
Lima tahun kemudian
Tanpa terasa waktu terus berjalan, Indhira masih tetap bekerja di salon milik Tante Sandra bahkan kini ditempatkan di bagian pembukuan dan memegang keuangan salon sekaligus merangkap asisten dari Tante Sandra karena Siska mengundurkan diri setelah melahirkan anak kedua.
Indhira juga menyempatkan mengikuti belajar paket C hingga kini dirinya mempunyai ijazah segera SMA. Indhira juga mengikuti program pendidikan vokasi atau diploma dan mengambil jurusan akutansi.
Indhira masih bersyukur, wajahnya di video yang tidak terlihat jelas membuat orang-orang tidak mengenali dirinya adalah pelaku wanita di video a susila tersebut. Sehingga Indhira bisa tenang berhadapan dan berinteraksi dengan banyak orang. Apalagi video itu sudah langsung menghilang dari peredaran karena pengaruh kuat Adibrata.
Lima tahun ini berjalan sangat menyenangkan bagi Indhira karena dia banyak menemukan teman-teman di lingkungan baru, tidak hanya teman di salon tapi juga di tempat dia menuntut ilmu. Tak sedikit juga ada lawan jenis yang mendekati dan menyatakan perasaannya pada Indhira. Namun, Indhira yang masih trauma berpacaran memilih lebih memfokuskan diri dengan pendidikan dan pekerjaannya.
Satu hal sedih yang dirasakan Indhira hanya soal rumah orang tuanya. Karena menurut kabar yang dia dengar dari Rissa, rumah orang tua Indhira itu sudah dijual oleh Tante Marta. Entah bagaimana Tante Marta menjual rumah tersebut, yang pasti ada campur tangan Om Ferry sampai rumah itu dapat terjual tanpa sepengetahuan dan seijinnya sebagai salah satu ahli waris.
Sedangkan Bagas meneruskan kuliah hingga jenjang S2 di USA dan sudah tidak lagi mencari keberadaan Indhira karena Benny kini sudah menikah dan pindah ke Surabaya.
Sementara Rissa sendiri kini bekerja di sebuah bank swasta dan telah bertunangan dengan kekasihnya yang berencana akan menikah tahun depan.
Memasuki tahun ke enam, masalah mulai datang. Tante Sandra jatuh sakit karena mengalami pecahnya pembuluh darah di otak dan mengalami stroke. Setelah mengalami stroke, suami Tante Sandra tak pernah lagi menemui Tante Sandra dan juga tak memberi nafkah kepada Dhika, anaknya.
Sebagai balas jasa atas kebaikan Tante Sandra, Indhira rela membantu mengurus Tante Indhira bersama ART di rumah Tante Sandra.
Setengah tahun berjalan, kesembuhan Tante Sandra tidak juga mengalami kemajuan, hingga akhirnya Ibu Lidya dan Pak Edwin memutuskan menjual rumah dan salon milik Tante Sandra dan membawa Tante Sandra dan Dhika untuk dirawat di rumahnya di Jakarta.
Salon Tante Sandra yang selalu ramai pengunjung tentu saja mengundang minat investor untuk membeli salon itu. Setelah pindah tangan ke pemilik baru, pemilik baru mempertahankan pekerja lama di salon itu, karena pemilik baru tidak ingin beresiko kehilangan pelanggan jika terjadi perombakan karyawan. Hanya nama salonnya saja yang kini dirubah menjadi Chrystal Studio, Hair & Beauty.
Indhira pun masih bekerja di salon itu. Namun, kini dia harus mencari rumah kontrakan untuk dia tinggal, karena selama ini dia ikut menumpang di rumah Tante Sandra yang kini sudah dijual.
" Semoga bos baru kita tidak beda jauh dengan Ibu Sandra ya, Net?" Tria, salah seorang pegawai salon berkata kepada Janet, pegawai salon lainnya saat mereka sedang berbincang di dapur saat makan siang.
" Aku harap juga begitu, Tri. Tapi biasanya lain koki lain masakan. Berharap saja masakan yang sekarang lebih sedap dari yang lama," jawab Janet.
__ADS_1
" Kemarin waktu datang dan memperkenalkan diri kelihatanya baik orangnya," sahut Tria.
" Tapi kata Pak Dodo nanti yang akan mengurus itu anaknya bukan Ibu itu, lho!" balas Janet menjelaskan. Dia lalu menoleh ke arah Indhira yang termenung menatap mie instan kuah di hadapannya.
" Jangan dilamuni makanannya, Ra! Nanti keburu melar tuh mie nya!" Janet menegur Indhira yang hanya diam tak mulai menyantap mie instan kuahnya..
" Aku kepikiran sama Tante Sandra, Mbak." lirih Indhira.
" Iya, sih! Kasihan juga Ibu Sandra, ya!? Sudah mengalami stroke, suami meninggalkan tidak tanggung jawab! Mau enaknya saja jadi cowok, habis manis sepah dibuang! Sudah tidak bisa apa-apa malah ditinggalin! Dasar penjahat kela min!!" umpat Janet emosi.
Umpatan Janet seketika mengingatkan Indhira pada Bagas. Apakah dia juga senasib seperti Tante Sandra? Indhira mengerjapkan matanya mencoba menghilangkan pikiran soal Bagas dalam benaknya yang tiba-tiba saja muncul.
Entah di mana pria itu berada sekarang? Indhira pun tidak tahu. Dan tidak pernah ingin tahu lagi.
Keesokan harinya, sebelum salon buka, pegawai salon membersihkan salon seperti biasa. Setelah itu mereka berkumpul dan berdoa sebelum melaksanakan aktivitas supaya pekerjaan mereka berjalan lancar. Itu adalah kebiasaan yang diterapkan oleh Tante Sandra pada pegawainya selama ini.
Sekitar sepuluh menit kemudian, sebuah mobil mewah terparkir di depan pekarangan salon. Dan seseorang wanita cantik berkulit putih, berambut panjang sepunggung dan tinggi semampai memasuki salon
Semua mata terarah dan terpana melihat penampilan wanita muda bak bidadari yang turun dari kayangan itu. Tak terkecuali Indhira yang mengerutkan keningnya saat melihat wajah wanita yang dia duga adalah bos baru di salon itu.
Indhira merasa familiar dengan wajah cantik itu. Dan ketika wanita itu semakin dekat, ingatan Indhira pun semakin jelas menyadari siapa wanita yang ada di hadapannya saat ini.
Chrystal! Ya, wanita itu adalah Chrystal, salah satu murid di SMA nya dulu, dan mantan kekasih Bagas, yang terakhir sempat digosipkan menjalin hubungan kembali dengan Bagas.
Indhira seketika menundukkan wajahnya. Dia tidak terpikir jika nama Chrystal sebagai pengganti nama salon Sandra itu adalah nama dari pemilik baru salon tempatnya bekerja saat ini. Dan yang membuatnya cemas adalah jika sampai Chrystal menyinggung soal video lamanya bersama Bagas. Karena tidak ada satupun rekannya di salon itu yang tahu soal video tersebut selain Tante Sandra.
Seketika itu hati Indhira berdebar-debar karena kecemasan mulai mendera Indhira. Dia tidak dapat membayangkan jika kejadian itu harus diketahui oleh rekan-rekan kerjanya.
" Selamat pagi semuanya." Suara Chrystal mulai terdengar menyapa karyawannya, dan Indhira hanya sanggup memejamkan mata dan menggigit bibirnya. Dia benar-benar takut Chrystal akan membongkar rahasia masa lalunya yang kelam kepada rekan-rekan di salonnya saat ini.
__ADS_1
" Selamat pagi, Bu." sahut pegawai salon bersamaan.
" Panggil Mbak saja jangan panggil Ibu." Chrystal menolak dipanggil Ibu oleh pegawainya.
" Baik, Mbak." Kembali pegawai salon menjawab serentak.
" Terima kasih sebelumnya. Perkenalkan nama saya Chrystal. Mulai hari ini saya akan menghandle salon ini. Saya dengar sebelumnya jika salon ini punya reputasi yang baik dan juga pelanggan yang banyak. Tentu saja hal itu tidak terlepas dari kerja kalian semua yang ada di sini. Karena itu saya tetap mempertahankan pegawai-pegawai lama untuk tetap bekerja di salon saya ini. Saya berharap kerjasama kalian agar tetap mempertahankan kualitas kerja kalian, agar salon ini semakin maju ke depannya." Dengan bahasa yang lugas Crystal menyusun kata-kata dan berbicara pada anak buahnya seraya menatap wajah mereka satu persatu agar dia pun dapat mengenali mereka,, hingga kini tatapannya mengarah pada karyawan yang sejak tadi hanya menundukkan kepala tak berani menatapnya, sedangkan pegawai lain fokus mengarahkan pandangan ke arahnya.
" Kamu yang menundukkan kepala, apa kamu mengerti apa yang saya katakan tadi?" tanya Chrystal kepada Indhira. Sontak seluruh pegawai menoleh kepada Indhira.
" S-saya paham, Mbak." jawab Indhira tanpa berani menatap Chrystal.
" Sejak tadi saya perhatikan kamu hanya menundukkan kepala saja, memangnya kenapa? Apa wajah saya terlalu menakutkan untuk kamu tatap?" Dengan kening berkerut, Chrystal bertanya kepada Indhira, karena dia pun merasa aneh.
Dengan menggigit bibirnya, Indhira memberanikan diri menaikan pandangan menatap Chrystal, dia berharap Chrystal tidak akan ingat siapa dirinya.
Chrystal memicingkan matanya saat melihat jelas wajah Indhira. Namun, tak lama bola matanya melebar seketika saat menyadari siapa yang ada di depannya kini.
" Kamu? Kamu ada di sini?" tanyanya kaget. Tentu saja dia tidak akan lupa dengan wajah mantan kekasih Bagas itu. Apalagi Indhira pernah tertimpa kasus besar dengan Bagas, membuat rencananya balikan lagi dengan Bagas menjadi kandas.
*
*
*
Bersambung ...
Happy Reading❤️
__ADS_1