SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Membangun Sekolah Gratis


__ADS_3

Sabtu pagi ini, Bagas bersama keluarganya berkumpul menyantap sarapan yang sudah dimasak para ART setia keluarga Adibrata Mahesa. Biarpun dikenal sebagai sosok yang keras, egois bahkan cenderung arogan, nyatanya Adibrata tidak pelit pada para pegawainya, sehingga banyak pegawai di rumah Adibrata betah bekerja di sana. Apalagi Adibrata sendiri lebih sibuk mengejar kesuksesannya sehingga tak ada waktu bagi Adibrata untuk marah atau menegur para pegawainya.


" Besok kamu jadi akan datang ke rumah teman kamu itu, Ra?" tanya Angel. Sebelumnya Indhira sempat meminta ijin kepada Angel untuk datang di acara tujuh bulanan Rissa yang dilaksanakan esok hari Minggu.


"Iya, Ma." sahut Indhira.


"Lalu acara Baby shower mantan bos kamu, kapan?" tanya Angel lagi.


"Acara Bu Kia itu Minggu depannya lagi, Ma." jawab Indhira kembali.


"Kalau kamu bikin acara empat bulanan, Mama mau undang teman-teman arisan Mama, ya, Ra!?" Tiba-tiba Angel berbicara tentang rencana tasyakuran empat bulan kehamilan Indhira bulan depan.


Bagas dan Kartika kompak terkekeh mendengar ucapan Mama mereka, hingga membuat Angel melirik kedua anaknya secara bergantian.


"Kalian menertawakan Mama?" protes Angel yang merasa kedua anaknya itu sedang menertawakannya.


"Nanti malah membahas berlian daripada ikut pengajian," celetuk Kartika masih belum menghentikan tawanya.


"Tidak usah undang teman-teman Mama itu, deh, Ma! Nanti yang ada malah jadi ribet." Bagas ingin menjaga Indhira. Tidak ingin teman dari Mamanya menanyakan asal usul keluarga Indhira. Dia takut teman-teman Mamanya akan merendahkan Indhira.


"Apanya yang ribet?" Angel masih belum memahami maksud perkataan. Bagas.


"Ma, masih banyak orang yang tidak tahu, jika aku ini sudah menikah, termasuk teman-teman Mama, kan? Kalau Mama tiba-tiba Mama mengundang mereka di acara empat bulanan Indhira, yang ada teman Mama itu akan bertanya-tanya, bisa jadi juga akan timbul gosip-gosip tidak sedap. Apa Mama mau sampai teman arisan Mama itu menggosipkan keluarga kita di belakang Mama?" Bagas berusaha memberi penjelasan kepada Angel agar tidak melaksanakan keinginan Mamanya itu.


Angel mencoba memikirkan apa yang dikatakan oleh putranya tadi. Apa yang diucapkan oleh Bagas memang benar. Pernikahan Bagas dan Indhira tidak diketahui oleh teman-temannya, bahkan teman-temannya masih beranggapan jika Evelyn masih menjadi calon menantunya.


"Aku dan Indhira berencana mengundang anak yatim piatu dari panti asuhan dalam acara tasyakuran nanti, Ma, Pa." Bagas dan Indhira memang sempat berdiskusi. Mereka ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka para anak yatim piatu. Selain mengadakan pengajian, Bagas juga berencana membagi rejekinya kepada mereka.

__ADS_1


"Mengundang anak yatim piatu?" Adibrata ikut bereaksi.


"Benar, Pa. Aku berencana ingin berbagi rejeki kepada mereka., Aku berencana memakai uangku yang sudah Papa kembalikan, untuk membangun sekolah dan fasilitasnya untuk anak-anak yatim piatu,, Pa." Bagas menyampaikan niatannya yang sudah dia diskusikan dengan Indhira. Bagas ingin memakai uang miliknya yang sempat ditarik oleh Adibrata sebagai hukuman dirinya tidak mau menuruti Adibrata kala itu untuk membangun sekolah gratis yang layak dengan fasilitas yang memadai untuk anak yatim piatu.


"Kamu serius, Bagas?" Angel juga nampak terkejut mendengar rencana Bagas.


"Insya Allah, Ma. Ada hak mereka dalam setiap rejeki yang kita dapatkan. Dan kami ingin memberikan apa yang sudah menjadi hak mereka," tutur Bagas bijak.


"Kamu butuh dana berapa, Bagas? Nanti Mama ikut bantu mendanai proyek kamu itu." Angel bahkan siap membari suntikan dana segar pada Bagas.


"Sementara ini uang punyaku masih bisa dipakai untuk membangun sekolah itu, Ma." Bagas menolak memakai uang milik Mamanya.


"Kalau pakai uang kamu, nanti uang simpanan kamu cepat habis, Bagas!" Angel tidak tega Bagas menghabiskan uang simpanan milik putranya itu sendiri, karena Bagas dan Indhira pasti membutuhkan banyak biaya ke depannya.


"Tidak akan berkurang rejeki kita, jika kita berbagi pada anak yatim piatu, Ma. Mereka akan selalu mendoakan kita, mendoakan kesehatan, keselamatan, kebahagiaan dan juga rejeki untuk kita. Berapa banyak anak yatim piatu yang akan sekolah di sana, sebanyak itulah doa yang mengalir untuk kita," tutur Bagas.


Indhira sendiri tersenyum bangga dengan sikap yang ditunjukkan oleh suaminya. Sebenarnya ide mengundang anak yatim piatu adalah usulannya, sehingga tercetus keinginan membangun sekolah gratis untuk anak yatim piatu. Indhira bahagia, perlahan demi perlahan ajaran kebaikan yang dia tanamkan kepada sang suami semakin membuat Bagas menjadi pribadi yang berpikiran dewasa dan bijaksana.


"Mama bangga sama kamu, Bagas. Mama beruntung melahirkan anak seperti kamu." Angel terbaru mendengar niat Bagas yang begitu mulia.


"Mama kok' beruntungnya punya anak seperti Kak Bagas saja!? Memang Mama tidak beruntung punya anak seperti aku?" Kartika mencebik mendengar ucapan Mamanya tadi.


Angel menoleh Kartika yang duduk di sampingnya. Dia lalu mengusap kepala putrinya yang tiba-tiba merajuk.


"Mama juga beruntung punya kamu, Kartika. Kamu dan Kakakmu adalah harta paling berharga bagi Mama." Angel merangkul Kartika dan mengacak rambut putrinya itu.


"Manja banget! Gitu saja cemburu ..." Bagas malah meledek Kartika yang merajuk.

__ADS_1


"Oh ya, gimana test sekolah kamu, Dek? Bisa tidak mengerjakannya testnya?" tanya Bagas yang teringat adiknya sedang melaksanakan test untuk kenaikan sekolah.


"Sudah selesai, Kak." jawab Kartika.


"Bisa mengerjakan semua?" tanya Bagas kembali.


"Bisa, dong, Kak! Aku ini 'kan menurun bakat kepintaran Kak Bagas, hehe ..." Kartika menyeringai.


"Sebentar lagi liburan, dong! Bisa menemani Kakak ipar kamu di rumah," ujar Bagas kemudian.


"Aku 'kan punya planning liburan ke Jepang sama Mama, Kak." Kartika menoleh ke arah Angel lalu berkata, "Iya, kan, Ma? Kita jadi liburan ke Jepang, kan?" tanyanya. pada Angel


"Liburan ke Jepang?" tanya Bagas dengan kening berkerut, karena dia tidak pernah mendengar Angel bicara soal rencana liburan ke Jepang bersama Kartika.


"Iya, waktu itu Mama cerita ke aku, waktu Papa pergi ke Hongkong, Mama bilang katanya tidak ikut pergi ke Hongkong, karena nanti liburan sekolah mau mengajak aku liburan ke Jepang. benar, kan, Ma?" tanya Kartika meminta ketegasan dari Angel soal perkataan Angel itu.


Semua yang ada di meja makan selain Kartika seketika terdiam bahkan langsung saling pandang satu sama lain. Tentu saja kata-kata Kartika soal kepergian Adibrata ke Hongkong seolah mengingatkan kembali tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh Adibrata ketika menjalankan tugas di negara itu. Dan Kartika yang tidak tahu masalah yang sebenarnya terjadi dengan entengnya membahas soal liburan ke Jepang.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2