SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Apa Indhira Akan Dipecat?


__ADS_3

Fero memperhatikan Indhira yang kembali menagis dengan menutupi wajah dengan telapak tangannya meskipun kini kepalanya bersandar di pundak Nena. Fero merasa apa yang terjadi pada Indhira di masa lalunya pasti dirasakan sangat berat oleh wanita itu.


" Ada apa, Fer?"


Fero menoleh ke arah pintu ruangannya yang tiba-tiba terbuka dan menampakkan sosok Raffasya bersama Azkia yang muncul di belakangnya.


" Lho, Indhira kenapa, Pak Fero?" Melihat Indhira menangis tersedu, Azkia segera menghampiri Indhira dan duduk di samping Indhira.


" Kamu kenapa, Indhira?" Azkia mencari jawaban dengan bertanya langsung kepada Indhira. Namun, Indhira bergeming. Wanita itu masih terhanyut dengan kesedihannya, tak memperdulikan orang-orang yang memperdulikannya.


" Indhira kenapa, Pak Fero? Kenapa dia seperti ini?!" Azkia justru merasa kesal kepada Fero karena menganggap Fero tidak becus menjaga Indhira. Padahal Azkia sebelumnya sudah menitipkan Indhira ada orang kepercayaan suaminya di La Grande itu


" Hmmm, tadi ada teman sekolah Indhira datang kemari dan ..." Fero menjeda kalimatnya. Dia tidak enak ingin menceritakan apa yang terjadi di depan Indhira dan Nena.


Tok tok tok


" Permisi, Mas." Suara Adam terdengar dari arah pintu ruangan Fero yang masih terbuka. Adam juga dihubungi oleh Fero untuk datang ke La Grande. Karena dirinya, Raffasya dan Azkia pasti butuh kejelasan soal video yang dimaksud oleh ketiga orang yang mengaku sebagai teman sekolah Indhira tadi.


" Ya Allah, Indhira kenapa, Mas Fero?" Adam yang kaget melihat Indhira menangis seperti itu langsung mendekat ke arah Indhira yang duduk di antara Azkia dan Nena.


" Sebaiknya kita bicara di ruangamu saja, Raf!" Melihat kondisi Indhira, Fero menyarankan untuk berbincang di ruang kerja Raffasya.


" Ya sudah, kita ke ruanganku!" Raffasya menyetujui usulan Fero untuk berbicara di ruangannya.


" Na, tolong jaga Indhira dulu!" Fero menyuruh Nena untuk menemani Indhira sementara dia akan berbincang dengan Raffasya, Azkia dan Adam di ruangan kerja Raffasya.


" Baik, Pak." sahut Nena.


Raffasya lebih dahulu keluar ruangan disusul Adam. Sementara Azkia terlihat bingung. Dia kasihan melihat Indhira, akan tetapi dia penasaran apa yang terjadi sebenernya. Akhirnya sebelum Fero melangkah keluar, Azkia sudah mengikuti suaminya untuk berbincang di ruangan kerja Raffasya.


" Apa yang sebenarnya terjadi, Fer?" tanya Raffasya ketika semua sudah berkumpul di ruangan kerja pemilik La Grande Caffe tersebut.


Fero melirik ke arah Adam sebelum menjawab pertanyaan Raffasya.


" Tadi ada tiga orang tamu cafe yang mengaku sebagai teman Indhira. Mereka menyinggung soal video." Fero langsung melihat perubahan ekspresi wajah Adam yang menegang saat dia singgung soal video, sehingga dia dapat menebak jika Adam tahu soal video yang diucapkannya tadi.


" Video? Video apa, Fer?" Raffasya masih bingung dengan perkataan Fero.


" Orang yang mengaku sebagai teman sekolah Indhira itu mengatakan jika Indhira pernah terkena kasus video a susila bersama kekasihnya yang sempat menghebohkan beberapa tahun silam hingga dia di DO dari sekolahnya. Orang itu juga mengatakan jika Indhira pernah menjual dirinya pada lelaki hidung belang dan mengatakan kalau Indhira seorang pela cur." Fero masih menatap Adam yang terlihat kecewa.


Adam langsung menunduk dengan menghela nafas panjang. Dia tidak menyangka jika rahasia Indhira yang selama ini ditutupi dari Raffasya, Azkia dan Fero akhirnya terkuak.


" Astaghfirullahal adzim!" Sementara Azkia langsung beristighfar dan terperangah mendengar tuduhan yang dialamatkan kepada Indhira.


" Apa maksudnya perkataan mereka itu, Fer?" Raffasya menggelengkan kepala tak percaya dengan kabar yang didengar dari Fero.


" Mungkin Adam bisa menjelaskan apa yang dimaksud oleh orang-orang itu, Raf." Fero menuntut Adam untuk memberi penjelasan kepada Raffasya soal kejelasan berita yang disebarkan oleh orang-orang yang mengaku sebagai teman Indhira.


Raffasya dan Azkia kini menolehkan pandangan kepada Adam dan menunggu penjelasan dari Adam.


" Dam, kamu bisa jelaskan apa yang dikatakan orang itu?" Jika yang katakan oleh orang itu benar, tentu saja Raffasya merasa geram karena dia merasa kecolongan. Namun, jika dilihat dari sikap Indhira selama ini, rasanya sulit dipercaya jika Indhira melakukan semua itu.


" Maaf, Mas Raffa, Mbak Kia, Mas Fero. Sebenarnya saya tidak bermaksud menutupi. Apa yang dikatakan orang itu tidak semuanya benar." Mau tidak mau, Adam terpaksa menceritakan soal masa lalu Indhira, karena dia juga merasa bertanggung jawab memberi penjelasan pada pihak tempat dia bekerja.

__ADS_1


" Soal video dan Indhira dikeluarkan dari sekolah, itu memang benar, Mas, Mbak. Tapi, semua itu bukan sepenuhnya salah Indhira. Saat itu Indhira gadis lugu dan belum pernah berpacaran. Dia lalu mengenal pria idola di sekolah dan dijebak melakukan hubungan in tim layaknya suami istri atas paksaan pacarnya itu. Si alnya, ternyata aktivitas mereka terekam cctv, lalu disebar oleh orang yang kebetulan sedang memeriksa rekaman cctv di sana." Adam menjelaskan bagaimana aktivitas itu terekam dan menjadi viral.


Raffasya dan Azkia sontak saling berpandangan saat Adam bercerita jika Indhira pernah melakukan hubungan in tim. Karena mereka berdua pun sempat melakukan hal yang sama walaupun saat itu Azkia dalam pengaruh obat perang sang.


" Selebihnya tentang Indhira yang menjual dirinya dan menjadi wanita nakal itu tidak benar, Mas, Mbak." Untuk gosip yang satu ini Adam berani menyangkalnya.


" Saya pernah bercerita kepada Mas Raffa dan Mbak Kia jika Indhira diperlakukan buruk oleh keluarga Tantenya. Dan dengan kejadian video viral itu, perlakuan keluarga Tantenya kepada Indhira semakin buruk, sampai Indhira ingin dijual demi uang. Di saat itulah akhirnya Indhira bertemu dengan Om dan Tante Mbak Kia. Om dan Tante nya Mbak Kia yang menyelamatkan Indhira dari rencana jahat keluarganya sendiri. Om dan Tante nya Mbak Kia justru yang mengantar Indhira ke rumah orang tua istri saya kala itu." Adam pun menjelaskan kisah memilukan Indhira yang hampir dijual oleh suami Tantenya sendiri.


" Oh, jadi waktu itu Uncle dan Auntie bilang pernah menolong Indhira itu karena Indhira ingin dijual oleh Om nya?" Azkia ingat beberapa waktu lalu saat dia mengadakan acara wedding anniversary, Indhira sempat berbincang dengan Gavin dan Azzahra.


" Benar, Mbak." Adam mengiyakan.


" Ya Allah, kasihan sekali Indhira sampai mengalami nasib seperti itu. Pantas saja dia syok begitu." Azkia sepertinya memaklumi apa yang dirasakan Indhira saat ini.


" Saya tidak menceritakan soal video itu sebelumnya, karena saya merasa kasihan terhadap Indhira. Selama ini dia sudah dibelenggu rasa penyesalan atas dosa yang sudah dia buat. Selama ini dia berusaha memperbaiki dirinya, menjalani hidupnya sebaik mungkin. Dia berhak mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya. Tapi, kasus masa lalunya tidak mungkin dilupakan begitu saja oleh orang-orang yang kenal dia, khususnya teman-teman di sekolahnya. Hal itulah yang membuat Indhira tidak dapat hidup tenang, bahkan untuk menjalin hubungan asmara dengan pria lain pun dia tidak punya keberanian." Adam masih bercerita soal Indhira.


" Mas Fero pernah bertanya kepada saya, kenapa Indhira selalu menghindar dari pria-pria yang mendekatinya? Karena dia merasa trauma dan takut jika dia membuka hati, pria itu tidak dapat menerima masa lalunya," lanjut Adam kembali.


Raffasya menghela nafas panjang mendengar kisah sedih yang dilalui Indhira selama ini.


" Lalu, apa maksud orang itu mengungkit masa lalu Indhira, Fer?" Raffasya menanyakan kenapa teman Indhira sampai mengungkap masa lalu Indhira.


" Mereka mengaku ingin mengajak Indhira untuk menemani mereka bersenang-senang karena mereka pikir Indhira bisa dibooking, tapi Indhira tolak. Aku juga mengecek rekaman cctv, memang orang itu bersikap tidak sopan terhadap Indhira." Fero menjelaskan sesuai pengakuan teman-teman Indhira setelah dia ancam.


" Ya Allah, benar-benar bia dab mereka itu!" geram Azkia terpancing emosi. " Siapa mereka-mereka itu, Pak Fero? Harus kita beri pelajaran mereka itu, Pa!"


" Aku sudah menyimpan data KTP mereka, Kia. Aku juga sudah mengancam mereka untuk tidak bersikap macam-macam jika tidak ingin aku laporkan mereka ke jalur hukum. Aku sampai menyebut nama besar keluarga kalian untuk menakut-nakuti mereka." Fero menyebut nama besar keluarga Raffasya dan Azkia, khususnya keluarga besar Azkia yang memang tidak diragukan kemampuan finasialnya.


" Lalu Indhira bagaimana, Pa? Dia syok sekali seperti itu." Azkia menanyakan nasib Indhira setelah kejadian tadi.


" Sebaiknya Indhira jangan bekerja dulu. Dia butuh menenangkan waktu," sahut Raffasya.


" Apa Indhira akan dipecat, Mas Raffa?" Adam khawatir Indhira akan dipecat dari pekerjaannya.


" Kau pikir aku sekejam itu, Dam!? Kau lihat sendiri bagaimana Indhira saat ini!? Dia sangat ketakutan. Aku rasa akan sulit untuk dia bekerja dengan berinteraksi langsung dengan para pengunjung. Dia pasti akan merasa was-was takut akan ada orang yang mengenalinya lagi. Karena itu aku memberi waktu untuk dia menenangkan dirinya. Sambil kita memikirkan posisi pekerjaan apa yang aman untuk Indhira." Sebagai seorang bos, Raffasya berusaha bersikap bijaksana dalam menyingkapi permasalahan yang dialami oleh anak buahnya.


" Baik, Mas. Terima kasih Mas Raffa dapat mengerti kondisi Indhira." Adam yang sudah menganggap Indhira seperti adik sendiri merasa senang Indhira tidak sampai dikeluarkan dari pekerjaan saat ini.


" Oh ya, Pak Adam. Bagaimana dengan pria mantan pacar Indhira itu? Dia lepas tangan begitu saja, gitu!? Setelah membuat hidup Indhira hancur! Tidak gentleman banget!" Azkia menanyakan keberadaan mantan kekasih Indhira yang tidak lain adalah Bagas. Azkia membandingkan apa yang dilakukan pria itu berbanding terbalik dengan sikap Raffasya yang kala itu terus menghubunginya untuk bertanggung jawab, meskipun selalu dia tolak dengan ketus.


" Menurut istri saya mantannya itu sempat mencari Indhira, tapi tidak dapat berbuat banyak karena orang tuanya berusaha menghalangi. Sampai sekarang tidak pernah terdengar kabarnya lagi," jawab Adam. Dia tidak ingin memperpanjang membahas soal Bagas dengan mengatakan jika dua tahun lalu Bagas sempat muncul kembali.


" Ya ampun, lemah sekali jadi laki-laki! Tapi berani bikin anak orang hancur!" Azkia mengumpat sosok Bagas yang dianggapnya tidak gentleman, padahal Bagas harus bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap Indhira.


" Ya sudah, sekarang sebaiknya Indhira dibawa pulang saja. Nanti kami akan ikut mengantar Indhira. Kamu ikut kami, Dam. Kamu yang menjadi penunjuk jalan. Aku harus bicara kepada mertua kamu soal Indhira ini." Raffasya berniat mengantar Indhira pulang ke rumah mertua Adam.


" Baik, Mas. Nanti saya pakai mobil saya saja ya, Mas!?" Adam pun menyetujui permintaan Raffasya untuk menemani bosnya itu mengantar Indhira pulang ke rumah orang tua Rissa.


***


Selama dalam perjalanan ke rumah orang tua Rissa, Indhira tetap tak menghentikan isak tangisnya. Indhira bahkan menutupi wajah dengan jaket miliknya. Indhira merasa tidak sanggup menegakkan kepala apalagi memperlihatkan wajahnya untuk memandang orang lain. Indhira merasa kecil hati karena menganggap orang akan menghakimi dan membully nya.


Indhira merasa bingung, bagaimana dia akan melanjutkan hidupnya setelah kejadian ini. Sudah bertahun-tahun berlalu, ternyata tak juga membuat hidupnya bisa tenang, karena kemungkinan dia bertemu dengan teman-teman sekolahnya yang mengetahui soal kasus itu akan selalu ada, apalagi saat ini dirinya berada di Jakarta.

__ADS_1


Azkia sendiri menyediakan pundaknya untuk tempat bersandar kepala Indhira. Dia juga berkali-kali mengusap punggung Indhira mencoba menenangkan Indhira.


Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di depan rumah orang tua Rissa. Adam berjalan lebih dulu ke arah pintu untuk menekan bel karena saat ini sudah mendekati jam sepuluh malam, sementara Raffasya dan Azkia berjalan di belakang karena menuntun Indhira.


" Assalamualaikum, Pa." Adam menyapa Papa mertuanya, saat pintu dibuka oleh Pak Edwin.


" Waalaikumsalam ... ada apa, Adam? Kamu tidak sama Rissa?" tanya Pak Edwin melihat kedatangan Adam malam-malam seperti ini.


" Saya dari tempat kerja, Pa." sahut Adam.


" Siapa, Pa?" Suara Ibu Lidya terdengar dari belakang Pak Edwin. " Lho, Adam? Ada apa malam-malam kemari? Apa terjadi sesuatu dengan Rissa?" tanya Ibu Lidya mengkhawatirkan Rissa yang sedang hamil muda. Selama pernikanannya, Rissa dan Adam baru diberi kepercayaan memilik momongan. Saat ini usia kehamilan Rissa menginjak usia delapan Minggu.


" Rissa baik-baik saja kok, Ma, Pa." jawab Adam seraya menoleh ke belakang karena Raffasya dan Azkia yang menuntun Indhira sudah mendekat ke teras rumah.


" Lho, itu Indhira?" Walau wajahnya ditutupi dengan jaket, namun Ibu Lidya mengenali Indhira.


" Indhira kenapa, Adam?" Pak Edwin pun nampak terkejut mendengar suara isak tangis Indhira.


" Sebaiknya kita bicara di dalam saja, Ma." Adam lalu menyuruh Azkia dan Raffasya masuk ke dalam sementara Ibu Lidya langsung menggantikan posisi Azkia menuntun Indhira.


" Sebaiknya Indhira dibawa ke kamar saja, Bu!" Azkia menyarankan agar Indhira langsung dibawa ke kamarnya. Mungkin Indhira akan merasa nyaman jika sudah berada di kamarnya.


" Sebenarnya ada apa, Adam? Kenapa Indhira seperti itu?" Setelah istrinya mengantar Indhira ke kamar Indhira, Pak Edwin mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan Indhira.


" Tadi ada orang yang mengaku teman sekolah Indhira dan membongkar soal skandal video dulu, Pa. Bahkan orang itu memfitnah Indhira dengan mengatakan jika Indhira bukan wanita baik-baik" Adam menceritakan kronologi peristiwa yang baru dialami oleh Indhira seperti yang diceritakan oleh Fero kepadanya.


" Astaghfirullahal adzim! Kenapa mereka tega seperti itu? Indhira selama ini selalu baik kepada orang, tapi kenapa masih saja ada orang yang mendzoliminya?" Pak Edwin sampai tidak habis pikir, kenapa masih saja ada orang yang berusaha mengusik ketenangan hidup Indhira.


" Iya, Pa. Adam juga kaget waktu Mas Fero suruh Adam ke La Grande dan mengatakan ada masalah yang terjadi dengan Indhira." Adam menyahuti perkataan Papa mertuanya itu.


" Oh ya, ini bos kamu 'kan, Adam?" Pak Edwin masih mengenali Raffasya dan Azkia, walaupun baru sekali bertemu ketika resepsi pernikahan putrinya bersama Adam.


" Benar, Pak. Saya Raffa dan ini istri saya Azkia. Kami mengantar Indhira pulang, karena saya ingin berbicara kepada Ibu dan Bapak sebagai orang yang selama ini dekat dengan Indhira. Saya mau meminta maaf atas apa yang terjadi pada Indhira karena hal itu terjadi di cafe saya." Raffasya menyampaikan permohonan maafnya kepada Pak Edwin karena Indhira mendapatkan gangguan ketika sedang melaksanakan tugas di cafenya.


" Justru kami yang harus minta maaf, Nak Raffa. Karena apa yang menimpa Indhira sebelumnya jadi membuat Nak Raffa dan Nak Azkia repot." Pak Edwin pun menyampaikan permohonan maafnya, karena masa lalu yang dialami oleh Indhira mengganggu ketenangan suasana cafe.


" Tidak apa-apa, Pak. Ini semua bukan salah Indhira. Dia hanya korban. Saya bisa merasakan bagaimana posisi Indhira saat ini." Azkia kini menyahuti ucapan Pak Edwin.


" Sementara waktu ini, kami mengijinkan Indhira istirahat dulu. Tapi kami janji akan memberi pekerjaan lain kepada Indhira. Karena jika terus berhadapan dengan publik, dia akan merasa trauma dan akan terus merasa was-was." Raffasya pun mengatakan jika dirinya akan tetap mempekerjakan Indhira, tak perdulikan masa lalu Indhira.


" Berarti Indhira tidak dipecat dari cafe itu, Nak?" Pak Edwin merasa lega.


" Tidak ada alasan bagi kami untuk memberhentikan pegawai yang rajin seperti Indhira, Pak. Apa yang terjadi pada Indhira hanya masa lalu. Setiap orang mempunyai masa lalu, baik itu masa lalu yang baik ataupun buruk. Setiap orang berhak meraih masa depannya yang lebih baik dan menutup lembar kelam masa lalunya, begitu juga Indhira. Jadi saya rasa, tidaklah bijak jika kita ikut menjudge Indhira hanya karena satu kesalahannya saja." Raffasya yang juga pernah melakukan kesalahan di masa lalunya tentu ingin memberikan kesempatan bagi Indhira untuk menggapai masa depannya yang lebih baik.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2