SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Aku Bahagia


__ADS_3

Kartika memang tidak mengetahui jika terjadi sesuatu hal terburuk pada Papanya ketika menjalankan tugas di Hongkong. Dia juga tidak tahu jika hal yang menyebabkan Mamanya kabur beberapa waktu lalu adalah perselingkuhan Adibrata dengan wanita penghibur, meskipun hal itu terjadi hanya sekali.


Bagas alasan kepada adiknya, jika Mamanya cemburu karena ada wanita lain yang menyukai dan mengejar-ngejar Adibrata. Bagas tidak ingin Adibrata semakin mempunyai citra buruk di mata adiknya, sehingga dia menutupi kesalahan besar yang sudah dilakukan oleh Papanya itu dari adiknya.


Sementara wajah Adibrata terlihat menegang saat Kartika menyinggung soal tugasnya di Hongkong. Padahal dia masih berusaha meluluhkan kemarahan istrinya yang makin hari mulai mengikis, kini seperti membuka kembali luka yang belum kering di hati Angel.


Adibrata sontak melirik ke arah Angel. Benar saja, istrinya itu langsung memasang wajah memberengut mendengar ucapan Kartika tadi.


"Lho, kok pada diam?" Kartika bingung melihat anggota keluarganya memperlihatkan wajah serius dan menegang.


"Liburan tidak usah cari yang jauh-jauhlah, Dek. Dekat-dekat sini saja, Bogor atau Bandung gitu. Biar Kakak dan kakak ipar kamu bisa ikut." Bagas menjawab Kartika, dia tidak ingin adiknya menjadi curiga.


"Bosan, Kak. Sudah sering banget ke sana," tolak Kartika.


"Tapi dengan Kakak dan Kak Indhira, Mama juga Papa, tidak pernah, kan?" Bagas mencoba mencairkan ketengangan antara Papa dan Mamanya.


"Serius Papa sama Mama mau ikut juga?" Kartika sangat antusias mengetahui semua anggota keluarganya ingin berlibur bersama. Rasanya sudah lama sekali dia tidak merasakan berlibur bersama keluarga lengkapnya. Terhitung sejak Bagas tertimpa skandal ketika SMA, sepertinya hilang sudah moment kebersamaan keluarganya besarnya itu.


"Gimana, Pa, Ma?" Bagas kini menanyakan pada kedua orang tuanya tentang liburan bersama.


"Hmmm, Papa ... Papa terserah Mama saja." Adibrata menyerahkan keputusan kepada sang istri. Meskipun dia sangat sibuk dengan pekerjaannya. Namun, demi mendapatkan kepercayaan lagi dari keluarganya, Adibrata pun bersikap pasrah dengan keputusan anak dan istrinya.


Kini Bagas menoleh ke arah Angel, menunggu jawaban dari sang Mama.


"Gimana, Ma?" tanya Bagas kemudian.


Angel menarik nafas dan menghempaskannya perlahan. Rasa marah dan kecewa terhadap suaminya belum sepenuhnya memudar. Tapi, dia tidak boleh terus egois. Anak-anaknya, terutama Bagas terus berusaha mendamaikan dirinya dengan Adibrata.


"Mama terserah kamu saja, Bagas." Akhirnya Angel pun menyerahkan keputusan kepada Bagas. Saat ini, seolah Bagas lah yang menjadi kepala keluarga di rumah itu.


"Yess!" Kartika seketika bersorak dengan mengangkat tangan ke atas, lalu memeluk Angel sambil berucap, " Makasih, Ma."


"Ya sudah, sekarang kita selesaikan sarapannya. Nanti kita bahas soalliburan setelah makan." Kali ini Adibrata meminta anggota keluarganya untuk melanjutkan menyantap menu sarapan pagi mereka.


***

__ADS_1


Keesokan harinya, Bagas menemani Indhira datang ke rumah Rissa dan Adam, karena acara diadakan di rumah Rissa dan Adam, tidak di rumah Pak Edwin dan Bu Lidya.


Setelah dari rumah Rissa, Bagas sudah mempunyai rencana bersama kedua orang tuanya dan juga Kartika untuk makan bersama di luar.


Bagi Indhira, ini adalah pertama kalinya dia diajak makan bersama keluarga Bagas di luar rumah. Tentu saja kebahagiaan berlipat-lipatlah yang dirasakan oleh Indhira, karena saat ini dia merasakan sudah diterima oleh semua anggota keluarga Bagas.


Indhira menggenggam tangan tangan suaminya saat mobil yang dikendarai oleh Bagas berhenti di lampu merah.


"Kenapa, Yank?" tanya Bagas agak terkejut dengan Indira yang tiba-tiba menggeggam tangannya.


"Aku bahagia sekali, Mas. Aku mendapatkan keluarga baru, keluarga Mas." Tak terlukiskan rasa bahagia di hati Indhira. Saat ini, seolah tak ada lagi penghalang kebahagiaan rumah tangga dirinya bersama Bagas.


"Kamu pantas mendapatkannya, Yank." Bagas kini mencium jemari Indhira.


Ddrrtt ddrrtt


Panggilan telepon masuk ke dalam ponsel Indhira, membuat Indhira melepas tautan tangan mereka.


"Siapa yang telepon?" tanya Bagas saat Indhira melihat layar ponsel.


"Assalamualaikum, ada apa, Kartika?" sapa Indhira.


"Waalaikumsalam, Kak Indi sudah sampai mana? Aku sama Papa Mama sudah di restoran." Kartika menanyakan posisi Indhira dan Bagas saat ini.


"Kami baru masuk kawasan SCBD, Kartika." sahut Indhira.


"Oh, ya sudah. Hati-hati, ya, Kak. Assalamualaikum ..." Kartika mengakhiri percakapannya.


"Waalaikumsalam ..." balas Indhira.


"Mereka sudah sampai?" tanya Bagas saat Indhira mengakhiri panggilan teleponnya dengan Kartika.


"Iya, Mas." sahut Indhira.


"Sebentar lagi kita sampai," ujar Bagas, kemudian dia menjalankan mobilnya kembali setelah lampu hijau menyala.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian, Bagas dan Indhira sudah berada di restoran di mana keluarganya sudah berkumpul.


"Assalamualaikum ..." Bagas dan Indhira mengucap salam ketika sampai di meja mereka.


"Waalaikumsalam ..."sahut keluarga Bagas bersamaan.


"Lho, kok belum pesan makanan?" Bagas melihat meja di hadapannya belum tersedia menu makanan.


"Sedang disiapkan. Mama sengaja pesannya menjelang kalian sampai, jadi hidangannya masih hangat," ucap Angel beralasan.


"Bagaimana acara tujuh bulanan teman kamu, Ra?" tanya Angel kemudian.


"Semua lancar, Alhamdulillah, Ma." jawab Indhira.


"Kak Indi bisa janjian gitu hamilnya sama teman Kak Indi. Nikahnya janjian dulu juga, ya?" tanya Kartika terkekeh.


"Mana ada orang hamil janjian. Itu namanya rejeki, Dek." Bagas menanggapi celetukan Kartika.


"Kirain, Kak." Kartika kembali terkekeh.


"Kamu ini ada-ada saja Kartika.


Saat keluarga besar Adibrata sedang berbincang menunggu makanan yang mereka pesan jadi, seorang wanita cantik memperhatikan keluarga itu tak jauh dari meja tempat keluarga Adibrata berkumpul.


Tatapan mata wanita itu lekat menatap salah satu dari dua pria yang ada di meja tersebut.


*


*


*


Bersambung ...


Yang belum mampir di kisahnya Gagah dan Airin, ditunggu kehadirannya di sana, ya. Bantu ramaikan juga di sana. Makasih🙏🙏

__ADS_1


Happy Reading ❤️


__ADS_2