SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Akan Menjaga Mama


__ADS_3

Pu kul sepuluh tepat, Bagas datang ke kantor Adibrata. Walaupun dia tahu jika kedatangannya tidak diharapkan oleh sang Papa, namun dia merasa berkewajiban membantu menyelesaikan masalah yang menimpa rumah tangga orang tuanya.


Saat sampai di kantor Adibrata, Bagas bertanya pada Diana, sekretaris Papanya, " Mbak, Papa saya ada?"


Diana yang terlihat sibuk seketika bangkit melihat Bagas dan berniat mengantar Bagas ke dalam ruangan kerja Adibrata. " Pagi, Mas Bagas. Bapak ada, Mas."


Melihat Diana yang terlihat sibuk, Bagas melarang Diana mengantarnya, " Sudah tidak usah diantar, Mbak! Biar saya masuk sendiri saja!" ucap Bagas melangkah ke ruangan kerja Papanya.


Ketika Bagas hendak membuka pintu, ternyata Adibrata sudah berdiri di tepat di pintu, sepertinya Papanya itu terburu-buru hendak pergi.


" Selamat pagi, Pa." sapa Bagas, tetap bersikap hormat terhadap Papanya itu.


" Bagas?" Adibrata terkesiap dengan kemunculan putranya itu di kantornya. " Di mana Mamamu?" Adibrata menerobos ke luar ruangan mengedar pandangan mencari keberadaan Angel hingga menabrak bahu Bagas. Dia mengira jika Bagas datang bersama Angel, karena teringat informasi dari Hamid jika Angel saat ini berada di hotel tempat Bagas bekerja.


" Mana Mamamu, Bagas?" Tak mendapatkan apa yang dicarinya, Adibrata kembali menanyakan istrinya itu pada Bagas.


Bagas menaikkan kedua alisnya saat Adibrata menanyakan keberadaan Angel. Hal itu menandakan jika Adibrata sudah mengetahui jika Angel berada di tempatnya. Bagas seakan melupakan jika Papanya punya mata-mata, dan secepat itu bekerja sampai mengetahui keberadaan Angel di tempatnya.


" Mama aman-aman saja, Pa." sahut Bagas, sejujurnya dia kaget karena sambutan yang dia terima dari Papanya jauh dari prediksinya. Dia pikir Papanya akan bersikap keras dan tak ramah padanya, namun dia keliru. Ternyata ketakutan Adibrata akan kehilangan Angel telah melunturkan sikap arogan Adibrata.


" Apa Mamamu baik-baik saja? Kenapa dia tidak datang kemari?" Adibrata bertanya kepada Bagas, seolah dia melupakan jika dia sedang bermasalah dengan anaknya itu selama ini.


" Mama tidak sepenuhnya baik-baik saja, Pa." sahut Bagas menatap sang Papa, membuat Adibrata tersadar jika Bagas sudah mengetahui keburukan yang sudah dia lakukan.


" Mamamu cerita apa?" tanya Adibrata berjalan masuk kembali ke dalam ruangannya. Kali ini Adibrata seakan menyingkirkan masalah sengketa yang sedang terjadi antara dia dengan putranya itu.


" Mama menceritakan apa yang terjadi setelah Papa mengajak Mama dinner." Setelah menutup pintu, Bagas lalu berjalan mengikuti Papanya.


Adibrata mendengus seraya mengusap kasar wajahnya. Dia sudah menduga jika Angel akan mengadu kepada Bagas.


" Aku tahu Papa bersikap keras terhadap anak-anak Papa, tapi aku juga tahu jika Papa adalah tipe suami yang setia terhadap Mama. Apa yang terjadi sekarang benar-benar membuat kami semua syok. Apalagi wanita yang berhubungan dengan Papa bukan wanita baik-baik. Wanita yang memang berprofesi menjual tubuhnya pada banyak pria, bukan karena keterpaksaan, tapi karena kesenangan," ujar Bagas mulai mengungkap kelakuan Papanya yang sangat mengecewakan keluarga.


" Apa Papa masih ingat, jika Papa pernah menuduh istriku bukanlah seorang wanita baik-baik?" Bagas mulai mengungkit perlakuan sang Papa kepada Indhira selama ini. " Dan sekarang ini Papa terkena masalah justru karena wanita penghibur." Bagas tersenyum miris. Terlalu kasar jika dia menyebut saat ini Papanya sedang menerima karma atas perbuatannya kepada Indhira.


" Apa kamu datang kemari ingin mensyukuri apa yang terjadi pada Papa?" tanya Adibrata saat Bagas mengungkit sikapnya terhadap Indhira.


" Tidak! Tidak mungkin aku merasa senang karena masalah yang sedang menimpa keluargaku sendiri. Meskipun Papa mengusir aku dari rumah, meskipun Papa mencoret namaku dari daftar pewaris kekayaan Adibrata Mahesa, itu tidak akan memutuskan hubungan darah antara ayah dan anak. Darah keluarga Adibrata Mahesa tetap mengalir dalam tubuhku. Dan aku berkewajiban mempertahankan keluarga orang tuaku, terserah Papa suka ataupun tidak!" tegas Bagas akan sikapnya.


" Tapi, saat ini, Mama ingin melayangkan gugatan cerai pada Papa," imbuhnya kemudian.

__ADS_1


Sontak Adibrata terperanjat mendengar permintaan perceraian Angel yang disampaikan oleh Bagas.


" Tidak! Papa tidak akan mengabulkan permintaan Mamamu!" Adibrata menolak dengan tegas. Walaupun berwatak keras, namun Adibrata tidak ingin berpisah dari Angel.


" Mama tidak ingin dimadu, dan Mama merasa sudah dikhianati oleh Papa." Dari ucapan dan gestur yang diperlihatkan Adibrata, Bagas dapat melihat jika Papanya itu ketakutan mendengar kata cerai.


" Papa tahu Papa salah, tapi Papa bersumpah tidak akan mengulangi hal itu lagi. Papa tidak ingin berpisah dengan Mamamu, Bagas!" Adibrata melangkah kembali ke pintu ruangan kerjanya. " Papa harus bertemu dengan Mamamu!" lanjutnya.


" Sebaiknya Papa menahan diri dulu. Mama masih emosi." Bagas menahan langkah Adibrata yang ingin keluar ruangan.


" Tapi Papa harus bertemu dengan. Mamamu, Bagas! Papa harus bicara, meminta maaf dan meyakinkan Mamamu agar tidak memutuskan berpisah." Adibrata merasa perlu bicara empat mata dengan istrinya.


" Sebaiknya Papa jangan bertemu Mama saat ini. Kondisi Mama saat ini masih emosi, Mama butuh menenangkan diri." Bagas beralasan kenapa melarang Papanya menemui Angel.


" Tapi kalau Papa tidak bertemu Mamamu, Mamamu itu akan bersikeras dengan keinginannya itu." Adibrata takut terlambat meyakinkan Angel.


" Papa tidak perlu merasa khawatir, aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Seperti yang aku katakan sebelumnya, sebagai anak, aku berkewajiban menjaga agar orang tuaku tetap bersama dan hidup bahagia," tegas Bagas kembali.


" Mama membutuhkan waktu untuk menenangkan diri. Aku rasa keputusan yang Mama ambil saat ini masih dipenuhi rasa emosi," lanjutnya.


Adibrata kembali mendengus kasar, sungguh saat ini dia sangat malu berhadapan dengan. Bagas. Dia sudah bersikap kerasa kepala, mementingkan keegoisannya sendiri hingga membiarkan anaknya itu pergi, kini anaknya itu datang untuk membantu menyelesaikan kemelut rumah tangganya.


" Papa tidak tahu, saat itu Papa bertemu dengan rekan bisnis Papa, setelah selesai dia mengajak Papa ke tempat untuk bersantai, lalu Papa dikenalkan pada wanita itu. Papa seolah terhipnotis pada wanita itu hingga sampai menikmati satu malam bersama wanita itu. Tapi, sumpah, Bagas. Papa hanya bertemu sekali dengan wanita itu, Papa tidak menghubungi apalagi menemui wanita itu lagi." Adibrata memaparkan ceritanya hingga sampai berhubungan dengan Kyle.


" Beberapa hari lalu, wanita itu sempat menghubungi Papa, Papa sendiri tidak tahu dari mana dia mengetahui nomer Papa. Wanita itu mengatakan sedang ada di Jakarta jika Papa membutuhkannya. Tapi, Papa tidak menghiraukan, Papa malah blokir nomer wanita itu agar tidak lagi menghubungi Papa. Hingga akhirnya tiba-tiba dia muncul di hadapan Papa dan Mama." Adibrata mengakhiri ceritanya.


" Tapi, sungguh, Bagas. Papa tidak pernah berkeinginan menemui dia lagi." Adibrata sampai bersumpah jika dia benar-benar merasa bersalah tak ingin mengulangi kesalahannya itu.


" Lalu, apa yang akan Papa lakukan pada wanita itu? Aku yakin dia tidak akan diam saja, apalagi dia tahu Papa adalah seorang pengusaha terkenal di sini." Bagas ingin tahu apa yang sudah Papanya lakukan pada wanita yang sudah membuat Papanya melakukan kesalahan.


" Papa sudah meminta orang suruhan Papa untuk menyingkirkan dia." Jawaban Adibrata membuat Bagas mengerutkan keningnya.


Melihat reaksi Bagas atas ucapannya, Adibrata langsung meralat kalimatnya.


" Maksud Papa, Papa menyuruh orang Papa, agar membuat wanita itu tidak mengganggu Papa dan Mamamu lagi." Adibrata menjelaskan.


" Aku tidak ingin Papa terlibat masalah kriminal." Bagas mengingatkan agar Papanya tidak sampai melanggar hukum.


" Tidak, Bagas. Papa tidak akan melakukan itu," tepis Adibrata.

__ADS_1


" Oh ya, dengan siapa Mamamu saat ini?" Adibrata menanyakan Angel kembali.


" Mama saat ini bersama istriku, Pa." Bagas ingin tahu reaksi sang Papa saat dia menyebut soal Indhira.


Adibrata terdiam saat Bagas menyebut soal menantunya itu. Dia heran bagaimana mungkin istrinya bisa dekat dengan Indhira, sementara dirinya selalu menolak keberadaan istri Bagas itu.


" Apa selama ini kalian selalu bertemu di belakang Papa?" selidik Adibrata, merasa kecolongan karena istrinya pergi menemui Bagas dan istri Bagas tanpa sepengetahuannya.


Bagas diam sesaat, merasa tidak ada yang perlu disembunyikan lagi dengan hubungan sang Mama dan istrinya saat ini.


" Iya, saat itu aku dan Indhira bertemu dengan Mama secara tidak sengaja. Sejak itu kami sering bertemu. Mama sering mengunjungi kami," ungkap Bagas. Dia tidak merasa khawatir mengatakan hal tersebut. Bagas sengaja memanfaatkan kesalahan Papanya untuk memperbaiki hubungan mereka, termasuk memperbaiki hubungan Papanya dengan Indhira.


Jika sebelumnya Bagas takut kalau Adibrata akan memarahi Angel, saat ini dia tidak perlu merasakan hal itu lagi. Karena sekarang justru Papanya yang sangat takut kehilangan Angel


" Apa yang Angel lakukan di sana?" tanya Adibrata.


" Mama menemani Indhira, karena saat ini Indhira sedang hamil," sahut Bagas.


Adibrata terkejut saat mengetahui istri dari putranya itu sedang hamil. Namun, dia merasa canggung untuk banyak bertanya soal menantunya itu.


" Mama sangat antusias saat mendengar Indhira sedang hamil. Mama bahkan sangat perhatian terhadap Indhira dengan kehamilannya itu. Aku senang Mama bisa menerima Indhira dengan baik. Aku harap suatu saat Papa dapat melakukan hal yang sama seperti Mama." Rasanya tak berlebihan jika Bagas menginginkan kebahagiaan rumah tangganya dengan Indhira semakin lengkap dengan restu dari Papanya.


Adibrata memalingkan wajahnya, tak ingin membahas soal menantunya itu.


" Aku rasa apa yang ingin aku bicarakan dengan Papa sudah selesai." Bagas berniat meninggalkan kantor Papanya.


" Aku harap Papa segera menyelesaikan urusan Papa dengan wanita itu, agar tidak berlarut-larut."


" Sementara ini biarlah Mama bersamaku untuk menenangkan diri. Papa tidak usah khawatir. aku dan Indhira akan menjaga Mama dengan baik. Aku permisi dulu, Pa." Bagas lalu berpamitan dan meninggalkan kantor Adibrata untuk kembali ke hotel.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2