera melaporkan pengkhianatan yang dilakukan oleh Dahlan.


" Hmmm, maaf, Tuan." Taufan tidak dapat melakukan pembelaan kembali karena Adibrata seakan tidak menganggap perbedaan pendapatnya dengan Dahlan. Bagi Adibrata sendiri, percuma Taufan bertentangan dengan Dahlan, selama Taufan tetap tak bersuara apa-apa kepadanya. Adibrata akan tetap menilai mereka berdua adalah penghianat.

__ADS_1


" Saya sangat kecewa dengan perbuatan kalian berdua. Oleh karena itu, mulai saat ini, kalian berdua sudah tidak saya butuhkan lagi!" tegas Adibrata memecat Dahlan dan Taufan dari tugas mereka.


Dahlan dan Taufan terperajat mendengar keputusan Adibrata yang memecat mereka. Mereka berdua kini saling berpandangan dengan sorot mata berbeda. Jika Dahlan menatap dengan penuh penyesalan dan pasrah, Taufan justru sebaliknya. Tatapan mata yang diarahkan Taufan terhadap Dahlan penuh rasa kecewa dan kesal karena Taufan menganggap apa yang terjadi pada kerja karena sikap Dahlan yang berpijmhak kepada Bagas.


" Ini uang bayaran kalian. Mulai detik ini kalian berdua sudah tidak bekerja dengan Adibrata Mahesa lagi!" Adibrata seakan menegaskan, siapa pun yang berani menentang apalagi mengkhianatinya, tidak ada kata ampun untuk mereka.


*


*


*


Bersambung


...Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Taqabbal Ya Karim, Minal Aidin Wal Faizin, jika ada sikap atau kata-kata yang tidak berkenan yang secara sengaja ataupun tidak sengaja, mohon dimaafkan dengan keikhlasan🙏...


...Happy Eid Mubarak 1444 H...


...Semoga kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan tahun-tahun berikutnya....


...Aamiin, Aamiin Ya Rabbal Alamin🤲...

__ADS_1


Happy Reading ❤️


__ADS_2