SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Ingin Cerai


__ADS_3

" Mama duduk dulu ..." Bagas menyuruh Angel masuk ke dalam rumahnya saat sampai di rumah kontrakannya.


" Bu, Ibu kenapa?" Indhira ikut menuntun Mama mertuanya itu duduk di kursi makan, karena sofa tamu yang dibelikan oleh Angel tidak masuk ke dalam rumah kontrakannya itu.


" Yank, tolong ambilkan air untuk minum Mama." Bagas meminta Indhira mengambilkan air mineral untuk Angel. Sementara dia sendiri menyalakan kipas angin, karena rumahnya tidak menggunakan AC.


" Iya, Mas." Indhira mengambil gelas bersih lalu mengisinya dengan air mineral dari galon.


" Ini, Ibu minum dulu biar Ibu lebih tenang." Indhira menyodorkan minuman kepada Mama mertuanya itu.


" Ma, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Bagas masih penasaran dengan apa yang menimpa sang Mama. Bagas menarik kursi lalu duduk menghadap Mamanya.


" Papamu, Bagas. Hiks ..." Angel masih menangis tersedu.


" Papa kenapa, Ma? Apa Papa mengusir Mama?" tanya Bagas lagi.


Angel menggelengkan kepala, namun dia tidak mengatakan ada apa dengan suaminya hingga membuat Bagas bingung, karena awalnya Bagas mengira Papanya telah mengusir Mamanya.


" Papamu selingkuh, Bagas." Tangis Angel semakin kencang saat mengungkap perselingkuhan sang suami.


Kini Bagas dan Indhira terbelalak bersamaan mendengar kabar mengejutkan yang tidak pernah mereka duga. Mereka berdua kini saling berpandangan tak percaya dengan kabar perselingkuhan Adibrata.


" Apa maksud Mama?" Bagas seakan tidak percaya dengan pendengarannya saat ini. Mendengar kata perselingkuhan adalah hal yang tidak pernah terpikirkan olehnya terjadi pada sang Papa.


" Papa kamu selingkuh, Bagas." Angel kembali mengulang kalimatnya.


" Papa selingkuh? Dari mana Mama tahu Papa selingkuh? Papa selingkuh dengan siapa, Ma?" Jika apa yang diucapkan oleh Mamanya benar, rasanya Bagas tidak akan dapat memaafkan perbuatan Papanya itu.


" Papa selingkuh, hiks ... Papa selingkuh dengan pela cur, Bagas." Sakit hati Angel mengetahui jika dirinya harus diduakan dengan seorang wanita penghibur yang senang menjajakan tubuhnya ke banyak pria untuk mendapatkan uang.


Bagas kembali tersentak mengetahui wanita yang membuat Papanya mengkhianati Mamanya adalah seorang wanita penghibur. Tak dapat dibayangkan amarahnya saat ini mengetahui kelakuan dari Adibrata.


" Mama tahu dari mana, Ma?" Nada suara Bagas kini mulai tinggi karena kini merasa geram karena ulah sang Papa.

__ADS_1


" Pela cur itu yang bilang, Bagas."


Bagas menghela nafas panjang, dia harus berpikir dengan tenang. Dia tidak dapat menilai dari satu pihak saja. Mamanya mendengar Papanya selingkuh dari mulut wanita yang dituduhkan oleh Mamanya itu. Bisa saja orang itu hanya berpura-pura dan sengaja mengusik rumah tangga kedua orang tuanya.


" Ma, apa Mama yakin apa yang dikatakan oleh wanita itu benar? Bisa saja orang itu ...."


" Itu benar, Bagas!" Dengan cepat Angel memo tong ucapan Bagas.


" Wanita itu bicara di depan Papa dan Mama. Dia menceritakan apa yang dilakukannya dengan Papa di Hong Kong. Dan Papamu, Papamu tidak menyangkal apa pun yang dikatakan wanita itu. Berarti perselingkuhan itu benar terjadi, kan? Pantas saja Papamu bersikap manis terhadap Mama, mengajak dinner berdua, membelikan berlian, ternyata semua itu untuk menutupi perbuatannya agar Mama tidak mengetahui perselingkhuhannya itu." Angel bercerita dengan mengusap air mata berkali-kali.


Bagas kembali menghela nafas panjang. Dia mengenal karakter Papanya. Adibrata sosok yang keras kepalanya. Apalagi jika ada orang yang menfitnahnya, pasti dia akan menyangkalnya. Namun, apa yang diceritakan oleh Angel, jika Adibrata sama sekali tidak menyangkal, dia curiga jika apa yang dituduhkan sang Mama memang benar.


Sedangkan Indhira, melihat Mama mertuanya tak juga berhenti menangis, Indhira mencoba mendekat lalu merangkul dan mengusap pundak Angel. Dia bingung harus bicara apa? Dia pun takut jika sampai salah berucap, sehingga dia memilih diam dengan memberikan pelukan hangat sebagai rasa empati pada apa yang sedang dihadapi oleh Mama mertuanya.


" Bagas, Mama mau cerai saja! Mama tidak rela dimadu!" Angel menginginkan berpisah dari Adibrata.


" Ma, sebaiknya Mama tenang dulu, jangan buru-buru mengambil keputusan." Kata cerai bukan hanya ditakuti oleh Adibrata, namun juga bagi Bagas.


Bagas memang selalu bertentangan dengan Papanya. Dia menganggap Papanya terlalu arogan tidak memikirkan kebahagiaan anak-anaknya. Dia pun mengutuk perselingkuhan yang dilakukan oleh sang Papa. Namun, sebagai seorang anak, dia juga tidak ingin melihat orang tuanya berpisah.


" Mama sekarang ini sedang emosi, Mama tenang dulu. Sebaiknya Mama pulang ke rumah. Aku akan antar Mama pulang, kita bicarakan ini baik-baik dengan Papa." Bagas membujuk agar Mamanya tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk berpisah.


" Mama tidak mau kembali ke rumah itu, Bagas! Mama ingin tetap di sini saja. Mama ingin ikut dengan kamu, Bagas!" Angel menolak diajak pulang oleh Bagas.


" Mama mau di sini? Rumah aku sempit kayak gini, lho, Ma. Tidak ada AC juga. Memangnya Mama mau tinggal di tempat seperti ini?" tanya Bagas tidak yakin Mamanya akan setuju tinggal di rumah kontraknya yang jauh dari kata kayak untuk Mamanya.


" Kita pindah saja dari sini. Kita cari rumah yang besar, pakai uang Mama. Mama tidak perduli jika Papa akan mengecek pengeluaran Mama. Uang itu hak Mama juga. Nanti kamu, istri kamu dan Kartika juga tinggal di rumah baru kita. Biar Papamu tahu rasa, sudah menyakiti hati anak dan istrinya." Angel terlihat dendam terhadap suaminya.


Bagas melirik ke arah Indhira, Indhira pun melakukan hal yang sama. Mereka sama-sama bingung harus bagaimana membujuk Angel agar mau kembali pulang ke rumah Adibrata.


Sementara di rumah Adibrata ...


Adibrata bergegas keluar dari mobil sesampainya di rumahnya. Dia ingin segera mengetahui apakah Angel sudah kembali atau belum ke rumah mereka.

__ADS_1


" Angel ...!" Adibrata bahkan berteriak memanggil nama sang istri.


" Mbok Nah, apa istri saya sudah pulang?" tanya Adibrata saat melihat Mbok Nah keluar dari arah dapur.


" Lho, Ibu bukannya tadi pergi sama Bapak?" Mbok Nah heran mendapatkan pertanyaan dari Tuannya. Padahal dia tahu jika kedua majikannya itu tadi pergi ke luar bersama.


" Angel tidak ada di rumah?" Adibrata semakin cemas saat Mbok Nah memberitahu jika istrinya itu belum sampai di rumah mereka.


" Ibu belum datang, Pak. Memangnya Ibu ke mana, Pak?" tanya Mbok Nah bingung.


Tak menggubris Mbok Nah, Adibrata lalu berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya untuk meyakinkan jika istrinya itu sudah datang atau belum. Bisa saja Angel datang tanpa diketahui ART mereka.


" Pa, Papa kenapa teriak-teriak?" Kartika keluar dari kamarnya saat mendengar suara sang Papa berteriak.


" Kartika, Mama kamu di mana?" Kini giliran Kartika yang ditanya Adibrata.


" Mama? Mama 'kan tadi pergi sama Papa, kok' Papa malah tanya Mama mana? Memangnya kenapa Papa sama Mama sampai terpisah?" tanya Kartika heran.


Tak menjawab pertanyaan Kartika, Adibrata berlalu dengan langkah lebar menuju kamarnya.


" Angel ...!" Sambil membuka handle pintu kamar, Adibrata masih mencari keberadaan Angel.


" Pa, memangnya ada apa? Mama di mana? Kok' Papa cari-cari Mama kayak gini, sih?" Melihat sang Papa terlihat kebingungan, Kartika sampai mengikuti langkah Papanya hingga ke dalam kamar.


Adibrata memijat pelipisnya disambung dengan mengusap kasar wajahnya. Dia tidak tahu harus menjelaskan apa kepada Kartika tentang apa yang terjadi dengannya dan istrinya.


" Kartika, mana HP kamu? Coba kamu hubungi Mamamu, ada di mana sekarang?" Adibrata meminta Kartika untuk mencari keberadaan Angel lewat Kartika, berharap jika Kartika yang menelepon, Angel akan mau menjawab panggilan telepon. Kartika.


*


*


"

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading ❤️


__ADS_2