SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Pentingnya Keutuhan Dalam Keluarga


__ADS_3

Kartika bergegas masuk ke dalam kamar untuk mengambil ponsel miliknya. Sejujurnya, dia pun merasa khawatir karena Papa tidak pulang bersama sang Mama, apalagi Papanya itu seperti orang kebingungan mencari Mamanya.


Kartika mencoba menghubungi nomer Mamanya. Namun, nomer telepon Mamanya itu kini tidak dapat dihubungi.


" Bagaimana, Kartika? Apa Mamamu menjawab?" tanya Adibrata saat melihat Kartika keluar dari kamar.


" HP Mama tidak aktif, Pa." ujar Kartika memberitahu.


" Ke mana Mamamu itu?" Kembali Adibrata memijat pelipisnya. Dia benar-benar dibuat bingung dengan kepergian Angel.


" Pa, apa jangan-jangan Mama ada yang menculik? Mama 'kan kalau pergi-pergi pakai berlian, jangan-jangan ada yang menculik Mama karena tahu jika Mama itu orang kaya, lalu nanti minta tebusan ke Papa buat melepas Mama." Kartika sudah berpikiran buruk dengan membayangkan kejadian-kejadian yang biasa dia lihat di film-film yang dia sering tonton.


" Jangan berpikiran yang aneh-aneh kamu, Kartika!" tegur Adibrata menanggapi perkataan anaknya yang dia anggap lelucon. Adibrata lalu berjalan menuju ruang kerjanya. Dia ingin menghubungi Hamid untuk mencari keberadaan Angel.


" Selamat malam, Tuan. Apa ada yang harus saya kerjakan?" tanya Hamid saat mengangkat panggilan telepon dari Adibrata.


" Hamid, tolong kau ke Heavenly Hotel, istri saya menghilang di sana. Coba kau cek, minta bantuan pihak hotel untuk mengecek cctv. Hmmm, tidak, tidak usah semua cctv, hanya yang berada di lobby saja untuk mengetahui ke mana istriku pergi." Adibrata tentu tidak ingin kejadian di depan lift itu sampai dilihat oleh pihak hotel dan sampai tersebar di publik, itu pasti akan mencoreng citranya.


" Nyonya menghilang, Tuan?" tanya Hamid terkejut.


" Istri saya pergi tanpa memberitahu, tapi dia tidak kembali ke rumah." Dengusan kasar terdengar bersamaan dia mengakhiri ucapannya.


" Apa ada masalah, Tuan? Maaf jika saya bertanya." Hamid meminta maaf jika dianggap lancang bertanya apa yang terjadi sampai istri bosnya itu menghilang.


" Ada salah paham saja sampai membuat istri saya merajuk lalu pergi," sahut Adibrata. " Cepatlah, kau atur anak buahmu untuk mencari keberadaan istri saya, Hamid. Ini sudah malam, saya takut sesuatu terjadi padanya." Adibrata mencemaskan Angel, apalagi saat ini waktu sudah menunjukkan pu kul sembilan malam.


" Baik, Tuan. Kami akan bertindak cepat," sahut Hamid.


" Oh ya, Mid. Ada satu lagi tugas untukmu. Saya minta kamu membereskan seorang wanita bernama Kyle. Nanti saya akan kirim foto wanita itu dan nomer ponselnya. Pancing dia untuk keluar lalu sngkirkan dia jauh-jauh! Jangan sampai dia muncul lagi di hadapan saya dan mengusik rumah tangga saya." Adibrata juga memberi perintah kepada Hamid untuk mengurus Kyle, dia tidak ingin Kyle kembali muncul di hadapannya lagi.


" Kyle?" Hamid ingin bertanya tentang siapa wanita bernama Kyle. Namun, jika dia hubungkan dengan menghilangnya Angel, dia pun langsung menduga jika hal tersebut ada hubungannya dengan wanita bernama Kyle itu.

__ADS_1


" Iya, kau urus dia! Jangan sampai wanita ja lang itu kembali berulah!" geram Adibrata yang merasa hidupnya seketika kacau dengan kemunculan Kyle.


" Oh, baik, Tuan." sahut Hamid yang semakin yakin dengan dugaannya tadi, karena Adibrata menyebut wanita itu dengan sebutan ja lang.


***


Bagas akhirnya membawa Angel menginap di hotel Richard Fams. Karena dia tidak mungkin membiarkan Mamanya menginap di rumah kontrakannya yang sempit. Dia pun mengajak Indhira menginap bersama di hotel untuk menemani Mamanya yang sedang bersedih.


Kamar hotel yang dipesan untuk mereka cukup luas, sehingga Bagas memilih kamar tersebut untuk mereka beristirahat. Mamanya akan tidur di tempat tidur yang sama dengan Indhira, sementara dirinya akan tidur di sofa.


Ddrrtt ddrrtt


Ponsel Bagas tiba-tiba berdering.


" Kalau Papa kamu telepon tanya Mama, bilang saja tidak tahu!" Angel menyuruh Bagas untuk berbohong sebelum anaknya itu mengangkat panggilan masuk di ponsel Bagas itu.


" Mana mungkin Papa menghubungi aku, Ma." Bagas terkekeh karena merasa yakin Papanya itu tidak akan melakukan hal tersebut.


Bagas lalu mengambil ponselnya, dia melihat nama Kartika yang nampak di layar ponselnya saat ini.


" Kamu bilang sama adikmu, jangan bilang ke Papa kalau Mama ada di sini, Bagas." pinta Angel.


" Berarti, Kartika boleh tahu Mama ada di sini?" tanya Bagas kemudian.


" Iya, Papa kamu yang tidak boleh tahu!" Angel benar-benar marah pada Adibrata sehingga tidak ingin suaminya itu mengetahui keberadaannya saat ini.


" Halo?" Bagas mengangkat panggilan telepon adiknya.


" Halo, Kak Bagas. Mama hilang." Saat mendengar suara Bagas, Kartika langsung melaporkan apa yang terjadi di rumahnya.


" Mama hilang? Bagaimana Mama bisa hilang?" Bagas sengaja ingin mengerjai adiknya itu, seolah tidak tahu apa yang terjadi.

__ADS_1


" Aku tidak tahu, Kak. Tadi itu Papa sama Mama pergi, kata Mama, Papa mengajak Mama dinner berdua, tapi sekarang Papa pulang sendirian, Papa bilang Mama pergi, tapi tidak tahu pergi ke mana," cerita Kartika.


" Papa sudah pulang?" tanya Bagas kembali.


" Sudah, tapi Papa kebingungan karena Mama menghilang, Kak." Kartika menceritakan bagaimana kondisi sang Papa saat ini.


" Kak, aku takut Mama diculik. Apalagi ini sudah malam." Bukan hanya cemas, tapi saat ini ketakutan juga sedang melanda Kartika.


" Kamu tenang saja, Dek. Mama aman, kok! Sekarang ini Mama sedang bersama Kakak." Tak tega terus membuat cemas adiknya, Bagas akhirnya menceritakan di mana keberadaan Mama mereka saat ini.


" Hahh?? Mama sedang di rumah Kak Bagas? Kok' bisa?" tanya Kartika terkejut sekaligus heran.


" Ceritanya panjang. Malam ini Mama akan menginap di hotel tempat Kakak bekerja. Tapi, Mama minta supaya kamu tidak bilang sama Papa tentang keberadaan Mama saat ini." Bagas minta adiknya itu untuk tutup mulut.


" Sebenarnya ada apa, sih, Kak? Kasihan Papa senewen mencari Mama, lho!" Biarpun Adibrata terkesan arogan dan egois terhadap anak-anaknya, namun Kartika tetap merasa tidak tega melihat Papanya ketakutan kehilangan Mamanya.


" Biarkan saja dulu Papa seperti itu. Selama ini Papa selalu bertindak atas kemauannya sendiri saja, tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan kita. Mungkin setelah Papa jauh dari anak dan istrinya, Papa akan merasakan pentingnya keutuhan sebuah keluarga." Setelah Angel memutuskan tidak ingin kembali ke rumah Adibrata, Bagas akhirnya mengambil tindakan untuk menyembunyikan Mamanya itu beberapa hari di hotel tempatnya bekerja.


" Kak, apa ada masalah serius?" tanya Kartika kemudian.


" Bisa dibilang serius, tapi kamu tidak usah ikut pusing memikirkan ini. Kamu hanya harus fokus belajar saja, Dek." Bagas tidak ingin apa yang terjadi pada orang tuanya berimbas pada semangat belajar Kartika.


" Kak, aku ingin bertemu Mama. Besok pulang sekolah aku ke sana, ya!?" Jika bisa memilih, Kartika lebih memilih bersama Mama dan Kakaknya daripada harus berdua dengan Papanya di rumah mereka.


" Ya sudah, nanti Kakak jemput kamu di sekolah." Bagas mengijinkan adiknya itu untuk bertemu Mama mereka setelah Kartika pulang sekolah.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ..


Happy Reading ❤️


__ADS_2