SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Lapar Tengah Malam


__ADS_3

Setelah memakai night cream di wajahnya, Angel lalu melangkah ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di atas spring bed besar yang biasa dia dan suaminya itu tempati untuk tidur bersama. Angel pun lalu menutupi tubuhnya dengan selimut lembut dan nyaman dipakai. Angel benar-benar mengacuhkan Adibrata yang sedari tadi memperhatikannya dari sofa.


Sejak Angel masuk ke kamar, Adibrata memang terus memperhatikan istrinya itu. Sudah hampir satu bulan dirinya dan Angel tidak berhubungan intim. Sebagai pria normal, meskipun umurnya sudah menginjak usia lima puluh tiga tahun, namun keinginannya untuk berhubungan in tim dengan istrinya tidak menyurut. Apalagi sudah berminggu-minggu keinginannya berhubungan suami istri dengan Angel tidak terwujud.


" Ma, kaki Mama pegal tidak? Apa mau Papa pijat?" Adibrata masih berusaha mencari celah agar dia bisa meluluhkan hati Angel.


Angel mengerutkan kening mendengar tawaran sang suami. Dia tahu jika saat ini suaminya itu sedang merayunya demi mendapatkan kata maaf darinya.


" Ada yang pegal tidak, Ma?" tanya Adibrata mendekat ke arah tempat tidur lalu duduk di tepinya.


" Eh, eh, eh, Papa mau apa?" Angel merasakan gerakan pada spring bed nya langsung menengok ke arah belakang, di mana dia Adibrata saat ini sedang terduduk di tempat tidur mereka.


" Jangan dekat-dekat! Ini area privacy Mama, dilarang disentuh Papa!" Angel mengusir Adibrata yang duduk di tepi tempat tidur.


" Sana-sana! Alergi Mama dekat-dekat Papa. Siapa tahu si ja lang itu menularkan penyakit pada Papa. Hihh ...!" Angel mengedikkan bahunya seolah merasa ji jik jika wanita penghibur yang pernah tidur dengan suaminya itu menularkan penyakit kepada suaminya.


" Ma, Mama jangan menakuti Papa seperti itu!" Sudah pasti hak tersebut tidak terpikirkan oleh Adibrata, jika resiko tertular penyakit mungkin saja terjadi jika sering 'jajan' di luar.


" Sudah Papa kembali ke sofa! Dan jangan berusaha bujuk-bujuk Mama lagi! Mama tidak akan terpengaruh dengan bujuk rayu Papa lagi!" ucap Angel galak.


Adibrata mendengus kasar mendengar ucapan istrinya. Dia pun terpaksa kembali ke sofa dengan kecewa.


***

__ADS_1


Indhira terbangun malam hari, dia merasakan perutnya membutuhkan asupan makanan, karena dia kembali lapar, padahal setelah sholat Isya dia sudah sempat makan. Kejadian lapar tengah malam seperti di kontrakan dulu kini menimpanya kembali malam ini.


Indhira melihat Bagas yang sudah tertidur pulas. Dia tidak ingin membangunkan suaminya, namun dia takut untuk turun ke dapur. Bukan takut karena hal gaib, tapi lebih merasa tidak enak hati jika dia turun ke bawah dan mecari makanan di dapur yang bukan rumahnya.


Indhira turun secara perlahan dari tempat tidur agar tidak ketahuan suaminya, dia memutuskan untuk turun ke dapur sendiri, karena tak ingin mengganggu tidur Bagas.


Tak ada gerakan dari Bagas saat dia turun dari ranjang, karena tidurnya benar-benar pulas. Padahal biasanya Bagas akan terbangun jika Indhira turun dari tempat tidur.


" Pantas saja Mas Bagas tidak terbangun, pasti karena di sini tempat tidurnya lebih besar, empuk dan nyaman daripada tempat tidur di rumah kontrakan dulu." Indhira merasakan tempat tidur di kamar suaminya benar-benar membuat nyaman untuk beristirahat. Meskipun tempat tidur lama mereka di rumah kontrakannya dulu dia rasa sudah cukup empuk, namun jauh lebih empuk yang ada di rumah ini.


Indhira lalu berjalan ke luar dari kamar, berjalan ke arah dapur, untuk mencari makanan. Syukur-syukur masih ada ART yang terbangun di dapur jadi dia dapat meminta bantuan.


Sayangnya tidak ada siapa-siapa di dapur. Suasana hening, hanya suara detak jam yang terdengar di dapur, hingga dia harus mencari sendiri makanan di dalam kulkas dan laci kitchen set yang bisa dia makan. Saat dia membuka laci kitchen set dia melihat mie instan yang berjejer dan sangat menggugah selera, hingga dia menelan salivanya membayangkan mie kuah instan ditambah sayuran, telur dan rawit pedas. Indhira pun akhirnya memutuskan membuat mie rebus untuk mengobati rasa laparnya.


" Bismillahirohmanirohim ..." Indhira membaca doa sebelum makan lalu mulai mengaduk mie kuah itu dan mulai menyantap mie kuah instan yang terasa semakin nikmat setelah dia tambah saos hingga membuat keringat mengembun di wajahnya karena hawa panas ditambah rasa pedas yang dia rasakan.


" Sedang apa kamu malam-malam di dapur?" Suara berat Adibrata tiba-tiba terdengar dalam ruangan dapur itu, membuat Indhira terkesiap, hingga menjatuhkan sendok dan garpu yang dia pegang di tangannya.


Beberapa saat sebelumnya ...


Adibrata memutuskan keluar dari kamarnya karena dia tidak juga dapat tertidur. Saat dia membuka pintu kamar, dia melihat Indhira berjalan ke arah tangga, membuatnya mengerutkan keningnya.


" Mau ke mana dia?" Adibrata bertanya-tanya melihat menantunya itu menuruni anak tangga.

__ADS_1


Adibrata melongok ke bawah melihat Indhira berjalan ke arah dapur. Tak ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh memangnya di dalam dapur, dia pun memilih pergi ke ruang kerja di sebelah kamarnya.


Adibrata mencoba membuka laptop, mencari kesibukkan dengan melihat informasi seputar bisnis sambil menunggu kantuk melandanya.


Beberapa menit Adibrata di ruangan kerja, dia merasakan perutnya lapar, sehingga dia memutuskan pergi ke dapur untuk menyuruh salah satu ART menyiapkan makanan untuknya.


Adibrata melangkah ke arah dapur. Penciumannya menangkap aroma yang menguar dari arah dapur sehingga semakin membuat rasa laparnya semakin menjadi.


Adibrata tak menjumpai siapa pun di ruangan makan, apalagi lampu di ruangan makan dipadamkan. Namun, dia melihat di dapur sebelah, tempat biasanya dipakai ART untuk mamasak terlihat lampu menyala. Dan aroma sedap itu ternyata berasal dari sana hingga membuat kakinya melangkah ke arah dapur.


Kening Adibrata mengerut saat melihat Indhira sedang menyantap makanan yang terlihat sangat nikmat. Menantunya itu terlihat mengusap hidungnya seraya mengibaskan tangan di depan mulutnya menahan panas.


" Sedang apa kamu malam-malam di dapur?" tanya Adibrata berjalan mendekat ke arah Indhira hingga membuat menantunya terkesiap.


" P-papa?" Indhira tersentak saat melihat Papa mertuanya itu ada di depannya saat ini.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2