SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Syok Berat


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Bagas sudah datang ke rumah Indhira. Dia ingin berada di dekat Indhira saat wanita itu tahu soal kasus video itu. Dia yakin Indhira pasti akan sangat terpu kul jika tahu peristiwa itu terekam kamera cctv. Dan Bagas ingin Indhira mengetahuinya bukan dari orang lain.


Teeettt


Indhira baru selesai mengepel saat dia mendengar suara pintu bel rumahnya berbunyi. Dia melirik jam dinding di dapur yang baru menunjukkan jam 05.15 menit. Sementara ia sendiri berencana untuk menyiapkan menu sarapan pagi untuk keluarga Tante Marta.


Teeett


" Siapa, sih? Yang bertamu pagi-pagi begini?! Tidak sopan sekali!" Keluar dari kamar mandi, Tante Marta langsung menggerutu karena mendengar bunyi bel pintu. Karena menurutnya tidak sopan pagi hari sudah berkunjung ke tempat orang.


" Cepat kamu bukankan pintu, Indhira! Kalau ada yang memberi sesuatu terima saja. Tapi, kalau ada yang mau pinjam uang, bilang saja tidak ada!" Dengan mengeringkan rambut dengan handuk kecil, Tante Marta masuk ke dalam kamarnya.


Indhira bergegas ke ruang tamu untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang datang ke rumahnya itu. Matanya seketika terbelalak saat mengetahui sosok yang sedang berdiri di depan pintu rumahnya saat ini.


" Bagas? Mau apa kamu ke sini pagi-pagi?" tanya Indhira terheran dengan kehadiran Bagas di depan runahnya.


" Ra, kita harus bicara. Ikut aku sekarang!" Bagas langsung menarik tangan Indhira.


" Kamu mau apa, Bagas!" Indhira sontak menepis tangan Bagas yang memegang lengannya.


" Ra, ada hal penting yang harus kita bicarakan! Ikut aku sekarang juga!" Bagas kembali memaksa Indhira.


" Hal penting apa? Ini masih pagi, untuk apa kamu datang ke sini!? Lagipula, kita sudah putus, sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicara!" tegas Indhira, menolak diajak pergi oleh Bagas. Indhira juga belum sempat mandi, karena dia masih harus menyelesaikan pekerjaan rumah terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah.


" Ini hal yang bersangkutan dengan apa yang pernah kita lakukan kemarin!"


Bola mata Indhira kembali membulat. Dia bahkan spontan menoleh ke dalam rumahnya, takut apa yang dikatakan Bagas akan terdengar oleh Tante Marta. Tentu saja hal yang menyangkut dengan hal yang pernah dia lakukan dengan Bagas adalah hal terburuk dalam hidupnya. Sehingga saat Bagas menyinggung soal itu, Indhira pun akhirnya tak dapat menampik permintaan Bagas untuk ikut dengannya.


" Aku mandi dulu sebentar ..." Indhira ingin membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Karena aktivitas pagi harinya membuat badannya berpeluh dan lengket.

__ADS_1


" Tidak usah, Ra! Tidak usah mandi!" Bagas tidak mengijinkan Indhira mandi. Dia lalu menarik lengan Indhira hingga sampai ke motornya.


" Tapi, aku bau keringat, Bagas!" Indhira mengendus aroma tubuhnya sendiri. Dan dia tidak nyaman jika tidak membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


" Apa yang ingin aku sampaikan lebih penting dari bau keringatmu itu, Ra!" Bagas segera menyalakan mesin motornya dan menyuruh Indhira naik ke atas motor.


" Tapi, aku belum ijin Tanteku, Bagas! Aku juga belum membuat sarapan. Kalau aku ikut nanti aku bisa telat masuk sekolah, Bagas." Indhira kembali ragu mengikuti perintah Bagas.


" Cepat naik motornya! Jangan pakai tapi-tapi!" Bagas memaksa Indhira untuk segera mengikuti perintahnya, karena Indhira tidak bertindak cepat.


Walau agak ragu, Indhira akhirnya mengikuti apa yang diminta Bagas hingga mereka kini sudah berada di jalan dengan Bagas yang mengendarai motor sportnya.


***


Bagas membawa Indhira ke sebuah taman. Tidak banyak orang yang berlaku lalang di taman itu, karena ini adalah weekday, membuat mereka lebih leluasa berbicara.


" Hal apa yang ingin kamu bicarakan, Bagas?" Indhira dibuat sangat penasaran dan berdebar ingin tahu apa yang akan disampaikan oleh Bagas padanya.


" Ra, aku minta maaf. Aku benar-benar menyesal atas apa yang sudah aku perbuat. Tapi, sumpah, Ra! Aku tidak terpikirkan hal ini akan terjadi." Bagas duduk berlutut di depan Indhira yang duduk di kursi taman. Bagas bahkan menggenggam erat tangan Indhira.


" Bagas, apa yang sebenarnya terjadi?" Indhira seketika diselimuti kegundahan karena Bagas tidak segera mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.


" A-aku lupa kalau waktu itu di kamarku ada cctv."


Hati Indhira seketika mencelos saat mendengar Bagas mengatakan soal cctv.


" Ya Allah, apa kejadian saat itu terekam cctv? Apakah orang tua Bagas melihat rekaman cctv itu?" cemas Indhira dalam hati. Dia menggigit bibir dan tak terasa setitik air mata langsung jatuh di pipinya tanpa terbendung.


" Aku benar-benar lupa jika ada cctv di kamarku, Ra." sesal Bagas merasa bersalah.

__ADS_1


Indhira tak sanggup membalas ucapan Bagas. Lidahnya seketika kelu, tak sanggup untuk mengucapkan satu katapun. Betapa malunya dia karena kein timan mereka saat itu diketahui oleh keluarga Bagas. Benar-benar peristiwa buruk yang sangat memalukan.


" Aku tidak menyangka jika perbuatan kita itu terekam kamera cctv. Dan esok harinya, ada orang suruhan tetangga depan rumah ikut mengecek rekaman cctv. Dan ..." Bagas menjeda kalimatnya. Dia ragu untuk mengatakan kalimat seterusnya.


" Dan apa, Bagas?" Air mata Indhira semakin deras membasahi pipinya. Hatinya pun seketika sangat kacau menerima penjelasan dari Bagas.


" Dan sepertinya orang itu melihat rekaman kita lalu mengcopy rekaman itu. Karena ..." Bagas menundukkan kepalaya. Dia sungguh tidak sanggup mengatakan hal yang sesungguhnya terjadi.


Indhira menatap Bagas dengan cairan bening menutupi bola mata seraya menggelengkan kepalanya. Indhira sudah menerka-nerka apa yang akan dikatakan oleh Bagas.


'" Karena apa, Bagas?" Dengan suara tercekat di tenggorokan Indhira bertanya dengan harapan apa yang dibayangkannya itu tidak menjadi kenyataan.


" Sepertinya orang itu menyebarkan di sosial media, Ra. Dan juga ramai di grup chating sekolah," Pelan Bagas berucap, seakan dia tidak tega mengutarakan apa yang terjadi dengan video yang merekam aktivitas yang mereka perbuat kala itu.


Deg


Jantung Indhira seakan berhenti berdetak saat Bagas mengatakan jika rekaman video mereka sekarang sudah tersebar di publik dan sekolah mereka. Seperti ditu suk sembilu dan diterpa bongkahan batu besar rasanya. Berita yang disampaikan Bagas benar-benar membuat Indhira syok. Rasa kaget, takut, malu, menyesal bercampur menjadi satu. Indhira tidak tahu apa yang terjadi dengannya setelah ini. Bagaimana masa depannya setelah ini.


Video a susila yang tanpa sengaja terekam kini sudah tersebar luas. Orang pasti akan menghinanya. Orang pasti akan mencemoohnya. Bagaimana dia harus menghadapi teman-teman dan para guru di sekolahnya? Bagaimana dia harus berhadapan dengan lingkungan di rumahnya? Dan, apa yang terjadi jika Tante Marta dan keluarganya tahu apa yang sudah terjadi padanya? Bisakah mereka melindunginya? Bisakah mereka memberi kekuatan padanya untuk bisa tegar menghadapi semua ini? Rasanya itu tidak mungkin. Yang dia rasakan pasti sik saan yang akan dia hadapi ke depannya.


" Astaghfirullahal adzim, Ya Allah ..." Indhira seketika terisak tak kuasa membendung kesedihannya dengan telapak tangan menutupi seluruh wajahnya.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2