
Rissa memarkirkan motornya di depan rumah Indhira. Sebagai sahabat dekatnya, tentu dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Indhira. Dia tahu Indhira seorang wanita baik-baik. Dia pun terkejut mengetahui Indhira sampai terjerat ke dalam masalah ini.
Sebagai sahabat yang baik, Rissa juga ingin memberikan dukungan kepada Indhira, karena dia tahu jika Indhira pasti sangat terpu kul dengan peristiwa ini.
Sebenarnya di sekolah tadi Rissa menunggu kedatangan Bagas. Dia yakin jika Bagas lah biang keladi masalah ini terjadi. Dia yakin jika Bagas lah yang telah memaksa Indhira melakukan hubungan badan seperti yang terlihat di video yang beredar tidak sampai satu menit itu.
" Assalamualaikum ... Ra, Indhira ...!" Sambil menekan bel di dekat pintu, Rissa memanggil nama Indhira.
" Assalamualaikum ... Indhira ...!" Kembali Rissa memanggil nama Indhira.
Tak sampai satu menit menunggu dari ucapan salam kedua yang diucapkan oleh Rissa, pintu rumah Indhira dibuka dengan menampakkan sosok Tante Marta yang terlihat di balik pintu.
" Assalamualaikum, Tante. Indhira nya ada, Tan?"
" Kamu?? Mau apa kamu kemari!? Kamu pasti yang sudah menjerumuskan Indhira ke dalam pergaulan bebas sampai Indhira melakukan zi nah seperti itu, kan?" tanya ketus Tante Marta dengan raut wajah tidak suka melihat kehadiran Rissa..
" Maaf, Tante. Saya tidak pernah menjerumuskan Indhira ke hal seperti itu!" Rissa dengan cepat menyangkal tuduhan yang diarahkan Tante Marta kepadanya. " Saya ke sini justru ingin menanyakan soal itu, Tante. Saya yakin kalau Indhira itu dijebak. Indhira juga pasti syok dengan kejadian ini. Saya tahu kemarin Indhira terlihat sedih. Tapi, dia tidak menceritakan permasalahannya terhadap saya, Tan." Rissa mencoba menjelaskan pada Tante Marta agar tidak salah paham.
" Alasan saja! Kamu tahu? Keluarga Papanya Indhira itu tidak ada yang punya kebiasaan tidur dengan laki-laki sebelum menikah. Ini pasti pasti keturunan dari keluarga Mama dia sama pergaulan di sekolahnya. Kamu itu 'kan temannya, tidak mungkin dia tidak tahu pergaulan Indhira!" Tante Marta tetap menuding Rissa punya pengaruh besar dalam pergaulan Indhira.
" Kenapa Tante malah menuduh saya!? Saya itu datang ke sini baik-baik untuk bertemu Indhira. Tante jangan salah menuduh seenaknya, dong!" Rissa kesal karena Tante Marta masih saja menuduhnya yang tidak-tidak hingga dia melebarkan bola matanya.
" Kenapa melotot seperti itu?! Kamu menantang saya!?" Tidak terima perkataannya disanggah oleh Rissa, Tante Marta justru semakin emosi.
" Saya tidak menantang Tante. Tante yang menuduh saya yang tidak-tidak! Lagipula saya kemari itu untuk bertemu dengan Indhira, bukan mencari ribut dengan Tante!" Tak mau kalah, Rissa pun membalas perkataan Tante Marta dengan nada bicara tinggo. Rissa tahu jika selama ini Tante Marta tidak bersikap baik terhadap Indhira Karena itu dia berani menantang Tante Marta karena dia tahu jika Tante dari Indhira itu bukanlah orang yang baik.
__ADS_1
" Sebaiknya kamu pulang saja! Indhira tidak ada di sini! Dia sudah saya usir!" bentak Tante Marta.
Rissa terbelalak mendengar ucapan Tante Marta yang mengatakan jika Indhira telah diusir oleh Tantenya sendiri.
" Indhira Tante usir!?" tanyanya dengan tatapan mata tak percaya. " Rumah ini milik orang tuanya Indhira. Kenapa Tante tega mengusir Indhira!?" Rissa terlihat marah dengan perlakuan kejam Tante Marta terhadap Indhira.
" Heh, rumah ini rumah kakak saya! Saya juga punya hak atas rumah ini!" sergah Tante Marta dengan berkacak pinggang. " Dan rumah ini tidak pantas dihuni oleh orang yang berbuat zi nah seperti dia!" lanjut Tante Marta.
" Indhira lebih berhak karena ini rumah orang tuanya! Tante ini 'kan hanya menumpang di sini! Seharusnya Tante itu tahu diri, dong! Sudah punya keluarga harusnya cari rumah sendiri, jangan malah jadi benalu! Sudah numpang tinggal malah makan haknya Indhira!" Rissa memang termasuk anak yang cukup berani apalagi melawan Tante Marta yang jelas-jelas tidak adil dalam memperlakukan Indhira.
" Kurang a jar kamu, ya!! Pergi dari sini!" Tante Marta langsung meradang mendengar ucapan Rissa yang dianggapnya. tidak sopan hingga langsung mengusir Rissa dari rumah itu.
" Tante mesti ingat, ya! Tidak akan jadi berkah makan haknya anak yatim! Yang ada nanti kena karma!" Rissa tak kuasa untuk tidak mengeluarkan segala umpatannya pada Tante Marta.
" Dasar anak durhaka! Berani sekali kamu sama orang tua! Pergi kamu dari sini!" geram Tante Marta.
Setelah agak menjauh dari rumah Indhira, Rissa menghentikan laju motornya. Lalu dia mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang.
" Halo?"
" Breng sek kamu, Bagas! Kenapa kamu tega melakukan itu pada Indhira?!" Rissa melampiaskan kekesalannya di telepon kepada Bagas saat panggilan teleponnya terangkat oleh pria itu. Rissa sama sekali tidak perduli jika saat itu dia sedang berada di jalan dan membuat beberapa orang yang lalu lalang memperhatikannya karena dia berbicara di telepon dengan nada tinggi.
***
Bagas baru tiba di rumahnya saat ponselnya berbunyi. Nama Rissa yang dia lihat muncul di layar ponselnya saat ini. Bagas mendengus. Dia sudah menduga apa yang akan dikatakan Rissa adalah soal videonya bersama Indhira. Dan dia yakin jika sahabat Indhira itu akan marah besar terhadapnya.
__ADS_1
" Halo?" Walaupun dia tahu Rissa akan memarahinya, Bagas tetap mengangkat panggilan telepon dari Rissa itu.
" Breng sek kamu, Bagas! Kenapa kamu tega melakukan itu pada Indhira?!" Suara Rissa terdengar kencang dan menyentak.
" Sorry, Ris. Aku khilaf ..." ucap Bagas dengan penuh penyesalan.
" Khilaf? Hanya itu yang bisa kamu lakukan?! Kamu itu sudah menghancurkan kehidupan Indhira, tahu tidak, sih?! Kamu itu sudah merusak masa depan Indhira! Dan kamu dengan santainya hanya bilang 'sorry, aku khilaf?" Rissa bicara dengan berapi-api karena saat ini sahabat Indhira itu sedang dipengaruhi emosi.
" Ris, aku juga menyesal! Jangan kamu pikir aku senang dengan semua itu!" Dituding jika dirinya hanya bisa berkata khilaf, Bagas tidak terima. Karena dia juga pusing mencari cara untuk menyelamatkan nama Indhira dari gunjingan teman-teman di sekolahnya.
" Menyesal? Kamu hanya bilang menyesal? Kamu tidak tahu bagaimana nasib Indhira sekarang, kan?! Kamu tahu? Sekarang ini Indhira diusir sama Tantenya sendiri karena dianggap telah merusak nama baik keluarga. Kamu pernah mikir sejauh itu tidak, sih?!" Rissa murka karena merasa jika Bagas terlalu santai menghadapi permasalahan rumit dan serius ini.
" Indhira diusir?!" Bagas terperanjat mendengar perkataan yang diucapkan oleh Rissa soal Indhira yang diusir dari rumahnya oleh Tante Marta.
" Kamu itu jahat banget, Bagas! Kamu sudah membuat hidup Indhira menderita. Puas kamu sekarang, hahh?!" Rissa mengakhiri kalimatnya dengan terisak, karena dia terlalu emosi dan sedih melihat nasib temannya saat ini.
" Ya Tuhan ..." Bagas mengusap kasar wajahnya. Dia merasa bersalah dan sangat menyesal. Dia tidak pernah menduga jika apa yang dia lakukan akan membuat hidup Indhira akan sedramatis ini.
*
*
*
Bersambung ...
__ADS_1
Happy Reading ❤️