SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Mie Instan


__ADS_3

Indhira tersentak saat melihat kehadiran Adibrata berdiri di hadapannya saat ini. Indhira langsung bangkit dengan gugup dan juga rasa takut karena kemunculan Papa mertuanya itu. Bahkan keringat dingin langsung membasahi telapak tangannya.


"P-Papa?" ucapnya terbata.


"Kenapa makan malam-malam?" tanya Adibrata dengan nada serius.


"Hmmm, s-saya lapar, Pa." jawab Indhira sejujurnya, seraya mengelus perutnya.


Adibrata memperhatikan makanan dalam mangkuk yang tadi dimakan Indhira. Ketika hamil dulu, istrinya pun pernah mengalami apa yang dirasakan Indhira. Tapi, tentu saja bukan makanan yang Indhira makan saat yang dia beri pada Angel kala itu.


"Kamu mau meracuni cucu saya?" Kali ini Adibrata bertanya dengan nada ketus memprotes Indhira yang mengkonsumsi mie instan.


Indhira tercengang dengan ucapan Adibrata. Dia kaget saat Adibrata mengatakan dirinya hendak 'meracuni' janin di perutnya. Apa maksud kata-kata Papa mertuanya itu? Mana mungkin dia berniat meracuni darah dagingnya sendiri. Dan juga kata 'cucu saya'. Apakah itu artinya Adibrata sudah mengakui bayi dalam kandungan Indhira sebagai cucu dari keluarga Adibrata Mahesa? Itulah yang membuat Indhira bertanya-tanya.


"Kamu tahu? Mie instan seperti ini banyak mengandung zat yang tidak baik untuk tubuh. Dan saya tidak ingin cucu saya terkontaminasi bahan pengawet dari mie instan itu!" tegas Adibrata menegur keras Indhira, sehingga membuat Indhira semakin ketakutan karena kena marah Papa mertuanya itu, apalagi saat ini Bagas tidak menemani.


"M-maaf, Pa." Indhira tertunduk dengan tangan meremas pakaiannya.


"Kalau memang lapar, kenapa tidak menyuruh ART saja membuatkan makanan? Mana suami kamu?" tanya Adibrata kembali.


"M-Mas Bagas t-tidur, Pa." ucap Indhira.


"Dia enak-enakan tidur?" Adibrata lalu berjalan keluar dari dapur dengan langkah lebar.


Indhira menelan salivanya sambil menatap mie kuah yang dia buat tadi, karena mie itu tidak bisa dia habiskan padahal rasanya begitu nikmat di lidah.


Indhira lalu melirik ke arah pintu dapur, dia tak berniat menyusul Papa mertuanya, dua justru membuang mie kuah yang masih tersisa setengah lalu mencuci mangkuk bekas mie tadi.


Sementara itu Adibrata berlari kecil menaiki anak tangga menuju kamar Bagas. Dia ingin membangunkan anaknya yang membiarkan Indhira makan mie instan.


Adibrata masuk ke dalam kamar Bagas karena kamar itu tidak dikunci. Adibrata lalu menyalakan lampu dan menghampiri Bagas yang masih terlelap di tempat tidurnya.

__ADS_1


"Bangun kamu, Bagas! Kenapa kamu biarkan istrimu makan mie instan sendirian di dapur?" Adibrata menyibak selimut yang menggelung tubuh Bagas.


Bagas terbangun saat mendengar suara sang Papa di dalam kamarnya. Dia pun langsung bangkit dari tidurnya.


"Papa? Ada apa Papa ke kamarku?" tanya Bagas heran, tak menyadari jika istrinya menghilang dari kamar.


"Kamu enak-enakan tidur! Lihat istri kamu di dapur! Dia kelaparan dan makan makanan tidak sehat!" Kini giliran Bagas yang kena omelan Adibrata.


"Indhira?" Bagas baru menyadari jika sang istri tidak ada di dalam kamarnya. Bagas segera melompat dari tempat tidur menuju arah dapur seperti yang disebut oleh Papanya tadi.


Bagas melihat Indhira yang sedang mencuci panci bekas masak dan mangkuk bekas mie instan tadi di dapur.


" Sayang, kamu sedang apa?" tanya Bagas menghampiri Indhira.


" Mas? Mas dibangunin Papa, ya? Maaf, Mas. Perutku tadi lapar, terus aku buat mie instan, tapi kepergok Papa ..." Indhira merasa bersalah.


" Ya ampun, Yank. Kalau kamu lapar, kenapa tidak membangunkan aku, sih?" Bagas melingkarkan tangannya di pundak Indhira, karena merasa bersalah tidak memperhatikan istrinya yang sedang kelaparan tengah malam.


" Iya, Papa memarahiku karena membiarkan kamu sendirian di dapur." Bagas tidak ingin istrinya salah paham dengan ucapan Papanya.


" Maaf, ya, Mas." Indhira melingkarkan tangannya di pinggang suaminya.


" Apa kamu masih lapar?" tanya Bagas kemudian.


" Tidak, Mas. Aku sudah kenyang." Indhira terpaksa berbohong karena dia tidak enak melanjutkan makan setelah membuat keributan kecil di rumah itu.


Sedangkan saat Bagas menuruni anak tangga.


"Ada apa ini ribut-ribut?" Dari arah pintu kamar Angel, Mama mertua Indhira itu bertanya karena dia kebetulan terbangun dan mendengar suara Adibrata yang terdengar kencang.


"Ma, menantu kesayangan Mama itu makan mie instan!" Adibrata mengadu pada Angel, agar Angel mau menegur Indhira.

__ADS_1


"Maksud Papa apa?" tanya Angel.


"Tadi Papa ke dapur, Papa melihat istri Bagas sedang makan mie instan, Ma. Itu tidak baik untuk kesehatan, kan?, Apalagi dia sedang hamil," gerutu Adibrata mengeluhkan sikap Indhira yang dia anggap tidak memperdulikan kesehatan janin di dalam perut Indhira.


Angel melirik Adibrata. Dulu, saat hamil Bagas dan Kartika, dia juga sering sembunyi-sembunyi makan mie instan tanpa sepengetahuan suaminya. Karena jika Adibrata tahu, suaminya itu pasti akan melarang.


"Namanya juga orang hamil, biarkan saja, deh! Sekali-sekali tidak masalah. Lagipula, siapa tahu itu memang keinginan si janin yang ngidam makan mie instan. Gitu saja ribet!" Angel justru memprotes Adibrata.


"Mana mungkin janin sekecil itu kepengen makan mie! Paling juga orang tuanya yang kepengen." Adibrata tak sependapat dengan Angel.


" Papa jangan cari huru-hara, ya! Orang hamil yang makan mie instan itu banyak, bukan Indhira saja. Tidak usah berlebihan, deh!" Kini Angel memprotes Adibrata.


" Kalau orang lain yang makan, aku tidak perduli, Ma! Tapi, ini istri Bagas, dia sedang mengandung cucu kita, kasihan kalau cucu kita terkontaminasi zat tidak sehat dari makanan itu.!" Adibrata mulai memerdulikan janin di perut Indhira.


" Cucu kita? Itu cucu aku, Papa lupa? Kalau Papa dulu pernah menolak Indhira?" sindir Angel.


" Lagipula, cucuku itu pasti akan malu kalau tahu punya Opa tukang selingkuh!" sindir Angel.


" Ma, sudahlah! Jangan bahas soal itu lagi! Papa ini sudah insyaf, Ma. Jangan terus singgung masalah kesalahan Papa dulu!" Adibrata memprotes Angel yang masih saja menyindir soal perselingkuhannya.


" Pa, Ma, sudah malam, ngapain ribut-ribut, sih!? Mending juga Papa sama Mama masuk kamar, tidur, sambil pelukan kayak aku dan Indhira begini." Bagas yang hendak kembali ke kamar dan melihat kedua orang tuanya berdebat sengaja memperlihatkan kemesraan bersama Indhira dengan mempererat pelukannya pada Indhira. Dia sengaja menggoda kedua orang tuanya yang kini menjelma seperti Tom and Jerry.


*


*


*


Besambung ...


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2