SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Terselamatkan Dari Bahaya


__ADS_3

Indhira menarik nafas lega saat wanita paruh baya yang mengenakan hijab syar'i itu mengijinkan dia bersembunyi di dalam mobil mewah milik pasangan suami itu.


Indhira bersyukur, ternyata doanya dengan cepat terkabul karena dia bertemu orang yang membantunya sembuyi dari kejaran Om Ferry yang ingin menjualnya pada bos tempat Om nya bekerja itu.


" Sebenarnya apa yang terjadi, Nak? Dan siapa pria yang berteriak-teriak tadi?" Azzahra, wanita berhijab yang menolong Indhira bertanya, karena dia melihat wajah Indhira yang terlihat sedih dan tertekan. Belum lagi mata sembab Indhira karena banyak menangis.


" Saya ingin dijual oleh Om saya, Tante." cerita Indhira seraya terisak. Dia tidak dapat menutupi kesedihannya karena mendapat perlakuan buruk dari keluarga Tante Marta.


" Astaghfirullahal adzim! Om kamu ingin menjual kamu??" Azzahra terperanjat mendengar pengakuan Indhira, jika gadis muda dihadapannya itu ingin dijual oleh Om nya.


" I-iya, Tante." jawab Indhira masih menangis.


" Apa pria tadi itu paman kamu?" tanya Gavin, suami dari Azzahra bertanya pada Indhira.


" Benar, Om." Indhira menjawab pertanyaan Gavin.


" Dia ingin melakukan transaksi seperti itu di hotelku ini?! Kurang a jar!!" Gavin terlihat geram saat megetahui hotelnya akan dijadikan tempat traksaksi ilegal jual beli jasa memuaskan bira hi pria hidung belang. " Siap orang yang bertransaksi dengan paman kamu itu?" tanya Gavin kembali.


" Saya tidak tahu, Om. Saya belum bertemu dengan orang itu karena saya lebih dahulu kabur," sahut Indhira.


Gavin segera mengambil ponselnya dia lalu menghubungi seseorang dari ponselnya itu.


" Halo, Yan. Tolong kamu keluar hotel ke depan parkiran dan cari orang bernama ..." Gavin menoleh ke arah Indhira. " Siapa nama Paman kamu itu?" tanyanya pada Indhira.


" Om Ferry, Om." jawab Indhira. Namun wajah Indhira seketika ketakutan saat Gavin menanyakan soal Om nya. Dia takut jika Gavin akan menyakiti suami dari Tante Marta itu.


" Namanya Ferry. Dia memakai kemeja berwarna hijau army. Dia ingin melakukan transaksi ilegal menjual keponakannya ke pria hidung belang! Tolong kau urus dia, kasih pelajaran ke orang itu!" Gavin memberi perintah kepada anak buahnya untuk menangkap Om Ferry dan memberikan hukuman kepada Om Ferry. Gavin menganggap tindakan yang dilakukan Om Ferry sangat keterlaluan. Selain melakukan transaksi ilegal di hotel miliknya. Om Ferry juga ingin menjerumuskan keponakannya sendiri dengan mengumpannya ke pria hidung belang untuk mendapatkan keuntungan.


" Om, Om mau apakan Om saya? Tolong jangan sakiti Om saya." Mendengar ucapan Gavin dengan seseorang di ponsel, ketakutan Indira semakin bertambah kuat. Walau Indhira selalu mendapatkan perlakuan buruk dari keluarga Tante Marta, dia tetap tidak tega jika Om nya itu terkena masalah.


" Gavin menatap Indhira dengan mengerutkan keningnya. " Kenapa kamu takut saya akan melakukan sesuatu pada Om kamu? Jangan-jangan ini trik kalian, ya!? Kalian ingin menipu kami dengan berpura-pura menjadi korban!?" Kini Gavin justru mencurigai Indhira dan menuduh Indhira saat ini sedang berakting. Hal seperti ini sudah sering terjadi, dengan modus sebagai korban. Nyatanya mereka itu komplotan yang sedang mengelabui korbannya untuk mengambil barang-barang milik korban.


" Astaghfirullahal adzim, By! Kenapa menuduh seperti itu, sih!? Apa Hubby tidak melihat, dia terlihat sedih dan tertekan seperti ini!? Bisa-bisanya menuduh yang tidak-tidak!" Azzahra memprotes suaminya yang menuduh jika Indhira saat ini sedang bersandiwara.


" Saya tidak sedang berbohong, Om! Apa yang saya katakan itu yang sebenarnya terjadi." Diragukan oleh Gavin, jika dirinya sedang berbohong membuat tangis Indhira semakin kencang. Dia tidak menduga Gavin sampai berburuk sangka terhadapnya.


" Honey, kita ini 'kan mesti berjaga-jaga!" Gavin beralasan harus bersikap waspada.


" Iya, tapi harus lihat-lihat juga dong, By!" Azzahra mengusap punggung Indhira mencoba menenangkan Indhira yang tak henti-hentinya menangis.


" Maafkan suami Tante, ya!? Kamu jangan menangis, Tante percaya sama kamu, kok! Tante percaya kejujuran kamu," ujarnya kemudian.


" Om minta maaf, Om bukannya bermaksud menuduhmu. Tapi, sekarang ini banyak sekali modus penipuan seperti ini." Mendapat sorot mata tajam sang istri, Gavin menyampaikan permintaan maafnya kepada Indhira.

__ADS_1


" Nama kamu siapa? Dan di mana rumah kamu? Nanti kami bantu antar kamu pulang ke rumah kamu." Azzahra bertanya tempat tinggal Indhira karena dia berniat mengantar Indhira pulang ke rumah Indhira.


" Saya tidak mau pulang ke rumah, Tante!" Indhira menggelengkan kepala. Meskipun dia tidak ingin pergi dari rumahnya. Namun, membayangkan kembali ke rumah orang tuanya dan bertemu lagi dengan Tante Marta dan Om Ferry membuatnya ketakutan. Dia yakin Tante Marta dan suaminya itu akan marah besar dan pasti akan mengusir dirinya, atau menjual dirinya kembali ke bos Om Ferry.


" Lho, memangnya kenapa kamu tidak mau pulang? Lalu kamu mau ke mana?" tanya Azzahra heran.


" Orang tua saya sudah meninggal, Tante. Om dan Tante saya yang mengurus saya sejak Papa saya meninggal. Kalau saya kembali ke rumah saya, saya takut akan dijual lagi, Tante. Hiks ...."


" Ya Allah, kasihan sekali kamu, Nak." Azzahra merangkul pundak Indhira dan membiarkan Indhira menyandarkan kepala di bahunya.


" Lalu kamu mau pergi ke mana sekarang?" Gavin memperhatikan wajah Indhira yang sedang menangis pilu.


" Saya ingin ke rumah teman saya saja, Om. Saya mau minta tolong sama Om dan Tante. Biarkan saya ikut mobil ini sampai agak jauh dari hotel ini agar Om saya tidak menemukan keberadaan saya." Indhira meminta bantuan agar dia diijinkan ikut di dalam mobil Gavin. Indhira berencana ingin ke rumah Rissa.


" Di mana rumah teman kamu itu? Nanti kami antar sekalian ke sana." Gavin ingin mengantar Indhira ke rumah teman Indhira.


" Tidak usah repot-repot, Om. Saya sudah bisa bersembunyi dan diberi tumpangan saja saya sudah sangat berterima kasih." Merasa akan merepotkan Gavin dan Azzahra, Indhira menolak secara halus tawaran Gavin yang ingin mengantarnya ke tempat Rissa.


" Tidak apa-apa ... siapa tadi nama kamu?" Azzahra menanyakan lagi nama Indhira karena dia lupa Indhira sudah menyebutkan namanya atau belum.


" Nama saya Indhira, Tante."


" Indhira, kami tidak tega menurunkan kamu di tengah jalan malam hari apalagi dengan kondisi kamu yang seperti sekarang ini. Jadi biarkan kami mengantar kamu ke tempat teman kamu itu sampai kamu sampai di sana dengan aman." Azzahra mencoba meyakinkan Indhira agar Indhira mau diantar.


" Pak, kita jalan sekarang!" Gavin menyuruh supirnya itu menjalankan mobilnya setelah Indhira menyebutkan alamat Rissa.


" Baik, Tuan." Pak supir pun mulai membawa mobil yang dikendarainya keluar dari hotel milik Gavin.


Sekitar dua puluh menit berselang, mobil Gavin yang mengantar Indhira ke rumah Rissa pun sampai di depan rumah Rissa. Sebelum turun dari mobil, Azzahra mengambil dompetnya dan mengeluarkan lembaran uang seratus ribuan. Entah tidak dia hitung jumlah pastinya, tapi diperkirakan uang itu kurang lebih senilai lima juta rupiah.


" Indhira, ambilah uang ini. Mungkin kamu butuh untuk pegangan selama kamu di rumah teman kamu atau kamu bisa pakai untuk biaya ke rumah saudara kamu di tempat lain." Azzahra memberikan uang itu kepada Indhira.


" Tidak usah, Tante! Saya tidak enak sudah banyak merepotkan Tante." Indhira menolak uang yang serahkan Azzahra kepada Indhira.


" Tidak apa-apa, ambilah untuk pegangan kamu." Gavin menyuruh Indhira menerima pemberian Azzahra.


" Terima kasih, Om, Tante. Saya tidak tahu bagaimana membalas kebaikan Om dan Tante." Indhira merasa terharu dan merasa beruntung dipertemukan dengan sepasang suami istri yang baik hati.


" Ya sudah, kita turun sekarang." Azzahra mengajak Indhira untuk turun dari mobil. Gavin dan Azzahra ikut mengantar Indhira sampai pintu rumah Rissa terbuka.


" Assalamualaikum ,.." Saat pintu rumah dibuka, Azzahra langsung mengucap salam kepada seorang wanita paruh baya seusianya yang muncul di depan pintu.


" Waalaikumsalam ... Indhira? Kamu kenapa?" Ibu Lidya, Mama dari Rissa terkejut melihat kehadiran Indhira dengan mata sembab. Ibu Lidya lalu menatap ke arah Azzahra dan Gavin secara bergantian.

__ADS_1


" Permisi, Bu. Kami datang ke sini ingin mengantar Indhira. Katanya ini rumah temannya." Mendapat tatapan mata penuh selidik, Azzahra lalu menjelaskan kenapa mereka bisa bersama Indhira saat ini.


" Indhira, kamu kenapa??" Rissa tiba-tiba muncul dari belakang Ibu Lidya, dia langsung menarik tangan Indhira.


" Ris, hiks ..." Indhira tidak tahan membendung air matanya untuk tidak tumpah.


" Kamu kenapa, Ra? Tante kamu mengusir kamu?" Rissa menduga jika Indhira diusir oleh Tante Marta. Kini pandanganya mengarah pada Gavin dan Azzahra.


" Om dan Tante ini siapa?" tanya Rissa kemudian.


" Mari silahkan masuk dulu, Pak, Bu." Karena belum sempat mempersilahkan Gavin dan Azzahra masuk, Ibu Lidya segera mempersilahkan tamunya itu untuk masuk ke dalam rumahnya.


" Kami tidak lama kok, Bu. Kami ingin segera berpamitan. Kami hanya mengantar Indhira. Tadi Indhira tiba-tiba masuk ke dalam mobil kami. Dia bersembunyi karena dia ingin dijual oleh Om nya." Gavin menjelaskan apa yang terjadi pada Indhira.


" Astaghfirullahal adzim ...!" Rissa dan Mamanya terkejut mendengar apa yang dialami oleh Indhira.


" By ...!" Azzahra mencubit lengan sang suami. Dia tidak enak harus menceritakan apa yang terjadi. Menurutnya biar Indhira saja yang menceritakan kepada temannya itu.


" Keterlaluan sekali Om sama Tante kamu itu, Ra!" Rissa langsung mengumpat kedua keluarga Indhira itu.


" Kalau begitu kami pamit dulu, Bu. Kami tidak bisa berlama-lama." Azzahra berpamitan kepada Ibu Lidya.


" Oh, silahkan, Bu." sahut Tante Lidya.


" Indhira, Tante pamit, ya!" Azzahra lalu berpamitan dengan Indhira.


" Terima kasih banyak, Tante. Saya tidak tahu harus membalas dengan apa kebaikan Tante dan Om. Semoga Tante dan Om selalu sehat dan diberikan kelancaran rejeki." Indhira merasa terharu dengan kebaikan hati Gavin dan Azzahra. Karena mereka berdua akhirnya dia terselamatkan dari bahaya.


" Aamiin Ya Rabbal Alami. Kamu juga, semoga kamu juga dijauhkan dari bahaya." Azzahra mengusap wajah Indhira seperti anaknya sendiri karena Azzahra pun mempunyai anak wanita.


" Kami permisi dulu, Assalamualaikum ..."


" Waalaikumsalam ...."


Gavin dan Azzahra pun kemudian meninggalkan rumah Rissa setelah tujuan mereka mengantar Indhira ke tempat yang dituju oleh Indhira selesai.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2