SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Mementingkan Diri Sendiri


__ADS_3

Bagas menatap wajah Evelyn yang nampak sendu. Dia tahu Evelyn merasa sangat kecewa akan keputusannya. Dan ini terjadi akibat sikapnya yang kurang tegas menolak pertunangannya dengan Evelyn, karena dia merasa frustrasi tidak juga menemukan di mana keberadaan Indhira. Tapi, seandainya dia tetap melanjutkan pertunangannya ini, dia yakin kalau itu akan membuat Evelyn semakin kecewa, sebab dia tidak dapat memberikan cinta yang Evelyn harapkan.


" Aku minta maaf, Evelyn." ujar Bagas memecah keheningan yang terjadi di antara mereka berdua.


" Aku berharap waktu berhenti sampai di sini saja, Bagas. Tidak ada esok, tidak ada lusa dan hari-hari lainnya agar kita tetap bisa bersama seperti ini," lirih Evelyn.


Bagas menghembus nafas perlahan. Dia semakin merasa bersalah mendengar ucapan Evelyn.


" Maafkan aku, Evelyn. Semua ini karena salahku," sesal Bagas.


" Tidak, Bagas! Aku juga salah dalam hal ini. Seharusnya aku tidak memaksakan pertunangan kita terjadi. Seharusnya aku sadar jika tidak ada tempat lagi di hati kamu untuk wanita lain selain Indhira." Evelyn mende sah.


Evelyn tidak ingin sepenuhnya menyalahkan Bagas. Dengan pertemuan kembali Bagas dengan Indhira, semakin kecil peluang dia mempertahankan pertunangannya dengan Bagas. Cinta Bagas terhadap Indhira abadi. Tidak mungkin luntur meski Bagas dihadapkan dengan ratusan wanita cantik sekali pun


" Aku harap kamu dapat menemukan sosok pria yang jauh lebih baik dari aku, Evelyn. Sosok pria yang begitu besar mencintaimu, bukan pria lemah dan penge cut seperti aku. Kamu pantas mendapatkan kebahagiaanmu dengan pria yang kamu cintai dan mencintaimu, Evelyn." Bagas menyadari, dia memang tidak pantas untuk wanita baik seperti Evelyn.


" Tapi justru kamu yang aku inginkan, Bagas. Kamu yang sanggup membuat aku jatuh hati pada seorang pria," lirih Evelyn kembali.


" Aku minta maaf, Evelyn. Karena aku tidak dapat memenuhi keinginanmu. Indhira lebih membutuhkan aku. Hingga saat ini dia masih merasa trauma menjalin hubungan dengan pria, karena takut tidak ada pria yang mau menerimanya karena masa lalu yang sudah kami lakukan dulu. Aku merasa harus bertanggung jawab atas penderitaan yang sudah aku perbuat kepadanya."


" Aku yakin, tanpaku, kamu akan bisa mendapatkan pria lain. Tapi Indhira, dia akan selamanya digelayuti skandal masa lalu kami hingga dia tidak percaya diri menjalani hubungan dengan pria lain, karena merasa trauma dan takut mendapat penolakan." Bagas menjelaskan kondisi yang dialami Indhira selama ini, termasuk soal kejadian saat Indhira menerima perlakuan buruk dari teman-teman SMA beberapa waktu lalu, sampai Indhira dituding sebagai wanita penghibur.


***


Sekitar jam enam petang, Evelyn dan Bagas sampai di mansion milik keluarga Nathael. Kedatangan Bagas di mansion milik pengusaha retail itu disambut hangat keluarga Nathael. Tentu saja karena mereka menganggap Bagas sebagai calon anggota keluarga mereka. Mereka tidak mengetahui jika tujuan Bagas sebenarnya datang menemui mereka adalah untuk mengakhiri petunangannya dengan putri mereka.


" Bagaimana kabar Papa Mamamu, Bagas?" tanya Nathael saat Bagas menyalaminya.

__ADS_1


" Papa Mama saya baik, Om." sahut Bagas.


" Mama kamu bilang tidak tahu dengan rencana kedatanganmu kemari sebelumnya. Padahal Mamamu bilang kepingin datang berkunjung kemari juga." Merry, Mommy dari Evelyn sudah ditelepon lebih dahulu oleh Angel soal kepergian Bagas ke New York.


" Karena saya tidak lama di sini, Tante. Besok juga saya akan kembali ke Jakarta." Bagas beralasan kenapa tidak memberitahu Mamanya soal rencana kepergiannya ke New York sejak awal. Tentu saja dia tidak ingin Mamanya mempersulit rencananya mengakhiri pertunangannya dengan Evelyn.


" Kenapa cepat sekali pulangnya, Bagas? Kenapa tidak berlibur di sini beberapa hari? Evelyn pasti akan senang kamu ada di sini." Merry menyayangkan waktu kunjungan Bagas yang sangat singkat di New York.


Bagas melirik ke arah Evelyn yang seketika itu langsung menunduk dan menghempas nafas perlahan.


" Maaf, Tante, Om. Sebenarnya saya datang kemari karena ada yang ingin saya sampaikan kepada Om dan Tante." Perlahan Bagas mulai mengatakan tujuannya bertemu dengan keluarga Nathael.


" Memangnya apa yang ingin kamu sampaikan kepada kami, Bagas? Kelihatannya serius sekali. Apa kamu ingin mempercepat pernikahan kalian?" Pertanyaan Nathael membuat Bagas menelan salivanya.


Orang tua Evelyn terlihat sangat bersemangat mengatakan soal rencana pernikahan. Bagaimana seandainya mereka tahu jika kadatangannya karena dia ingin mengakhiri pertunagannya dengan Evelyn? Tidak dapat dibayangkan, bagaimana kecewanya hati mereka.


" Saya siap menerima apa pun sikap Om dan Tante tentang hal yang ingin saya sampaikan ini. " Bagas mencoba mencari kalimat yang pas untuk dia menyampaikan maksudnya.


" Ada apa, Bagas? Kenapa kamu berbicara seperti itu, Nak?" Nathael menatap Bagas dan Evelyn bergantian. Dia mulai merasakan ada hal yang tidak beres di antara Bagas dan Evelyn. Apalagi baru disadari olehnya, sejak tadi terlihat murung, tidak seceria biasanya jika Bagas datang berkunjung ke mansion tempat tinggalnya.


" Mungkin Om dan Tante belum pernah tahu jika ada peristiwa memalukan yang pernah saya lakukan ketika saya SMA dulu hingga akhirnya Papa mengirim saya kuliah di sini. Saya yakin Papa pasti tidak berani menceritakan aib yang pernah saya buat yang mencoreng nama baik keluarga." Bagas harus menceritakan soal skandal yang pernah dia perbuat dulu, agar Nathael dapat mengerti keputusan yang telah dia ambil.


" Aib? Aib apa, Bagas? Papamu tidak pernah cerita apa-apa pada Om." Nathael sedikit terusik dengan kata Aib yang dikatakan oleh Bagas.


Bagas menarik nafas dalam-dalam, dia harus siap menerima apa pun reaksi dari Nathael jika dia ceritakan masalah yang sebenarnya.


" Ketika SMA, saya melakukan hal yang tidak sepatutnya dilakukan saya bersama kekasih saya. Saya melakukan hubungan suami istri bersama kekasih saya dan kejadian itu terekam cctv dan tersebar di masyarakat, Om, Tante."

__ADS_1


Ekspresi terkejut langsung terlihat dari wajah Nathael dan Merry. Dia tidak menyangka jika Bagas yang selama ini terlihat acuh terhadap wanita berani melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan anak SMA.


" Ya, Tuhan ..." Merry bahkan sampai menutup mulutnya saking tidak menyangkanya.


" Saat itu Papa langsung bertindak agar skandal video itu tidak lagi beredar di publik. Saat itu Papa menyalahkan kekasih saya karena menganggap dialah yang sudah mempengaruhi saya sampai berani melakukan hal berdosa itu. Padahal jelas-jelas saya lah yang salah. Papa juga menekan pihak yayasan dan sekolah untuk mengeluarkan kekasih saya dari sekolah, sementara saya masih tetap terdaftar menjadi murid di sana dan melanjutkan sekolah."


" Sejak itu saya tidak bisa lagi bertemu dengan kekasih saya. Sampai akhirnya saya mendengar kabar dia dijual oleh pihak keluarganya, sebagai efek dari skandal video itu." Walau Bagas tidak mengalami penderitaan yang dialami Indhira, tapi dia dapat merasakan pasti berat beban yang ditanggung Indhira ketika itu.


" Terakhir saya mendengar informasi dia berhasil kabur dari rencana jahat pihak keluarganya. Namun, setelah itu saya tidak tahu keberadaan dia di mana? Bertahun-tahun saya mencoba mencari keberadaan dia, tapi hasilnya selalu nihil. Itulah yang menyebabkan saya menutup diri dari wanita lain, Om. Sampai akhirnya saya mau menerima rencana pertunangan saya dengan Evelyn atas desakan Papa." Bagas mencoba memberanikan diri bersitatap dengan Nathael yang memandangnya dengan sorot mata tajam. Bagas dapat merasakan kekecewaan dari sorot mata Nathael.


" Dan beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan kekasih saya itu, Om. Saya pernah berjanji akan bertanggung jawab dan menikahinya jika kami bertemu kembali."


" Apa maksud kamu, kamu ingin membatalkan pertunanganmu dengan Evelyn, Bagas!?" Pertanyaan bernada dingin langsung dilontarkan Nathael. Sepertinya dia dapat menebak ke mana arah tujuan perkataan Bagas.


" Maaf jika keputusan saya telah mengecewakan Om dan Tante." Bagas menyampaikan penyesalannya.


" Tapi itu adalah masa lalu kalian! Saat ini kamu punya ikatan pertunangan dengan Evelyn, Bagas! Kamu tidak bisa begitu saja mementingkan diri kamu sendiri!" Nathael terlihat marah dengan rencana Bagas yang ingin mengakhiri pertunangan Bagas dengan Evelyn.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2